Makna Kenaikan Isa Almasih bagi Umat Kristiani Lengkap dengan Sejarah dan Tradisinya

Makna Kenaikan Isa Almasih bagi Umat Kristiani Lengkap dengan Sejarah dan Tradisinya
Makna Kenaikan Isa Almasih bagi umat Kristiani (h)

Kapanlagi.com - Hari Kenaikan Isa Almasih merupakan salah satu perayaan terpenting dalam kalender liturgi Kristen yang diperingati setiap tahun oleh umat di seluruh dunia. Makna Kenaikan Isa Almasih bagi umat Kristiani berakar pada keyakinan akan pemuliaan dan pengagungan Yesus setelah kematian dan kebangkitan-Nya, serta tema kembalinya Ia kepada Allah Bapa.

Peristiwa ini menandai momen ketika Yesus Kristus terangkat ke surga pada hari ke-40 setelah kebangkitan-Nya. Doktrin Kristen menegaskan bahwa Yesus naik ke surga setelah kebangkitan-Nya, dimuliakan sebagai Tuhan dan Kristus, serta duduk di sisi kanan Allah.

Memahami makna Kenaikan Isa Almasih bagi umat Kristiani membantu setiap orang percaya memperdalam penghayatan iman di tengah kehidupan modern. Peristiwa ini menggarisbawahi tema pengharapan dan janji kedatangan kembali Yesus, sehingga memiliki signifikansi abadi dalam teologi dan tradisi Kristen.

Dilansir dari Encyclopaedia Britannica, Perayaan Kenaikan setara dengan Natal, Paskah, dan Pentakosta dalam hal universalitas perayaannya di kalangan umat Kristen, dan telah dirayakan 40 hari setelah Paskah di Kekristenan Timur maupun Barat sejak abad ke-4. Paus Benediktus XVI pernah menyatakan, "Perayaan Kenaikan mengundang kita untuk bersekutu secara mendalam dengan Yesus yang wafat dan bangkit, yang hadir secara tak kasat mata dalam kehidupan kita masing-masing."

1. Pengertian Kenaikan Isa Almasih dalam Tradisi Kristen

Pengertian Kenaikan Isa Almasih dalam Tradisi Kristen (c) Ilustrasi AI

Kenaikan Isa Almasih atau Ascension, dalam kepercayaan Kristen, adalah naiknya Yesus Kristus ke surga pada hari ke-40 setelah kebangkitan-Nya dari kematian. Istilah Ascension berasal dari bahasa Latin Vulgate, ascensio Iesu, yang secara harfiah berarti "naiknya Yesus." Peristiwa ini disebutkan dalam Perjanjian Baru di beberapa bagian, terutama dalam Injil Markus dan Lukas, serta dijelaskan lebih rinci dalam Kisah Para Rasul. Bagi umat Kristiani, kenaikan bukan sekadar perpindahan fisik dari bumi ke surga, melainkan momen teologis yang menandai dimulainya era baru dalam hubungan antara Allah dan manusia.

Berdasarkan catatan dalam EBSCO Research, kisah paling lengkap tentang Kenaikan terdapat dalam Kisah Para Rasul, yang mengisahkan awal mula Gereja Kristen. Kitab ini dimulai dengan kisah Yesus yang telah bangkit berbicara kepada para pengikut-Nya, menyebutkan jangka waktu 40 hari serta sebuah gunung bernama Olivet. Ketika para murid bertanya tentang kapan kerajaan surga akan dipulihkan, Yesus menjawab bahwa hanya Allah yang mengetahui jawabannya, dan sementara itu mereka harus pergi menyebarkan firman-Nya. Yesus kemudian terangkat ke langit dan menghilang di balik awan, sementara dua malaikat muncul menjelaskan bahwa Ia akan kembali dengan cara yang sama.

Secara teologis, Kenaikan Isa Almasih memiliki perbedaan mendasar dengan penampakan-penampakan pasca-kebangkitan. Sebagaimana dikutip dari The Gospel Coalition, kenaikan bukan sekadar penampakan terakhir Yesus setelah kebangkitan, melainkan secara kualitatif berbeda. Dalam penampakan-penampakan sebelumnya, Yesus tiba-tiba menghilang dan muncul kembali di tempat lain, namun pada Kenaikan, kepergian-Nya merupakan penyembunyian yang disaksikan langsung oleh para rasul dan dikonfirmasi oleh malaikat sebagai ketidakhadiran yang berlanjut. Peristiwa ini menjadi titik transisi dari kehadiran Kristus secara fisik di bumi menuju kehadiran-Nya secara rohani melalui Roh Kudus yang dicurahkan pada hari Pentakosta.

Peristiwa kenaikan melambangkan pengagungan Yesus dan peran-Nya sebagai perantara ilahi yang duduk di sisi kanan Allah. Mengutip GotQuestions.org, kenaikan juga menandai dimulainya pelayanan baru Kristus sebagai Imam Besar (Ibrani 4:14-16) dan Perantara Perjanjian Baru (Ibrani 9:15). Dengan demikian, pengertian Kenaikan Isa Almasih mencakup dimensi kemuliaan, otoritas, dan pelayanan surgawi yang terus berlangsung hingga saat ini bagi setiap orang yang percaya kepada-Nya.

2. Sejarah Perayaan Kenaikan Yesus Kristus ke Surga

Sejarah Perayaan Kenaikan Yesus Kristus ke Surga (c) Ilustrasi AI

Perayaan Kenaikan Yesus Kristus memiliki akar sejarah yang panjang dalam tradisi Gereja Kristen. Perayaan ini telah dirayakan 40 hari setelah Paskah baik di Kekristenan Timur maupun Barat sejak abad ke-4. Sebelum itu, Kenaikan diperingati sebagai bagian dari perayaan turunnya Roh Kudus pada Pentakosta. Berikut rangkuman tonggak penting dalam sejarah perayaan Kenaikan Isa Almasih:

  1. Peristiwa Kenaikan dalam Alkitab — Tradisi Kristen menempatkan lokasi Kenaikan di Bukit Zaitun (Mount Olivet), deretan bukit di sebelah timur Yerusalem. Kisah ini tercatat terutama dalam Lukas 24:50-51 dan Kisah Para Rasul 1:9-11.

  2. Era Gereja Mula-mula (Abad ke-1 hingga ke-3) — Pada masa awal kekristenan, Kenaikan belum dirayakan sebagai perayaan terpisah. Santo Hieronimus berpendapat bahwa perayaan ini berasal dari zaman para rasul, tetapi pada kenyataannya Kenaikan semula merupakan bagian dari Pentakosta dan baru berkembang sebagai perayaan tersendiri secara perlahan sejak akhir abad ke-4.

  3. Penetapan sebagai Hari Raya Mandiri (Abad ke-4) — Perayaan Kenaikan muncul dalam tulisan-tulisan Eusebius pada abad ke-4, yang menyatakan bahwa Kaisar Konstantin menemukan lokasi kenaikan Kristus dan beribadah di sana. Perayaan ini juga disebutkan dalam khotbah-khotbah Santo Agustinus dan tulisan Bapa-Bapa Gereja lain pada abad ke-5.

  4. Pembangunan Gereja di Bukit Zaitun — Sebelum pertobatan Konstantin Agung pada tahun 312 M, umat Kristen awal menghormati kenaikan Kristus di sebuah gua di Bukit Zaitun, dan menjelang tahun 384, kenaikan sudah dimuliakan di lokasi yang kini dikenal. Sekitar tahun 390, seorang wanita Romawi kaya bernama Poimenia mendanai pembangunan gereja pertama yang disebut "Basilika Eleona."

  5. Tradisi Liturgi Abad Pertengahan — Di Eropa Abad Pertengahan, tradisi populer mencakup prosesi yang meniru perjalanan Kristus bersama para Rasul ke Bukit Zaitun, serta pengangkatan salib atau patung Kristus yang bangkit melalui lubang di atap gereja.

  6. Perayaan di Era Reformasi dan Modern — Perayaan Kenaikan dipertahankan pada masa Reformasi Protestan dan terus diperingati di Gereja Lutheran, Anglikan, Metodis, serta sebagian besar Gereja Reformasi. Di Indonesia, Hari Kenaikan Isa Almasih ditetapkan sebagai hari libur nasional dan dirayakan dengan ibadah khusus di berbagai gereja.

  7. Perbedaan Kalender Timur dan Barat — Hari Kenaikan secara tradisional dirayakan pada hari Kamis keenam setelah Minggu Paskah, hari ke-40 sejak Paskah, meskipun beberapa provinsi Katolik memindahkan perayaannya ke hari Minggu berikutnya. Gereja Ortodoks yang mengikuti kalender Julian mungkin merayakannya pada tanggal berbeda, hingga satu bulan lebih lambat dari tradisi Barat.

Baca juga: Ucapan Hari Jumat Agung Penuh Makna untuk Memperingati Pengorbanan Kristus

3. Makna Teologis Kenaikan Isa Almasih bagi Umat Kristiani

Makna Teologis Kenaikan Isa Almasih bagi Umat Kristiani (c) Ilustrasi AI

Peristiwa Kenaikan Isa Almasih memiliki kedalaman makna yang luar biasa bagi fondasi iman Kristen. Mengacu pada riset yang dipublikasikan Lifeway Research, Hari Kenaikan sama pentingnya dengan Natal dan Paskah, dan pernyataan ini bukan klaim yang berlebihan. Sejumlah dokumen kredo Gereja mula-mula secara khusus menyoroti kenaikan, termasuk dalam Pengakuan Iman Rasuli. Berikut tujuh makna teologis utama dari Kenaikan Isa Almasih bagi umat Kristiani:

  1. Penegasan Keilahian dan Otoritas Kristus — Kenaikan Yesus ke surga mengagungkan-Nya, mengingatkan kita bahwa Yesus bukan sekadar manusia biasa. Ia juga adalah Allah, dan kenaikan-Nya mendudukkan-Nya di sisi kanan Allah Bapa, menegaskan otoritas dan kerajaan-Nya atas surga dan bumi. Oswald Chambers pernah menyatakan, "Dalam kenaikan-Nya, Tuhan kita memasuki surga, dan Ia membuka pintu bagi umat manusia untuk masuk."

  2. Penggenapan Nubuat Alkitab — Kenaikan Yesus merupakan penggenapan nubuat-nubuat dalam Kitab Suci, termasuk nubuat dalam Kitab Daniel dan perkataan Yesus sendiri. Peristiwa ini membuktikan bahwa Yesus adalah Mesias yang dijanjikan, yang setelah bangkit dari kematian, kembali ke surga sebagai bagian dari pemuliaan-Nya.

  3. Penyelesaian Karya Keselamatan di Bumi — Kenaikan Yesus Kristus menunjukkan bahwa karya duniawi yang diperlukan untuk keselamatan manusia telah selesai. Kenaikan Kristus telah menutup karya tersebut secara tuntas. Segala yang diperlukan untuk menyelamatkan, menebus, dan membebaskan umat manusia telah digenapi. Alister McGrath, dalam buku I Believe: Exploring the Apostles' Creed, menulis, "Setelah turun ke bumi dari surga untuk menebus kita, Yesus kini kembali ke surga untuk menjadi pengantara bagi kita."

  4. Janji Roh Kudus dan Kelahiran Gereja — Yesus pernah berkata kepada murid-murid-Nya bahwa baik bagi mereka jika Ia pergi, karena hanya dengan demikian Ia akan mengutus Penolong, yaitu Roh Kebenaran. Hal itulah yang terjadi pada hari Pentakosta, sepuluh hari setelah kenaikan Yesus, ketika Roh Kudus turun ke atas Gereja dengan kuasa, mengawali era baru dalam sejarah keselamatan.

  5. Pelayanan Syafaat yang Terus Berlangsung — Yesus kini berdiri dalam kemuliaan, mengawasi dan menjadi perantara bagi umat-Nya (Roma 8:34). Sebagaimana dikutip dari Catholic Online, kenaikan-Nya merupakan bukti bahwa mereka yang percaya dan mengikuti-Nya akan dibangkitkan pada hari terakhir dan masuk ke surga. Dari surga, Yesus mendengar doa-doa kita dan menjadi pengantara bagi kita di hadapan Bapa-Nya.

  6. Pengharapan akan Kedatangan Kembali — Bagi umat Kristiani, kenaikan bukan akhir kisah, melainkan awal dari pengharapan akan kedatangan-Nya yang kedua. Ketika Yesus datang kembali untuk mendirikan Kerajaan-Nya, Ia akan kembali sebagaimana Ia pergi — secara harafiah, dalam tubuh, dan secara nyata di atas awan (Kisah Para Rasul 1:11; Daniel 7:13-14).

  7. Amanat Agung dan Misi Global Gereja — Empat puluh hari setelah Minggu Kebangkitan, Yesus meninggalkan murid-murid-Nya dengan mandat dalam Matius 28 untuk pergi ke segala bangsa dan memberitakan kabar baik Kristus. Setelah itu, Yesus naik ke surga. Peristiwa ini menandai berakhirnya pelayanan Yesus di bumi dan dimulainya pelayanan Gereja.

Baca juga: Makna Paskah bagi Umat Kristiani Lengkap dengan Sejarah dan Hikmahnya

4. Pengaruh Kenaikan Yesus Kristus terhadap Kehidupan Iman Kristen Modern

Pengaruh Kenaikan Yesus Kristus terhadap Kehidupan Iman Kristen Modern (c) Ilustrasi AI

Kenaikan Yesus Kristus bukan sekadar peristiwa masa lalu yang diperingati secara ritualistik. Peristiwa ini mengingatkan bahwa kekristenan bukan hanya iman historis, tetapi juga iman masa kini dan masa depan. Yesus saat ini, dalam kemanusiaan-Nya yang dimuliakan, berada di takhta alam semesta, menjalankan "segala kuasa di surga dan di bumi" (Matius 28:18) sebagai Allah-Manusia. Santo Thomas Aquinas, dalam karya monumentalnya Summa Theologiae, menjelaskan bahwa kenaikan Kristus bermanfaat untuk meningkatkan iman terhadap hal-hal yang tak terlihat, mengangkat pengharapan, dan mengarahkan semangat kasih kepada hal-hal surgawi.

Dalam kehidupan sehari-hari, makna Kenaikan Isa Almasih bagi umat Kristiani tercermin melalui keyakinan bahwa Kristus tetap hadir bersama umat-Nya meskipun secara fisik tidak lagi di bumi. Santo Agustinus, Bapa Gereja yang berpengaruh besar, pernah menyatakan, "Hari ini Tuhan kita Yesus Kristus naik ke surga; biarlah hati kita naik bersama-Nya." Perkataan ini mengandung undangan bagi setiap orang percaya untuk mengarahkan pikiran dan tindakan pada nilai-nilai surgawi. Pesan ini sangat relevan di era modern yang penuh distraksi, di mana umat memerlukan jangkar rohani yang menguatkan iman dalam kehidupan sehari-hari.

Kenaikan juga merupakan momen ketika Kristus — Adam kedua (1 Korintus 15:45) — dalam seluruh kemanusiaan-Nya yang jasmani, kembali ke hadirat Allah. Peristiwa ini adalah awal pembalikan dari kejatuhan manusia, yaitu manusia kembali tinggal secara jasmani bersama Allah. Kristus, sebagai wakil umat manusia, adalah yang sulung bangkit dari antara orang mati (Kolose 1:18), dan kepulangan-Nya yang mulia ke surga membuka jalan bagi kemanusiaan yang dibarui. Perspektif ini menambah dimensi mendalam pada pemahaman kenaikan yang melampaui narasi yang umum dibahas. Setiap ibadah hari Minggu pun pada hakikatnya meneguhkan kembali pengharapan ini.

Merujuk Bible Study Tools, kenaikan dipandang sebagai penyelesaian karya penebusan: Kristus perlu "memasuki surga untuk tampil sekali untuk selamanya di akhir zaman guna menghapus dosa melalui pengorbanan diri-Nya" (Ibrani 9:24-26). Penulis Kitab Ibrani tidak menyangkal signifikansi penyaliban historis, tetapi berargumen bahwa karya penebusan belum lengkap sampai darah tersebut dibawa ke Tempat Mahakudus. Dengan demikian, kenaikan menjadi bagian esensial dari penebusan, memungkinkan Yesus yang kini menjadi Imam dan Raja untuk menyelesaikan karya pengorbanan yang diperlukan bagi keselamatan kita di surga, "kemah sejati." Inilah yang membuat makna Kenaikan Isa Almasih bagi umat Kristiani begitu sentral dan tak tergantikan dalam seluruh bangunan iman Kristen.

Baca juga: Kata-Kata Bijak Rohani Kristen yang Menguatkan dan Ucapan Syukur kepada Tuhan

5. Tradisi dan Cara Merayakan Hari Kenaikan Isa Almasih

Tradisi dan Cara Merayakan Hari Kenaikan Isa Almasih (c) Ilustrasi AI

Seperti yang diberitakan Crosswalk.com, Hari Kenaikan mengingatkan kita bahwa kisah Yesus tidak berakhir ketika Ia keluar dari kubur pada Minggu Paskah. Peristiwa-peristiwa ajaib yang lebih besar masih akan terjadi, dan hal itu mengubah kehidupan para pengikut-Nya dengan cara yang baru. Umat Kristiani di seluruh dunia memiliki berbagai tradisi unik untuk memperingati hari besar ini:

  1. Menghadiri Ibadah Khusus di Gereja — Tradisi paling utama adalah mengikuti ibadah atau Misa Kenaikan di gereja. Ibadah ini umumnya mencakup pembacaan Alkitab yang berkaitan dengan peristiwa kenaikan, khotbah tematik, doa bersama, serta nyanyian pujian yang memuliakan Kristus.

  2. Prosesi dan Simbol Liturgis — Dalam tradisi liturgi Gereja Barat, ciri khas perayaan Kenaikan adalah pemadaman Lilin Paskah yang pertama kali dinyalakan pada Paskah, setelah Injil dibacakan, sebagai simbol kepergian Kristus dari bumi. Di beberapa gereja, terdapat pula prosesi obor dan panji-panji yang melambangkan perjalanan Kristus ke Bukit Zaitun.

  3. Refleksi dan Doa Pribadi — Momen ini menjadi kesempatan untuk berdoa sambil merenungkan makna kenaikan Kristus dalam kehidupan pribadi. Umat Kristiani diajak untuk membaca dan merenungkan ayat-ayat Alkitab yang berkaitan, seperti Kisah Para Rasul 1:9-11 dan Efesus 1:20-22, guna menguatkan iman dan rasa syukur.

  4. Kegiatan Amal dan Pelayanan Sosial — Sejumlah gereja merayakan Kenaikan Isa Almasih dengan melakukan kegiatan amal, seperti mengunjungi panti asuhan, rumah sakit, atau membagikan bantuan kepada mereka yang membutuhkan sebagai wujud kasih dan solidaritas terhadap sesama.

  5. Tradisi Makan Bersama dan Kumpul Keluarga — Di Indonesia, tradisi makan bersama keluarga setelah ibadah sudah menjadi kebiasaan yang mempererat hubungan antar anggota keluarga. Secara historis, di Eropa Abad Pertengahan, unggas secara tradisional disajikan pada Hari Kenaikan karena Yesus "terbang" ke surga, dan beberapa toko roti di Jerman bahkan menjual kue berbentuk burung pada hari ini.

  6. Mendaki Bukit atau Gunung — Tradisi yang kurang dikenal namun bermakna adalah mendaki bukit atau gunung; beberapa umat Kristen memperingati Hari Kenaikan dengan mendaki sambil merenungkan pengagungan Kristus ke surga. Tradisi ini menghubungkan aktivitas fisik dengan kontemplasi rohani.

  7. Pertunjukan Drama dan Seni Gereja — Beberapa gereja mengadakan pertunjukan drama atau tari yang menggambarkan kisah kenaikan Yesus Kristus. Kenaikan Yesus telah menjadi subjek yang sering muncul dalam seni rupa Kristen; sejak abad ke-6, ikonografi Kenaikan telah mapan, dan pada abad ke-9, adegan kenaikan mulai digambarkan di kubah-kubah gereja.

Baca juga: Ucapan Hari Paskah Penuh Makna untuk Merayakan Kebangkitan Kristus

6. FAQ tentang Makna Kenaikan Isa Almasih bagi Umat Kristiani

FAQ tentang Makna Kenaikan Isa Almasih bagi Umat Kristiani (c) Ilustrasi AI

1. Apa itu Kenaikan Isa Almasih?

Kenaikan Isa Almasih adalah peristiwa saat Yesus Kristus terangkat ke surga 40 hari setelah kebangkitan-Nya pada hari Paskah. Peristiwa ini disaksikan langsung oleh para murid di Bukit Zaitun dan tercatat dalam Kisah Para Rasul 1:9-11 serta Lukas 24:50-51.

2. Kapan Hari Kenaikan Isa Almasih dirayakan?

Hari Kenaikan Isa Almasih selalu jatuh pada hari Kamis, tepat 40 hari setelah Minggu Paskah. Pada tahun 2026, peringatan ini jatuh pada tanggal 14 Mei. Tanggalnya berubah setiap tahun karena bergantung pada kapan Paskah dirayakan.

3. Apa perbedaan antara Kenaikan Isa Almasih dan Paskah?

Paskah memperingati kebangkitan Yesus Kristus dari kematian pada hari ketiga setelah penyaliban, sedangkan Kenaikan Isa Almasih memperingati naiknya Yesus ke surga yang terjadi 40 hari setelah kebangkitan tersebut. Keduanya merupakan peristiwa berbeda namun saling berkaitan dalam rangkaian karya keselamatan.

4. Mengapa Kenaikan Isa Almasih penting bagi umat Kristiani?

Kenaikan penting karena menegaskan keilahian dan otoritas Kristus, menandai dimulainya pelayanan syafaat-Nya di surga, membuka jalan bagi turunnya Roh Kudus, dan memberikan pengharapan akan kehidupan kekal serta kedatangan-Nya kembali bagi setiap orang percaya.

5. Bagaimana cara umat Kristiani merayakan Hari Kenaikan Isa Almasih?

Umat Kristiani umumnya merayakan dengan menghadiri ibadah khusus di gereja, berdoa dan merenungkan Firman Tuhan, melakukan kegiatan amal, berkumpul bersama keluarga, serta menyanyikan lagu-lagu pujian yang memuliakan Kristus.

6. Apa hubungan antara Kenaikan Isa Almasih dan Pentakosta?

Kenaikan dan Pentakosta saling terhubung erat. Sepuluh hari setelah Yesus naik ke surga, Roh Kudus dicurahkan kepada para murid pada hari Pentakosta. Kenaikan membuka jalan bagi peristiwa Pentakosta yang menandai lahirnya Gereja dan dimulainya misi pemberitaan Injil ke seluruh dunia.

7. Apakah Kenaikan Isa Almasih disebutkan dalam Pengakuan Iman?

Ya, Kenaikan Isa Almasih secara eksplisit disebutkan dalam Pengakuan Iman Rasuli (Apostles' Creed) dengan kalimat "Ia naik ke surga, duduk di sebelah kanan Allah Bapa yang Mahakuasa." Pengakuan iman ini telah menjadi ringkasan kepercayaan yang menyatukan umat Kristiani dari berbagai denominasi sejak abad ke-5.

Hari Kenaikan Isa Almasih pada akhirnya bukan sekadar momen peringatan tahunan, melainkan undangan bagi setiap orang percaya untuk memperdalam iman, memperbarui pengharapan, dan menghidupi kasih Kristus dalam keseharian. Sebagaimana seluruh rangkaian Paskah hingga Pentakosta membentuk satu kesatuan karya keselamatan, demikian pula kenaikan menjadi jembatan yang menghubungkan kebangkitan dengan pencurahan Roh Kudus — mengikat masa lalu, masa kini, dan masa depan dalam satu pengharapan yang hidup.

Daftar Referensi

  1. Encyclopaedia Britannica. Ascension | Description, Significance, Feast, & Art. Diakses pada 12 Mei 2026, dari https://www.britannica.com/topic/Ascension-Christianity
  2. Wikipedia. Ascension of Jesus. Diakses pada 12 Mei 2026, dari https://en.wikipedia.org/wiki/Ascension_of_Jesus
  3. GotQuestions.org. What Is the Meaning and Importance of the Ascension of Jesus Christ? Diakses pada 12 Mei 2026, dari https://www.gotquestions.org/ascension-Jesus-Christ.html
  4. The Gospel Coalition. The Ascension of Christ. Diakses pada 12 Mei 2026, dari https://www.thegospelcoalition.org/essay/ascension-of-christ/
  5. EBSCO Research. Ascension of Jesus | Religion and Philosophy. Diakses pada 12 Mei 2026, dari https://www.ebsco.com/research-starters/religion-and-philosophy/ascension-jesus
  6. Lifeway Research. 4 Reasons Why Ascension Day Matters. Diakses pada 12 Mei 2026, dari https://research.lifeway.com/2019/05/30/4-reasons-why-ascension-day-matters/
  7. Catholic Online. Ascension Day: Ascension of Our Lord. Diakses pada 12 Mei 2026, dari https://www.catholic.org/lent/ascension.php
  8. Crosswalk.com. What Is Ascension Day and How Do We Celebrate It? Diakses pada 12 Mei 2026, dari https://www.crosswalk.com/faith/bible-study/ascension-day-how-to-celebrate.html
  9. Bible Study Tools. Ascension of Jesus Christ — Baker's Evangelical Dictionary. Diakses pada 12 Mei 2026, dari https://www.biblestudytools.com/dictionaries/bakers-evangelical-dictionary/ascension-of-jesus-christ.html
  10. Christianity.com. The Ascension of Jesus — What Was the Meaning and Significance? Diakses pada 12 Mei 2026, dari https://www.christianity.com/wiki/jesus-christ/why-does-christ-s-ascension-matter-to-us.html

(kpl/fed)

Rekomendasi

Trending