Cara Buat Daftar Pustaka dari Skripsi: Panduan Lengkap untuk Mahasiswa
cara buat daftar pustaka dari skripsi
Kapanlagi.com - Menulis daftar pustaka dari skripsi merupakan salah satu keterampilan penting yang harus dikuasai setiap mahasiswa. Kemampuan ini tidak hanya diperlukan saat menyusun tugas akhir, tetapi juga untuk berbagai karya ilmiah lainnya.
Daftar pustaka berfungsi sebagai bentuk penghargaan kepada penulis yang karyanya dijadikan rujukan sekaligus menghindari tuduhan plagiarisme. Dengan memahami cara buat daftar pustaka dari skripsi yang benar, mahasiswa dapat menyusun karya ilmiah yang kredibel dan sesuai standar akademik.
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, daftar pustaka adalah daftar yang mencantumkan judul buku, nama pengarang, penerbit, dan sebagainya yang ditempatkan pada bagian akhir suatu karangan atau buku. Pemahaman yang tepat tentang cara buat daftar pustaka dari skripsi akan membantu mahasiswa menghasilkan karya tulis yang berkualitas dan terhindar dari pelanggaran etika akademik.
Advertisement
1. Pengertian dan Fungsi Daftar Pustaka dalam Skripsi
Daftar pustaka adalah kumpulan sumber referensi yang digunakan dalam penyusunan karya ilmiah, termasuk skripsi. Bagian ini merupakan elemen wajib yang harus ada di setiap karya tulis akademik sebagai bentuk pertanggungjawaban ilmiah penulis.
Fungsi utama daftar pustaka dalam skripsi meliputi beberapa aspek penting. Pertama, sebagai bentuk penghargaan dan pengakuan terhadap karya intelektual penulis lain yang telah memberikan kontribusi pada penelitian. Kedua, untuk menghindari tuduhan plagiarisme dengan memberikan kredit yang tepat kepada sumber asli informasi.
Ketiga, daftar pustaka berfungsi meningkatkan kredibilitas penelitian dengan menunjukkan bahwa penulis telah melakukan kajian literatur yang memadai. Keempat, memberikan kemudahan bagi pembaca yang ingin menelusuri sumber informasi lebih lanjut untuk keperluan penelitian atau referensi tambahan.
Mengutip dari Pedoman Penulisan Karya Ilmiah yang diterbitkan berbagai universitas, daftar pustaka harus disusun secara sistematis dan mengikuti format penulisan yang konsisten. Hal ini bertujuan untuk memudahkan pembaca dalam mengidentifikasi dan melacak sumber referensi yang digunakan dalam penelitian.
2. Unsur-Unsur Penting dalam Daftar Pustaka Skripsi
Setiap entri dalam daftar pustaka skripsi harus memuat unsur-unsur tertentu yang memungkinkan pembaca mengidentifikasi dan menemukan sumber asli dengan mudah. Unsur-unsur ini bervariasi tergantung jenis sumber yang digunakan.
- Nama Penulis - Ditulis dengan format nama belakang terlebih dahulu, diikuti nama depan. Jika terdapat lebih dari satu penulis, hanya nama penulis pertama yang dibalik urutannya.
- Tahun Publikasi - Menunjukkan kapan sumber tersebut diterbitkan, penting untuk menilai kebaruan informasi yang digunakan.
- Judul Karya - Ditulis lengkap sesuai dengan judul asli, biasanya menggunakan format italic untuk membedakan dari elemen lain.
- Informasi Publikasi - Meliputi nama penerbit, tempat terbit, dan detail publikasi lainnya sesuai jenis sumber.
- Halaman atau Volume - Khusus untuk sumber yang memiliki pagination seperti jurnal atau buku dengan beberapa volume.
Untuk skripsi sebagai sumber referensi, unsur tambahan yang perlu dicantumkan adalah jenis karya tulis (skripsi/tesis/disertasi), nama fakultas, nama universitas, dan lokasi universitas. Kelengkapan unsur-unsur ini memastikan bahwa pembaca dapat melacak sumber dengan akurat.
3. Format Penulisan Daftar Pustaka dari Skripsi
Format penulisan daftar pustaka dari skripsi mengikuti struktur yang telah ditetapkan dalam berbagai gaya penulisan akademik. Secara umum, format yang paling sering digunakan adalah APA Style dan Chicago Manual Style.
Struktur dasar penulisan daftar pustaka dari skripsi adalah sebagai berikut: Nama Penulis. (Tahun). Judul Skripsi. Jenis Karya Tulis. Nama Fakultas, Nama Universitas, Lokasi Universitas. Format ini dapat disesuaikan dengan gaya penulisan yang diadopsi oleh institusi masing-masing.
Dalam penulisan nama penulis, gunakan format nama belakang diikuti koma, kemudian nama depan dan tengah (jika ada). Tahun publikasi ditulis dalam tanda kurung setelah nama penulis. Judul skripsi ditulis dengan format italic untuk membedakannya dari elemen lain dalam entri daftar pustaka.
Menurut panduan dari American Psychological Association, konsistensi dalam penerapan format sangat penting untuk menjaga profesionalitas karya ilmiah. Setiap entri dalam daftar pustaka harus mengikuti format yang sama untuk menciptakan keseragaman dan kemudahan pembacaan.
4. Contoh Penulisan Daftar Pustaka dari Berbagai Jenis Skripsi
Penerapan format penulisan daftar pustaka dapat bervariasi tergantung pada karakteristik skripsi yang dijadikan referensi. Berikut adalah beberapa contoh praktis yang dapat dijadikan panduan.
- Skripsi dengan Satu Penulis:
Santoso, Budi. (2020). Pengaruh Media Sosial terhadap Perilaku Konsumen Milenial. Skripsi. Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Indonesia, Jakarta. - Skripsi dengan Dua Penulis:
Lestari, Sari dan Dwi Putri. (2021). Analisis Kualitas Air Sungai di Kawasan Industri. Skripsi. Fakultas Teknik Lingkungan, Institut Teknologi Bandung, Bandung. - Skripsi yang Diakses Secara Online:
Wijaya, Ahmad. (2019). Implementasi Teknologi Blockchain dalam Sistem Keuangan. Skripsi. Fakultas Ilmu Komputer, Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta. Diakses dari http://etd.repository.ugm.ac.id/penelitian/detail/123456 - Skripsi Tidak Dipublikasikan:
Rahayu, Indah. (2022). Strategi Pemasaran Digital untuk UMKM di Era Pandemi. Skripsi. Tidak diterbitkan. Fakultas Ekonomi, Universitas Brawijaya, Malang. - Skripsi dengan Subtitle:
Kurniawan, Eko. (2018). Manajemen Risiko Perbankan: Studi Kasus pada Bank Syariah di Indonesia. Skripsi. Fakultas Ekonomi Islam, UIN Syarif Hidayatullah, Jakarta.
Contoh-contoh di atas menunjukkan fleksibilitas format yang dapat disesuaikan dengan karakteristik masing-masing sumber. Yang terpenting adalah konsistensi dalam penerapan format yang dipilih sepanjang seluruh daftar pustaka.
5. Aturan Khusus dan Tips Penulisan Daftar Pustaka
Dalam menyusun daftar pustaka dari skripsi, terdapat beberapa aturan khusus yang perlu diperhatikan untuk memastikan kualitas dan konsistensi penulisan. Aturan-aturan ini telah ditetapkan dalam berbagai panduan penulisan akademik internasional.
Pertama, urutan penulisan daftar pustaka harus mengikuti sistem alfabetis berdasarkan nama belakang penulis pertama. Jika terdapat beberapa karya dari penulis yang sama, urutkan berdasarkan tahun publikasi dari yang terlama ke yang terbaru. Kedua, setiap entri daftar pustaka harus ditulis dengan spasi tunggal, namun antar entri diberi jarak spasi ganda.
Ketiga, untuk baris kedua dan seterusnya dalam satu entri, gunakan hanging indent atau indentasi menggantung sekitar 1,27 cm dari margin kiri. Keempat, hindari penggunaan singkatan yang tidak standar dan pastikan semua informasi yang dicantumkan akurat dan dapat diverifikasi.
Kelima, jika menggunakan sumber dalam bahasa asing, pertahankan ejaan asli dan tambahkan terjemahan dalam tanda kurung jika diperlukan. Keenam, untuk sumber elektronik, pastikan URL yang dicantumkan masih aktif dan dapat diakses pada saat penulisan.
Melansir dari The Chicago Manual of Style, konsistensi dalam penerapan aturan penulisan merupakan kunci utama dalam menghasilkan daftar pustaka yang profesional dan mudah dipahami pembaca.
6. Kesalahan Umum dalam Penulisan Daftar Pustaka
Mahasiswa sering melakukan kesalahan dalam menyusun daftar pustaka yang dapat mengurangi kualitas karya ilmiah mereka. Memahami kesalahan-kesalahan umum ini akan membantu dalam menghasilkan daftar pustaka yang lebih baik.
Kesalahan pertama adalah inkonsistensi format penulisan antara satu entri dengan entri lainnya. Hal ini terjadi ketika penulis mencampur berbagai gaya penulisan atau tidak mengikuti satu format secara konsisten. Kesalahan kedua adalah informasi yang tidak lengkap, seperti tidak mencantumkan tahun publikasi, nama penerbit, atau lokasi penerbitan.
Kesalahan ketiga adalah penulisan nama penulis yang tidak tepat, misalnya tidak membalik urutan nama atau salah dalam penulisan inisial. Kesalahan keempat adalah tidak membedakan format penulisan untuk jenis sumber yang berbeda, seperti menyamakan format buku dengan format jurnal.
Kesalahan kelima adalah penggunaan tanda baca yang tidak konsisten atau salah penempatan. Kesalahan keenam adalah tidak memperhatikan urutan alfabetis dalam penyusunan daftar pustaka. Terakhir, kesalahan yang sering terjadi adalah mencantumkan sumber yang tidak benar-benar digunakan dalam penulisan atau sebaliknya, tidak mencantumkan sumber yang telah dikutip dalam teks.
7. FAQ (Frequently Asked Questions)
Apakah skripsi orang lain boleh dijadikan referensi dalam daftar pustaka?
Ya, skripsi orang lain boleh dijadikan referensi asalkan relevan dengan topik penelitian dan mengikuti format penulisan yang benar. Pastikan untuk mencantumkan semua informasi yang diperlukan seperti nama penulis, tahun, judul, fakultas, universitas, dan lokasi.
Bagaimana cara menulis daftar pustaka dari skripsi yang tidak dipublikasikan?
Untuk skripsi yang tidak dipublikasikan, tambahkan keterangan "Tidak diterbitkan" setelah judul skripsi dan sebelum informasi fakultas. Format lengkapnya: Nama Penulis. (Tahun). Judul Skripsi. Skripsi. Tidak diterbitkan. Fakultas, Universitas, Lokasi.
Apakah ada perbedaan format penulisan antara skripsi, tesis, dan disertasi?
Format dasarnya sama, yang membedakan hanya jenis karya tulis yang dicantumkan. Untuk skripsi tulis "Skripsi", untuk tesis tulis "Tesis", dan untuk disertasi tulis "Disertasi" setelah judul karya.
Bagaimana jika skripsi yang dirujuk memiliki lebih dari tiga penulis?
Jika skripsi memiliki lebih dari tiga penulis, tulis nama penulis pertama diikuti dengan "dkk." atau "et al." tergantung gaya penulisan yang digunakan. Contoh: Santoso, Budi, dkk. (2020).
Apakah perlu mencantumkan nomor halaman dalam daftar pustaka dari skripsi?
Untuk daftar pustaka, nomor halaman tidak perlu dicantumkan. Nomor halaman hanya diperlukan dalam sitasi atau kutipan langsung di dalam teks, bukan dalam daftar pustaka.
Bagaimana cara menulis daftar pustaka dari skripsi yang diakses secara online?
Untuk skripsi online, tambahkan informasi akses seperti "Diakses dari" diikuti URL dan tanggal akses jika diperlukan. Format: Nama Penulis. (Tahun). Judul Skripsi. Skripsi. Fakultas, Universitas, Lokasi. Diakses dari [URL].
Apakah ada batasan umur skripsi yang boleh dijadikan referensi?
Tidak ada batasan umur yang baku, namun disarankan menggunakan referensi yang relatif baru (maksimal 5-10 tahun) untuk memastikan relevansi dan kebaruan informasi. Untuk teori dasar atau konsep fundamental, referensi yang lebih lama masih dapat digunakan.
(kpl/fed)
Advertisement
-
Teen - Fashion Kasual Celana Jeans Ala Anak Skena: Pilihan Straight sampai Baggy yang Wajib Dicoba