Cara Menggunakan Susu Evaporasi untuk Masakan dan Minuman yang Lebih Lezat
Keunggulan Susu Evaporasi Dibandingkan Susu Segar (h)
Kapanlagi.com - Susu evaporasi merupakan produk susu yang telah melalui proses pemanasan hingga kehilangan sekitar 60% kadar airnya, menghasilkan tekstur lebih kental dan rasa yang lebih pekat.[1] Bahan serbaguna ini bisa digunakan untuk berbagai olahan masakan maupun minuman. Memahami cara menggunakan susu evaporasi dengan tepat akan membantu Anda menciptakan hidangan yang lebih creamy dan kaya rasa.
Berbeda dengan susu kental manis, susu evaporasi tidak mengandung gula tambahan sehingga cocok untuk hidangan gurih maupun manis.[4] Rasa manisnya yang ringan berasal dari gula laktosa alami dalam susu sapi. Cara menggunakan susu evaporasi pun sangat beragam, mulai dari campuran minuman hingga bahan utama dalam aneka dessert.
Susu evaporasi bisa ditemukan dalam kemasan kaleng maupun kotak di supermarket terdekat. Produk ini memiliki masa simpan yang panjang dan bisa bertahan lebih dari satu tahun dalam kondisi belum dibuka.[3] Kepraktisan inilah yang menjadikannya bahan dapur yang layak selalu tersedia di rumah.
Advertisement
Menurut Healthline, susu evaporasi memiliki kandungan kalsium, magnesium, dan zinc yang lebih tinggi dibandingkan susu sapi segar.[1] Produk ini tersedia dalam varian whole, low-fat, dan skim, sehingga bisa disesuaikan dengan kebutuhan nutrisi Anda.[6]
1. 1. Cara Menggunakan Susu Evaporasi sebagai Pengganti Susu Segar
Salah satu cara menggunakan susu evaporasi yang paling mendasar adalah sebagai pengganti susu segar biasa. Metode ini sangat berguna ketika Anda kehabisan stok susu segar di rumah, karena susu evaporasi memiliki masa simpan yang jauh lebih panjang.[3]
Campurkan dengan air: Encerkan susu evaporasi dengan air dalam rasio 1:1 untuk mendapatkan konsistensi yang mirip susu segar biasa.[5] Misalnya, campurkan ½ cangkir susu evaporasi dengan ½ cangkir air.[6]
Aduk hingga tercampur rata: Pastikan campuran susu dan air teraduk sempurna agar konsistensinya merata dan tidak ada bagian yang terlalu kental.
Gunakan sesuai kebutuhan resep: Susu evaporasi yang sudah diencerkan bisa langsung digunakan untuk sereal, oatmeal, atau resep masakan lainnya yang membutuhkan susu biasa.[3]
Sesuaikan kekentalan: Tambahkan lebih banyak air jika ingin lebih encer, atau kurangi air untuk hasil yang lebih kental sesuai selera.[2]
Banyak negara di dunia masih mengandalkan metode ini ketika susu segar tidak mudah didapatkan.[5] Susu evaporasi yang telah diencerkan juga nikmat dituangkan ke dalam segelas kopi susu hangat di pagi hari.
2. 2. Cara Menggunakan Susu Evaporasi dalam Campuran Kopi dan Teh
Menambahkan susu evaporasi ke dalam kopi atau teh adalah cara menggunakan susu evaporasi yang populer di berbagai belahan dunia. Teksturnya yang kental memberikan sensasi creamy yang lebih kaya dibandingkan susu biasa.[8]
Seduh kopi atau teh terlebih dahulu: Siapkan secangkir kopi atau teh favorit Anda menggunakan metode seduh yang biasa digunakan.
Kocok kaleng sebelum dibuka: Kocok kaleng susu evaporasi sebelum membukanya agar kandungannya tercampur merata.[6]
Tuangkan 1-2 sendok makan: Tambahkan susu evaporasi langsung ke dalam cangkir kopi atau teh tanpa perlu diencerkan terlebih dahulu untuk mendapatkan rasa creamy yang optimal.[7]
Aduk hingga merata: Aduk perlahan sampai susu evaporasi tercampur sempurna dengan minuman Anda.
Susu evaporasi memiliki protein yang lebih stabil berkat proses pemanasan selama produksi, sehingga tidak mudah menggumpal atau terpisah saat dicampurkan ke dalam minuman panas yang bersifat asam seperti kopi.[4] Bagi Anda yang menyukai kopi dengan tambahan susu, susu evaporasi bisa menjadi alternatif half-and-half yang lebih ekonomis.[7]
3. 3. Cara Menggunakan Susu Evaporasi untuk Membuat Saus Creamy
Saus creamy menjadi salah satu aplikasi terbaik untuk cara menggunakan susu evaporasi di dapur. Kemampuannya menahan suhu tinggi tanpa pecah menjadikannya bahan ideal untuk saus yang membutuhkan waktu masak lama.[4]
Panaskan susu evaporasi dengan api sedang: Tuangkan susu evaporasi ke dalam panci dan panaskan secara perlahan. Hindari api besar agar susu tidak gosong.
Tambahkan bumbu dan keju: Masukkan keju parut, bawang putih cincang, atau rempah sesuai resep saus yang diinginkan. Susu evaporasi sangat cocok untuk saus bechamel, alfredo, atau saus keju.[2]
Aduk terus hingga mengental: Aduk secara konsisten agar saus tidak menggumpal dan teksturnya menjadi halus sempurna.
Tambahkan larutan maizena jika perlu: Untuk kekentalan ekstra, campurkan sedikit tepung maizena yang sudah dilarutkan air dingin ke dalam saus.[4]
Menurut sumber dari New England Dairy, susu evaporasi juga bisa membantu menjaga saus keju tetap halus dan konsisten, terutama bagi Anda yang sering mengalami kesulitan menjaga tekstur saus keju buatan rumah.[5]
4. 4. Cara Menggunakan Susu Evaporasi dalam Adonan Kue
Proses baking menjadi lebih istimewa ketika Anda mengetahui cara menggunakan susu evaporasi sebagai bahan campuran adonan kue. Susu ini memberikan kelembapan dan tekstur yang lebih lembut pada hasil panggang.[2]
Gantikan susu biasa dalam resep: Gunakan susu evaporasi sebagai pengganti susu segar dalam resep kue. Jika resep membutuhkan 1 cangkir susu, gunakan ½ cangkir susu evaporasi dicampur ½ cangkir air.[6]
Gunakan langsung tanpa diencerkan: Untuk kue yang menginginkan tekstur lebih padat dan creamy, Anda bisa langsung menggunakan susu evaporasi tanpa diencerkan.[8]
Campurkan ke adonan basah: Masukkan susu evaporasi bersamaan dengan telur dan bahan basah lainnya, lalu aduk hingga tercampur rata sebelum digabungkan dengan bahan kering.
Panggang sesuai instruksi resep: Ikuti suhu dan waktu panggang yang ditentukan dalam resep. Susu evaporasi umumnya tidak mengubah waktu panggang secara signifikan.
Susu evaporasi memberikan sentuhan rasa karamel halus pada kue berkat reaksi Maillard yang terjadi selama proses evaporasi susu.[2] Berbagai jenis kue dan puding bisa mendapatkan manfaat dari penggunaan bahan ini.
5. 5. Cara Menggunakan Susu Evaporasi untuk Sup Krim
Sup krim yang lembut dan kaya rasa bisa Anda buat dengan menerapkan cara menggunakan susu evaporasi sebagai bahan utama pengganti krim. Hasilnya tetap creamy namun dengan kalori yang lebih rendah dibandingkan menggunakan heavy cream.[7]
Masak sayuran dan bumbu dasar: Tumis bawang bombay, bawang putih, dan sayuran pilihan seperti brokoli, jamur, atau labu hingga layu dan harum.
Tambahkan kaldu: Tuang kaldu ayam atau sayuran ke dalam panci, lalu masak hingga sayuran empuk.
Tuangkan susu evaporasi: Masukkan susu evaporasi tanpa diencerkan untuk mendapatkan tekstur sup yang kental dan creamy. Gunakan sekitar 1 cangkir susu evaporasi untuk setiap 4 porsi sup.[6]
Masak dengan api kecil: Aduk perlahan dan masak dengan api kecil selama 5-10 menit agar rasa menyatu sempurna. Hindari mendidihkan terlalu lama.
Susu evaporasi bekerja sangat baik dalam resep sup karena tidak mudah terpisah saat dimasak dalam waktu lama, termasuk saat dimasak menggunakan slow cooker.[4]
6. 6. Cara Menggunakan Susu Evaporasi sebagai Pengganti Heavy Cream
Banyak orang belum mengetahui bahwa cara menggunakan susu evaporasi bisa menjadi solusi cerdas untuk menggantikan heavy cream dalam berbagai resep, dengan kandungan lemak yang jauh lebih rendah.[7]
Gantikan dengan rasio 1:1: Untuk resep yang membutuhkan heavy cream sebagai bahan cair, gunakan susu evaporasi dengan takaran yang sama.[7]
Perhatikan jenis resep: Susu evaporasi bekerja sangat baik sebagai pengganti krim dalam pasta, sup, saus, dan es krim.[2]
Tambahkan sedikit mentega jika perlu: Untuk menambah kekayaan rasa yang mendekati heavy cream, campurkan sedikit mentega leleh ke dalam susu evaporasi.
Hindari untuk membuat whipped cream: Susu evaporasi tidak bisa dikocok menjadi whipped cream dalam kondisi normal, kecuali dibekukan terlebih dahulu hingga hampir beku.[6]
Menurut Food Network, susu evaporasi bisa "menyaingi half-and-half" dalam hal kekentalan, dan bisa langsung dituangkan dari kaleng untuk digunakan sebagai pengganti krim dalam banyak resep.[7]
7. 7. Cara Menggunakan Susu Evaporasi untuk Dessert dan Puding
Dunia dessert menawarkan banyak peluang untuk menerapkan cara menggunakan susu evaporasi secara kreatif. Mulai dari puding, flan, hingga tres leches cake, susu evaporasi memberikan tekstur yang lebih kaya dan lembut.[4]
Pilih resep dessert yang sesuai: Susu evaporasi sangat cocok untuk puding, custard, mango sago, flan, dan pai.[8]
Campurkan dengan bahan lain sesuai resep: Campur susu evaporasi dengan telur, gula, dan bahan perasa seperti vanila atau cokelat.
Masak dengan suhu yang tepat: Untuk custard dan flan, gunakan teknik bain-marie (kukus dalam wadah berisi air) agar hasilnya lembut dan merata.
Dinginkan sebelum disajikan: Simpan dessert dalam kulkas minimal 2 jam agar teksturnya set sempurna.
Kandungan air yang lebih rendah pada susu evaporasi membuat dessert menghasilkan konsistensi yang lebih cepat dan lebih stabil.[4] Nada karamel halus yang muncul dari proses evaporasi juga melengkapi rasa vanila, cokelat, dan karamel dengan sangat baik.
8. 8. Cara Menggunakan Susu Evaporasi untuk Telur Orak-Arik yang Lebih Fluffy
Ternyata ada cara menggunakan susu evaporasi yang mungkin belum banyak diketahui, yaitu untuk membuat telur orak-arik yang lebih fluffy dan lembut. Teknik ini menjadi rahasia banyak koki profesional.[4]
Siapkan telur dan susu evaporasi: Gunakan 1 sendok makan susu evaporasi untuk setiap 1 butir telur yang akan dimasak.[4]
Kocok hingga tercampur rata: Kocok telur bersama susu evaporasi sampai campuran menjadi homogen dan sedikit berbusa.
Masak dengan api kecil: Panaskan sedikit mentega di wajan, lalu tuang campuran telur. Masak dengan api kecil dan aduk perlahan.[4]
Angkat saat masih sedikit basah: Jangan memasak telur terlalu lama. Angkat dari kompor saat telur masih terlihat sedikit lembap untuk tekstur terbaik.
Menurut Tasting Table, "susu evaporasi adalah bahan rahasia untuk telur orak-arik yang lebih fluffy."[4] Rasa susu yang pekat tanpa rasa manis berlebih menambah tekstur dan rasa pada telur Anda.
9. 9. Cara Menggunakan Susu Evaporasi dalam Masakan Tradisional Indonesia
Di Indonesia, cara menggunakan susu evaporasi yang cukup populer adalah sebagai pengganti santan dalam beberapa masakan tradisional. Susu evaporasi memberikan rasa creamy yang lebih ringan namun tetap gurih.[8]
Gunakan sebagai pengganti santan pada soto Betawi: Susu evaporasi bisa menggantikan santan untuk kuah soto yang lebih ringan namun tetap kental.
Tambahkan ke minuman tradisional: Campurkan susu evaporasi ke dalam es kopi susu, Thai tea, atau smoothie untuk rasa yang lebih kaya.
Campurkan ke dalam adonan kue tradisional: Susu evaporasi cocok digunakan untuk membuat puding, es krim, dan roti.
Masukkan di akhir proses memasak: Saat digunakan sebagai pengganti santan, tuangkan susu evaporasi menjelang akhir memasak agar rasanya tidak berubah terlalu banyak akibat pemanasan lama.
Susu evaporasi bisa menjadi alternatif yang lebih praktis dan tahan lama dibandingkan santan, terutama bagi pelaku bisnis kuliner yang membutuhkan bahan dengan konsistensi stabil.[8]
10. Tips Menyimpan Susu Evaporasi Setelah Dibuka
Mengetahui cara menyimpan susu evaporasi dengan benar sama pentingnya dengan memahami cara menggunakannya. Penyimpanan yang tepat akan menjaga kualitas rasa dan keamanan produk ini.
Pindahkan ke wadah kedap udara: Setelah kaleng dibuka, segera pindahkan sisa susu evaporasi ke wadah tertutup rapat. Jangan menyimpannya di dalam kaleng karena bisa mengubah rasa.[6]
Simpan di kulkas: Susu evaporasi yang sudah dibuka harus disimpan di lemari es pada suhu dingin.[6]
Gunakan dalam 5-7 hari: Habiskan susu evaporasi yang sudah dibuka dalam waktu 5 hingga 7 hari untuk menjaga kesegaran dan keamanannya.[6]
Jangan dibekukan dalam kondisi cair: Membekukan susu evaporasi akan mengubah teksturnya menjadi berair dan tidak lagi ideal untuk sebagian besar resep.[6]
Untuk kaleng yang belum dibuka: Simpan di tempat sejuk dan kering seperti rak dapur. Susu evaporasi yang belum dibuka bisa bertahan 1-2 tahun.[3]
Periksa kondisi kaleng: Hindari membeli atau menggunakan kaleng yang penyok, berkarat, bocor, atau tutupnya mengembung karena menandakan produk sudah tidak aman.[6]
Jika Anda memiliki sisa susu evaporasi setelah membuka kaleng, manfaatkan untuk dicampurkan ke dalam minuman segar, kopi, teh, atau olahan masakan di hari-hari berikutnya agar tidak terbuang sia-sia.
11. Perbedaan Susu Evaporasi dan Susu Kental Manis
Banyak orang masih keliru membedakan antara susu evaporasi dan susu kental manis. Padahal, keduanya memiliki karakteristik yang sangat berbeda meski tampilan kemasan dan teksturnya mirip. Memahami perbedaan ini penting agar cara menggunakan susu evaporasi dalam resep tidak keliru.
Susu evaporasi dan susu kental manis sama-sama dibuat dengan menghilangkan sekitar 60% kandungan air dari susu segar.[2] Namun, perbedaan utamanya terletak pada kandungan gula. Susu evaporasi tidak mengandung gula tambahan, sementara susu kental manis ditambahkan gula dalam jumlah besar yang memberinya konsistensi kental seperti sirup dan rasa sangat manis.[2]
Karena perbedaan ini, keduanya tidak bisa dipertukarkan begitu saja dalam resep. Susu evaporasi lebih cocok untuk hidangan gurih seperti saus pasta dan sup, sedangkan susu kental manis umumnya digunakan untuk dessert manis dan minuman.[5] Menggunakan susu kental manis sebagai pengganti susu evaporasi dalam resep gurih akan membuat hidangan menjadi terlalu manis.[2]
Dari segi nutrisi, perbedaannya juga signifikan. Menurut Healthline, hanya 1 ons (30 mL) susu kental manis sudah mengandung sekitar 122 kalori dan 20 gram gula, hampir setara dengan 1 cangkir penuh susu evaporasi.[1]
12. Kandungan Nutrisi Susu Evaporasi
Memahami kandungan nutrisi susu evaporasi akan membantu Anda memanfaatkannya secara lebih bijak dalam pola makan sehari-hari. Berikut gambaran nutrisi utama yang terkandung dalam susu evaporasi.
Protein: Mengandung protein tinggi yang penting untuk membangun dan memperbaiki jaringan tubuh.[8]
Kalsium: Menyediakan lebih dari 50% kebutuhan harian kalsium per cangkir, jauh lebih tinggi dibandingkan susu segar biasa.[1]
Fosfor: Berperan penting untuk kesehatan tulang dan gigi.[8]
Magnesium: Menyumbang sekitar 15% kebutuhan harian, penting untuk fungsi otak, jantung, dan otot.[1]
Zinc: Memberikan sekitar 18% kebutuhan harian, lebih dari dua kali lipat dibandingkan susu segar, yang mendukung pencernaan dan fungsi imun.[1]
Vitamin A dan D: Banyak produk susu evaporasi yang difortifikasi dengan vitamin A dan D untuk mendukung kesehatan mata, tulang, dan imunitas.[1]
Menurut Alodokter, dalam 1 gelas atau sekitar 250 ml susu evaporasi terdapat sekitar 345 kalori, 25 gram karbohidrat, 20 gram lemak, 17,5 gram protein, 600 mg kalsium, dan 490 mg fosfor.[8] Angka ini menunjukkan konsentrasi nutrisi yang jauh lebih tinggi dibandingkan susu segar pada volume yang sama.
13. Manfaat Susu Evaporasi untuk Kesehatan
Selain serbaguna di dapur, susu evaporasi juga memberikan sejumlah manfaat kesehatan berkat kandungan nutrisinya yang terkonsentrasi. Berikut adalah beberapa manfaat utama yang bisa Anda dapatkan.
Susu evaporasi bermanfaat untuk meningkatkan daya tahan tubuh berkat kandungan vitamin A dan C yang membantu produksi sel darah putih untuk melawan infeksi.[8] Konsumsi rutin yang diimbangi pola makan sehat juga membantu mencegah osteoporosis karena kandungan kalsium, protein, dan fosfor yang menjaga kepadatan tulang.[8]
Menurut Healthline, susu evaporasi bisa bermanfaat bagi mereka yang ingin menambah berat badan secara sehat karena konsentrasi nutrisinya yang tinggi tanpa tambahan gula berlebih.[1] Produk susu sapi, termasuk susu evaporasi, juga kaya kalsium yang dapat membantu menurunkan kadar kolesterol jahat dan menjaga kesehatan jantung.[8]
Namun, penting untuk mengonsumsi susu evaporasi secara bijak. Menurut Alodokter, orang yang alergi susu sapi atau mengalami intoleransi laktosa tidak dianjurkan mengonsumsi susu evaporasi karena kandungan laktosanya cenderung lebih tinggi.[8] Konsultasikan dengan dokter jika Anda memiliki kondisi kesehatan tertentu sebelum rutin mengonsumsinya.
Baca juga: Bisakah Susu Evaporasi Gantikan Kelezatan Santan pada Sajian Favorit?
14. Cara Membuat Susu Evaporasi Sendiri di Rumah
Jika Anda tidak menemukan susu evaporasi di toko terdekat, Anda bisa membuatnya sendiri di rumah dengan bahan dan peralatan sederhana. Menurut Alodokter, proses ini cukup mudah dan bisa dilakukan oleh siapa saja.[9]
Siapkan susu cair: Gunakan sekitar 2 cangkir (500 ml) susu cair segar. Susu whole milk akan menghasilkan susu evaporasi yang paling mirip dengan produk kemasan.[9]
Panaskan dengan api sedang: Tuang susu ke dalam panci dan panaskan. Gunakan teknik simmering, yaitu didihkan lalu kecilkan api, sambil terus diaduk secara konsisten.[9]
Tunggu hingga volume berkurang setengah: Masak selama sekitar 10-25 menit atau sampai volume susu berkurang setengahnya. Susu akan berubah warna menjadi sedikit keemasan saat mulai siap.[9]
Matikan api dan dinginkan: Setelah mencapai kekentalan yang diinginkan, matikan kompor dan biarkan susu evaporasi buatan Anda mendingin.[9]
Saring dan simpan: Saring susu untuk menghilangkan lapisan tipis yang mungkin terbentuk, lalu simpan di wadah kedap udara dalam kulkas. Gunakan dalam 5 hari.[3]
Alternatif dengan susu bubuk: Anda juga bisa mencampurkan susu bubuk dengan air hingga mendapatkan kekentalan yang mirip susu evaporasi.[9]
Susu evaporasi buatan sendiri ini sudah siap digunakan untuk berbagai resep, mulai dari campuran minuman hingga adonan kue favorit Anda.
15. Keunggulan Susu Evaporasi Dibandingkan Susu Segar
Susu evaporasi memiliki beberapa keunggulan praktis yang membuatnya layak dijadikan andalan di dapur. Berikut adalah alasan mengapa banyak orang mulai beralih menggunakan susu evaporasi untuk kebutuhan memasak dan membuat minuman.
Dari segi penyimpanan, susu evaporasi jauh lebih unggul karena bisa bertahan berbulan-bulan bahkan bertahun-tahun dalam kondisi belum dibuka tanpa perlu disimpan di kulkas.[3] Hal ini menjadikannya pilihan ideal untuk persediaan darurat, perjalanan berkemah, atau rumah tangga yang tidak sering menggunakan susu segar.
Dalam hal memasak, susu evaporasi memberikan tekstur yang lebih kental dan rasa yang lebih kaya dibandingkan susu biasa.[2] Menurut sumber dari Taste of Home, susu evaporasi "menambahkan tekstur creamy dan sentuhan rasa karamel halus pada hidangan penutup maupun masakan gurih."[2] Kemampuannya menahan suhu tinggi tanpa pecah juga menjadikannya bahan yang andal untuk proses memasak jangka panjang.
Secara ekonomis, susu evaporasi cenderung lebih terjangkau dan mengurangi risiko pemborosan karena masa simpannya yang panjang. Menurut Liputan6.com, penggunaannya dalam masakan bisa memberikan kekayaan rasa tanpa perlu menambahkan terlalu banyak lemak atau kalori.[10] Bagi Anda yang gemar bereksperimen di dapur, susu evaporasi membuka peluang untuk menciptakan hidangan lezat dan kreatif dengan bahan yang lebih simpel.
16. FAQ
Apakah susu evaporasi bisa langsung diminum tanpa diolah?
Ya, susu evaporasi bisa diminum langsung dari kaleng atau dicampurkan dengan air terlebih dahulu agar konsistensinya lebih ringan. Namun, cara menggunakan susu evaporasi yang paling umum adalah sebagai bahan tambahan masakan atau minuman untuk mendapatkan rasa creamy yang lebih kaya.[3]
Apa perbedaan utama susu evaporasi dan susu kental manis?
Perbedaan utamanya terletak pada kandungan gula. Susu evaporasi tidak mengandung gula tambahan dan rasanya cenderung tidak manis, sedangkan susu kental manis ditambahkan gula dalam jumlah besar sehingga rasanya sangat manis dan teksturnya seperti sirup.[2] Keduanya tidak selalu bisa saling menggantikan dalam resep.
Bagaimana cara menggunakan susu evaporasi untuk menggantikan susu biasa?
Cara menggunakan susu evaporasi sebagai pengganti susu biasa cukup mudah. Campurkan susu evaporasi dengan air dalam perbandingan 1:1, lalu gunakan campuran tersebut dalam resep yang membutuhkan susu segar.[5] Hasilnya akan memiliki rasa yang sedikit lebih kaya dibandingkan susu biasa.
Apakah susu evaporasi aman untuk penderita intoleransi laktosa?
Susu evaporasi masih mengandung laktosa karena terbuat dari susu sapi. Menurut Alodokter, kandungan laktosa dalam susu evaporasi bahkan cenderung lebih tinggi dibandingkan susu segar biasa.[8] Penderita intoleransi laktosa sebaiknya berkonsultasi dengan dokter sebelum mengonsumsinya.
Berapa lama susu evaporasi bisa disimpan setelah dibuka?
Setelah kaleng dibuka, pindahkan susu evaporasi ke wadah kedap udara dan simpan di dalam kulkas. Gunakan dalam waktu 5 hingga 7 hari untuk menjaga kualitas dan keamanannya.[6] Hindari membekukan susu evaporasi karena teksturnya akan berubah menjadi tidak ideal.
Bisakah susu evaporasi menggantikan heavy cream dalam resep?
Ya, cara menggunakan susu evaporasi sebagai pengganti heavy cream cukup efektif untuk banyak resep. Gunakan dengan rasio 1:1 sebagai pengganti krim pada saus, sup, dan pasta.[7] Hasilnya akan sedikit lebih ringan namun tetap memberikan sensasi creamy yang memuaskan.
Hidangan apa saja yang cocok menggunakan susu evaporasi?
Susu evaporasi sangat serbaguna dan bisa digunakan untuk membuat sup krim, saus creamy, es krim, puding, flan, kue, mac and cheese, serta campuran kopi dan teh.[2] Bahan ini cocok untuk hidangan manis maupun gurih sehingga menjadi andalan di banyak dapur.
Daftar Referensi
- Healthline. Evaporated Milk: Nutrition Facts, Benefits, and Downsides. Diakses pada 25 Maret 2026, dari https://www.healthline.com/nutrition/evaporated-milk-nutrition
- Taste of Home. 51 Best Evaporated Milk Recipes From Breakfast to Dessert. Diakses pada 25 Maret 2026, dari https://www.tasteofhome.com/collection/recipes-using-evaporated-milk/
- Food Network. What Is Evaporated Milk? Diakses pada 25 Maret 2026, dari https://www.foodnetwork.com/how-to/packages/food-network-essentials/what-is-evaporated-milk
- Tasting Table. 19 Best Ways To Use Canned Evaporated Milk. Diakses pada 25 Maret 2026, dari https://www.tastingtable.com/1451151/best-ways-use-canned-evaporated-milk/
- New England Dairy. Evaporated Milk 101 | Creative Ways to Use Evaporated Milk. Diakses pada 25 Maret 2026, dari https://www.newenglanddairy.com/blog-post/evaporated-milk-101/
- Unlock Food. How to Use Evaporated Milk. Diakses pada 25 Maret 2026, dari https://www.unlockfood.ca/en/Articles/Cooking-And-Food/Milk,-Yogurt-and-Cheese/All-About-Evaporated-Milk.aspx
- Food Network. The Best Evaporated Milk Substitutes To Use When You've Run Out. Diakses pada 25 Maret 2026, dari https://www.foodnetwork.com/how-to/packages/food-network-essentials/evaporated-milk-substitute
- Alodokter. Susu Evaporasi: Ini Kandungan, Manfaat, dan Tips Mengonsumsinya. Diakses pada 25 Maret 2026, dari https://www.alodokter.com/susu-evaporasi-kandungan-manfaat-dan-cara-mengonsumsinya
- Alodokter. Buat Susu Evaporated Sendiri dan Dapatkan Manfaatnya. Diakses pada 25 Maret 2026, dari https://www.alodokter.com/buat-susu-evaporated-sendiri-dan-dapatkan-manfaatnya
- Liputan6.com. 5 Resep Olahan Susu Evaporasi yang Enak dan Lembut, Mudah Dibuat. Diakses pada 25 Maret 2026, dari https://www.liputan6.com/hot/read/5608002/5-resep-olahan-susu-evaporasi-yang-enak-dan-lembut-mudah-dibuat
(kpl/fds)
Advertisement
D Academy 8
-
Dangdut Academy Sederet Peserta Dangdut Academy 8 Tersenggol, Rekan Ikut Sedih