SELEBRITI

Usut Tuntas Kasus Mafia Tanah yang Sasar Keluarganya, Nirina Zubir Tak Akan Biarkan Tersangka Nikmati Hasil

Selasa, 21 Desember 2021 09:00

Nirina Zubir usut kasus mafia tanah © KapanLagi.com/Bayu Herdianto

Kapanlagi.com - Senin pagi (20/12/2021) sekira pukul 10.30 WIB, Nirina Zubir mendatangi Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya. Tidak sendirian, ia didampingi sang kakak bernama Fadlan Karim serta kuasa hukum.

Kedatangan Nirina dalam rangka menanyakan perkembangan kasus mafia tanah yang menjerat keluarganya. Setelah berada di dalam gedung selama kurang lebih dua jam, aktris tersebut menginfokan sudah sejauh mana kasusnya.

"Hari ini saya dapat informasi akan ada penyitaan aset dan juga penyitaan dari bisnis para tersangka. Ini merupakan update yang menyenangkan buat kami pihak korban," kata Nirina kepada awak media.

1. Membuktikan Dugaan

Penyitaan aset tersebut merupakan tindak lanjut dari dugaan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) yang dilakukan para tersangka. Disinyalir ada dana mengalir ke aset-aset milik mereka.

"Makanya kan dengan ada perkembangan ini, kita jadi semakin yakin dan memang teramini gitu lho yang kami curigakan bahwa ada aliran dana. Bahkan dengan mulai ada proses penyitaan, berarti sudah terbukti benar adanya," lanjut istri musisi Ernest Syarief itu.

2. Beri Pelajaran

Perjuangan Nirina Zubir tidak akan berhenti sampai titik ini. Ia tak mau para tersangka masih tetap menikmati hasil dari aksi kotornya ketika nanti bebas dari hukuman penjara.

"Intinya kami ingin sekali memberikan pembelajaran kepada orang-orang yang istilahnya buat kesalahan tapi pasang badan gitu kan. Masuk ke dalam (penjara), jalani hukuman beberapa tahun, kemudian selesai menjalani hukuman dia bisa menikmati atau keluarganya bisa menikmati," tegas Nirina.

3. Jadi Sorotan Setelah Buka Suara

Kasus mafia tanah yang dialami Nirina Zubir menjadi sorotan masyarakat setelah sang aktris berbicara ke ruang publik. Sebagaimana diketahui, ada enam sertifikat aset dari keluarga Nirina telah dialihkan kepemilikannya tanpa sepengetahuan.

Berdasar hasil penyelidikan, otak dari kasus yang menimpa keluarga Nirina adalah wanita bernama Riri Khasmita. Riri sebelumnya bekerja sebagai asisten dari ibu Nirina yang kini telah meninggal.

Tersangka yang ditahan di Rutan Polda Metro Jaya terbagi dalam dua klaster. Klaster pertama adalah Riri dan suaminya bernama Endrianto. Lalu klaster kedua ada notaris bernama Farida, Edwin Ridwan dan Ina Rosiana.

4. Niatan Untuk Cicil Utang

Istri dari Ernest Cokelat itu mengatakan bahwa Riri Khasmita sempat ingin melunasi utang tersebut, namun caranya membuat Nirina agak ragu karena Riri berniat melunasi utang tersebut dengan cara dicicil sebesar Rp 2 juta per bulan.

"Nih kita pakai logika aja sih, utangnya segitu nih, angkanya udah tahu berapa kan? Katanya mau nyicil perbulannya 2 juta rupiah. Gimana ya," ungkap Nirina Zubir saat ditemui di kawasan Petamburan, Jakarta Barat, belum lama ini.

5. Pembelaan Tersangka

Di sisi lain, Syakhruddin yang telah ditunjuk sebagai kuasa hukum Riri Khasmita mengatakan bahwa pemindahan aset ke tangan kliennya merupakan kehendak dari ibu Nirina Zubir.

Kala itu, kata Syakhruddin, ibu Nirina Zubir sedang kesulitan keuangan. Kemudian mengambil langkah mengagunkan beberapa asetnya ke bank. Dengan dalih takut tak bisa mendapat pinjaman karena ibu Nirina sudah sepuh, akhirnya beberapa aset tersebut di balik nama dengan nama Riri atas keinginan ibu Nirina.

"Intinya adalah pembalik nama atas dasar surat kuasa. Diawali dengan kebutuhan uang, kemudian diagunkan ke bank. Karena tidak bisa (dengan nama Cut Indria Martinj), karena sudah sepuh, otomatis dibalik nama ke atas klien saya. Klien saya memenuhi syarat karena ada usaha. sehingga bank percaya sama Riri untuk mengeluarkan uang itu," kata Syakhruddin di Polres Metro Jakarta Barat, Rabu (24/11/2021).

(kpl/abs/rsp)


REKOMENDASI
TRENDING