Kapanlagi.com - Daging yang empuk dan mudah dikunyah tidak harus selalu dimasak menggunakan panci presto. Ada banyak cara mengempukkan daging tanpa presto yang bisa dilakukan dengan bahan dan peralatan sederhana di dapur rumah.
Teknik perebusan bertahap, pemanfaatan enzim alami dari buah-buahan, hingga metode pemotongan yang tepat menjadi kunci utamanya. Berbagai cara mengempukkan daging tanpa presto ini sudah dipraktikkan secara luas dan terbukti menghasilkan daging yang lembut serta hemat gas.
Pada dasarnya, mengempukkan daging bertujuan untuk memecah serat otot dan jaringan ikat yang membuat tekstur daging terasa keras, baik melalui metode fisik seperti memukul maupun metode kimiawi seperti marinasi. Dilansir dari Dalstrong, setiap potongan daging memiliki karakteristik berbeda, sehingga penting memilih metode yang tepat sesuai jenis potongannya, mulai dari garam, palu daging, hingga marinasi dengan bahan asam.
Advertisement
Mengacu pada The Kitchn, potongan daging keras dengan banyak jaringan ikat seperti sandung lamur dan sengkel justru menjadi pilihan terbaik untuk metode pemasakan lambat. Teknik ini memungkinkan kolagen berubah menjadi gelatin yang membuat daging terasa lembut.
Metode Perebusan 5-30-7: Didihkan air dalam panci, masukkan daging, lalu rebus selama 5 menit. Matikan api dan tutup panci rapat-rapat selama 30 menit tanpa dibuka. Setelah 30 menit, nyalakan kembali api dan rebus lagi selama 7 menit. Teknik ini memanfaatkan panas yang terperangkap di dalam panci tertutup untuk terus memasak daging secara perlahan. Pastikan menggunakan panci bertutup tebal dan berat agar uap tidak mudah keluar.
Teknik Perebusan 17 Menit: Siapkan daging yang sudah dipotong berlawanan arah serat. Rebus dalam air mendidih selama 7 menit, matikan api dan tutup panci selama 5 menit. Nyalakan kembali api, rebus 5 menit lagi, lalu matikan. Ulangi siklus ini dua kali untuk hasil optimal. Teknik ini memberikan fleksibilitas karena kamu bisa memeriksa tekstur daging setelah setiap siklus.
Perebusan Ganda (Double Boil): Rebus daging hingga air mendidih dan muncul buih, lalu buang air rebusan pertama. Rebus kembali daging dengan air bersih bersama rempah aromatik seperti jahe, daun salam, dan serai menggunakan api kecil selama 45–60 menit. Metode ini tidak hanya mengempukkan daging, tetapi juga menghilangkan bau amis dan menghasilkan kaldu yang lebih jernih.
Berdasarkan penjelasan Food Network, marinasi dengan komponen asam seperti jus jeruk, buttermilk, yoghurt, cuka, atau soda membantu memecah jaringan ikat dan serat otot yang keras pada daging. Chef José Andrés, dikutip dari Bossin Machinery menyatakan, "Marinasi bukan sekadar penambah rasa, tetapi juga pelembut yang dapat mengangkat kualitas masakan ke tingkat yang lebih tinggi."
Daun Pepaya: Remas beberapa lembar daun pepaya hingga keluar getahnya, lalu bungkus daging selama 30 menit hingga 1 jam. Pepaya mengandung enzim papain yang merupakan pilihan lebih lembut untuk melunakkan daging. Jangan terlalu lama membungkus agar rasa pahit dari daun pepaya tidak memengaruhi cita rasa daging.
Buah Nanas: Haluskan nanas segar, lalu balurkan pada permukaan daging dan diamkan maksimal 30 menit. Nanas mengandung enzim bromelain yang sangat efektif, namun bisa membuat daging terlalu lembek jika digunakan terlalu lama. Untuk perebusan, masukkan 2–3 potong nanas sebesar jari telunjuk ke dalam air rebusan 1–2 kg daging.
Buah Kiwi: Gosokkan kulit kiwi ke permukaan daging, atau haluskan buahnya untuk dijadikan marinasi selama 15 menit. Kiwi mengandung enzim actinidin yang efektif bahkan dalam jumlah kecil. Kiwi memberikan aroma yang lebih netral dibandingkan nanas sehingga cocok untuk berbagai jenis olahan.
Jeruk Nipis atau Cuka: Peras jeruk nipis atau gunakan 1–2 sdm cuka, lalu balurkan pada daging. Diamkan selama 30 menit hingga 1 jam sebelum dimasak. Kandungan asam pada bahan ini membantu memutus jaringan ikat dan membuat daging lebih mudah empuk. Teknik ini sangat cocok untuk marinasi daging sate atau tumisan.
Baking Soda: Larutkan 1 sdt baking soda dalam segelas air, rendam daging selama 15–20 menit, lalu bilas hingga bersih. Baking soda bekerja dengan menaikkan pH pada permukaan daging sehingga protein tidak mengikat terlalu kuat. Cara mengempukkan daging tanpa presto menggunakan baking soda ini tergolong paling cepat dibandingkan metode bahan alami lainnya.
Jahe Segar: Parut 2–3 cm jahe segar, lalu lumuri seluruh permukaan daging. Diamkan selama 30 menit sebelum dicuci dan dimasak. Jahe mengandung enzim proteolitik yang membantu mengurai ikatan protein, sekaligus memberikan aroma harum dan membantu menghilangkan bau prengus pada daging kambing.
Baca juga: Cara Memasak Daging Kurban agar Empuk
Potong Melawan Arah Serat: Perhatikan arah serat otot pada permukaan daging, lalu potong tegak lurus atau berlawanan arah. Teknik ini memendekkan serat otot yang panjang sehingga daging terasa lebih empuk saat dikunyah. Memotong searah serat justru akan mempertahankan panjang serat dan membuat daging tetap alot meski sudah dimasak lama.
Pukul atau Geprek Daging: Gunakan palu daging (meat mallet) atau sisi tumpul pisau untuk memukul-mukul daging secara merata. Palu daging tidak hanya membuat daging lebih tipis, tetapi juga secara fisik memecah jaringan otot sehingga lebih mudah dikunyah dan lebih cepat matang. Bungkus daging dengan plastik wrap terlebih dahulu agar proses lebih bersih.
Teknik Scoring (Membuat Sayatan): Buat sayatan dangkal membentuk pola silang pada permukaan daging menggunakan pisau tajam. Sebagaimana dikutip dari The Kitchn, sayatan silang ini memotong sebagian serat otot panjang dan membuat daging lebih empuk saat dimasak. Teknik ini juga membantu bumbu marinasi meresap lebih dalam ke serat daging.
Iris Tipis dan Ukuran Tepat: Potong daging dengan ketebalan 0,5–2 cm tergantung jenis masakan. Irisan tipis memungkinkan panas masuk lebih cepat dan merata sehingga daging matang sempurna tanpa perlu dimasak terlalu lama. Untuk bistik, ketebalan ideal sekitar 0,75–1 cm agar hasilnya empuk dan juicy.
Harold McGee, pakar sains kuliner dan penulis buku On Food and Cooking, dikutip dari Amazing Ribs menyatakan, "Daging panggang besar sebaiknya diistirahatkan di atas meja setidaknya setengah jam sebelum dipotong, agar panas sisa menyelesaikan proses memasak bagian tengah."
Seperti yang dilaporkan Taste of Home, memasak daging secara berlebihan membuat teksturnya kering, sementara daging yang kurang matang terasa kenyal dan sulit dikunyah. Bahkan meskipun daging sudah disiapkan dan dimasak dengan baik, daging akan terasa keras dan kering jika tidak diistirahatkan sebelum dipotong.
Pilih Bagian Daging yang Tepat: Bagian has dalam (tenderloin) dan has luar (sirloin) termasuk potongan yang paling cepat empuk saat dimasak. Untuk masakan berkuah seperti rendang atau soto, pilih sandung lamur atau sengkel yang mengandung kolagen lebih banyak.
Diamkan Daging pada Suhu Ruangan: Keluarkan daging dari kulkas 30 menit hingga 1 jam sebelum dimasak. Daging bersuhu ruangan akan matang lebih merata karena tidak ada perbedaan suhu ekstrem antara bagian luar dan dalam. Langkah sederhana ini sering diabaikan padahal sangat berpengaruh.
Gunakan Teknik Dry Brining dengan Garam: Teknik ini membuat garam menembus serat otot dan memecahnya dari dalam ke luar, berbeda dengan marinasi biasa yang hanya bekerja di permukaan. Taburkan garam secara merata pada seluruh permukaan daging, lalu simpan tanpa tutup di kulkas selama 1–12 jam sebelum dimasak.
Masak dengan Api Kecil (Slow Cooking): Daging dengan banyak jaringan ikat justru menghasilkan tekstur terbaik jika dimasak dengan api kecil dalam waktu lama, karena kolagen perlahan berubah menjadi gelatin yang membuat daging empuk dan juicy. Gunakan panci bertutup tebal atau slow cooker dengan durasi 2–4 jam.
Istirahatkan Daging Setelah Dimasak: Setelah diangkat dari api, kelembapan di dalam daging perlu waktu untuk terdistribusi ulang; jika langsung dipotong, cairan akan keluar dan daging menjadi kering. Diamkan daging selama 10–15 menit agar hasilnya tetap lembap dan empuk.
Gunakan Panci Tebal dan Berat: Panci dengan bahan tebal mendistribusikan panas lebih merata dan mempertahankan suhu lebih lama setelah api dimatikan. Hal ini sangat penting untuk teknik perebusan bertahap seperti metode 5-30-7.
Coba Teknik Braising: Braising dilakukan dengan menumis daging terlebih dahulu hingga permukaannya kecokelatan, kemudian merebusnya dalam cairan berbumbu selama beberapa jam. Teknik ini sangat cocok untuk potongan ekonomis yang memerlukan waktu memasak lebih lama, seperti sengkel dan tetelan.
Marinasi dengan Yoghurt atau Buttermilk: Kandungan asam laktat dalam yoghurt memecah protein daging sekaligus menjaga kelembapannya. Rendam daging selama 2–4 jam atau semalaman di kulkas untuk hasil maksimal. Teknik ini juga populer untuk olahan daging ayam dan kambing panggang.
Baca juga: Cara Memilih Bagian Daging Sapi untuk Masakan Lebaran
Thomas Keller, chef ternama, dikutip dari Bossin Machinery menyatakan, "Mengempukkan daging bukan sekadar soal teknik, tetapi juga tentang memahami ilmu di baliknya." Dengan memahami prinsip dasar pengolahan daging, siapa pun bisa menghasilkan masakan empuk tanpa harus bergantung pada alat presto.
Seluruh metode di atas bisa dikombinasikan sesuai kebutuhan dan bahan yang tersedia. Misalnya, memotong daging melawan serat kemudian merebusnya dengan metode 5-30-7 akan memberikan hasil yang lebih optimal. Kamu juga bisa membungkus daging dengan daun pepaya terlebih dahulu sebelum memasaknya dengan api kecil untuk kelembutan maksimal. Cara mengempukkan daging tanpa presto pada dasarnya hanya membutuhkan kesabaran, teknik yang benar, dan pengetahuan tentang berbagai cara mengolah daging yang ada di sekitar kita.
Waktu yang dibutuhkan bervariasi tergantung metode yang digunakan. Dengan teknik perebusan 5-30-7, total waktu hanya sekitar 42 menit. Jika menggunakan marinasi bahan alami seperti nanas atau daun pepaya, daging perlu didiamkan 30 menit hingga 1 jam sebelum dimasak. Sementara metode slow cooking dengan api kecil memerlukan waktu 1,5–3 jam tergantung jenis dan ketebalan potongan daging.
Baking soda aman selama digunakan dalam takaran yang tepat, yaitu sekitar 1 sendok teh untuk 450–500 gram daging, dan daging tidak direndam lebih dari 20 menit. Setelah perendaman, pastikan daging dibilas hingga bersih agar tidak meninggalkan rasa pahit. Baking soda merupakan salah satu cara tercepat untuk mengempukkan daging tanpa presto karena bekerja langsung menaikkan pH permukaan daging.
Buah nanas dan daun pepaya termasuk bahan alami paling efektif karena mengandung enzim bromelain dan papain yang mampu memecah protein daging secara cepat. Namun, penggunaannya harus diperhatikan agar tidak berlebihan karena bisa membuat daging terlalu lembek dan hancur. Alternatif lain yang juga efektif adalah buah kiwi, jahe, jeruk nipis, cuka, dan yoghurt.
Daftar Referensi
(kpl/fed)