Dewi Sandra Dukung Via Vallen Untuk Speak Up Terkait Kasus Pelecehan

Kamis, 07 Juni 2018 08:15 Penulis: Guntur Merdekawan
Dewi Sandra Dukung Via Vallen Untuk Speak Up Terkait Kasus Pelecehan Via Vallen - Dewi Sandra / Credit: KapanLagi

Kapanlagi.com - Kasus pelecehan yang dialami pedangdut cantik, Via Vallen masih jadi topik perbincangan hangat. Tak sekedar netizen, bahkan para artis juga ikutan bersuara mengenai hal ini. Tentu saja ada yang pro, ada pula yang mendukung, seperti salah satunya Dewi Sandra.

Ya, bintang sinetron Catatan Hati Seorang Istri itu sangat mendukung aksi speak up yang dilakukan Via di media sosialnya. Namun Dewi juga mengaku jika dirinya belum tentu berani melakukan seperti apa yang dilakukan oleh Via.

"First, kita harus garis bawahi bahwa pelecehan bisa terjadi pada lelaki dan perempuan. Tapi mungkin kasusnya lebih banyak terjadi pada perempuan dan rasa malunya lebih besar di perempuan. Saya setuju dan mendukung gerakan speak up karena ini hak asasi manusia, dan di mana saat kita merasa terdzalimi kita harus berani menyuarakan. No! Saya tidak pantas untuk di-treat seperti itu (pelecehan), karena saya punya perasaan dan ingin perasaan saya dihargai, dengan cara saya menghargai perasaanmu juga. Melecehkan itu penyakit hati dan benar-benar harus diperbaiki. Kalau berani melecehkan berarti ada yang salah di diri peleceh itu. Dan saya rasa kita udah di zaman di mana yang benar pasti dibela, jadi kalau kita benar tapi diam, gimana mau dibela.
Saya sedikit takut sebenernya ngomong ini, karena kan diuji juga ya, gimana kalau kejadian seperti itu menimpa saya, bener berani nggak saya kayak gitu? (Speak up)," ujar Dewi panjang lebar ketika ditemui di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu (6/6).

Dewi juga pernah alami pelecehan seksual / Credit: KapanLagi - Bayu HerdiantoDewi juga pernah alami pelecehan seksual / Credit: KapanLagi - Bayu Herdianto

Dewi sendiri juga pernah mengalami pelecehan seksual secara verbal, tepatnya ketika Ia belum berhijab dulu. Kala itu, Dewi dengan berani mengkonfrontasi para lelaki yang melecehkannya tersebut secara langsung, face to face.

"Ini saya dulu mau cerita, sebelum saya berpakaian seperti ini, setelah manggung pas saya turun panggung, jalan, ada gerombolan laki-laki yang treat saya gitu (melecehkan) lewat kata-kata. Saya lagi jalan langsung berbalik, saya marah ke dia, saya tegasin, 'Sorry, lo ngomong kayak tadi gitu sadar nggak punya ibu? Jangan heran kejadian itu terjadi sama ibumu, adik kamu, suatu hari orang yang lahirin lo, saudara lo, ada yang gituin', langsung diem mereka minta maaf, itu karena saya berani ngomong," kenangnya.

"Zaman-zaman Twitter saya pernah dibahas kegagalan rumah tangga saya, status janda saya. Saya fine dikatain janda, tapi ketika udah ada yang komen saya cari sensasi, 'Oh no..no, kamu statement seperti itu darimana faktanya?', apalagi kalau yang komen belum nikah, terus sok tau judgement saya disalahkan, mereka nggak ngalamin," sambungnya lagi.

Dari pengalamannya menggunakan media sosial, Dewi tak pernah mendapatkan Direct Message (DM) yang bersifat melecehkan. Namun, ada kalanya beberapa netizen menuliskan kata-kata yang tak pantas untuknya di kolom komentar foto atau video postingannya.

"Saya DM kalau saya nggak follow dia nggak bisa DM saya. Tapi kalau dikomen ada yang gimana, gini kita boleh beda pendapat, tapi kalau udah sampai judgement, aku akan bersuara hak saya. Kalo mau berdebat boleh, tapi smart debatnya. Dan nggak pake kata-kata kotor yang sengaja merendahkan lawannya," pungkas wanita kelahiran Rio De Janeiro itu.

(kpl/aal/gtr)

Reporter:

Sahal Fadhli


REKOMENDASI
TRENDING