in partnership with Indosiar
 
DANGDUT

Perbedaan Musik Dangdut Zaman Dulu dan Sekarang di Mata Elvy Sukaesih

Senin, 23 September 2019 16:27 Penulis: Tyssa Madelina

Elvy Sukaesih bandingkan dangdut zaman dulu dan sekarang © KapanLagi.com/Bayu Herdianto

Kapanlagi.com - Musik dangdut mengalami banyak pergeseran di mata ratu dangdut Elvy Sukaesih dari waktu ke waktu. Pergeseran itu ditandai termasuk dengan munculnya versi koplo.

"Banyak sekali (perbedaannya), sekarang banyak dikoploin, tetapi asalkan sesuai tidak masalah," tegas Elvy Sukaesih di Kota Malang, Sabtu (21/9).

"Cuma lagu-lagu dulu syairnya sampai sekarang tidak bisa lupakan. Kalau sudah kita dengarkan, langsung bayangkan gimana," sambungnya.

1. Lagu Zaman Dulu Liriknya Lebih Berkualitas

Kata Elvy, lagu dangdut di zaman dulu memiliki lirik syair dengan susunan kata yang berkualitas dengan note dan notasi yang benar. Sehingga penyanyinya dapat menjiwai kata demi kata saat membawakannya.

"Tapi jangan menjiwai yang kegurihan ya, jangan! Suaranya kayaknya asyik banget tetapi padahal ngawur. Itu namanya suka kegurihan sendiri namanya," sambungnya.

Kata Elvy, sebuah lagu kalau notenya sudah enak dan notasinya sudah benar, saat dinyanyikan otomatis akan asyik dan enak di telinga. Penyanyi yang melantunkan juga memiliki kepuasan tersendiri.

"Tapi dengan catatan, jangan dilupakan, melihat lagunya dulu bagaimana kemauan karakter lagunya dulu. Kalau umpamanya lagu mellow, isinya pengharapan, seperti syairnya yang bener-bener berkualitas, terus dikoploin, jadinya seninya nggak ada. Sayang sekali dan saya rasa kasian yang menciptakan lagu itu," ungkapnya.

2. Rindu Dangdut Zaman Dulu

Syair sebuah lagu bisa membawa penyanyinya berkhayal dan menghayati isinya dengan baik. Ketika dibawakan dengan koplo, pesan tersebut justru kurang tersampaikan.

"Tapi ternyata penyanyi menyuguhkan koploan yang tidak sesuai dengan syair tuntutan dalam lagu tersebut. Kalau bisa menempatkan, it's ok, nggak apa-apa mau koplo nggak apa-apa, asal jangan dijungkir balik," katanya tersenyum.

Elvy juga mengatakan, bangsa Indonesia harus menghargai musik dangdut yang sudah go Internasonal. Karena lewat dangdut, Elvy mengaku berkesempatan tampil di Amerika Serikat, Bangladesh, Singapura, Malaysia, Australia, Jepang dan lain-lain.

"Saya sempat bertemu dengan wartawan dari Jepang, dia merindukan dangdut yang kemarin, zaman kita. Sampai saya nyanyi sedikit saja, 'Ini yang betul, ini yang kita mau' ramai sekali," kisahnya.

3. Soal Gelar Ratu Dangdut

Dunia internasional menanyakan kenapa dangdut sebentar muncul terus menghilang dan sebagian judul lagunya juga kadang mengarah bukan-bukan. Sehingga nilai seninya mengalami penurunan kualitas.

"Seninya nggak ada, kenapa tidak meningkatkan kualitas dari syair, kenapa jadinya kok merosot ke bawah. Saya kagum banget, kayaknya mereka cinta banget dengan dangdut," ungkapnya.

Elvy pun menegaskan, gelar Ratu Dangdut yang disandangnya atas kehendak masyarakat. Sehingga berharap doa agar bisa berjalan sesuai jalur yang diamanatkan tersebut.

"Ini bukan kemauan saya, tapi masyarakat yang memberikan gelar, dan alhamdulillah walaupun banyak generasi yang muncul, yang macem-macem 'bilang Ini ratu dangdut', tapi dibilang tidak bisa, tidak ada duanya kan. Saya syukur kepada Allah, masih diamanatkan untuk menyandang ratu dangdut," jelasnya.

4. Elvy Sukaesih Ingin Terus Berkarya

Elvy berharap dapat terus berkarya dengan baik dan menghibur masyarakat. Karena semakin besar kepercayaan itu, semakin besar tugasnya menjadi panutan.

"Mudah-mudahan bisa menjadi panutan artis-artis yang lain. Karena saya melihat, ini sudah legend, sudah sepuh dan memang agak berat, menyanyi agak hati-hati," pungkasnya.


REKOMENDASI
TRENDING