Cara Membuat Susu Formula yang Benar untuk Bayi
cara membuat susu formula yang benar
Kapanlagi.com - Memberikan susu formula kepada bayi memerlukan perhatian khusus dalam proses pembuatannya. Cara membuat susu formula yang benar tidak hanya berkaitan dengan takaran, tetapi juga aspek kebersihan dan keamanan yang sangat penting untuk kesehatan si kecil.
Kesalahan dalam menyiapkan susu formula dapat berdampak serius pada bayi, mulai dari gangguan pencernaan hingga risiko kontaminasi bakteri. Proses yang tepat akan memastikan nutrisi dalam susu tetap optimal dan aman dikonsumsi.
Menurut World Health Organization (WHO), susu formula bubuk bukanlah produk steril sehingga memerlukan penanganan khusus dalam penyiapannya. Organisasi kesehatan dunia ini merekomendasikan penggunaan air bersuhu minimal 70 derajat Celsius untuk membunuh bakteri yang mungkin terdapat dalam bubuk susu formula.
Advertisement
1. Pengertian dan Pentingnya Cara Membuat Susu Formula yang Benar
Susu formula merupakan alternatif pengganti ASI yang diformulasikan khusus untuk memenuhi kebutuhan nutrisi bayi. Pembuatan susu formula yang benar adalah proses menyiapkan susu dengan memperhatikan takaran, suhu, kebersihan, dan waktu penyajian yang tepat untuk menjamin keamanan dan kualitas nutrisi bagi bayi.
Proses pembuatan yang tepat sangat krusial karena sistem kekebalan bayi belum berkembang sempurna, sehingga mereka lebih rentan terhadap infeksi bakteri. Suhu air yang kurang panas saat menyeduh dapat menjadi tempat ideal bagi bakteri untuk berkembang biak, yang berpotensi menyebabkan diare dan gangguan pencernaan lainnya.
Melansir dari Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), kontaminasi bakteri pada susu formula dapat terjadi baik dalam proses produksi di pabrik maupun di rumah. Oleh karena itu, penerapan standar kebersihan dan keamanan dalam penyiapan susu formula menjadi sangat penting untuk mencegah risiko penyakit pada bayi.
Cara membuat susu formula yang benar juga berkaitan dengan pemahaman takaran yang tepat. Susu yang terlalu encer dapat mengurangi kandungan kalori dan nutrisi, sedangkan susu yang terlalu kental berisiko menyebabkan dehidrasi dan sembelit pada bayi. Keseimbangan takaran ini penting untuk mendukung tumbuh kembang bayi secara optimal.
2. Langkah-Langkah Cara Membuat Susu Formula yang Benar
Persiapan yang tepat merupakan kunci utama dalam membuat susu formula yang aman dan bergizi. Berikut adalah panduan lengkap yang harus diikuti:
- Cuci Tangan dengan Sabun dan Air Mengalir
Langkah pertama yang tidak boleh diabaikan adalah mencuci tangan secara menyeluruh. Cuci tangan menggunakan sabun dan air mengalir, pastikan membersihkan telapak tangan, punggung tangan, sela-sela jari, bagian bawah kuku, hingga ke bagian dekat siku. Bilas hingga benar-benar bersih dan keringkan dengan tissue atau handuk bersih. - Pastikan Peralatan Steril
Semua peralatan yang akan digunakan seperti botol susu, dot, dan sendok takar harus dalam kondisi steril. Cuci semua peralatan dengan sabun dan air panas, lalu sterilkan dengan cara merebusnya selama 5 menit, menggunakan sterilizer khusus, atau merendamnya dalam larutan pembersih botol yang aman. - Siapkan Air dengan Suhu yang Tepat
Gunakan air matang bersuhu 70-80 derajat Celsius untuk membuat susu formula. Untuk mendapatkan suhu ini, rebus air hingga mendidih kemudian diamkan sekitar 10 menit. Suhu ini penting untuk membunuh bakteri yang mungkin ada dalam bubuk susu tanpa merusak kandungan nutrisinya. - Tuangkan Air Terlebih Dahulu
Masukkan air hangat ke dalam botol susu sesuai dengan takaran yang tertera pada kemasan susu formula. Pastikan untuk selalu memasukkan air terlebih dahulu sebelum menambahkan bubuk susu untuk memastikan takaran yang akurat. - Tambahkan Susu Formula Sesuai Takaran
Gunakan sendok takar yang disediakan oleh produsen untuk menuangkan bubuk susu formula. Tambahkan susu sesuai dengan takaran yang tertera pada kemasan, jangan menambah atau mengurangi takaran karena dapat mempengaruhi kandungan nutrisi dan keamanan susu. - Aduk Hingga Larut Sempurna
Tutup botol dengan rapat dan kocok perlahan hingga semua bubuk susu larut sempurna. Hindari mengocok terlalu keras dan jangan menyentuh ujung dot dengan jari untuk mencegah kontaminasi bakteri. - Dinginkan Susu Formula
Sebelum diberikan kepada bayi, dinginkan susu hingga suhunya sesuai dengan suhu tubuh. Untuk mempercepat proses pendinginan, letakkan botol di bawah air mengalir yang dingin. Periksa suhu dengan meneteskan sedikit susu ke bagian belakang pergelangan tangan. - Berikan Segera Setelah Dibuat
Pastikan bayi mengonsumsi susu dalam waktu maksimal 2 jam setelah dibuat. Jika tidak habis dalam waktu tersebut, buang sisa susu karena berisiko terkontaminasi bakteri dari mulut bayi.
3. Takaran Susu Formula Berdasarkan Usia Bayi
Takaran susu formula harus disesuaikan dengan usia dan berat badan bayi untuk memastikan kebutuhan nutrisi terpenuhi dengan optimal. Setiap tahap perkembangan memiliki kebutuhan yang berbeda.
Secara umum, bayi membutuhkan sekitar 150-200 ml susu formula per kilogram berat badannya setiap hari. Namun, takaran ini dapat bervariasi tergantung pada kondisi individual bayi dan rekomendasi dokter anak.
Bayi Baru Lahir hingga 1 Bulan: Berikan 45-90 ml susu setiap 2-3 jam. Pada usia ini, lambung bayi masih sangat kecil sehingga membutuhkan porsi kecil namun frekuensi yang sering.
Bayi Usia 2 Bulan: Takaran meningkat menjadi 90-120 ml setiap 3-4 jam. Seiring bertambahnya usia, kapasitas lambung bayi juga bertambah sehingga dapat menampung lebih banyak susu.
Bayi Usia 4 Bulan: Berikan 120-180 ml susu dengan frekuensi yang disesuaikan dengan kebutuhan bayi. Pada usia ini, bayi mulai lebih aktif bergerak sehingga membutuhkan lebih banyak energi.
Bayi Usia 6 Bulan: Takaran susu menjadi 180-230 ml sebanyak 4-5 kali sehari. Pada usia ini, bayi mulai diperkenalkan dengan makanan pendamping ASI (MPASI) sehingga frekuensi susu dapat disesuaikan.
Bayi Usia 7-12 Bulan: Berikan 200-240 ml susu dengan frekuensi 4-6 kali sehari. Pada periode ini, MPASI menjadi sumber nutrisi utama, sedangkan susu formula melengkapi kebutuhan gizi harian.
4. Hal Penting yang Perlu Diperhatikan
Selain mengikuti langkah-langkah pembuatan yang benar, ada beberapa aspek penting lainnya yang harus diperhatikan dalam menyiapkan susu formula untuk bayi.
Pemilihan Air yang Tepat: Gunakan air minum yang bersih, tidak berbau, dan tidak berwarna. Air keran yang aman atau air kemasan dapat digunakan, namun tetap harus direbus hingga mendidih sebelum digunakan untuk menyeduh susu formula.
Penyimpanan Susu Formula: Jika susu tidak langsung dikonsumsi setelah dibuat, segera dinginkan dan simpan dalam kulkas bersuhu kurang dari 5 derajat Celsius. Susu yang disimpan harus dikonsumsi dalam waktu maksimal 24 jam.
Menurut Mayo Clinic, penting untuk tidak mencampur sisa susu dengan susu yang baru dibuat. Susu yang sudah diminum bayi telah terkontaminasi bakteri dari mulut dan tidak aman untuk dikonsumsi kembali setelah didiamkan terlalu lama.
Periksa Tanggal Kedaluwarsa: Selalu periksa tanggal kedaluwarsa pada kemasan susu formula sebelum digunakan. Jangan menggunakan susu yang sudah melewati tanggal kedaluwarsa karena dapat membahayakan kesehatan bayi.
5. Kesalahan Umum yang Harus Dihindari
Dalam proses pembuatan susu formula, terdapat beberapa kesalahan umum yang sering dilakukan orang tua dan dapat membahayakan kesehatan bayi.
Menggunakan Air yang Terlalu Panas: Air dengan suhu di atas 100 derajat Celsius dapat merusak kandungan vitamin dan mineral dalam susu formula. Suhu ideal adalah 70-80 derajat Celsius yang cukup untuk membunuh bakteri tanpa merusak nutrisi.
Takaran yang Tidak Tepat: Menambahkan terlalu banyak bubuk susu dapat menyebabkan dehidrasi dan sembelit pada bayi, sedangkan terlalu sedikit dapat menyebabkan kekurangan nutrisi. Selalu gunakan sendok takar yang disediakan dan ikuti petunjuk pada kemasan.
Menyentuh Ujung Dot: Menyentuh ujung dot dengan jari dapat memindahkan bakteri ke dalam susu. Selalu pegang bagian pinggir dot dan pastikan tangan dalam keadaan bersih.
Melansir dari WebMD, mencairkan susu formula secara berlebihan dapat meningkatkan risiko gangguan serius seperti kejang atau kerusakan otak pada bayi. Hal ini terjadi karena ketidakseimbangan elektrolit dalam tubuh bayi.
Menghangatkan dengan Microwave: Penggunaan microwave untuk menghangatkan susu dapat menyebabkan panas yang tidak merata dan berisiko membakar mulut bayi. Gunakan metode penghangatan yang lebih aman seperti merendam botol dalam air hangat.
6. Tips Keamanan dan Kebersihan
Menjaga kebersihan dan keamanan dalam setiap tahap pembuatan susu formula adalah kunci untuk mencegah kontaminasi dan menjaga kesehatan bayi.
Sterilisasi Peralatan: Lakukan sterilisasi peralatan secara rutin, terutama untuk bayi baru lahir yang sistem kekebalannya masih lemah. Gunakan sterilizer khusus atau rebus peralatan dalam air mendidih selama minimal 5 menit.
Kebersihan Area Kerja: Bersihkan permukaan meja atau area tempat menyiapkan susu dengan desinfektan sebelum digunakan. Pastikan area tersebut bebas dari debu dan kontaminan lainnya.
Penyimpanan Bubuk Susu: Simpan bubuk susu formula dalam wadah tertutup rapat di tempat yang kering dan sejuk. Hindari menyimpan di tempat yang lembap atau terkena sinar matahari langsung.
Menurut Centers for Disease Control and Prevention (CDC), penting untuk selalu menggunakan air yang aman dan mengikuti instruksi penyiapan yang tepat untuk mencegah penyakit yang dapat ditularkan melalui makanan pada bayi.
Monitoring Kondisi Bayi: Perhatikan reaksi bayi setelah mengonsumsi susu formula. Jika terjadi gejala seperti diare, muntah, ruam, atau sesak napas, segera hentikan pemberian dan konsultasikan dengan dokter anak.
7. FAQ (Frequently Asked Questions)
Apakah boleh membuat susu formula dengan air dingin?
Tidak disarankan membuat susu formula dengan air dingin, terutama untuk bayi baru lahir. WHO merekomendasikan penggunaan air bersuhu minimal 70 derajat Celsius untuk membunuh bakteri yang mungkin ada dalam bubuk susu formula. Air dingin tidak dapat membunuh bakteri dan susu bubuk juga sulit larut sempurna.
Berapa lama susu formula dapat bertahan setelah dibuat?
Susu formula yang sudah dibuat harus dikonsumsi dalam waktu maksimal 2 jam jika disimpan pada suhu ruangan. Jika disimpan dalam kulkas dengan suhu kurang dari 5 derajat Celsius, susu dapat bertahan hingga 24 jam. Setelah bayi mulai minum, susu harus dihabiskan dalam 1 jam atau dibuang.
Bolehkah mencampur sisa susu dengan susu yang baru dibuat?
Tidak boleh mencampur sisa susu dengan susu yang baru dibuat. Susu yang sudah diminum bayi telah terkontaminasi bakteri dari mulut dan dapat berkembang biak jika didiamkan. Hal ini dapat menyebabkan gangguan pencernaan pada bayi.
Bagaimana cara mengetahui suhu susu sudah tepat untuk bayi?
Cara terbaik adalah dengan meneteskan sedikit susu pada bagian dalam pergelangan tangan. Susu yang siap diminum harus terasa hangat atau suam-suam kuku, tidak panas atau dingin. Suhu yang ideal adalah sekitar suhu tubuh manusia (37 derajat Celsius).
Apakah perlu mensterilkan botol susu setiap kali digunakan?
Untuk bayi baru lahir hingga usia 6 bulan, disarankan untuk mensterilkan botol susu setiap kali setelah digunakan karena sistem kekebalan mereka masih lemah. Setelah usia 6 bulan, pencucian dengan sabun dan air panas sudah cukup, namun sterilisasi tetap direkomendasikan.
Bolehkah menambahkan gula atau madu ke dalam susu formula?
Tidak boleh menambahkan gula, madu, atau pemanis lainnya ke dalam susu formula. Susu formula sudah diformulasikan dengan kandungan gula yang sesuai kebutuhan bayi. Penambahan pemanis dapat menyebabkan kerusakan gigi, obesitas, dan gangguan pencernaan. Madu juga berisiko menyebabkan botulisme pada bayi di bawah 1 tahun.
Apa yang harus dilakukan jika bayi menolak susu formula?
Jika bayi menolak susu formula, periksa suhu susu, pastikan dot tidak tersumbat, dan coba berikan dalam posisi yang nyaman. Konsultasikan dengan dokter anak jika penolakan berlanjut, karena mungkin diperlukan pergantian jenis susu formula atau evaluasi kondisi kesehatan bayi.
(kpl/fed)
Advertisement
-
Teen - Fashion Kasual Celana Jeans Ala Anak Skena: Pilihan Straight sampai Baggy yang Wajib Dicoba