Film Per Aspera Ad Astra Minim Penonton, Dylan Wang Minta Dukungan
Per Aspera Ad Astra - mydramalist
Kapanlagi.com - Film China Per Aspera Ad Astra yang dibintangi Dylan Wang dan Victoria Song tengah menjadi sorotan publik. Lima hari setelah penayangan perdananya, film yang disutradarai oleh Han Yan ini hanya mampu mencatatkan pendapatan sekitar 70 juta Yuan.
Angka tersebut dinilai jauh dari ekspektasi, terlebih jika dibandingkan dengan film lain yang rilis di periode sama seperti Pegasus 3. Situasi ini memicu diskusi luas di kalangan netizen, terutama setelah momen emosional sang sutradara saat tur promosi pada 19 Februari 2026.
Advertisement
1. Sutradara dan Cast Kompak Minta Dukungan

Dalam tur promosi film, Dylan Wang, Victoria Song, dan Han Yan terlihat membungkuk kepada awak media dan publik. Mereka secara terbuka meminta dukungan serta berharap penonton bersedia meluangkan waktu untuk menyaksikan film tersebut di bioskop.
Permintaan ini sebenarnya hal yang wajar dalam dunia perfilman. Namun, muncul gosip yang menyebut bahwa ajakan tersebut menjadi sinyal adanya masalah pada performa film itu sendiri. Meski belum ada bukti konkret, isu ini langsung menjadi perbincangan hangat di media sosial termasuk Weibo.

Sebagian pihak mempertanyakan apakah minimnya penonton disebabkan kurangnya promosi, jadwal tayang yang tidak ideal, atau memang respons pasar yang kurang positif.
2. Curhatan Han Yan Soal Jadwal Tayang
Dalam sesi wawancara, Han Yan mengungkapkan bahwa waktu penayangan filmnya sangat terbatas. Per Aspera Ad Astra disebut hanya mendapatkan beberapa slot tayang per hari dan hampir tidak memperoleh jadwal prime time yang efektif.
Ia menambahkan bahwa karya yang inovatif memang membutuhkan waktu dan penerimaan pasar. Namun, sejumlah media melaporkan bahwa bahkan di slot tayang yang tersedia, tiket tidak selalu terjual habis. Ada laporan yang menyebut satu jadwal pemutaran hanya terisi enam kursi penonton.
Pernyataan ini semakin memperkeruh suasana dan memicu perdebatan baru tentang kualitas film tersebut.
3. Fans Beri Pembelaan
Di tengah kritik, sejumlah penonton yang sudah menyaksikan film ini justru memberikan pembelaan. Mereka memuji efek visual yang disebut inovatif dan ambisius. Disebutkan bahwa film ini memiliki sekitar 3200 adegan dengan efek khusus.
Tidak hanya itu, film ini juga menawarkan konsep persahabatan yang tidak berbasis romansa, serta unsur komedi dialek yang dinilai unik. Beberapa fans bahkan menyebut film ini powerful dengan alur cerita yang kuat dan cocok untuk penggemar game serta dunia fiksi ilmiah.
Menurut mereka, film ini mungkin tidak mudah dipahami oleh semua kalangan, tetapi memiliki kualitas teknis dan konsep yang patut diapresiasi.
4. Kritik Tajam di Musim Festival
Salah satu kritik yang paling sering muncul adalah ketidaksesuaian tema film dengan musim penayangan Festival Musim Semi yang identik dengan tontonan ramah keluarga.
Genre petualangan fiksi ilmiah dianggap terlalu berat untuk segmen keluarga yang biasanya mendominasi periode tersebut. Nada cerita yang serius dinilai kurang cocok dengan suasana liburan.
Di Weibo, bahkan muncul komentar pedas berbunyi, “Film bagus tidak perlu dimohon agar ditonton.” Kalimat ini langsung menjadi viral dan dianggap menohok kru serta pemain film.
Pertanyaannya kini, apakah Per Aspera Ad Astra memang kurang memenuhi ekspektasi pasar, atau justru kurang mendapatkan momentum promosi yang tepat?
5. Sinopsis Film Per Aspera Ad Astra
Film ini mengisahkan siswa SMA bernama Zhang Qi Meng yang sedang fokus menghadapi ujian. Tiba tiba ia dikejutkan oleh seorang pria bernama Brother Biao yang menerobos masuk melalui jendela ruang ujian dan menariknya keluar.
Qi Meng kemudian diberi tahu fakta mengejutkan bahwa dunia yang ia jalani hanyalah program metaverse virtual. Dalam kenyataan, ia adalah seorang astronot yang sedang berada dalam kondisi hibernasi di luar angkasa. Saat itu, sebuah bencana besar tengah mengancam pesawat luar angkasa mereka.
Konsep cerita yang memadukan realitas virtual dan ancaman kosmik inilah yang menjadi daya tarik sekaligus tantangan bagi film ini.
Terlepas dari polemik yang berkembang, Per Aspera Ad Astra tetap menjadi proyek ambisius yang mencoba menghadirkan sesuatu yang berbeda di industri film China. Kini publik menunggu, apakah film ini mampu bangkit lewat dukungan penonton atau justru menjadi pelajaran berharga bagi strategi rilis di masa mendatang.
(kpl/chn)
Advertisement
