in partnership with Indosiar
 
DANGDUT

Merasa Geram, Komnas Perlindungan Anak Tegaskan Boikot Saipul Jamil dari Seluruh Tayangan Televisi

Senin, 06 September 2021 13:45

Saipul Jamil © KapanLagi.com/Muhammad Akrom Sukarya

Kapanlagi.com - Komisi Nasional Perlindungan Anak (Komnas PA) geram melihat pembebasan Saipul Jamil yang disambut mewah dan juga langsung tampil di televisi. Komnas PA menilai, penyambutan Saipul Jamil bebas dari penjara dengan meriah seolah tidak menghargai perasaan korban yang pernah dilecehkan oleh mantan suami Dewi Perssik tersebut.

Ketua Komnas Komisi Nasional Perlindungan Anak, Arist Merdeka Sirait mengatakan, penyambutan pembebasan Saipul Jamil dari penjara sangat berlebihan. Bahkan, dia menilai seolah-olah Saipul Jamil baru menang dari sebuah pertandingan.

"Ada sebuah peristiwa yang membuat kita tidak nyaman beberapa hari lalu bahwa seorang yang mengaku selebritas yang dihukum karena pelecehan seksual. Kemarin itu tiga hari yang lalu penyambutannya seperti pahlawan yang habis berlaga di satu pertandingan lalu di-elu-elu-kan pakai selempang juga seperti pembebasan yang membahagiakan," kata Ketua Komnas PA, Arist Merdeka Sirait dalam jumpa pers di kantornya di kawasan Pasar Rebo, Jakarta Timur, Senin (6/9/2021).

"Lalu kemudian diarak dengan mobil terbuka mewah dan disambut di pantai oleh selebritas kita juga itu membuat si korban melaporkan ke komnas perlindungan anak sakit hati terhadap itu. Karena peristiwa itu melecehkan martabat dari korban dan membuat komnas perlindungan anak tidak menerima itu ribuan anak-anak yang mengalami kejahatan seksual juga itu merasa dilecehkan," sambung Arist Merdeka.

1. Boikot dari Seluruh Tayangan TV

Tak sampai di situ, Arist Merdeka juga menyayangkan langkah televisi yang langsung menerima Saipul Jamil untuk eksis lagi di panggung hiburan. Dia meminta, televisi tidak menampilkan Saipul Jamil di layar kaca. Bahkan, dia juga meminta televisi memboikot penyanyi 41 tahun tersebut.

"Saya ingin menyampaikan dengan tegas boikot Saipul Jamil dari seluruh tayangan-tayangan televisi. Tidak mendidik bahkan itu merusak gerakan perlindungan anak, boikot. saya minta stasiun stasiun televisi atau production house jangan memberikan kesempatan untuk melakukan itu," katanya.

Arist Merdeka mengatakan, seharusnya setelah bebas dari penjara Saipul Jamil harus bersembunyi tidak tampil di televisi.

"Kalau dalam konteks kejahatan seksual di mana pun di dunia itu harus sembunyi nggak menunjukkan diri maka di indonesia itu untuk memantau seperti saipul jamil harus dipasang chips. Supaya kita tau ke mana aja dia pergi, apakah dia akan melakukan kejahatan seksual lagi gitu lho," tutup Arist Merdeka.

2. Sangat Disayangkan

Hal serupa juga disampaikan oleh Ernest Prakasa, Ahmad Kemal Palevi dan Koordinator Hukum End Child Prostitution, Child Pornography & Trafficking of Children for Sexual Purposes (ECPAT) Rio Hendra. ECPAT menilai acara penyambutan kebebasan Saipul Jamil terlalu berlebihan. Menurutnya, hal ini tidak sepatutnya terjadi, seperti yang dilansir dari Liputan6.

"Ya seharusnya tidak perlu dilakukan itu, apalagi kalau kita lihat kasusnya dan sudah dinyatakan inkrah di pengadilan. Saya pikir penyambutan itu tidak dilakukan karena kita kan Indonesia dan memegang adat ketimuran apalagi kasus-kasus seperti ini bukan kasus bisa dipandang baik," tuturnya saat dihubungi Liputan6.com pada Minggu (5/9).

Lebih lanjut, Rio juga menyayangkan karena media entertainment sama sekali tidak bersimpati pada korban pelecehan seksual yang mungkin saja menyaksikan kemunculan Saipul Jamil di TV. Baginya, tayangan penyambutan kebebasan Saipul Jamil benar-benar tidak pantas karena dianggap normal.

"Jadi bagaimana dilihat jangan dari person-nya karena dia artis bisa diliput besar-besaran seperti pahlawan dikalungin bunga seperti itu," kritik Rio.


REKOMENDASI
TRENDING