Cara Memasak Daging Sapi Agar Cepat Empuk
cara memasak daging sapi agar cepat empuk
Kapanlagi.com - Memasak daging sapi agar menghasilkan tekstur yang empuk sering menjadi tantangan tersendiri bagi banyak orang. Daging yang alot dan keras tentu akan mengurangi kenikmatan saat menyantap hidangan favorit keluarga.
Memahami cara memasak daging sapi agar cepat empuk sebenarnya tidak serumit yang dibayangkan. Dengan menerapkan teknik yang tepat dan memanfaatkan bahan-bahan alami yang ada di dapur, siapa pun bisa menghasilkan olahan daging yang lembut dan lezat.
Tekstur daging sapi yang berserat memang memerlukan perlakuan khusus agar menjadi empuk. Berbagai metode telah terbukti efektif untuk melunakkan serat daging, mulai dari teknik pemotongan yang benar hingga penggunaan enzim alami dari buah-buahan.
Advertisement
1. Mengapa Daging Sapi Bisa Menjadi Alot
Daging sapi memiliki struktur serat otot yang kuat dan mengandung protein kolagen yang cukup tinggi. Kolagen inilah yang membuat daging terasa keras dan alot jika tidak dimasak dengan cara yang tepat. Semakin tua usia hewan, semakin banyak kolagen yang terkandung dalam dagingnya.
Proses memasak yang kurang tepat juga dapat menyebabkan daging menjadi keras. Memasak dengan suhu terlalu tinggi dalam waktu singkat akan membuat protein dalam daging mengerut dengan cepat, sehingga cairan di dalamnya keluar dan daging menjadi kering serta alot.
Pemilihan bagian daging juga sangat berpengaruh terhadap tingkat keempukan. Bagian daging yang sering digunakan untuk bergerak seperti sengkel atau sandung lamur cenderung lebih keras dibandingkan bagian has dalam yang jarang bergerak. Mengetahui karakteristik setiap potongan daging akan membantu dalam menentukan metode memasak yang paling sesuai.
Cara penyimpanan daging turut mempengaruhi teksturnya. Daging yang langsung dibekukan setelah pemotongan tanpa melalui proses aging akan lebih keras dibandingkan daging yang dibiarkan matang secara alami. Proses aging memungkinkan enzim alami dalam daging memecah sebagian serat otot sehingga teksturnya menjadi lebih empuk.
2. Teknik Pemotongan Daging yang Benar
Salah satu kunci dalam cara memasak daging sapi agar cepat empuk adalah memotong daging dengan arah yang tepat. Potonglah daging berlawanan dengan arah serat atau melintang terhadap garis-garis yang terlihat pada permukaan daging. Teknik ini akan memutus serat otot menjadi bagian yang lebih pendek sehingga lebih mudah dikunyah.
Memotong daging searah dengan serat akan mempertahankan panjang serat otot yang utuh, membuat daging terasa kenyal dan sulit dikunyah meskipun sudah dimasak dengan benar. Perhatikan dengan seksama pola serat pada daging sebelum memotongnya, terutama untuk olahan seperti tumisan, sate, atau steak.
Ketebalan potongan juga perlu diperhatikan. Untuk masakan yang membutuhkan waktu memasak singkat seperti tumisan, potong daging dengan ketebalan sekitar 0,5-1 cm. Potongan yang terlalu tebal akan membutuhkan waktu lebih lama untuk empuk, sedangkan potongan yang terlalu tipis mudah hancur dan kering.
Sebelum memotong, pastikan daging dalam kondisi dingin atau sedikit beku. Daging yang terlalu lunak akan sulit dipotong dengan rapi dan hasil potongannya tidak akan seragam. Gunakan pisau yang tajam untuk mendapatkan potongan yang bersih tanpa merusak struktur daging.
3. Metode Marinasi untuk Melunakkan Daging
Marinasi merupakan salah satu cara memasak daging sapi agar cepat empuk yang paling populer dan efektif. Proses perendaman daging dalam bumbu tidak hanya menambah cita rasa tetapi juga membantu melunakkan serat daging melalui reaksi enzimatis dan asam.
Menggunakan bahan yang mengandung enzim proteolitik seperti nanas, pepaya, atau kiwi sangat efektif untuk mengempukkan daging. Enzim bromelain dalam nanas dan papain dalam pepaya mampu memecah protein kolagen yang membuat daging keras. Haluskan buah tersebut dan balurkan pada daging, diamkan selama 15-30 menit sebelum dimasak.
Bahan asam seperti jeruk nipis, lemon, atau cuka juga dapat digunakan untuk marinasi. Asam akan membantu memecah serat daging dan membuka pori-pori sehingga bumbu lebih mudah meresap. Campurkan 2 sendok makan air jeruk nipis atau cuka dengan bumbu lainnya, lalu rendam daging selama minimal 1 jam di dalam kulkas.
Yoghurt dan santan juga merupakan bahan marinasi yang baik. Kandungan asam laktat dalam yoghurt dan lemak dalam santan membantu melunakkan daging sekaligus menjaga kelembapannya. Marinasi dengan yoghurt cocok untuk olahan daging panggang atau tandoori, sedangkan santan lebih cocok untuk masakan berkuah seperti gulai atau rendang.
Durasi marinasi perlu diperhatikan agar tidak berlebihan. Marinasi dengan enzim buah sebaiknya tidak lebih dari 30 menit karena dapat membuat daging terlalu lembek dan teksturnya hancur. Untuk marinasi dengan bahan asam atau yoghurt, waktu ideal adalah 2-4 jam atau semalaman di dalam kulkas.
4. Teknik Merebus Daging yang Efektif
Merebus adalah metode paling sederhana dalam cara memasak daging sapi agar cepat empuk. Teknik 5-30-7 menjadi salah satu metode yang populer karena efektif dan hemat gas. Rebus daging selama 5 menit setelah air mendidih, matikan api dan diamkan selama 30 menit dengan panci tertutup, kemudian rebus kembali selama 7 menit.
Metode ini memanfaatkan uap panas yang terperangkap dalam panci tertutup untuk terus melunakkan daging tanpa menggunakan api. Pastikan tutup panci tidak dibuka selama masa pendiaman 30 menit agar uap panas tidak keluar dan proses pelunakan berjalan optimal.
Teknik rebus 17 menit juga bisa menjadi alternatif. Rebus daging selama 17 menit, matikan api dan diamkan 5 menit dengan panci tertutup, lalu rebus kembali 5 menit. Ulangi proses ini satu kali lagi untuk hasil yang lebih empuk. Metode ini cocok untuk daging dengan tekstur yang lebih keras.
Menambahkan bahan pelengkap saat merebus dapat mempercepat proses pelunakan. Masukkan 2-3 lembar daun jeruk dan 2 sendok makan cuka ke dalam air rebusan. Daun jeruk membantu menghilangkan bau amis, sedangkan cuka membantu memecah serat daging. Kombinasi keduanya akan menghasilkan daging yang empuk dengan aroma yang harum.
Suhu air saat memasukkan daging juga berpengaruh. Untuk kaldu yang jernih, masukkan daging saat air masih dingin lalu panaskan secara perlahan. Untuk daging yang lebih empuk, masukkan daging saat air sudah mendidih. Jangan lupa untuk selalu menggunakan api kecil setelah air mendidih agar daging tidak menjadi keras.
5. Penggunaan Bahan Alami Pengempuk Daging
Daun pepaya merupakan bahan alami yang sangat efektif untuk mengempukkan daging. Enzim papain yang terkandung dalam daun pepaya mampu memecah protein kolagen dengan cepat. Cuci bersih 2-3 lembar daun pepaya, remas-remas hingga getahnya keluar, lalu bungkus daging dengan daun tersebut dan diamkan selama 30 menit.
Cara lain menggunakan daun pepaya adalah dengan memasukkannya langsung ke dalam air rebusan. Remas satu lembar daun pepaya dan masukkan ke dalam panci saat merebus daging. Daun pepaya baik yang muda maupun tua sama-sama efektif untuk melunakkan daging, namun daun muda memiliki kandungan enzim yang lebih tinggi.
Nanas segar mengandung enzim bromelain yang sangat kuat untuk melunakkan daging. Parut atau blender 100 gram nanas segar, balurkan pada 500 gram daging dan diamkan maksimal 30 menit. Jangan terlalu lama karena enzim bromelain sangat aktif dan dapat membuat daging terlalu lembek hingga hancur.
Baking soda atau soda kue juga dapat digunakan sebagai pengempuk daging. Larutkan 1 sendok teh baking soda dalam 1 gelas air, rendam daging selama 15-20 menit, lalu bilas hingga bersih. Baking soda bekerja dengan cara meningkatkan pH permukaan daging sehingga protein tidak mengikat terlalu kuat dan daging tetap lembut saat dimasak.
Jahe segar tidak hanya menambah aroma tetapi juga mengandung enzim protease yang dapat melunakkan daging. Parut 2 cm jahe segar dan campurkan dengan bumbu marinasi. Diamkan daging dalam marinasi jahe selama 1-2 jam sebelum dimasak. Jahe juga efektif menghilangkan bau amis pada daging.
6. Tips Memasak Daging Agar Tetap Juicy
Menjaga kelembapan daging selama proses memasak sangat penting agar hasilnya tidak kering dan keras. Jangan mencuci daging sebelum dimasak karena air akan menghilangkan kelembapan alami dan lemak pada permukaan daging. Cukup lap dengan tisu dapur jika ada kotoran yang menempel.
Hindari menusuk-nusuk daging saat sedang dimasak. Setiap tusukan akan membuat cairan dalam daging keluar dan daging menjadi kering. Gunakan penjepit atau spatula untuk membalik daging, bukan garpu. Jika perlu mengecek tingkat kematangan, gunakan termometer daging yang ditusukkan di bagian paling tebal.
Teknik slow cooking atau memasak dengan api kecil dalam waktu lama sangat efektif untuk menghasilkan daging yang empuk dan juicy. Api kecil memungkinkan panas meresap secara perlahan ke dalam daging, memecah kolagen menjadi gelatin tanpa membuat daging kehilangan terlalu banyak cairan. Metode ini cocok untuk potongan daging yang keras seperti sengkel atau sandung lamur.
Setelah dimasak, biarkan daging beristirahat selama 5-10 menit sebelum dipotong. Proses resting ini memungkinkan cairan dalam daging terdistribusi kembali secara merata sehingga saat dipotong, daging tidak kehilangan terlalu banyak cairan. Tutup daging dengan aluminium foil selama masa istirahat untuk menjaga suhunya tetap hangat.
Memilih potongan daging yang tepat juga menentukan hasil akhir. Untuk masakan cepat seperti tumisan atau steak, pilih bagian has dalam atau sirloin yang memiliki marbling lemak baik. Untuk masakan berkuah atau slow cooking, pilih bagian sengkel atau sandung lamur yang kaya kolagen sehingga akan menjadi sangat empuk setelah dimasak lama.
7. FAQ (Pertanyaan yang Sering Diajukan)
Berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk merebus daging sapi agar empuk?
Waktu merebus daging sapi bervariasi tergantung metode yang digunakan. Dengan teknik 5-30-7, total waktu yang dibutuhkan sekitar 42 menit sudah menghasilkan daging yang cukup empuk. Untuk metode konvensional dengan api kecil, biasanya membutuhkan waktu 1,5-2 jam. Jika menggunakan panci presto, daging 1-2 kg bisa empuk dalam 30 menit setelah uap berbunyi.
Apakah boleh menggunakan nanas kalengan untuk mengempukkan daging?
Nanas kalengan kurang efektif untuk mengempukkan daging karena proses pemanasan saat pengalengan telah merusak enzim bromelain. Sebaiknya gunakan nanas segar yang masih mengandung enzim aktif. Jika terpaksa menggunakan nanas kalengan, pilih yang tanpa tambahan gula dan gunakan dalam jumlah lebih banyak, namun hasilnya tetap tidak seoptimal nanas segar.
Bagaimana cara menyimpan daging agar tetap empuk saat dimasak kembali?
Simpan daging matang dalam wadah kedap udara di kulkas dan gunakan dalam 2-3 hari. Saat akan dimasak kembali, panaskan dengan api kecil dan tambahkan sedikit air atau kaldu untuk menjaga kelembapan. Hindari memanaskan daging terlalu lama karena akan membuat teksturnya menjadi keras. Untuk penyimpanan lebih lama, bekukan daging dalam porsi kecil dan cairkan di kulkas sebelum dipanaskan kembali.
Apakah memukul daging benar-benar membuat daging lebih empuk?
Ya, memukul daging dengan meat tenderizer atau bagian belakang pisau efektif memecah serat otot dan membuat daging lebih empuk. Teknik ini sangat cocok untuk potongan daging tipis yang akan dimasak cepat seperti untuk beef katsu atau steak tipis. Pukul daging secara merata di seluruh permukaan, namun jangan terlalu keras agar bentuk daging tidak rusak.
Berapa lama maksimal marinasi daging dengan nanas?
Marinasi daging dengan nanas sebaiknya tidak lebih dari 30 menit. Enzim bromelain dalam nanas sangat kuat dan dapat membuat daging terlalu lembek bahkan hancur jika dibiarkan terlalu lama. Untuk daging dengan tekstur keras, 30 menit sudah cukup, sedangkan untuk daging yang lebih lembut seperti has dalam, 15-20 menit sudah optimal.
Apakah daging harus dicuci sebelum dimasak?
Tidak disarankan mencuci daging sebelum dimasak karena dapat menghilangkan kelembapan alami dan lemak pada permukaan daging yang membuat daging tetap empuk. Mencuci daging juga berisiko menyebarkan bakteri berbahaya ke permukaan dapur atau makanan lain. Cukup lap daging dengan tisu dapur jika ada kotoran, dan proses memasak dengan suhu tinggi akan membunuh bakteri yang ada.
Bagaimana cara mengempukkan daging tanpa bahan tambahan?
Cara memasak daging sapi agar cepat empuk tanpa bahan tambahan adalah dengan menggunakan teknik slow cooking atau memasak dengan api kecil dalam waktu lama. Metode ini memungkinkan kolagen dalam daging memecah secara alami menjadi gelatin yang membuat daging empuk. Pastikan juga memotong daging berlawanan arah serat dan memilih potongan daging yang tepat sesuai jenis masakan yang akan dibuat.
(kpl/fed)
Advertisement
-
Teen - Fashion Kasual Celana Jeans Ala Anak Skena: Pilihan Straight sampai Baggy yang Wajib Dicoba
-
Teen - Lifestyle Gadget Smartwatch Kece Buat Gen Z yang Stylish, Fungsional, dan Nggak Bikin Kantong Kaget