Cara Menulis Daftar Pustaka dari Jurnal: Panduan Format APA, MLA, dan Chicago

Cara Menulis Daftar Pustaka dari Jurnal: Panduan Format APA, MLA, dan Chicago
cara menulis daftar pustaka dari jurnal (h)

Kapanlagi.com - Cara menulis daftar pustaka dari jurnal pada dasarnya adalah menyusun identitas artikel secara berurutan: nama penulis, tahun terbit, judul artikel, nama jurnal, volume, nomor, halaman, dan DOI. Urutan tersebut wajib ditulis konsisten mengikuti satu gaya sitasi, entah APA, MLA, atau Chicago.

Kunci utama cara menulis daftar pustaka dari jurnal terletak pada ketelitian mencatat setiap unsur sejak awal membaca. Nama jurnal ditulis miring, sedangkan judul artikel ditulis tegak agar mudah dibedakan pembaca.

Berdasarkan panduan APA Style edisi ketujuh, DOI wajib disertakan untuk setiap karya yang memilikinya dan ditulis sebagai tautan penuh, baik untuk artikel versi daring maupun cetak. Aturan ini menegaskan bahwa penanda digital jauh lebih penting daripada sekadar mencantumkan nama basis data tempat artikel diunduh. Jika sebuah artikel tidak memiliki DOI dan berasal dari basis data akademik umum, nama basis data atau URL-nya justru tidak perlu ditulis.

1. Cara Menulis Daftar Pustaka dari Jurnal Format APA Style

Format APA adalah gaya yang paling banyak dipakai di Indonesia untuk bidang sosial, pendidikan, dan sains. Menguasai cara menulis daftar pustaka dari jurnal versi APA berarti memahami lima unsur berurutan yang dipisahkan tanda baca secara ketat. Sebelum melangkah lebih jauh, kamu juga bisa mendalami panduan penulisan daftar pustaka dari jurnal untuk berbagai variasi penulis.

Sebagaimana diungkapkan pustakawan George Washington University, DOI dianggap sebagai bagian terpenting dari sebuah sitasi karena mengarahkan pembaca secara akurat ke artikel yang dituju, ibarat sidik jari digital sebuah karya. Karena itulah, penanda ini tidak boleh dihilangkan selama artikelnya memilikinya.

  1. Balik nama penulis: Tulis nama belakang lebih dulu, diikuti koma dan inisial nama depan. Untuk dua penulis, gunakan tanda ampersand (&) sebelum penulis terakhir. Dalam daftar pustaka APA edisi ketujuh, seluruh penulis hingga berjumlah dua puluh orang ditulis lengkap, berbeda dengan singkatan et al. yang hanya dipakai pada kutipan di dalam teks untuk tiga penulis atau lebih.

  2. Cantumkan tahun terbit: Letakkan tahun publikasi di dalam tanda kurung tepat setelah nama penulis, lalu akhiri dengan titik. Contoh: (2019).

  3. Tulis judul artikel dengan sentence case: Hanya huruf pertama kata pertama, kata pertama setelah titik dua, serta nama diri yang dikapitalkan. Judul artikel ditulis tegak, bukan miring.

  4. Miringkan nama jurnal dan volume: Nama jurnal dan nomor volume ditulis miring, disusul nomor edisi dalam tanda kurung (tegak), lalu rentang halaman. Contoh: Journal of Comparative Psychology, 133(2), 141-142.

  5. Akhiri dengan DOI sebagai tautan: Tulis DOI dalam bentuk URL penuh berawalan https://doi.org/ dan jangan menambahkan titik di belakangnya agar tautan tidak rusak.

Contoh penerapan format APA: Freeberg, T. M. (2019). From simple rules of individual proximity, complex and coordinated collective movement. Journal of Comparative Psychology, 133(2), 141-142. https://doi.org/10.1037/com0000181

2. Cara Menulis Daftar Pustaka dari Jurnal Format MLA dan Chicago

Selain APA, dua gaya lain sering diminta dosen, yaitu MLA untuk rumpun humaniora dan Chicago untuk sejarah serta ilmu sosial. Perbedaan cara menulis daftar pustaka dari jurnal pada kedua format ini terletak pada penempatan tahun, tanda kutip pada judul, serta singkatan volume dan nomor. Untuk memperkuat pemahaman dasar, kamu bisa menelusuri lebih dulu arti referensi dan cara penulisannya dalam karya ilmiah.

  1. Susun nama penulis: Baik MLA maupun Chicago author-date membalik nama penulis pertama menjadi nama belakang lalu nama depan. Pada MLA, penulis kedua ditulis normal tanpa dibalik.

  2. Beri tanda kutip pada judul artikel: Kedua gaya menempatkan judul artikel di antara tanda kutip ganda, sementara nama jurnal tetap ditulis miring.

  3. Tulis identitas jurnal: MLA memakai singkatan vol. dan no. sebelum angka volume dan nomor, sedangkan Chicago menulis angka volume langsung diikuti no. serta tahun dalam tanda kurung.

  4. Tentukan posisi tahun dan halaman: MLA meletakkan tahun sesudah nomor edisi lalu diakhiri rentang halaman, sementara Chicago author-date menaruh tahun di awal setelah nama penulis dan halaman setelah tanda titik dua.

  5. Tambahkan DOI atau tautan: Lengkapi entri dengan DOI. Khusus MLA, tanggal akses boleh ditambahkan di akhir untuk sumber daring.

Contoh format MLA: Smith, John. "Learning Through Play." Journal of Education, vol. 12, no. 3, 2020, pp. 45-60. Sementara contoh format Chicago author-date: Smith, John. 2020. "Learning Through Play." Journal of Education 12, no. 3: 45-60. https://doi.org/10.xxxx

Unsur APA MLA Chicago (Author-Date) Posisi tahun Setelah nama, dalam kurung Setelah nomor edisi Setelah nama penulis Judul artikel Tegak tanpa kutip Dalam tanda kutip Dalam tanda kutip Nama jurnal Miring Miring Miring Volume dan nomor Volume(Nomor) vol. X, no. Y X, no. Y

3. Cara Menyusun dan Merapikan Daftar Pustaka Jurnal

Setelah setiap entri jadi, tahap berikutnya adalah merapikan keseluruhan daftar agar terlihat profesional. Bagian ini menjelaskan cara menulis daftar pustaka dari jurnal secara utuh, mulai dari pengurutan hingga verifikasi akhir. Bila ingin proses lebih cepat, tersedia juga cara otomatis melalui fitur daftar pustaka di Google Docs maupun Microsoft Word.

Mengutip panduan Bastyr University, seluruh entri dalam daftar pustaka sebaiknya ditulis dengan spasi ganda dan hanging indent, yaitu baris kedua dan seterusnya menjorok sekitar 0,5 inci. Format menjorok inilah yang membuat daftar pustaka terlihat rapi dan mudah dibaca.

  1. Urutkan secara alfabetis: Susun semua entri berdasarkan huruf awal nama belakang penulis. Jika satu penulis memiliki beberapa karya, urutkan dari tahun terbit paling lama ke paling baru.

  2. Terapkan hanging indent dan spasi ganda: Atur baris kedua setiap entri agar menjorok ke dalam sehingga nama penulis pada baris pertama tetap menonjol.

  3. Manfaatkan aplikasi manajer referensi: Gunakan perangkat seperti Zotero, Mendeley, atau EndNote untuk menyisipkan sitasi dan membuat daftar pustaka otomatis. Ketiga aplikasi ini dapat saling bertukar data lewat berkas RIS maupun BibTeX. Pelajari langkahnya melalui cara menggunakan Mendeley.

  4. Periksa ulang konsistensi: Pastikan satu gaya dipakai konsisten, ejaan nama benar, serta setiap DOI atau URL masih aktif dan dapat diakses.

Isaac Newton, dikutip dari Farnam Street, menyatakan, "Jika aku melihat lebih jauh, itu karena aku berdiri di atas bahu para raksasa." Prinsip menghargai karya pendahulu inilah yang menjadi ruh dari setiap daftar pustaka.

4. Kesalahan Umum dan Hal Penting saat Menyusun Daftar Pustaka Jurnal

Banyak penulis pemula mengira daftar pustaka hanya soal menyalin identitas artikel, padahal ada sejumlah detail teknis yang kerap terlewat. Memahami titik-titik rawan berikut akan menyelamatkan karyamu dari revisi berulang sekaligus tuduhan plagiarisme. Untuk memperkaya bekal menulis ilmiah, kamu juga bisa menyimak cara membuat daftar pustaka untuk karya ilmiah, skripsi, dan makalah.

Para ahli menekankan bahwa mencantumkan sumber adalah bukti integritas akademik sekaligus penghargaan atas jerih payah peneliti terdahulu. Miranda Devine, dikutip dari Everyday Power, menyatakan, "Plagiarisme adalah salah satu dosa akademik terbesar; ia mampu menghancurkan seorang penulis dan mengubah karya seumur hidup menjadi debu."

  • Menghilangkan DOI: Banyak yang berhenti di nomor halaman, padahal DOI wajib ada bila tersedia. Tulis dalam bentuk https://doi.org/ dan tanpa titik di akhir.

  • Menuliskan nama basis data: Untuk artikel tanpa DOI yang berasal dari basis data akademik umum, nama basis data atau URL beranda justru tidak perlu dicantumkan.

  • Salah kapitalisasi judul: Pada APA, judul artikel memakai sentence case, bukan huruf kapital di tiap kata. Kesalahan ini paling sering muncul saat menyalin dari mesin pencari.

  • Melupakan artikel yang terbit lebih awal secara daring: Bila artikel dipublikasikan online sebelum versi cetak dan belum punya volume, nomor, atau halaman, tambahkan keterangan "Advance online publication" menggantikan informasi tersebut.

  • Mencampur gaya sitasi: Menggabungkan aturan APA, MLA, dan Chicago dalam satu daftar membuat karya terlihat tidak rapi. Pilih satu dan patuhi hingga akhir.

  • Menambahkan tanggal akses secara berlebihan: Artikel jurnal yang isinya tetap tidak memerlukan tanggal akses; keterangan ini hanya relevan untuk konten yang bisa berubah sewaktu-waktu.

  • Salah menempatkan tanda baca: Titik, koma, dan tanda kurung memiliki posisi baku pada tiap gaya. Cek kembali dengan panduan penggunaan tanda baca yang benar agar tidak keliru.

Gayle Lynds, sebagaimana dimuat Everyday Power, menyatakan, "Kamu tidak ingin menjadi pelaku plagiarisme hanya karena kata-kata orang lain tanpa sengaja tercampur dengan kata-katamu sendiri." Steven Heller, seperti dihimpun Everyday Power, menambahkan, "Mengetahui akar sebuah karya penting untuk menghindari pengulangan, apalagi plagiarisme yang tidak disengaja."

Kesalahan penulisan juga kerap muncul karena penulis belum terbiasa membedakan sumber. Cara menulis daftar pustaka dari jurnal berbeda dengan sumber lain, sehingga ada baiknya membandingkannya dengan cara membuat daftar pustaka dari buku, penulisan daftar pustaka dari website, hingga daftar pustaka dari skripsi. Henry Peach Robinson, dikutip dari Everyday Power, mengingatkan, "Orisinalitas seharusnya bukan plagiarisme yang belum ketahuan."

Sumber jurnal digital pun punya karakter tersendiri. Jika kamu banyak menarik referensi daring, pahami pula cara membuat daftar pustaka dari jurnal online yang menuntut kelengkapan DOI dan URL. Keterampilan ini akan sangat berguna saat menyusun makalah, laporan penelitian, maupun daftar pustaka dari artikel lainnya.

5. Pertanyaan dan Jawaban Seputar Daftar Pustaka dari Jurnal

Bagaimana urutan menulis daftar pustaka dari jurnal?

Urutan bakunya adalah nama penulis (dibalik), tahun terbit, judul artikel, nama jurnal, volume, nomor edisi, halaman, lalu DOI atau URL. Susunan tanda baca di antara unsur ini menyesuaikan gaya yang dipakai, entah APA, MLA, atau Chicago, dan harus konsisten di seluruh daftar. Pelajari lebih lanjut melalui panduan praktis membuat daftar pustaka dari jurnal.

Apakah nama jurnal atau judul artikel yang ditulis miring?

Yang ditulis miring adalah nama jurnal beserta nomor volumenya, sedangkan judul artikel ditulis tegak. Aturan ini memudahkan pembaca membedakan wadah publikasi dari judul tulisan yang dikutip. Pada gaya MLA dan Chicago, judul artikel bahkan diapit tanda kutip ganda untuk menegaskan perbedaannya.

Apakah DOI wajib dicantumkan dalam daftar pustaka jurnal?

DOI wajib dicantumkan selama artikel memilikinya, baik versi cetak maupun daring, dan ditulis sebagai tautan penuh berawalan https://doi.org/ tanpa titik di akhir. Jika artikel tidak punya DOI dan diambil dari basis data akademik umum, cukup akhiri entri pada rentang halaman tanpa menuliskan nama basis data.

Menguasai keterampilan ini membuat setiap karya tulismu lebih kredibel sekaligus terlindung dari tuduhan menjiplak. Biasakan mencatat identitas artikel sejak awal riset, konsisten pada satu gaya, dan periksa kembali setiap tautan sebelum naskah dikumpulkan.

Daftar Referensi

  1. APA Style. Journal Article References. Diakses pada 3 September 2026, dari https://apastyle.apa.org/style-grammar-guidelines/references/examples/journal-article-references
  2. Farnam Street. Standing on the Shoulders of Giants. Diakses pada 3 September 2026, dari https://fs.blog/shoulders-of-giants/
  3. Everyday Power. Plagiarism Quotes for Originality and Integrity. Diakses pada 3 September 2026, dari https://everydaypower.com/plagiarism-quotes/
  4. George Washington University, Himmelfarb Library. APA Citation Style, 7th edition: Journal Article. Diakses pada 3 September 2026, dari https://guides.himmelfarb.gwu.edu/APA/journal-article-21-or-more-authors
  5. Bastyr University Library. Journal Articles - APA Citation Guide (7th edition). Diakses pada 3 September 2026, dari https://bastyr.libguides.com/apa/journalarticles

(kpl/ums)

Rekomendasi

Trending