Cara Membuat Susu Formula yang Benar untuk Kesehatan Optimal Si Kecil

Cara Membuat Susu Formula yang Benar untuk Kesehatan Optimal Si Kecil
cara membuat sufor yang benar

Kapanlagi.com - Pemberian susu formula menjadi alternatif penting ketika ASI eksklusif tidak memungkinkan untuk diberikan kepada bayi. Namun, cara membuat susu formula yang benar sangat menentukan kualitas nutrisi yang diterima si kecil.

Kesalahan dalam proses pembuatan susu formula dapat mengurangi kandungan gizi bahkan berisiko menyebabkan kontaminasi bakteri. Oleh karena itu, setiap orang tua perlu memahami langkah-langkah yang tepat dalam menyiapkan susu formula.

Menurut Mayo Clinic, mencairkan susu formula secara berlebihan dapat meningkatkan risiko gangguan serius seperti kejang atau kerusakan otak pada bayi. Sebaliknya, takaran yang terlalu kental juga dapat menyebabkan masalah pencernaan.

1. Pengertian dan Pentingnya Cara Membuat Susu Formula yang Benar

Pengertian dan Pentingnya Cara Membuat Susu Formula yang Benar (c) Ilustrasi AI

Cara membuat susu formula yang benar adalah serangkaian langkah sistematis untuk menyiapkan susu formula dengan memperhatikan aspek kebersihan, takaran, dan suhu yang tepat. Proses ini melibatkan sterilisasi peralatan, penggunaan air dengan suhu optimal, dan takaran yang sesuai dengan petunjuk kemasan.

Susu formula bubuk bukanlah produk steril, sehingga memerlukan penanganan khusus untuk mencegah kontaminasi bakteri. Ketika formula dibuat dengan air yang suhunya tidak cukup tinggi, kondisi lembab dan hangat akan menjadi lingkungan ideal bagi perkembangbiakan bakteri berbahaya.

Mengutip dari Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), kontaminasi dapat terjadi dalam proses produksi di pabrik maupun di rumah sebelum diberikan pada bayi. Oleh karena itu, standar kebersihan dan keamanan harus diperhatikan dengan ketat.

Pemahaman yang tepat tentang cara membuat susu formula yang benar tidak hanya memastikan keamanan, tetapi juga mengoptimalkan penyerapan nutrisi penting untuk tumbuh kembang bayi. Setiap tahapan memiliki peran krusial dalam menjaga kualitas susu formula yang akan dikonsumsi si kecil.

2. Langkah-Langkah Cara Membuat Susu Formula yang Benar

Langkah-Langkah Cara Membuat Susu Formula yang Benar (c) Ilustrasi AI

Proses pembuatan susu formula yang aman dan higienis memerlukan perhatian detail pada setiap tahapannya. Berikut adalah panduan lengkap yang harus diikuti:

  1. Cuci Tangan dengan Sabun dan Air Mengalir
    Langkah pertama dalam cara membuat susu formula yang benar adalah mencuci tangan secara menyeluruh. Gunakan sabun dan air mengalir, gosok seluruh bagian tangan termasuk sela-sela jari, bagian bawah kuku, hingga pergelangan tangan selama minimal 20 detik. Keringkan dengan handuk bersih atau tisu.
  2. Sterilkan Semua Peralatan
    Pastikan botol susu, dot, tutup botol, dan sendok takar dalam kondisi steril. Cuci semua peralatan dengan sabun dan air panas, lalu sterilkan dengan cara merebusnya selama 5 menit atau menggunakan sterilizer khusus. Biarkan peralatan kering secara alami atau keringkan dengan tisu bersih.
  3. Siapkan Air dengan Suhu Tepat
    Rebus air hingga mendidih, kemudian diamkan sekitar 10 menit hingga suhunya mencapai 70 derajat Celcius. Suhu ini optimal untuk membunuh bakteri yang mungkin ada dalam bubuk susu formula tanpa merusak kandungan nutrisinya.
  4. Tuangkan Air Terlebih Dahulu
    Masukkan air hangat ke dalam botol sesuai takaran yang tertera pada kemasan. Pastikan menggunakan takaran yang tepat karena ini akan mempengaruhi konsentrasi nutrisi dalam susu formula.
  5. Tambahkan Bubuk Susu Formula
    Gunakan sendok takar yang disediakan dalam kemasan untuk mengambil bubuk susu formula. Tambahkan sesuai takaran yang dianjurkan, jangan menambah atau mengurangi takaran karena dapat mempengaruhi keseimbangan nutrisi.
  6. Aduk Hingga Larut Sempurna
    Tutup botol dengan rapat, kemudian kocok perlahan hingga semua bubuk susu larut sempurna. Hindari mengocok terlalu keras yang dapat menyebabkan terbentuknya busa berlebihan.
  7. Dinginkan Hingga Suhu Optimal
    Turunkan suhu susu dengan meletakkan botol di bawah air mengalir atau dalam wadah berisi air dingin. Periksa suhu dengan meneteskan sedikit susu di pergelangan tangan bagian dalam. Susu siap diberikan ketika terasa hangat, tidak panas atau dingin.

3. Takaran Susu Formula Berdasarkan Usia Bayi

Takaran Susu Formula Berdasarkan Usia Bayi (c) Ilustrasi AI

Takaran susu formula yang tepat sangat penting untuk memenuhi kebutuhan nutrisi bayi sesuai dengan tahap perkembangannya. Pemberian takaran yang tidak sesuai dapat menyebabkan malnutrisi atau gangguan pencernaan.

Secara umum, bayi membutuhkan sekitar 150-200 ml susu formula per kilogram berat badannya setiap hari. Namun, kebutuhan ini akan bervariasi sesuai dengan usia dan kondisi individual bayi.

Berikut adalah panduan takaran susu formula berdasarkan usia:

  • Bayi baru lahir hingga 1 bulan: 45-90 ml setiap 2-3 jam.
  • Bayi usia 2 bulan: 90-120 ml setiap 3-4 jam.
  • Bayi usia 4 bulan: 120-180 ml dengan frekuensi yang disesuaikan.
  • Bayi usia 6 bulan: 180-230 ml sebanyak 4-5 kali sehari.
  • Bayi usia 7-12 bulan: 200-240 ml sebanyak 4-6 kali sehari.

Menurut Better Health Channel, takaran ini dapat disesuaikan dengan kebutuhan individual bayi. Penting untuk selalu mengikuti petunjuk pada kemasan susu formula karena setiap merek memiliki konsentrasi yang berbeda.

4. Kesalahan Umum dalam Membuat Susu Formula

Kesalahan Umum dalam Membuat Susu Formula (c) Ilustrasi AI

Banyak orang tua tanpa disadari melakukan kesalahan dalam cara membuat susu formula yang benar. Kesalahan-kesalahan ini dapat berdampak pada kesehatan dan nutrisi bayi.

Kesalahan pertama adalah menggunakan air yang terlalu panas atau terlalu dingin. Air dengan suhu di atas 100 derajat Celcius dapat merusak kandungan vitamin dan mineral dalam susu formula. Sebaliknya, air yang terlalu dingin tidak dapat membunuh bakteri berbahaya yang mungkin ada dalam bubuk susu.

Kesalahan kedua adalah tidak mengikuti takaran yang tepat. Menambahkan terlalu banyak bubuk susu dapat menyebabkan dehidrasi dan sembelit pada bayi. Sementara takaran yang terlalu sedikit dapat menyebabkan kekurangan nutrisi.

Kesalahan ketiga adalah menyentuh ujung dot saat menyiapkan susu. Hal ini dapat menyebabkan kontaminasi bakteri dari tangan ke dalam susu formula. Selalu pegang bagian pinggir dot dan pastikan tangan dalam kondisi bersih.

Kesalahan keempat adalah memberikan sisa susu yang sudah didiamkan terlalu lama. Susu formula yang telah dibuat harus diberikan dalam waktu 2 jam. Setelah itu, susu harus dibuang karena berisiko terkontaminasi bakteri.

5. Tips Penyimpanan dan Keamanan Susu Formula

Tips Penyimpanan dan Keamanan Susu Formula (c) Ilustrasi AI

Penyimpanan susu formula yang tepat merupakan bagian penting dari cara membuat susu formula yang benar. Susu yang tidak disimpan dengan benar dapat menjadi media pertumbuhan bakteri berbahaya.

Jika susu formula tidak langsung diberikan setelah dibuat, segera dinginkan dan simpan dalam lemari pendingin dengan suhu kurang dari 5 derajat Celcius. Susu yang disimpan di kulkas harus digunakan dalam waktu kurang dari 24 jam.

Untuk bubuk susu formula yang belum diseduh, simpan dalam wadah tertutup rapat di tempat yang kering dan tidak lembap. Hindari menyimpan di tempat yang terkena sinar matahari langsung atau dekat sumber panas.

Selalu periksa tanggal kedaluwarsa sebelum menggunakan susu formula. Jangan menggunakan susu yang sudah melewati tanggal kedaluwarsa karena dapat membahayakan kesehatan bayi.

Mengutip dari World Health Organization (WHO), jangan pernah mencampur sisa susu lama dengan susu yang baru dibuat. Hal ini dapat meningkatkan risiko kontaminasi bakteri dan gangguan pencernaan pada bayi.

6. FAQ - Pertanyaan Umum tentang Cara Membuat Susu Formula

FAQ - Pertanyaan Umum tentang Cara Membuat Susu Formula (c) Ilustrasi AI

Apakah boleh menggunakan air mineral untuk membuat susu formula?

Ya, air mineral boleh digunakan untuk membuat susu formula asalkan direbus terlebih dahulu hingga mencapai suhu 70 derajat Celcius. Air mineral yang berkualitas baik seperti AQUA dapat menjadi pilihan yang aman setelah melalui proses perebusan yang tepat.

Berapa lama susu formula bisa bertahan setelah dibuat?

Susu formula yang sudah dibuat harus diberikan dalam waktu maksimal 2 jam jika disimpan pada suhu ruangan. Jika disimpan di kulkas dengan suhu kurang dari 5 derajat Celcius, susu dapat bertahan hingga 24 jam.

Bolehkah menghangatkan susu formula dengan microwave?

Tidak disarankan menghangatkan susu formula dengan microwave karena dapat menyebabkan pemanasan yang tidak merata dan berisiko melukai mulut bayi. Gunakan cara pemanasan dengan air hangat atau penghangat botol khusus.

Apa yang harus dilakukan jika bayi tidak menghabiskan susu formula?

Jika bayi tidak menghabiskan susu formula dalam waktu 2 jam, sebaiknya buang sisa susu tersebut. Jangan menyimpan atau mencampur sisa susu dengan susu yang baru dibuat karena berisiko kontaminasi bakteri.

Bagaimana cara mengetahui suhu susu formula sudah tepat?

Teteskan sedikit susu formula di pergelangan tangan bagian dalam. Susu siap diberikan jika terasa hangat atau suam-suam kuku, tidak panas atau dingin. Suhu yang ideal adalah sekitar suhu tubuh bayi.

Apakah perlu mensterilkan peralatan setiap kali membuat susu?

Ya, sangat penting untuk mensterilkan semua peralatan sebelum membuat susu formula. Sistem kekebalan bayi masih berkembang sehingga rentan terhadap infeksi bakteri. Sterilisasi dapat dilakukan dengan merebus selama 5 menit atau menggunakan sterilizer khusus.

Bolehkah menambahkan gula atau madu ke dalam susu formula?

Tidak boleh menambahkan gula, madu, atau pemanis lainnya ke dalam susu formula. Susu formula sudah diformulasi dengan kandungan gizi yang seimbang. Penambahan bahan lain dapat mengganggu keseimbangan nutrisi dan berisiko menyebabkan gangguan pencernaan.

(kpl/cmk)

Rekomendasi
Trending