Kapanlagi.com - Perbedaan Paskah dan Kenaikan Isa Almasih kerap menjadi pertanyaan yang muncul di kalangan masyarakat, terutama karena keduanya sama-sama berkaitan dengan perjalanan Yesus Kristus. Meskipun keduanya merupakan hari besar umat Kristiani, masing-masing memperingati peristiwa yang sangat berbeda.
Paskah memperingati kebangkitan Yesus Kristus dari kubur-Nya pada hari ketiga setelah penyaliban, sedangkan Kenaikan Isa Almasih memperingati naiknya Yesus ke surga yang terjadi 40 hari setelah Paskah. Waktu perayaan yang berdekatan dalam kalender Kristen membuat banyak orang masih keliru menyamakan keduanya.
Memahami perbedaan Paskah dan Kenaikan Isa Almasih penting tidak hanya bagi umat beriman, tetapi juga bagi siapa saja yang ingin memperkaya wawasan keagamaan. Kedua hari besar ini memiliki latar belakang peristiwa, makna spiritual, serta tradisi perayaan yang unik dan saling melengkapi.
Makna Kenaikan Isa Almasih bagi Umat Kristiani Lengkap dengan Sejarah dan TradisinyaAdvertisement
Dilansir dari Encyclopedia Britannica, Kenaikan (Ascension) merupakan peristiwa naiknya Yesus Kristus ke surga pada hari ke-40 setelah kebangkitan-Nya, yang merepresentasikan pemuliaan dan pengagungan Yesus setelah kematian serta kebangkitan-Nya, sekaligus kembalinya Ia kepada Allah Bapa.
Baca juga: Arti Paskah Lengkap dengan Sejarah, Tradisi, dan Maknanya
Paskah atau Easter merupakan perayaan paling sakral bagi umat Kristiani di seluruh dunia. Makna Paskah ditemukan dalam kehidupan, kematian, dan kebangkitan Yesus Kristus, dan umat Kristen merayakannya karena Sang Juru Selamat telah mengalahkan maut. Mengacu pada BibleStudyTools.com, kebangkitan Yesus dicatat dalam keempat Injil: Matius 28, Markus 16, Lukas 24, dan Yohanes 20. Bagi umat Kristen, Paskah melambangkan kemenangan atas dosa dan kematian serta harapan akan kehidupan kekal.
Dalam teologi Kristen, kebangkitan Yesus dianggap sebagai "misteri sentral iman Kristiani" dan menjadi fondasi iman tersebut sebagaimana diperingati melalui Paskah. Perayaan Paskah biasanya diawali dengan masa Prapaskah selama 40 hari, dilanjutkan Pekan Suci yang mencakup Minggu Palma, Kamis Putih, Jumat Agung, Sabtu Suci, hingga puncaknya pada Minggu Paskah.
Sementara itu, Kenaikan Isa Almasih memperingati peristiwa terangkatnya Yesus Kristus ke surga di hadapan para murid-Nya, 40 hari setelah kebangkitan-Nya. Sebagaimana disampaikan Christianity.com, Hari Kenaikan merayakan pengagungan Kristus yang semasa di bumi adalah seorang hamba, namun kini di surga adalah penguasa dan Tuhan atas segalanya, dan dengan memasuki surga sebagai wakil umat manusia, Ia menyelesaikan karya keselamatan.
Makna Kenaikan Isa Almasih bagi Umat Kristiani Lengkap dengan Sejarah dan TradisinyaKenaikan Isa Almasih juga menandai berakhirnya kehadiran fisik Yesus di bumi dan dimulainya era pelayanan Roh Kudus bagi para pengikut-Nya. Peristiwa ini diyakini sebagai penanda bahwa misi Kristus di dunia telah sempurna. Di Indonesia, Hari Kenaikan Yesus Kristus ditetapkan sebagai hari libur nasional setiap tahunnya.
Baca juga: Makna Paskah bagi Umat Katolik dan Perayaan Kebangkitan Kristus
Dari segi makna spiritual, perbedaan Paskah dan Kenaikan Isa Almasih cukup signifikan meskipun keduanya merupakan bagian dari rangkaian peristiwa keselamatan. Merujuk The Gospel Coalition, Kenaikan merupakan elemen tersendiri dalam perjalanan Kristus sebagai Pengantara, yang menandai masuknya Ia ke dalam otoritas tertinggi atas seluruh ciptaan. Teolog Robert Peterson bahkan menyebut Kenaikan sebagai, "penopang utama karya keselamatan Kristus" karena menjembatani pelayanan di bumi dengan pelayanan surgawi. Berikut enam perbedaan makna spiritual dari kedua perayaan tersebut.
Baca juga: Makna Jumat Agung bagi Umat Kristiani Lengkap dengan Tradisi Perayaannya
Makna Kenaikan Isa Almasih bagi Umat Kristiani Lengkap dengan Sejarah dan TradisinyaSalah satu perbedaan Paskah dan Kenaikan Isa Almasih yang paling mudah dikenali terletak pada waktu perayaannya. Paskah selalu jatuh pada hari Minggu, sedangkan Kenaikan Isa Almasih selalu diperingati pada hari Kamis. Kedua perayaan ini tidak memiliki tanggal tetap setiap tahunnya karena mengikuti sistem perhitungan kalender lunar yang disebut Computus.
Berdasarkan TimeandDate.com, Hari Kenaikan merupakan salah satu perayaan Kristen tertua, yang sudah dirayakan sejak tahun 68 Masehi. Konsili Nicea Pertama tahun 325 Masehi menetapkan perayaan Paskah secara umum bagi seluruh umat Kristiani pada hari Minggu pertama setelah bulan purnama pertama pada atau setelah ekuinoks musim semi. Dengan demikian, Paskah dapat jatuh antara 22 Maret hingga 25 April setiap tahunnya.
Karena Kenaikan Isa Almasih dihitung tepat 40 hari setelah Paskah, tanggalnya pun ikut berubah setiap tahun. Kenaikan selalu jatuh pada hari ke-40 dari Paskah dan, karena Paskah selalu jatuh pada hari Minggu, Hari Kenaikan selalu jatuh pada hari Kamis. Sebagai gambaran, pada tahun 2024 Kenaikan jatuh pada 9 Mei, tahun 2025 pada 29 Mei, dan tahun 2026 pada 14 Mei.
Makna Kenaikan Isa Almasih bagi Umat Kristiani Lengkap dengan Sejarah dan TradisinyaDi Indonesia, kedua perayaan ini sama-sama diakui sebagai hari libur nasional. Jumat Agung 2026 yang merupakan bagian rangkaian Paskah jatuh pada 3 April, sementara Hari Kenaikan Yesus Kristus jatuh pada Kamis, 14 Mei 2026. Pemerintah juga menetapkan cuti bersama pada Jumat, 15 Mei 2026, sehingga masyarakat dapat menikmati long weekend empat hari hingga Minggu, 17 Mei.
Perbedaan Paskah dan Kenaikan Isa Almasih juga tampak jelas dalam simbol, tradisi, dan rangkaian ibadah yang menyertainya. Sebagaimana dikutip dari Common Good Magazine, banyak jemaat Katolik, Anglikan, dan Lutheran menandai Hari Kenaikan dengan memadamkan lilin Paskah (Paschal candle) yang melambangkan berakhirnya musim Paskah dan kehadiran Kristus yang bangkit. Berikut beberapa perbedaan tradisi dari kedua perayaan tersebut.
Baca juga: Ucapan Selamat Hari Paskah Penuh Makna dan Inspirasi
Makna Kenaikan Isa Almasih bagi Umat Kristiani Lengkap dengan Sejarah dan TradisinyaMeskipun memiliki banyak perbedaan, Paskah dan Kenaikan Isa Almasih saling berkaitan erat dalam kalender liturgi Kristen. Dalam tradisi Kristiani, kematian, kebangkitan, dan kenaikan Yesus Kristus membentuk fondasi iman. Tanpa Paskah, tidak akan ada Kenaikan; dan tanpa Kenaikan, karya keselamatan Kristus belum sepenuhnya lengkap. Keduanya merupakan bagian dari satu rangkaian peristiwa besar yang dimulai dari kematian Yesus di salib hingga kembalinya Ia ke surga.
Mengutip Catholic Answers, Pesta Kenaikan Yesus, yang dirayakan empat puluh hari setelah Paskah, memperingati momen ketika Kristus yang bangkit naik ke surga secara jasmaniah di hadapan para rasul-Nya, menandai selesainya misi di bumi dan dimulainya peninggian-Nya di sisi kanan Bapa, tempat Ia menjadi Imam Agung kekal yang memohonkan syafaat bagi umat manusia. Kenaikan juga menghubungkan Paskah dengan Pentakosta, yaitu pencurahan Roh Kudus kepada para rasul 50 hari setelah Paskah. Rangkaian ini membentuk tiga pilar utama iman Kristiani: kebangkitan, kenaikan, dan pencurahan Roh Kudus.
Santo Leo Agung, salah satu Bapa Gereja abad ke-5, pernah menyatakan, "Kenaikan Kristus adalah kenaikan kita sendiri; tubuh kita memiliki harapan untuk suatu hari berada di tempat kepala yang mulia itu telah mendahului." Pernyataan ini menegaskan bahwa Kenaikan bukan sekadar peristiwa historis, melainkan janji bagi seluruh umat beriman akan kehidupan kekal. Makna perayaan kebangkitan Kristus pada Paskah menjadi landasan bagi pengharapan tersebut.
Makna Kenaikan Isa Almasih bagi Umat Kristiani Lengkap dengan Sejarah dan TradisinyaSebagaimana diungkapkan Merdeka.com, musim Paskah sesungguhnya memiliki lebih banyak elemen daripada sekadar Minggu Paskah, karena di dalamnya juga terdapat perayaan Hari Kenaikan yang merayakan naiknya Kristus ke surga 40 hari setelah kebangkitan-Nya. Pada akhirnya, memahami hubungan keduanya membantu umat menghayati secara utuh perjalanan iman — dari penderitaan menuju kebangkitan, dan dari kebangkitan menuju kemuliaan surgawi.
Baca juga: Ucapan Selamat Jumat Agung Penuh Makna dan Inspiratif
Tidak, keduanya merupakan perayaan yang berbeda. Paskah memperingati kebangkitan Yesus Kristus dari kematian, sementara Kenaikan Isa Almasih memperingati peristiwa naiknya Yesus ke surga 40 hari setelah kebangkitan-Nya. Meskipun berbeda, keduanya saling berkaitan dalam rangkaian perjalanan iman Kristiani.
Pada tahun 2026, Paskah dirayakan pada Minggu, 5 April 2026, sedangkan Kenaikan Isa Almasih diperingati pada Kamis, 14 Mei 2026. Pemerintah Indonesia menetapkan cuti bersama Kenaikan pada Jumat, 15 Mei 2026, sehingga masyarakat dapat menikmati long weekend hingga empat hari.
Tanggal Paskah ditentukan berdasarkan kalender lunar, yaitu jatuh pada hari Minggu pertama setelah bulan purnama pertama pada atau setelah ekuinoks musim semi. Karena Kenaikan Isa Almasih dihitung tepat 40 hari setelah Paskah, maka tanggalnya juga ikut berubah setiap tahun menyesuaikan dengan tanggal Paskah.
Makna Kenaikan Isa Almasih bagi Umat Kristiani Lengkap dengan Sejarah dan TradisinyaPaskah identik dengan simbol-simbol seperti telur Paskah, kelinci, salib, dan bunga lili putih yang melambangkan kehidupan baru dan kebangkitan. Kenaikan Isa Almasih tidak memiliki simbol-simbol khusus seperti Paskah, tetapi peristiwa ini sering digambarkan melalui karya seni seperti lukisan dan mosaik di gereja-gereja.
Ya, Kenaikan Isa Almasih atau Kenaikan Yesus Kristus merupakan salah satu hari libur nasional di Indonesia yang ditetapkan melalui Surat Keputusan Bersama (SKB) tiga menteri setiap tahunnya. Biasanya, hari libur ini juga disertai cuti bersama sehari setelahnya sehingga membentuk long weekend yang dinantikan masyarakat.
Kenaikan Isa Almasih menghubungkan Paskah dengan Pentakosta. Setelah Yesus naik ke surga, Ia menjanjikan pencurahan Roh Kudus kepada para murid-Nya, yang terjadi sepuluh hari kemudian pada Hari Pentakosta. Peristiwa ini menandai lahirnya Gereja mula-mula dan dimulainya misi pemberitaan Injil ke seluruh dunia.
Umat Kristiani umumnya merayakan Kenaikan Isa Almasih dengan mengikuti ibadah khusus di gereja yang berisi pembacaan Kitab Suci, khotbah, dan doa-doa tentang peristiwa kenaikan Yesus. Beberapa tradisi juga mencakup pemadaman lilin Paskah sebagai simbol berakhirnya kehadiran fisik Kristus di bumi, serta nyanyian pujian yang merayakan kemuliaan-Nya di surga.
Perbedaan Paskah dan Kenaikan Isa Almasih pada dasarnya terletak pada peristiwa yang diperingati, waktu perayaan, makna spiritual, serta tradisi yang menyertainya. Meski berbeda, keduanya saling melengkapi dan membentuk satu kesatuan utuh dalam rangkaian perjalanan iman Kristiani — dari kebangkitan menuju kemuliaan abadi.
Daftar Referensi
(kpl/fed)