Cara Menggunakan Bioplacenton yang Benar untuk Penyembuhan Luka Optimal
cara menggunakan bioplacenton (h)
Kapanlagi.com - Bioplacenton adalah obat topikal berbentuk gel yang bermanfaat untuk mempercepat penyembuhan luka sekaligus mencegah infeksi.[7] Mengetahui cara menggunakan bioplacenton yang tepat sangat penting agar pengobatan berjalan maksimal dan luka bisa pulih dengan cepat.
Obat ini mengandung dua bahan aktif utama, yaitu neomycin sulfate 0,5% dan ekstrak plasenta 10% yang bekerja sinergis.[8] Bioplacenton dapat digunakan pada berbagai jenis luka seperti luka bakar, luka sayat, luka terinfeksi, hingga luka kronis yang sulit sembuh.[7]
Neomycin merupakan antibiotik yang digunakan untuk mencegah atau mengobati infeksi kulit akibat bakteri.[1] Obat ini tidak efektif terhadap infeksi jamur atau virus, sehingga cara menggunakan bioplacenton harus disesuaikan dengan jenis luka yang dialami.[1]
Advertisement
Menurut Alodokter, Bioplacenton termasuk golongan obat resep yang sebaiknya digunakan berdasarkan anjuran dokter.[7] Meski begitu, memahami panduan penggunaan dasar bisa membantu memastikan obat bekerja secara optimal.
1. 1. Cara Menggunakan Bioplacenton untuk Luka Ringan Sehari-hari
Luka ringan seperti lecet, goresan kecil, atau luka akibat gesekan merupakan kondisi yang umum ditangani dengan obat topikal. Cara menggunakan bioplacenton untuk jenis luka ini perlu diperhatikan agar penyerapan obat bisa berlangsung sempurna dan luka tidak bertambah parah.
Cuci tangan dengan sabun dan air mengalir: Bersihkan area kulit yang terluka secara menyeluruh, lalu keringkan dengan lembut.[1] Langkah ini mencegah masuknya bakteri tambahan ke luka.
Oleskan gel secara tipis dan merata pada luka: Gunakan obat dalam jumlah kecil, setara dengan luas permukaan ujung jari, pada area kulit yang sudah dibersihkan.[6] Hindari mengoleskan terlalu banyak.
Hindari menutup luka dengan perban: Jangan menggunakan perban, plester, kosmetik, losion, atau obat kulit lainnya pada area yang sedang diobati kecuali dokter menginstruksikan.[1]
Cuci tangan kembali setelah pengolesan: Cuci tangan setelah mengaplikasikan obat untuk mencegah penyebaran obat ke area yang tidak membutuhkan.[1]
Ulangi pemakaian 4-6 kali sehari: Oleskan gel sesuai kebutuhan atau berdasarkan resep dokter.[7] Usahakan pada jam yang sama setiap harinya.
2. 2. Cara Menggunakan Bioplacenton untuk Luka Bakar
Luka bakar merupakan salah satu kondisi utama yang ditangani dengan Bioplacenton. Menurut KlikDokter, kandungan ekstrak plasenta pada obat ini dapat mempercepat peremajaan kulit serta pemulihan luka bakar.[9] Berikut langkah cara menggunakan bioplacenton pada luka bakar ringan.
Pastikan luka bakar sudah didinginkan terlebih dahulu: Alirkan air dingin selama beberapa menit pada area luka sebelum mengoleskan obat apa pun. Langkah ini membantu mengurangi suhu jaringan kulit yang terbakar.
Bersihkan area luka dengan lembut: Sebelum mengaplikasikan obat, cuci area yang terkena dengan sabun dan air, lalu keringkan secara menyeluruh.[2]
Oleskan gel Bioplacenton tipis-tipis: Aplikasikan secara merata pada permukaan luka bakar. Jangan gunakan obat ini dalam jumlah berlebihan.[8]
Jangan menutup luka dengan perban ketat: Biarkan luka mendapat sirkulasi udara. Penutupan luka hanya boleh dilakukan atas anjuran dokter.[7]
Konsultasikan dengan dokter jika luka bakar parah: Jangan gunakan obat ini tanpa berkonsultasi terlebih dahulu untuk luka dalam, luka tusuk, luka bakar serius, atau area yang luas.[6]
Menurut penelitian yang dipublikasikan di PubMed, plasenta manusia telah digunakan untuk penyembuhan luka seperti luka bakar, ulkus kronis, dan kerusakan kulit.[5] Hal ini menunjukkan bahwa kandungan ekstrak plasenta dalam Bioplacenton memang memiliki dasar ilmiah yang kuat.
3. 3. Cara Menggunakan Bioplacenton pada Luka Terinfeksi
Luka yang sudah terinfeksi bakteri memerlukan penanganan khusus. Bioplacenton mengandung neomycin sulfate yang berperan menghentikan pertumbuhan bakteri penyebab infeksi, sehingga cara menggunakan bioplacenton pada kondisi ini harus lebih teliti.[7]
Identifikasi tanda-tanda infeksi pada luka: Perhatikan apakah luka menunjukkan kemerahan, bengkak, nyeri bertambah, atau keluarnya nanah. Jika ada gejala demikian, segera konsultasikan ke dokter sebelum menggunakan obat.[7]
Bersihkan luka dari kotoran dan jaringan mati: Gunakan air mengalir dan sabun untuk membersihkan area luka. Pastikan tidak ada kotoran yang tertinggal.[2]
Keringkan luka dengan kain bersih: Tepuk-tepuk area luka secara lembut untuk mengeringkan tanpa merusak jaringan yang sedang pulih.
Oleskan Bioplacenton gel tipis pada area infeksi: Gunakan secukupnya, tidak lebih dari ukuran ujung jari untuk setiap area.[6]
Pantau perkembangan luka secara rutin: Jika masalah kulit tidak membaik dalam 1 minggu, atau justru bertambah buruk, segera periksakan ke tenaga medis profesional.[2]
Menurut American Academy of Family Physicians (AAFP), infeksi ringan yang bersifat superfisial dapat ditangani dengan agen topikal, sedangkan infeksi ringan dan sedang yang melibatkan jaringan lebih dalam harus diobati dengan antibiotik oral.[4]
4. 4. Cara Menggunakan Bioplacenton pada Area Tubuh Anak
Penggunaan Bioplacenton pada anak memerlukan kehati-hatian ekstra. Meski obat ini boleh digunakan oleh anak-anak, cara menggunakan bioplacenton pada si kecil harus di bawah pengawasan dokter.[9]
Konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter anak: Konsultasikan dengan dokter sebelum menggunakan obat pada anak di bawah 2 tahun, luka tusuk besar, gigitan hewan, atau luka bakar serius.[6]
Hindari penggunaan di area selangkangan atau popok: Jangan mengoleskan neomycin ke area popok anak, terutama jika kulit sedang lecet, kecuali diarahkan oleh dokter.[1]
Jika harus diaplikasikan di area popok, hindari popok ketat: Menurut Hello Sehat, penggunaan popok ketat atau celana berbahan plastik bisa meningkatkan penyerapan obat dan memicu efek samping berbahaya.[8]
Gunakan jumlah yang sangat sedikit: Pada anak-anak, area luka biasanya lebih kecil. Oleskan obat tipis-tipis secukupnya saja.[7]
Pantau reaksi alergi secara ketat: Perhatikan apakah muncul kemerahan, gatal, bengkak, atau reaksi tidak biasa lainnya pada kulit anak.[9]
5. 5. Cara Menggunakan Bioplacenton Sesuai Jadwal yang Tepat
Konsistensi jadwal pemakaian menjadi faktor penting dalam keberhasilan pengobatan. Cara menggunakan bioplacenton sesuai jadwal yang benar memastikan obat terserap dengan sempurna dan bekerja optimal pada luka.[7]
Tetapkan jadwal pemakaian yang konsisten: Usahakan menggunakan obat pada jam yang sama setiap harinya. Hal ini membantu tubuh menerima obat secara teratur.[7]
Gunakan 4-6 kali sehari sesuai kebutuhan: Dosis umum Bioplacenton adalah dioles tipis sebanyak 4 hingga 6 kali dalam sehari, atau sesuai resep dokter.[7]
Jika lupa satu dosis, segera oleskan: Oleskan dosis yang terlewat segera setelah teringat. Namun, jika sudah mendekati waktu dosis berikutnya, lewati dosis yang terlewat dan lanjutkan jadwal normal.[1]
Jangan menggandakan dosis: Tidak diperbolehkan mengaplikasikan dua kali lipat obat untuk mengganti dosis yang terlewat.[7]
Batasi penggunaan maksimal 1 minggu: Jangan gunakan obat ini lebih dari 1 minggu kecuali diinstruksikan oleh dokter.[6] Penggunaan jangka panjang berisiko menimbulkan infeksi sekunder seperti infeksi jamur.[8]
6. 6. Cara Menyimpan Bioplacenton dengan Benar
Selain mengetahui cara menggunakan bioplacenton, kamu juga perlu memahami teknik penyimpanan yang benar. Obat topikal memerlukan penanganan khusus agar kualitasnya tetap terjaga.
Simpan pada suhu ruangan: Menurut Hello Sehat, Bioplacenton sebaiknya disimpan dalam suhu ruangan antara 15-30°C.[8] Simpan pada suhu ruangan dan jauhkan dari panas berlebih serta kelembaban tinggi (bukan di kamar mandi).[1]
Jauhkan dari paparan sinar matahari langsung: Paparan cahaya bisa menurunkan efektivitas bahan aktif obat.[8]
Tutup kemasan dengan rapat setelah digunakan: Pastikan tutup tube terpasang erat untuk menjaga sterilitas gel.[7]
Jauhkan dari jangkauan anak-anak: Simpan obat dalam kemasan aslinya, tertutup rapat, dan jauhkan dari jangkauan anak-anak.[1]
Periksa tanggal kedaluwarsa secara berkala: Selalu pastikan obat masih layak digunakan sebelum mengaplikasikannya.[7]
7. Mengenal Kandungan dan Cara Kerja Bioplacenton
Bioplacenton mengandung dua bahan aktif utama yang bekerja secara sinergis untuk proses penyembuhan luka. Memahami kandungan ini penting agar kamu bisa memaksimalkan manfaat saat menggunakan obat.
Neomycin sulfate 0,5%: Neomycin membunuh jenis bakteri tertentu dengan cara menghambat bakteri membuat protein yang mereka butuhkan untuk bertahan hidup.[1] Bahan ini berfungsi sebagai antibiotik topikal yang mencegah dan mengatasi infeksi pada luka.
Ekstrak plasenta 10%: Bahan ini merupakan zat sintetis yang menyerupai plasenta manusia. Fungsinya adalah memicu pembentukan jaringan baru pada kulit yang terluka serta menjaga elastisitas kulit.[8]
Basis gel (jelly base): Formulasi gel memudahkan pengaplikasian pada luka dan membantu penyerapan bahan aktif ke dalam kulit.[9]
Bioplacenton diproduksi oleh Kalbe Farma dan tersedia dalam kemasan tube berisi 15 gram.[9] Obat ini termasuk golongan obat keras yang idealnya didapatkan dengan resep dokter.[7]
Baca juga: Tanaman obat luka luar agar lebih cepat mengering
8. Efek Samping Bioplacenton yang Perlu Diwaspadai
Seperti obat-obatan lainnya, Bioplacenton juga memiliki potensi efek samping meskipun jarang terjadi jika digunakan sesuai aturan. Berikut beberapa efek samping yang mungkin muncul dan perlu diwaspadai saat kamu menerapkan cara menggunakan bioplacenton.
Efek samping ringan pada kulit: Kemerahan, gatal, sensasi terbakar, bengkak, dan iritasi pada area yang diolesi obat. Segera periksakan ke dokter jika muncul gatal, ruam, kemerahan, bengkak, atau tanda iritasi kulit lain yang tidak ada sebelum penggunaan obat.[2]
Biduran: Beberapa orang mungkin mengalami biduran atau urtikaria sebagai reaksi terhadap bahan aktif obat.[7]
Gangguan pendengaran: Pada kasus yang jarang terjadi, neomycin dapat terserap ke dalam tubuh melalui kulit yang terluka dan menyebabkan masalah ginjal serta kesulitan pendengaran.[1]
Penurunan jumlah urine: Efek samping berupa gangguan fungsi ginjal bisa ditandai dengan jarang buang air kecil, mudah haus, dan linglung.[7]
Gangguan penyerapan nutrisi: Penggunaan jangka panjang neomycin dapat mempengaruhi kemampuan tubuh mencerna makanan.[9]
Infeksi jamur sekunder: Infeksi jamur bisa muncul akibat penggunaan obat melebihi 1 minggu.[8]
Baca juga: Penyakit kulit yang wajib segera diobati
9. Risiko Alergi Neomycin dan Cara Mengantisipasinya
Salah satu hal yang jarang dibahas namun sangat penting diketahui adalah potensi alergi terhadap neomycin. Neomycin rentan menyebabkan dermatitis kontak alergi dan dinyatakan sebagai Contact Allergen of the Year tahun 2010 oleh American Contact Dermatitis Society (ACDS).[4] Memahami risiko ini sangat krusial sebelum menerapkan cara menggunakan bioplacenton pada luka.
Penggunaan yang berkepanjangan atau berulang dapat menyebabkan ruam yang meradang dan basah pada area yang terkena.[4] Individu yang menderita dermatitis atopik mungkin lebih sensitif terhadap neomycin.[4]
Jika kamu mengalami alergi terhadap neomycin, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan. Reaktivitas silang dapat terjadi terhadap antibiotik aminoglikosida terkait lainnya, seperti kanamycin, tobramycin, framycetin, gentamicin, amikacin, dan streptomycin.[4] Oleh karena itu, penting untuk memberitahu dokter tentang riwayat alergi terhadap antibiotik golongan aminoglikosida sebelum menggunakan Bioplacenton.
10. Kondisi Luka yang Bisa Ditangani dengan Bioplacenton
Bioplacenton tidak hanya diperuntukkan bagi satu jenis luka saja. Menurut Hello Sehat, obat ini memiliki indikasi penggunaan yang cukup luas untuk berbagai kondisi kulit yang memerlukan penanganan antibiotik sekaligus percepatan penyembuhan.[8]
Luka bakar ringan hingga sedang: Termasuk luka akibat terkena knalpot, tersiram air panas, atau luka bakar termal lainnya.[8]
Ulkus dekubitus: Luka tekan yang sering dialami oleh pasien yang terbaring lama di tempat tidur.[8]
Pioderma dan impetigo: Infeksi kulit yang disebabkan oleh bakteri, terutama impetigo yang umum dialami anak-anak.[8]
Luka yang penyembuhannya lambat: Luka kronis yang tidak kunjung sembuh dalam waktu normal.[8]
Luka pasca operasi: Membantu mencegah infeksi dan mempercepat regenerasi kulit pada bekas sayatan operasi.[7]
Eksim terinfeksi: Kondisi kulit eksim yang mengalami infeksi bakteri sekunder.[7]
Penting untuk diingat bahwa meskipun Bioplacenton memiliki cakupan penggunaan yang luas, tidak semua jenis luka cocok ditangani dengan obat ini. Luka yang disebabkan oleh virus, seperti herpes atau kutil, memerlukan jenis obat yang berbeda karena neomycin hanya efektif terhadap bakteri.[1]
11. Interaksi Bioplacenton dengan Obat Lain
Meskipun interaksi obat pada penggunaan topikal lebih jarang terjadi dibandingkan obat oral, tetap ada kemungkinan Bioplacenton berinteraksi dengan obat atau bahan aktif tertentu. Menurut Alodokter, belum diketahui secara pasti interaksi obat yang bisa terjadi, namun kemungkinan tersebut tidak bisa dikesampingkan.[7]
Menurut KlikDokter, Bioplacenton dapat berinteraksi dengan beberapa antibiotik aminoglikosida lain seperti amikacin, gentamicin, kanamycin, paromomycin, streptomycin, dan tobramycin.[9] Penggunaan bersamaan dengan antibiotik sejenis bisa meningkatkan risiko efek samping.
Hal ini sejalan dengan informasi dari sumber internasional bahwa reaktivitas silang dapat terjadi terhadap antibiotik aminoglikosida terkait, dan terdapat tingkat ko-sensitivitas yang tinggi terhadap bacitracin.[4] Oleh karena itu, selalu informasikan kepada dokter mengenai semua obat topikal atau obat minum yang sedang digunakan untuk menghindari interaksi yang merugikan.
12. FAQ
Berapa kali sehari Bioplacenton boleh digunakan?
Dosis umum cara menggunakan bioplacenton adalah dioles tipis-tipis pada area luka sebanyak 4 hingga 6 kali sehari atau sesuai kebutuhan dan resep dari dokter. Pastikan tidak melebihi frekuensi yang dianjurkan.[7]
Apakah Bioplacenton boleh digunakan pada luka wajah?
Bioplacenton boleh digunakan pada area kulit yang terluka, namun harus menghindari area mata, hidung, dan mulut. Jika obat tidak sengaja mengenai area tersebut, segera bilas dengan air bersih.[7]
Berapa lama maksimal penggunaan Bioplacenton?
Cara menggunakan bioplacenton yang benar adalah tidak melebihi durasi 1 minggu. Penggunaan jangka panjang berisiko menyebabkan infeksi bakteri sekunder atau infeksi jamur. Jika luka belum membaik dalam 1 minggu, konsultasikan ke dokter.[7]
Apakah Bioplacenton perlu resep dokter?
Bioplacenton termasuk dalam golongan obat keras. Meskipun bisa diperoleh di apotek, sebaiknya penggunaan obat ini berdasarkan resep dan konsultasi dengan dokter untuk memastikan kesesuaian dengan kondisi luka.[7]
Apakah Bioplacenton aman untuk ibu hamil?
Penggunaan Bioplacenton pada ibu hamil harus di bawah pengawasan dokter. Belum ada cukup bukti mengenai keamanan obat ini terhadap janin, sehingga obat hanya boleh digunakan jika manfaatnya lebih besar daripada risikonya.[7]
Apa yang harus dilakukan jika lupa mengoleskan Bioplacenton?
Jika lupa mengoleskan obat saat jadwalnya, segera gunakan begitu teringat. Namun jika sudah mendekati waktu dosis berikutnya, lewati dosis yang terlewat dan lanjutkan jadwal seperti biasa. Jangan menggandakan dosis untuk mengganti yang terlewat.[1]
Bolehkah luka yang diolesi Bioplacenton ditutup dengan perban?
Secara umum, luka yang baru diolesi Bioplacenton sebaiknya tidak ditutup dengan perban kecuali dokter menganjurkan demikian. Membiarkan luka terbuka membantu sirkulasi udara dan mencegah penyerapan obat berlebih.[7] Cara menggunakan bioplacenton yang tepat memang mengutamakan pengolesan tipis tanpa penutup.
Memahami secara menyeluruh cara menggunakan bioplacenton beserta segala peringatan dan efek sampingnya akan membantu proses penyembuhan luka berlangsung lebih aman dan efektif. Selalu prioritaskan konsultasi dengan tenaga medis profesional sebelum menggunakan obat ini, terutama untuk kondisi luka yang memerlukan penanganan khusus.
Daftar Referensi
- MedlinePlus. Neomycin Topical. Diakses pada 25 Maret 2026, dari https://medlineplus.gov/druginfo/meds/a682274.html
- Mayo Clinic. Neomycin (Topical Route) – Side Effects and Dosage. Diakses pada 25 Maret 2026, dari https://www.mayoclinic.org/drugs-supplements/neomycin-topical-route/description/drg-20065033
- MDPI Bioengineering. Placental-Derived Biomaterials and Their Application to Wound Healing: A Review. Diakses pada 25 Maret 2026, dari https://www.mdpi.com/2306-5354/10/7/829
- American Academy of Family Physicians (AAFP). Common Questions About Wound Care. Diakses pada 25 Maret 2026, dari https://www.aafp.org/pubs/afp/issues/2015/0115/p86.html
- DermNet NZ. Neomycin Contact Allergy. Diakses pada 25 Maret 2026, dari https://dermnetnz.org/topics/allergy-to-neomycin
- PubMed. The Effect of Human Placenta Extract in a Wound Healing Model. Diakses pada 25 Maret 2026, dari https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/20548228/
- Drugs.com. Neomycin Topical Dosage Guide. Diakses pada 25 Maret 2026, dari https://www.drugs.com/dosage/neomycin-topical.html
- Alodokter. Bioplacenton – Manfaat, Dosis, dan Efek Samping. Diakses pada 25 Maret 2026, dari https://www.alodokter.com/bioplacenton
- Hello Sehat. Bioplacenton: Kegunaan, Dosis, Efek Samping, dll. Diakses pada 25 Maret 2026, dari https://hellosehat.com/obat-suplemen/bioplacenton/
- KlikDokter. Bioplacenton – Manfaat, Dosis, dan Efek Samping. Diakses pada 25 Maret 2026, dari https://www.klikdokter.com/obat/obat-kulit/bioplacenton
(kpl/fds)
Advertisement