Kapanlagi.com - Bunga mawar merupakan salah satu tanaman hias paling populer di Indonesia yang dikenal sebagai "Ratu Bunga". Keindahan dan keharuman bunga mawar menjadikannya pilihan favorit untuk menghias pekarangan rumah maupun sebagai bunga potong.
Menanam mawar sebenarnya tidak sesulit yang dibayangkan, bahkan pemula pun bisa melakukannya dengan panduan yang tepat. Tanaman ini dapat tumbuh baik di berbagai kondisi iklim, baik tropis maupun subtropis, sehingga cocok dibudidayakan di Indonesia.
Melansir dari distan.jogjaprov.go.id, tanaman mawar merupakan herba dengan batang berduri yang berasal dari wilayah dataran Cina, Timur Tengah, dan Eropa Timur. Dalam taksonomi tumbuhan, mawar termasuk kelas Dicotyledonae dengan ordo Rosanales dari famili Rosaceae.
Langkah pertama dalam cara menanam mawar adalah mempersiapkan bibit yang berkualitas. Bibit mawar dapat diperoleh melalui beberapa metode, yaitu dari biji, stek batang, okulasi, atau mencangkok.
Untuk pemula, metode stek batang adalah pilihan paling praktis karena pertumbuhannya lebih cepat dibandingkan menanam dari biji. Pilih batang mawar yang masih lunak dari pertumbuhan baru yang belum membentuk bunga atau kuncup untuk memastikan keberhasilan penanaman.
Cara memotong batang untuk stek adalah dengan menggunakan pisau atau gunting tajam yang bersih. Potong batang sepanjang 15 hingga 20 cm, kemudian masukkan dalam wadah berisi air untuk menjaga kelembaban dan kesegarannya sebelum ditanam.
Bagi yang menginginkan hasil lebih cepat, Anda juga dapat membeli bibit mawar dalam polybag yang sudah berumur setengah tahunan dari penjual bibit terpercaya. Pemilihan bibit yang tepat sangat menentukan kualitas tanaman mawar yang akan dihasilkan.
Media tanam yang baik sangat penting untuk pertumbuhan mawar yang optimal. Campuran ideal untuk media tanam mawar adalah tanah, pupuk kandang, dan kompos dengan perbandingan 1:1:1 yang memberikan nutrisi seimbang bagi tanaman.
Pemilihan pot juga menjadi faktor penting dalam cara menanam mawar. Gunakan pot berukuran sedang dengan kedalaman yang cukup karena mawar memiliki sistem perakaran yang panjang dan membutuhkan ruang yang luas untuk berkembang.
Pot dari bahan tanah liat adalah pilihan terbaik karena memiliki sirkulasi udara yang baik dan dapat menjaga kelembaban media tanam. Letakkan batu kerikil kecil di dasar pot untuk membantu drainase air dan mencegah akar membusuk.
Isi pot dengan media tanam sekitar dua pertiga bagian, jangan sampai penuh. Buat lekukan di tengah media tanam untuk tempat menanamkan bibit mawar, kemudian siapkan untuk proses penanaman.
Proses penanaman mawar sebaiknya dilakukan di pagi hari ketika suhu udara masih sejuk dan kelembaban tinggi. Kondisi ini mendukung adaptasi bibit yang baru ditanam dan mengurangi stres pada tanaman.
Setelah penanaman selesai, letakkan pot di tempat yang mendapat sinar matahari cukup, namun tidak langsung terkena terik matahari sepanjang hari. Tanaman membutuhkan waktu adaptasi sebelum bisa menerima paparan sinar matahari penuh.
Perawatan yang tepat akan menentukan keberhasilan budidaya mawar. Penyiraman menjadi aspek penting dalam merawat tanaman mawar, terutama pada fase pertumbuhan awal.
Siram tanaman mawar minimal satu kali sehari, idealnya dilakukan pada pagi hari sekitar jam 06.00 hingga 10.00 atau sore hari saat suhu tidak terlalu panas. Kondisi media tanam yang ideal adalah lembap seperti spons, tidak terlalu basah dan tidak kering.
Pemupukan dilakukan secara rutin setiap 3-4 bulan sekali dengan dosis sesuai kondisi tanaman. Berikan pupuk NPK sebanyak 5 gram per tanaman atau gunakan pupuk organik untuk hasil yang lebih alami dan aman.
Lakukan penyiangan secara berkala untuk membersihkan rumput liar dan gulma yang tumbuh di sekitar tanaman mawar. Gulma dapat menyerap nutrisi yang seharusnya untuk tanaman mawar sehingga menghambat pertumbuhannya.
Pemangkasan juga perlu dilakukan untuk memperoleh batang yang kokoh dan merangsang pertumbuhan tunas-tunas muda baru. Pangkas daun yang layu, kering, atau rusak untuk mencegah terjangkitnya penyakit seperti serangan jamur dan menjaga tanaman tetap sehat.
Untuk mendapatkan tanaman mawar yang tumbuh subur dengan bunga yang lebat, perhatikan beberapa faktor penting berikut ini.
Melansir dari distan.bulelengkab.go.id, budidaya bunga mawar dapat dilakukan oleh siapa saja asalkan rajin dan menyayangi tumbuhan ini. Kunci keberhasilan terletak pada konsistensi dalam perawatan dan perhatian terhadap kebutuhan tanaman.
Menanam mawar dari biji memerlukan waktu yang cukup lama, kecambah biasanya mulai muncul dalam 2 bulan dan membutuhkan waktu tambahan beberapa bulan lagi hingga masa berbunga. Oleh karena itu, metode stek batang lebih disarankan karena lebih cepat menghasilkan bunga.
Mawar sebaiknya ditanam di luar ruangan karena membutuhkan sinar matahari langsung minimal 6 jam per hari. Namun, Anda bisa memindahkan pot ke dalam ruangan sementara saat kondisi cuaca ekstrem seperti hujan deras atau panas terik berlebihan.
Penyiraman dilakukan minimal satu kali sehari pada pagi atau sore hari. Pastikan media tanam dalam kondisi lembap seperti spons, tidak terlalu basah dan tidak kering. Frekuensi penyiraman dapat disesuaikan dengan kondisi cuaca dan kelembaban lingkungan.
Pupuk NPK dengan dosis 5 gram per tanaman setiap 3-4 bulan sekali adalah pilihan yang baik. Anda juga bisa menggunakan pupuk organik seperti kompos atau pupuk kandang yang lebih aman dan memberikan nutrisi secara bertahap.
Daun menguning bisa disebabkan oleh kekurangan nutrisi, penyiraman berlebih, atau serangan penyakit. Periksa kondisi media tanam, pastikan drainase baik, berikan pupuk secukupnya, dan pangkas daun yang menguning untuk mencegah penyebaran masalah.
Cara menanam mawar rambat pada dasarnya sama dengan mawar biasa, namun memerlukan media rambat tambahan seperti teralis, pagar, atau pergola. Batang yang tumbuh tinggi perlu dikaitkan pada media rambat agar tumbuh dengan arah yang diinginkan.
Pemangkasan sebaiknya dilakukan secara berkala untuk membuang bagian tanaman yang layu, kering, atau rusak. Pemangkasan besar untuk peremajaan tanaman dapat dilakukan setelah masa berbunga selesai atau menjelang musim pertumbuhan baru untuk merangsang tunas-tunas muda.