Contoh Surat Izin Tidak Masuk Kerja Karena Keluarga Meninggal

Contoh Surat Izin Tidak Masuk Kerja Karena Keluarga Meninggal
contoh surat izin tidak masuk kerja karena keluarga meninggal

Kapanlagi.com - Kehilangan anggota keluarga merupakan momen yang sangat berat bagi setiap orang. Dalam situasi seperti ini, seorang karyawan perlu mengajukan izin tidak masuk kerja untuk menghadiri pemakaman dan memberikan dukungan kepada keluarga. Menyampaikan kabar duka sekaligus permohonan izin melalui surat resmi menunjukkan profesionalisme di tengah kesedihan.

Surat izin tidak masuk kerja karena keluarga meninggal berbeda dengan surat izin pada umumnya karena sifatnya yang mendesak dan tidak dapat ditunda. Perusahaan umumnya memberikan kebijakan khusus untuk situasi duka cita, sehingga karyawan dapat mengurus keperluan pemakaman tanpa khawatir kehilangan hak cuti atau pemotongan gaji. Namun, tetap penting untuk menyampaikan pemberitahuan secara formal kepada atasan atau HRD.

Artikel ini akan membahas cara membuat contoh surat izin tidak masuk kerja karena keluarga meninggal yang baik dan benar. Anda akan menemukan berbagai format surat yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan, mulai dari surat formal hingga pemberitahuan melalui pesan singkat untuk situasi darurat.

1. Pengertian Surat Izin Tidak Masuk Kerja Karena Keluarga Meninggal

Pengertian Surat Izin Tidak Masuk Kerja Karena Keluarga Meninggal (c) Ilustrasi AI

Surat izin tidak masuk kerja karena keluarga meninggal adalah dokumen resmi yang dibuat karyawan untuk memberitahukan kepada perusahaan bahwa mereka tidak dapat hadir bekerja karena ada anggota keluarga yang meninggal dunia. Surat ini berfungsi sebagai pemberitahuan sekaligus permohonan izin untuk menghadiri prosesi pemakaman dan menyelesaikan urusan keluarga yang berkaitan dengan kematian tersebut.

Berbeda dengan izin sakit atau keperluan pribadi lainnya, izin karena kematian keluarga termasuk dalam kategori cuti khusus yang diatur dalam peraturan ketenagakerjaan. Menurut Undang-Undang Ketenagakerjaan No. 13 Tahun 2003 Pasal 93, karyawan berhak mendapatkan upah penuh meskipun tidak masuk kerja karena anggota keluarga dalam satu rumah meninggal dunia. Hal ini menunjukkan bahwa perusahaan wajib memberikan kelonggaran kepada karyawan yang sedang berduka.

Surat ini biasanya mencakup informasi penting seperti identitas karyawan, hubungan dengan almarhum atau almarhumah, tanggal meninggal, dan perkiraan durasi izin yang dibutuhkan. Meskipun situasinya mendesak, menyampaikan izin secara tertulis tetap penting untuk keperluan administrasi perusahaan dan sebagai bukti formal ketidakhadiran karyawan.

Dalam praktiknya, banyak perusahaan yang memahami kondisi darurat ini dan menerima pemberitahuan melalui telepon atau pesan singkat terlebih dahulu, dengan surat tertulis dapat menyusul setelah karyawan kembali bekerja. Namun, tetap disarankan untuk mengirimkan surat resmi sesegera mungkin agar proses administrasi dapat berjalan lancar dan tidak menimbulkan masalah di kemudian hari.

2. Komponen Penting dalam Surat Izin Karena Keluarga Meninggal

Komponen Penting dalam Surat Izin Karena Keluarga Meninggal (c) Ilustrasi AI

Membuat surat izin tidak masuk kerja karena keluarga meninggal memerlukan beberapa komponen penting agar surat tersebut dapat diterima dengan baik oleh perusahaan. Komponen pertama adalah keterangan tempat dan tanggal pembuatan surat yang ditulis di pojok kanan atas. Informasi ini penting untuk dokumentasi dan arsip perusahaan mengenai kapan permohonan izin diajukan.

Komponen kedua adalah perihal atau subjek surat yang menjelaskan tujuan surat secara singkat, misalnya "Permohonan Izin Tidak Masuk Kerja" atau "Pemberitahuan Izin Duka Cita". Setelah itu, tuliskan alamat tujuan surat kepada pihak yang berwenang, biasanya kepada HRD atau atasan langsung. Gunakan sapaan formal seperti "Kepada Yth." diikuti dengan nama dan jabatan penerima surat.

Bagian isi surat harus mencakup identitas lengkap karyawan seperti nama, nomor induk pegawai, jabatan, dan divisi. Kemudian jelaskan alasan izin dengan menyebutkan anggota keluarga yang meninggal dan hubungan kekerabatan dengan jelas. Misalnya, "ayah kandung saya" atau "nenek dari pihak ibu". Informasi ini penting karena perusahaan biasanya memiliki kebijakan berbeda terkait durasi cuti berdasarkan tingkat kekerabatan.

Cantumkan juga perkiraan durasi izin yang dibutuhkan, biasanya antara 1-3 hari tergantung kebijakan perusahaan dan jarak lokasi pemakaman. Akhiri surat dengan kalimat penutup yang sopan dan ucapan terima kasih atas pengertian perusahaan. Jangan lupa untuk membubuhkan tanda tangan dan nama terang di bagian bawah surat sebagai bentuk validasi dokumen resmi.

3. Contoh Surat Izin Formal Karena Keluarga Meninggal

Contoh Surat Izin Formal Karena Keluarga Meninggal (c) Ilustrasi AI

Berikut adalah beberapa contoh surat izin tidak masuk kerja karena keluarga meninggal yang dapat Anda gunakan sebagai referensi dan disesuaikan dengan situasi masing-masing.

Contoh 1: Surat Izin Karena Orang Tua Meninggal

Bandung, 26 Oktober 2024

Hal: Permohonan Izin Tidak Masuk Kerja

Kepada Yth.
Kepala Bagian HRD
PT Maju Bersama Sejahtera
Jalan Sudirman No. 45
Bandung

Dengan hormat,

Saya yang bertanda tangan di bawah ini:

Nama: Ahmad Fauzi
NIP: 2024001234
Jabatan: Staff Administrasi
Divisi: Keuangan

Dengan berat hati saya memberitahukan bahwa ayah kandung saya telah meninggal dunia pada hari Jumat, 25 Oktober 2024 pukul 22.00 WIB. Sehubungan dengan hal tersebut, saya memohon izin untuk tidak masuk kerja selama 3 hari terhitung mulai tanggal 26-28 Oktober 2024 untuk mengurus prosesi pemakaman dan keperluan keluarga.

Selama masa izin, saya tetap dapat dihubungi melalui telepon atau email untuk keperluan pekerjaan yang mendesak. Pekerjaan yang saya tinggalkan akan segera saya selesaikan setelah kembali bekerja.

Demikian surat izin ini saya sampaikan. Atas perhatian dan pengertiannya, saya ucapkan terima kasih.

Hormat saya,

Ahmad Fauzi

Contoh 2: Surat Izin Karena Kakek/Nenek Meninggal

Jakarta, 15 Maret 2024

Hal: Permohonan Izin Tidak Masuk Kerja

Kepada Yth.
Bapak Direktur Operasional
PT Karya Mandiri
Jakarta Selatan

Dengan hormat,

Saya yang bertanda tangan di bawah ini:

Nama: Siti Nurhaliza
NIP: 2023005678
Jabatan: Marketing Executive
Divisi: Pemasaran

Dengan ini memberitahukan bahwa nenek saya telah meninggal dunia pada hari Kamis, 14 Maret 2024. Oleh karena itu, saya memohon izin untuk tidak masuk kerja pada hari ini, Jumat 15 Maret 2024, untuk menghadiri prosesi pemakaman di Bogor.

Saya berencana kembali bekerja seperti biasa pada hari Senin, 18 Maret 2024. Untuk pekerjaan yang mendesak, saya telah berkoordinasi dengan rekan kerja saya, Ibu Dewi, untuk menangani sementara.

Demikian surat izin ini saya buat dengan sebenar-benarnya. Atas perhatian dan kebijaksanaannya, saya ucapkan terima kasih.

Hormat saya,

Siti Nurhaliza

Contoh 3: Surat Izin Karena Saudara Kandung Meninggal

Surabaya, 8 Juli 2024

Hal: Permohonan Izin Tidak Masuk Kerja

Kepada Yth.
Kepala Bagian Personalia
PT Sejahtera Abadi
Jalan Pemuda No. 123
Surabaya

Dengan hormat,

Saya yang bertanda tangan di bawah ini:

Nama: Budi Santoso
NIP: 2022003456
Jabatan: Supervisor Produksi
Divisi: Operasional

Dengan sangat berduka saya memberitahukan bahwa adik kandung saya meninggal dunia pada hari Minggu, 7 Juli 2024 akibat kecelakaan. Sehubungan dengan musibah ini, saya memohon izin untuk tidak masuk kerja selama 2 hari pada tanggal 8-9 Juli 2024 untuk mengurus keperluan pemakaman dan mendampingi keluarga.

Saya telah menginformasikan kepada tim mengenai ketidakhadiran saya dan telah mendelegasikan tugas kepada Bapak Andi sebagai pengganti sementara. Saya akan kembali bekerja pada hari Rabu, 10 Juli 2024.

Demikian surat izin ini saya sampaikan. Atas pengertian dan dukungannya, saya ucapkan terima kasih.

Hormat saya,

Budi Santoso

4. Cara Menyampaikan Izin Melalui WhatsApp atau Telepon

Cara Menyampaikan Izin Melalui WhatsApp atau Telepon (c) Ilustrasi AI

Dalam situasi darurat seperti kematian anggota keluarga, tidak selalu memungkinkan untuk langsung membuat surat formal. Oleh karena itu, pemberitahuan awal melalui WhatsApp atau telepon kepada atasan menjadi pilihan yang lebih praktis dan cepat. Yang terpenting adalah menyampaikan informasi dengan jelas dan sopan meskipun melalui media informal.

Ketika menghubungi atasan melalui telepon, sampaikan kabar dengan tenang dan jelas. Mulai dengan menyebutkan identitas Anda, kemudian sampaikan kabar duka dengan sopan. Jelaskan hubungan kekerabatan dengan yang meninggal dan informasikan perkiraan durasi izin yang Anda butuhkan. Jangan lupa untuk menanyakan apakah ada prosedur khusus yang perlu Anda ikuti atau dokumen yang harus disiapkan.

Untuk pemberitahuan melalui WhatsApp, gunakan bahasa yang formal namun tetap ringkas. Contohnya: "Selamat pagi Pak/Bu, dengan berat hati saya memberitahukan bahwa ayah saya meninggal dunia tadi malam. Saya mohon izin untuk tidak masuk kerja hari ini dan besok untuk mengurus prosesi pemakaman. Surat izin resmi akan saya sampaikan setelah kembali bekerja. Terima kasih atas pengertiannya."

Meskipun sudah memberitahukan melalui telepon atau WhatsApp, tetap penting untuk mengirimkan surat izin formal setelah situasi sedikit membaik. Surat tertulis diperlukan untuk keperluan administrasi perusahaan dan sebagai bukti resmi ketidakhadiran Anda. Biasanya perusahaan memberikan kelonggaran untuk menyerahkan surat menyusul setelah karyawan kembali bekerja, namun sebaiknya tidak menunda terlalu lama agar tidak menimbulkan masalah administratif.

5. Hak Cuti Karyawan Saat Keluarga Meninggal

Hak Cuti Karyawan Saat Keluarga Meninggal (c) Ilustrasi AI

Setiap karyawan memiliki hak untuk mendapatkan cuti khusus ketika anggota keluarga meninggal dunia. Hak ini diatur dalam peraturan ketenagakerjaan dan biasanya juga tercantum dalam peraturan perusahaan masing-masing. Pemahaman tentang hak ini penting agar karyawan tidak merasa khawatir kehilangan upah atau menghadapi sanksi saat mengambil izin untuk keperluan duka cita.

Berdasarkan Undang-Undang Ketenagakerjaan No. 13 Tahun 2003, karyawan berhak menerima upah penuh meskipun tidak masuk kerja karena anggota keluarga dalam satu rumah meninggal dunia. Ketentuan ini memberikan perlindungan kepada karyawan agar dapat fokus mengurus keperluan keluarga tanpa harus memikirkan pemotongan gaji. Durasi cuti yang diberikan umumnya berkisar antara 1-3 hari kerja tergantung kebijakan perusahaan.

Beberapa perusahaan memiliki kebijakan yang lebih detail mengenai durasi cuti berdasarkan tingkat kekerabatan. Misalnya, untuk orang tua, pasangan, atau anak kandung biasanya diberikan cuti 2-3 hari. Sementara untuk kakek, nenek, atau saudara kandung mungkin diberikan 1-2 hari. Untuk kerabat yang lebih jauh seperti paman, bibi, atau sepupu, kebijakan bisa berbeda-beda antar perusahaan.

Penting untuk mengetahui kebijakan spesifik perusahaan tempat Anda bekerja mengenai cuti duka cita. Informasi ini biasanya tercantum dalam buku panduan karyawan atau peraturan perusahaan yang diberikan saat orientasi. Jika tidak yakin, Anda dapat menghubungi bagian HRD untuk mendapatkan penjelasan lebih lanjut. Memahami hak Anda akan membantu dalam mengajukan izin dengan lebih percaya diri dan sesuai prosedur yang berlaku.

6. Tips Profesional Saat Mengajukan Izin Duka Cita

  1. Segera Informasikan kepada Atasan - Hubungi atasan atau HRD sesegera mungkin setelah mengetahui kabar duka, bahkan jika belum sempat membuat surat formal. Pemberitahuan dini membantu perusahaan mengatur ulang jadwal kerja dan mendelegasikan tugas Anda kepada rekan kerja lain.
  2. Sampaikan Informasi dengan Jelas - Berikan informasi yang lengkap mengenai siapa yang meninggal, hubungan kekerabatan, dan perkiraan durasi izin yang dibutuhkan. Kejelasan informasi memudahkan perusahaan dalam memproses permohonan izin Anda dengan cepat.
  3. Koordinasikan Pekerjaan yang Tertunda - Sebelum mengambil izin, jika memungkinkan, informasikan kepada rekan kerja mengenai pekerjaan yang sedang berjalan. Berikan instruksi singkat atau delegasikan tugas mendesak kepada orang yang tepat agar operasional tidak terganggu.
  4. Tetap Dapat Dihubungi untuk Hal Mendesak - Meskipun sedang berduka, tunjukkan profesionalisme dengan menyatakan kesediaan untuk dihubungi jika ada urusan pekerjaan yang sangat mendesak. Namun, pastikan untuk menetapkan batasan yang wajar sesuai kondisi Anda.
  5. Siapkan Dokumen Pendukung Jika Diperlukan - Beberapa perusahaan mungkin meminta dokumen pendukung seperti surat kematian atau undangan pemakaman. Siapkan dokumen ini jika diminta, namun umumnya perusahaan tidak terlalu ketat dalam hal ini mengingat situasi yang sensitif.
  6. Kirimkan Surat Resmi Setelah Kembali Bekerja - Jika belum sempat membuat surat formal sebelum izin, pastikan untuk mengirimkannya segera setelah kembali bekerja. Surat ini penting untuk keperluan administrasi dan arsip perusahaan.
  7. Ucapkan Terima Kasih atas Pengertian - Setelah kembali bekerja, sampaikan terima kasih kepada atasan dan rekan kerja yang telah membantu selama Anda tidak hadir. Apresiasi ini menunjukkan sikap profesional dan menghargai dukungan yang diberikan.

7. FAQ (Pertanyaan yang Sering Diajukan)

FAQ (Pertanyaan yang Sering Diajukan) (c) Ilustrasi AI

1. Berapa lama durasi izin yang bisa diambil saat keluarga meninggal?

Durasi izin karena keluarga meninggal umumnya berkisar antara 1-3 hari kerja tergantung kebijakan perusahaan dan tingkat kekerabatan. Untuk keluarga inti seperti orang tua, pasangan, atau anak biasanya diberikan 2-3 hari, sedangkan untuk kerabat lain mungkin 1-2 hari. Sebaiknya cek peraturan perusahaan atau konsultasi dengan HRD untuk informasi yang lebih spesifik.

2. Apakah saya tetap mendapat gaji saat mengambil izin duka cita?

Ya, berdasarkan UU Ketenagakerjaan No. 13 Tahun 2003, karyawan berhak mendapatkan upah penuh meskipun tidak masuk kerja karena anggota keluarga meninggal dunia. Ini termasuk dalam kategori cuti khusus yang tidak mengurangi hak cuti tahunan Anda dan tidak akan dipotong dari gaji bulanan.

3. Apakah boleh memberitahu izin melalui WhatsApp atau harus surat resmi?

Dalam situasi darurat, pemberitahuan awal melalui WhatsApp atau telepon kepada atasan sangat diperbolehkan dan bahkan dianjurkan agar perusahaan segera mengetahui kondisi Anda. Namun, surat izin formal tetap perlu dibuat untuk keperluan administrasi, yang bisa dikirimkan kemudian setelah situasi memungkinkan atau setelah Anda kembali bekerja.

4. Dokumen apa saja yang perlu dilampirkan dalam surat izin?

Umumnya perusahaan tidak terlalu ketat meminta dokumen pendukung untuk izin duka cita mengingat situasinya yang sensitif. Namun, beberapa perusahaan mungkin meminta salinan surat kematian, undangan pemakaman, atau dokumen lain yang relevan. Sebaiknya tanyakan kepada HRD mengenai dokumen apa saja yang diperlukan sesuai kebijakan perusahaan Anda.

5. Bagaimana jika lokasi pemakaman jauh dan butuh waktu lebih lama?

Jika lokasi pemakaman berada di luar kota dan membutuhkan waktu perjalanan yang lama, Anda dapat mengajukan perpanjangan izin dengan menjelaskan situasinya kepada atasan atau HRD. Biasanya perusahaan akan mempertimbangkan kondisi ini dan memberikan kelonggaran tambahan, atau Anda bisa menggunakan cuti tahunan untuk hari-hari tambahan yang dibutuhkan.

6. Apakah izin duka cita mengurangi jatah cuti tahunan saya?

Tidak, izin karena keluarga meninggal dunia termasuk dalam kategori cuti khusus yang terpisah dari cuti tahunan. Jadi, mengambil izin duka cita tidak akan mengurangi jatah cuti tahunan Anda. Ini adalah hak karyawan yang dilindungi oleh undang-undang ketenagakerjaan dan biasanya juga diatur dalam peraturan perusahaan.

7. Bagaimana jika saya baru saja masuk kerja dan belum lama bekerja di perusahaan?

Hak cuti duka cita berlaku untuk semua karyawan tanpa memandang masa kerja. Bahkan jika Anda baru bekerja beberapa minggu atau bulan, Anda tetap berhak mendapatkan izin dan upah penuh saat keluarga meninggal dunia. Jangan ragu untuk mengajukan izin dan jelaskan situasi Anda dengan jujur kepada atasan atau HRD, mereka akan memahami kondisi Anda.

(kpl/fed)

Rekomendasi
Trending