in partnership with Indosiar
 
DANGDUT

Finalis Bintang Pantura, Ervanka Rilis Mini Album Bahasa Jawa

Rabu, 14 November 2018 16:15 Penulis: Guntur Merdekawan

Ervanka / Credit: Dokumentasi Pribadi

Kapanlagi.com - Nama Ervanka mungkin sudah tak asing lagi bagi para pecinta musik dangdut. Ia adalah salah satu finalis dari ajang Bintang Pantura 2015 yang sukses menembus babak 6 besar. Kini, Ervanka bersolo karir dan merilis mini album perdananya, Takdir Tresnoku.

Karir Ervanka sempat pasang surut setelah lulus dari ajang Bintang Pantura. Namun Ia tak mau menyerah untuk terus berkarya demi menjaga eksistensinya di panggung hiburan Tanah Air. Dan merilis mini album Takdir Tresnoku adalah impian yang sudah lama dipendam oleh penyanyi kelahiran Cilacap, 6 Maret 1991 itu.

"Saya berjuang untuk terus membuktikan komitmen di dunia tarik suara. Oleh karena itu saya mengeluarkan mini album," ujar Ervanka saat ditemui di Warung Up Normal, Cikini, Jakarta Pusat, Rabu (7/11).

1. Pengalaman

Ervanka mengaku dapat banyak pelajaran berharga selama mengikuti ajang pencarian bakat Bintang Pantura. Selama berkompetisi, Ia tak pernah merasa terbebani untuk bersaing dengan peserta lain. Ia hanya fokus untuk memberikan yang terbaik.

"Dari Bintang Pantura itu saya belajar banyak. Saya nggak pernah menganggap siapapun menjadi kompetitor. Saya menikmati aja proses karena mau berhenti di babak apapun itu sudah pemberian Allah. Tapi bonusnya bisa tampil di TV dan bertemu dengan Mbak Galuh yang juga sama-sama peserta. Suaminya Mas Sonny yang memberikan lagu Takdir Tresnoku," ungkap Ervanka.

2. Melawan Arus

Mini album ini sekaligus jadi sebuah pembuktian bahwa Ervanka berani melawan arus mainstream di industri musik Tanah Air. Alasannya, lagu-lagunya dinyanyikan dalam Bahasa Jawa!

"Bahasa Jawa karena passion saya campursari dan saya ingin melawan arus. Jujur buat saya yang terpenting dari lagu adalah memiliki notasi yang enak, soal bahasa bagi saya nomor dua," ujar Ervanka.

3. Perjuangan Berat

Diakui Ervanka jika merilis mini album dalam Bahasa Jawa bukanlah hal yang mudah. Banyak sekali hal yang harus dipelajarinya selain cengkok dan juga notasi bahasa itu sendiri.

"Perjuangannya memang luar biasa. Mulai dari permainan dan pemilihan kendang, suling, saya ikut kasih masukan ke arranger. Saya ini apa sih anak kampung dari Cilacap yang punya mimpi besar," sambungnya.

REKOMENDASI
TRENDING