Cara Penulisan Daftar Pustaka Bahasa Indonesia yang Baik dan Benar
cara penulisan daftar pustaka bahasa indonesia (c) Ilustrasi AI
Kapanlagi.com - Penulisan daftar pustaka merupakan bagian penting dalam setiap karya ilmiah yang tidak boleh diabaikan. Daftar pustaka berfungsi sebagai bentuk penghargaan kepada penulis sumber rujukan sekaligus memberikan kredibilitas pada tulisan yang dibuat.
Dalam konteks bahasa Indonesia, cara penulisan daftar pustaka bahasa Indonesia harus mengikuti kaidah yang telah ditetapkan dalam Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia (PUEBI). Ketepatan format penulisan ini akan menentukan kualitas dan validitas sebuah karya ilmiah.
Mengutip dari Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia yang diterbitkan oleh Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, penulisan daftar pustaka memiliki aturan khusus terkait penggunaan tanda baca, huruf miring, dan susunan elemen-elemen bibliografi. Pemahaman yang tepat tentang cara penulisan daftar pustaka bahasa Indonesia akan membantu penulis menghasilkan karya yang berkualitas dan terhindar dari tuduhan plagiarisme.
Advertisement
1. Pengertian dan Fungsi Daftar Pustaka
Daftar pustaka adalah suatu daftar yang berisi semua sumber bacaan atau rujukan yang digunakan dalam penyusunan karya ilmiah. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), daftar pustaka merupakan daftar yang mencantumkan judul buku, nama pengarang, penerbit, dan sebagainya yang ditempatkan pada bagian akhir suatu karangan atau buku, dan disusun menurut abjad.
Fungsi utama daftar pustaka adalah untuk menginformasikan kepada pembaca mengenai dasar tulisan yang dibuat penulis. Dengan adanya daftar pustaka, pembaca dapat mengetahui sumber-sumber informasi yang digunakan dan dapat menelusuri kebenaran data yang dikutip. Selain itu, daftar pustaka juga berfungsi sebagai bentuk penghargaan kepada penulis asli dan mencegah terjadinya plagiarisme.
Daftar pustaka memiliki beberapa manfaat penting, antara lain memenuhi etika penulisan, sebagai bentuk ucapan terima kasih kepada penyumbang data penelitian, mendukung ide penulis, dan memberikan petunjuk untuk melacak kebenaran data yang diambil. Dalam konteks akademis, keberadaan daftar pustaka yang lengkap dan tepat akan meningkatkan kredibilitas sebuah karya ilmiah.
Melansir dari Tata Bahasa Baku Bahasa Indonesia yang diterbitkan oleh Balai Pustaka, penulisan daftar pustaka harus mengikuti kaidah yang konsisten dan sistematis agar mudah dipahami dan ditelusuri oleh pembaca.
2. Aturan Umum Penulisan Daftar Pustaka Menurut PUEBI
- Penggunaan Huruf Miring - Judul buku, nama majalah, atau nama surat kabar yang dikutip dalam daftar pustaka harus ditulis dengan huruf miring sesuai ketentuan PUEBI butir I.G.1.
- Penggunaan Tanda Titik - Tanda titik digunakan untuk memisahkan elemen-elemen dalam daftar pustaka, yaitu antara nama penulis, tahun, judul tulisan, dan tempat terbit berdasarkan PUEBI butir III.A.3.
- Penggunaan Tanda Koma - Tanda koma dipakai untuk memisahkan bagian nama yang dibalik susunannya dalam daftar pustaka sesuai PUEBI butir III.B.8.
- Penggunaan Tanda Titik Dua - Tanda titik dua digunakan di antara nama kota dan penerbit dalam daftar pustaka berdasarkan PUEBI butir III.D.5.
- Urutan Alfabetis - Semua sumber dalam daftar pustaka harus disusun berdasarkan urutan abjad nama pengarang yang telah dibalik.
- Penulisan Nama Pengarang - Nama pengarang ditulis dengan format nama belakang terlebih dahulu, diikuti tanda koma, kemudian nama depan dan tengah.
Pola umum penulisan daftar pustaka menurut PUEBI dapat dirumuskan dengan akronim "sikad" yang berarti siapa penulisnya, kapan diterbitkan, apa judulnya, dan di mana serta oleh siapa diterbitkan. Format dasar ini berlaku untuk berbagai jenis sumber rujukan dengan penyesuaian sesuai karakteristik masing-masing sumber.
3. Format Penulisan Daftar Pustaka dari Buku
Penulisan daftar pustaka dari buku mengikuti format standar yang telah ditetapkan dalam PUEBI. Format umum untuk buku adalah: Nama Pengarang. Tahun. Judul Buku. Kota: Penerbit.
- Satu Pengarang - Moeliono, Anton. 1989. Kembara Bahasa. Jakarta: Gramedia.
- Dua Pengarang - Setiadi, Hadi dan Iwan Sasmito. 2017. Cerdas Belajar Bahasa Indonesia. Jakarta: PT. ECP Tulis Indo.
- Tiga Pengarang - Seruni, Laras Sekar, Imam Budiman, dan Fena Basafiana. 2018. Ensiklopedia Sastra Indonesia. Jakarta: Penerbit Rusabesi.
- Lebih dari Tiga Pengarang - Hapsari, Ratna, dkk. 2013. Sejarah Peminatan Kelas XII untuk SMA dan MA. Jakarta: Penerbit Erlangga.
- Pengarang Institusi - Pusat Bahasa. 2011. Kamus Besar Bahasa Indonesia Pusat Bahasa. Edisi Keempat (Cetakan Kedua). Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.
- Buku dengan Editor - Halim, Amran (Ed.) 1976. Politik Bahasa Nasional. Jilid 1. Jakarta: Pusat Bahasa.
- Buku Terjemahan - Dashner, James. 2009. The Maze Runner (Candra, Y, Penerjemah). Jakarta: Mizan Fantasi.
Dalam penulisan nama pengarang, gelar akademik tidak perlu dicantumkan. Jika terdapat beberapa buku dari pengarang yang sama, urutkan berdasarkan tahun terbit dan untuk buku kedua dan seterusnya, nama pengarang dapat diganti dengan garis sepanjang 10 ketukan.
4. Format Penulisan Daftar Pustaka dari Jurnal dan Artikel
Penulisan daftar pustaka dari jurnal memiliki format yang berbeda dengan buku karena mencakup informasi tambahan seperti volume, nomor, dan halaman. Format umum untuk jurnal adalah: Nama Pengarang. Tahun. "Judul Artikel." Nama Jurnal Volume, Nomor: Halaman.
- Artikel Jurnal Cetak - Sulismadi. 2017. "Model Penguatan Kapasitas Pemerintah Desa." Jurnal Sosial Politik dan Humaniora 05, no. 2: 217-230.
- Artikel Jurnal Online - Stevens, Izzie. 2008. "Surgery for Trauma Patients." Surgeon Profession Journal 3, no. 1: 48-55. https://www.ahead.org/professional-resources/publications/volume-31
- Artikel Majalah - Lestari, Sri Puji. 2021. "Orang Tua Guru Pertama." Literasi Indonesia V: 25-30.
- Artikel Koran dengan Penulis - Wahyudi, Johan. 2013. "Protes Cerdas Pendidik." Suara Merdeka, 3 Oktober 2013.
- Artikel Koran tanpa Penulis - "Revitalisasi Situ Ciburuy." 2022. Wilujeng Enjing Bandung, 5 Mei 2022.
Untuk artikel dari majalah atau koran, informasi tanggal penerbitan harus dicantumkan dengan lengkap. Jika artikel diperoleh dari versi online, URL atau tautan situs web harus disertakan di bagian akhir.
5. Format Penulisan Daftar Pustaka dari Sumber Digital
Seiring perkembangan teknologi, sumber digital seperti website, e-book, dan media sosial semakin sering digunakan sebagai rujukan. Penulisan daftar pustaka dari sumber digital memerlukan informasi tambahan seperti URL dan tanggal akses.
- Artikel Website - Ridlo, Muhamad. 2019. "Canggihnya Pilkades Sistem E-voting di Pemalang." Liputan6.com. Diakses pada 11 Oktober 2019. https://www.liputan6.com/regional/read/3634211/canggihnya-pilkades-sistem-e-voting-di-pemalang
- E-book - Mirza, F. 1997. Hubungan Remaja dan Penyimpangan Sosial. Asosiasi Psikologi Jakarta. https://lib.psijkt.ac.id/123abc
- Video YouTube - Satu Persen. 2022. "Kenapa Orang Sukses Selalu Punya Ritual." YouTube Video, 12:29. 31 Agustus 2022. https://www.youtube.com/watch?v=gZtasmDc1Xw
- Media Sosial - University of Life Office. 2010. "Psychology of learners" [Status update]. Facebook. 20 Desember 2010. https://www.facebook.com/41764892
- Podcast - Mahendra, Riza. 2018. "Catatan Akhir Kampus." Obrolan Suka Suka. 22 Juli 2018. https://spotify.com/123abc
Untuk sumber digital, penting untuk mencantumkan tanggal akses karena konten online dapat berubah atau dihapus sewaktu-waktu. Format tanggal akses biasanya ditulis sebagai "Diakses pada [tanggal, bulan, tahun]".
6. Format Penulisan Daftar Pustaka dari Karya Ilmiah
Karya ilmiah seperti skripsi, tesis, dan disertasi memiliki format penulisan daftar pustaka yang khusus karena merupakan karya yang belum dipublikasikan secara komersial. Format penulisan harus mencakup informasi tentang jenis karya dan institusi tempat karya tersebut dibuat.
- Skripsi - Nanda, Galang Kris. 2021. "Strategi Pemenangan Sigit Pujiono dalam Pemilihan Kepala Desa Bulakan Tahun 2018." Skripsi, Universitas Jenderal Soedirman.
- Tesis - Marianne, Angela. 2013. "Struktur Modal dan Profitabilitas pada Perusahaan Garmen Busana." Tesis Magister, Universitas Persada.
- Disertasi - Suharto, Bambang. 2019. "Implementasi Kebijakan Pendidikan Karakter di Sekolah Dasar." Disertasi Doktor, Universitas Negeri Jakarta.
- Karya Ilmiah Online - Marianne, Angela. 2013. "Struktur Modal dan Profitabilitas pada Perusahaan Garmen Busana." Skripsi Sarjana, Universitas Persada. https://e-persada-library.ac.id/view/21347
Untuk karya ilmiah yang diakses secara online melalui repositori institusi, URL repositori harus dicantumkan. Hal ini memudahkan pembaca untuk mengakses karya tersebut jika diperlukan untuk penelitian lebih lanjut.
7. Tips dan Kesalahan Umum dalam Penulisan Daftar Pustaka
Dalam praktik penulisan daftar pustaka, terdapat beberapa kesalahan umum yang sering terjadi dan perlu dihindari. Pemahaman tentang tips dan kesalahan ini akan membantu menghasilkan daftar pustaka yang berkualitas.
- Konsistensi Format - Pastikan menggunakan satu format penulisan yang konsisten untuk semua jenis sumber. Jangan mencampur format APA dengan Chicago Manual Style dalam satu daftar pustaka.
- Kelengkapan Informasi - Pastikan semua informasi yang diperlukan tercantum lengkap, termasuk nama penulis, tahun, judul, dan informasi publikasi.
- Penggunaan Huruf Miring - Judul buku, jurnal, dan publikasi mandiri harus ditulis dengan huruf miring, sedangkan judul artikel ditulis dalam tanda petik.
- Urutan Alfabetis - Susun daftar pustaka berdasarkan urutan abjad nama belakang penulis pertama, bukan berdasarkan urutan penggunaan dalam teks.
- Penulisan Nama - Hindari mencantumkan gelar akademik dalam nama penulis dan pastikan nama dibalik dengan benar (nama belakang, nama depan).
- Tanda Baca - Perhatikan penggunaan tanda baca yang tepat sesuai dengan ketentuan PUEBI, terutama penggunaan titik, koma, dan titik dua.
- Verifikasi Sumber - Pastikan semua sumber yang dicantumkan dalam daftar pustaka benar-benar digunakan dalam penulisan karya ilmiah.
Melansir dari Pedoman Penulisan Karya Ilmiah yang diterbitkan oleh berbagai universitas di Indonesia, kesalahan dalam penulisan daftar pustaka dapat mengurangi kredibilitas karya ilmiah dan bahkan menyebabkan tuduhan plagiarisme.
8. FAQ (Frequently Asked Questions)
Apakah gelar akademik perlu dicantumkan dalam daftar pustaka?
Tidak, gelar akademik tidak perlu dicantumkan dalam penulisan nama penulis di daftar pustaka. Yang dicantumkan hanya nama lengkap penulis tanpa gelar apapun, baik gelar akademik maupun gelar kehormatan.
Bagaimana cara menulis daftar pustaka jika pengarangnya tidak diketahui?
Jika nama pengarang tidak diketahui atau anonim, mulai penulisan daftar pustaka langsung dengan judul karya yang ditulis dengan huruf miring, diikuti tahun terbit, dan informasi publikasi lainnya.
Apakah semua sumber yang dibaca harus dicantumkan dalam daftar pustaka?
Tidak, hanya sumber yang benar-benar dikutip atau dirujuk dalam karya ilmiah yang perlu dicantumkan dalam daftar pustaka. Sumber yang hanya dibaca untuk referensi umum tidak perlu dicantumkan.
Bagaimana cara menulis daftar pustaka dari sumber yang sama tetapi tahun berbeda?
Jika terdapat beberapa karya dari penulis yang sama dengan tahun berbeda, urutkan berdasarkan tahun terbit dari yang paling lama ke yang paling baru. Untuk karya kedua dan seterusnya, nama penulis dapat diganti dengan garis sepanjang 10 ketukan.
Apakah URL harus dicantumkan untuk semua sumber online?
Ya, untuk semua sumber yang diperoleh dari internet, URL atau tautan situs web harus dicantumkan di bagian akhir entri daftar pustaka. Jika memungkinkan, sertakan juga tanggal akses.
Bagaimana cara menulis daftar pustaka dari wawancara?
Format penulisan daftar pustaka dari wawancara adalah: Nama Narasumber, diwawancarai oleh Nama Pewawancara, Tanggal Wawancara, Tempat Wawancara. Jika wawancara dilakukan oleh penulis sendiri, tulis "diwawancarai oleh penulis".
Apakah ada perbedaan format untuk sumber berbahasa asing?
Format dasar penulisan daftar pustaka tetap sama untuk sumber berbahasa asing, namun judul tetap ditulis dalam bahasa aslinya dengan huruf miring. Jika diperlukan, dapat ditambahkan terjemahan judul dalam tanda kurung setelah judul asli.
Ikuti kabar terbaru selebriti hanya di Kapanlagi.com. Kalau bukan sekarang, KapanLagi?
Yuk baca artikel lainnya
- Ikonik dengan Peran Komedi, Ini Karakter Cha Tae Hyun si Pemilik Zodiak Aries
- Ini Karakter Chae Soo Bin Dilihat dari Zodiak-nya, si Milenial yang Awet Muda bak Wanita Gen Alpha
- 6 Watak Laki-Laki Kelahiran Senin Pahing Menurut Primbon Jawa, Sosok Emosional tapi Tetap Rasional
- 6 Arti Mimpi Melihat Api, Bisa Jadi Pertanda dan Peringatan Penting dalam Hidup
- 6 Arti Mimpi Melewati Kuburan, Meski Seram Ternyata Punya Makna Mendalam
Berita Foto
(kpl/nlw)
Advertisement
-
Teen - Fashion Kasual Celana Jeans Ala Anak Skena: Pilihan Straight sampai Baggy yang Wajib Dicoba