Menurut Riset, Orang yang Suka Begadang Cenderung Lebih Kreatif

Menurut Riset, Orang yang Suka Begadang Cenderung Lebih Kreatif
Menurut Riset, Orang yang Suka Begadang Cenderung Lebih Kreatif (h)

Kapanlagi.com - Pernahkah kamu merasa ide-ide terbaik justru muncul saat semua orang sudah terlelap? Kamu bukan sendiri. Sebuah studi dari Imperial College London yang menganalisis data lebih dari 26.000 orang menemukan hubungan antara preferensi waktu aktivitas seseorang dengan fungsi otak mereka, dan hasilnya mengejutkan. Menurut riset, orang yang suka begadang cenderung lebih kreatif dan memiliki skor kognitif yang lebih tinggi dibandingkan mereka yang bangun pagi. Artikel ini akan membedah sains di balik fenomena itu dan apa artinya bagi kamu.

1. Memahami Kronotype dan Sains di Balik Kebiasaan Begadang

Memahami Kronotype dan Sains di Balik Kebiasaan Begadang (c) Ilustrasi AI

Dalam ilmu kronobiologi, chronotype atau kronotype adalah manifestasi perilaku dari ritme sirkadian seseorang yang menentukan kecenderungan untuk tidur pada waktu tertentu dalam siklus 24 jam. Orang yang aktif di malam hari disebut evening type, sementara yang aktif di pagi hari disebut morning type.[1]

Penelitian menunjukkan bahwa terdapat 22 varian genetik yang terkait dengan kronotype, dan varian-varian ini terjadi dekat gen-gen yang berperan penting dalam fotoresepsi serta ritme sirkadian.[1] Artinya, kebiasaan begadang bukan sekadar soal pilihan. Ada fondasi biologis kuat yang membentuknya.

Psikolog Satoshi Kanazawa melakukan studi dengan merekrut 20.745 remaja dari 80 SMA dan 52 SMP. Lima tahun kemudian, ia mewawancarai kembali 15.197 responden awal dan menemukan bahwa individu dengan kecerdasan tinggi cenderung menjadi night owl.[2] Temuan ini berlaku lintas variabel demografis seperti etnisitas, pendidikan, dan agama. Kanazawa menjelaskan bahwa tidur larut adalah perilaku yang "secara evolusioner baru", dan orang cerdas lebih cenderung mengadopsi perilaku tersebut.[2]

Baca juga: Mengenali Ciri-Ciri Orang Cerdas yang Tersembunyi di Balik Penampilan Sederhana

2. Kreativitas Tinggi Berkat Lingkungan Nokturnal yang Tenang

Ciri kepribadian pertama dan paling menonjol dari para night owl adalah kreativitas yang di atas rata-rata. Mereka cenderung menemukan ide-ide segar pada malam hari, saat distraksi dari dunia luar sudah mereda. Pikiran yang berada dalam kondisi rileks justru lebih terbuka terhadap koneksi antar-ide yang tidak biasa.

Peneliti di Catholic University of the Sacred Heart di Milan menemukan bahwa individu bertipe malam (evening-oriented) lebih kreatif dibandingkan rekan-rekan mereka yang bertipe pagi maupun menengah. Profesor Marina Giampietro menjelaskan bahwa berada di lingkungan nokturnal "dapat mendorong perkembangan semangat non-konvensional dan kemampuan menemukan solusi alternatif serta orisinal."[3]

Studi juga menunjukkan bahwa orang yang tidur larut memiliki level associative thinking yang lebih tinggi, yaitu kemampuan membuat koneksi tak biasa antar-ide. Kemampuan ini sangat sentral dalam kreativitas karena bukan soal mengikuti garis lurus, melainkan menghubungkan titik-titik yang biasanya tidak terkoneksi.[4]

Bayangkan kamu sedang menyelesaikan proyek desain atau menulis cerita di jam 11 malam. Tidak ada notifikasi grup WhatsApp kantor, tidak ada telepon mendadak. Keheningan itu menjadi "ruang aman" bagi otak untuk bereksperimen. Ini yang sering dialami para kreator konten dan musisi Indonesia yang mengaku paling produktif setelah lewat tengah malam.

3. Fungsi Kognitif Lebih Tajam Menurut Studi Berskala Besar

Fungsi Kognitif Lebih Tajam Menurut Studi Berskala Besar (c) Ilustrasi AI

Bukan hanya soal kreativitas, para night owl juga menunjukkan keunggulan dalam fungsi kognitif secara umum. Ini mencakup memori, kecepatan pemrosesan informasi, dan kemampuan penalaran.

Studi yang diterbitkan di jurnal BMJ Public Health (2024) menemukan bahwa tidur 7-9 jam per malam adalah durasi optimal untuk fungsi otak.[5] Lebih menarik lagi, orang bertipe malam memperoleh skor kognitif lebih baik dibandingkan tipe pagi. Tipe pagi secara konsisten menunjukkan skor terendah, sementara tipe malam meraih skor sekitar 13,5% lebih tinggi di salah satu kelompok sampel dan 7,5% lebih tinggi di kelompok lainnya.[5]

Dr. Raha West dari Imperial College London menyatakan, "Studi kami menemukan bahwa orang dewasa yang secara alami lebih aktif di malam hari cenderung memperoleh performa lebih baik dalam tes kognitif dibandingkan mereka yang bertipe pagi. Ini bukan sekadar preferensi personal, kronotype bisa memengaruhi fungsi kognitif kita."[5]

Secara sederhana, kalau kamu merasa otak baru "nyala" setelah jam 8 malam dan susah fokus di meeting jam 9 pagi, bisa jadi itu bukan kelemahan. Itu mungkin kronotype alami yang perlu kamu pahami dan kelola dengan bijak.

4. Pemecah Masalah Ulung dengan Penalaran Induktif Kuat

Orang yang suka begadang tidak hanya kreatif, tetapi juga cenderung unggul dalam memecahkan masalah kompleks. Mereka memiliki kemampuan melihat pola, menganalisis situasi, dan menarik kesimpulan yang tidak terpikirkan oleh kebanyakan orang.

Studi dari University of Madrid terhadap 1.000 remaja menemukan bahwa night owl memperoleh skor lebih tinggi dalam tes penalaran induktif, yang sering digunakan sebagai proksi kecerdasan. Namun, mereka cenderung tertinggal dalam performa akademik dan memiliki pola makan yang kurang sehat.[6]

Menariknya, riset menunjukkan bahwa performa pada tugas yang membutuhkan insight dan kreativitas justru lebih baik saat seseorang bekerja di luar waktu optimalnya, yaitu ketika kontrol perhatian dan inhibisi melemah sehingga memungkinkan infiltrasi stimulus yang kurang relevan ke memori kerja dan memunculkan ide-ide divergen.[7]

Di dunia nyata, ini seperti saat kamu di jam 1 malam tiba-tiba menemukan solusi bug di kode program yang seharian tidak ketemu. Atau saat menyendiri di malam hari, kamu mendapat perspektif baru untuk presentasi kantor besok.

5. Level Stres Lebih Rendah dan Ketahanan Mental Lebih Kuat

Level Stres Lebih Rendah dan Ketahanan Mental Lebih Kuat (c) Ilustrasi AI

Berlawanan dengan stereotip, para night owl tidak selalu stres karena begadang. Justru, beberapa penelitian menunjukkan bahwa mereka cenderung memiliki level stres yang lebih terkendali.

Orang yang bangun pagi memiliki kadar hormon kortisol (hormon stres) yang lebih tinggi. Mereka yang terbangun sebelum pukul 07.21 tidak hanya memiliki kortisol lebih tinggi saat bangun, tetapi juga mempertahankan level tersebut sepanjang hari. Dalam studi lanjutan selama 10 minggu, para early riser lebih rentan mengalami nyeri otot, sakit kepala, dan gejala flu.[8]

Night owl cenderung tidak mudah stres, dan bahkan saat mereka stres, mereka tidak menunjukkannya secara berlebihan. Mereka umumnya lebih tenang dan rileks.[9] Ketenangan mental ini memungkinkan mereka berpikir lebih jernih dan memberikan perhatian lebih lama terhadap satu tugas.

Kalau kamu tipe yang bisa tetap santai menghadapi deadline sambil mengerjakan tugas di malam hari, mungkin ritme alami tubuhmu memang berpihak padamu.

6. Keberanian Mengambil Risiko dan Keterbukaan pada Pengalaman Baru

Keberanian Mengambil Risiko dan Keterbukaan pada Pengalaman Baru (c) Ilustrasi AI

Sifat lain yang melekat pada para begadanger adalah keberanian untuk berpikir dan bertindak di luar kebiasaan. Mereka cenderung memiliki semangat pemberontak yang sehat terhadap konvensi sosial.

Dalam hal trait kepribadian, night owl cenderung mendapat skor lebih tinggi pada dimensi ekstraversi, keterbukaan terhadap pengalaman, dan pencarian hal baru (novelty-seeking). Ada semacam semangat pemberontak dalam diri mereka untuk menantang norma sosial. Kecenderungan ini sering diterjemahkan ke dalam toleransi risiko yang lebih tinggi, baik dalam kehidupan pribadi maupun profesional.[10]

Dr. Jessica Chelekis, pakar tidur dari Brunel University London, menegaskan, "Pesan utama seharusnya adalah bahwa kepercayaan budaya bahwa orang yang bangun pagi lebih produktif daripada night owl tidak terbukti secara ilmiah."[5]

Ini menjelaskan mengapa banyak pengusaha dan inovator mengaku sebagai night owl. Keterbukaan mereka pada hal baru menjadi bahan bakar untuk inovasi.

7. Produktivitas Konsisten yang Bertahan Sepanjang Hari

Banyak yang mengira night owl hanya produktif di malam hari. Kenyataannya, keunggulan mereka justru terletak pada konsistensi performa sepanjang hari.

Studi dari University of Liège di Belgia memonitor aktivitas otak 15 night owl ekstrem dan 16 early bird ekstrem. Hasilnya, kedua kelompok memiliki performa setara saat diuji 1,5 jam setelah bangun. Tetapi setelah 10,5 jam terjaga, para night owl unggul dengan waktu reaksi sekitar 6% lebih baik.[11]

Profesor Daqing Ma dari Imperial College London menyatakan, "Kami menemukan bahwa durasi tidur memiliki efek langsung pada fungsi otak, dan kami percaya bahwa mengelola pola tidur secara proaktif sangat penting untuk meningkatkan dan melindungi cara kerja otak."[5]

Baca juga: Cara Tetap Produktif Bekerja dengan Manajemen Waktu yang Efektif

8. Cek Dirimu: Apakah Kamu Night Owl Sejati?

Jawab lima pertanyaan berikut dengan jujur:

  1. Apakah kamu merasa paling fokus dan energik setelah pukul 9 malam?
  2. Apakah ide-ide terbaikmu sering muncul saat malam hari atau menjelang tidur?
  3. Apakah kamu merasa sulit bangun pagi meskipun sudah tidur cukup lama?
  4. Apakah kamu cenderung menyelesaikan pekerjaan kreatif di malam hari?
  5. Apakah kamu merasa lebih rileks dan menikmati kesendirian di malam hari?

Jika kamu menjawab YA untuk 3 atau lebih pertanyaan, kemungkinan besar kamu memiliki kronotype malam. Ini bukan diagnosis, tapi indikator bahwa otakmu mungkin memang dirancang untuk bersinar setelah matahari terbenam.

9. Apa Kata Pakar Tentang Fenomena Ini?

Apa Kata Pakar Tentang Fenomena Ini? (c) Ilustrasi AI

Azizi Seixas, Associate Director di Center for Translational Sleep and Circadian Sciences, University of Miami, menjelaskan bahwa manfaat kronotype sangat bergantung pada individu itu sendiri. "Hal yang paling penting adalah menemukan siapa dirimu, lalu mengatur seluruh harimu berdasarkan itu. Jika kamu orang malam, kamu mungkin ingin melakukan tugas-tugas kognitif di sore atau malam hari."[12]

Riset dari Wharton Neuroscience Initiative mendukung temuan ini. Prof. Michael Platt menyatakan, "Apa yang ditunjukkan studi ini adalah sesuatu yang telah lama diisyaratkan oleh neurosains: otak tidak dioptimalkan secara seragam sepanjang hari."[13] Pesan pentingnya: kenali ritme alami tubuhmu dan jaga kesehatan mentalmu.

10. Tips Praktis untuk Memaksimalkan Potensi Night Owl

Berikut langkah-langkah yang bisa kamu terapkan, baik kamu seorang night owl sejati maupun ingin mengoptimalkan waktu malammu:

Jika kamu seorang night owl:

  • Jadwalkan tugas kreatif di malam hari. Riset menunjukkan kronotype malam lebih kreatif di sore hingga malam hari.[14] Gunakan waktu ini untuk brainstorming, menulis, atau mendesain.
  • Tetap jaga durasi tidur 7-9 jam. Tidur di bawah 7 jam atau lebih dari 9 jam terbukti menurunkan fungsi kognitif.[5] Kalau kamu tidur jam 1, pastikan bangun tidak lebih awal dari jam 8.
  • Komunikasikan kronotypemu kepada atasan atau tim. Memahami kronotype bisa membantu individu dan tim menghasilkan lebih banyak ide hanya dengan menyesuaikan jadwal kerja kreatif.[13]
  • Manfaatkan keheningan malam untuk deep work. Kondisi mental "lepas tugas" di malam hari memberikan ruang bagi night owl untuk mengeksplorasi ide tanpa urgensi atau gangguan.[4]

Jika kamu bukan night owl tapi ingin lebih kreatif:

  • Coba kerjakan tugas kreatif di luar jam optimal. Riset menunjukkan tugas kreatif justru bisa mendapat manfaat saat dijadwalkan di jam "non-puncak" ketika otak kurang fokus namun lebih terbuka pada koneksi baru.[15]
  • Kurangi distraksi digital saat ingin berpikir kreatif. Matikan notifikasi dan ciptakan lingkungan yang tenang, seperti yang dialami para night owl.
  • Kenali kronotypemu. Kamu bisa menggunakan Morningness-Eveningness Questionnaire (MEQ), alat ilmiah tervalidasi dalam riset kronobiologi, untuk mengetahui kronotypemu secara akurat.[15]

Baca juga: 4 Jenis Kepribadian Manusia Menurut Psikologi

11. Catatan Penting Sebelum Kamu Membenarkan Kebiasaan Begadang

Catatan Penting Sebelum Kamu Membenarkan Kebiasaan Begadang (c) Ilustrasi AI

Dr. Raha West menekankan, "Penting untuk dicatat bahwa ini tidak berarti semua orang yang bertipe pagi memiliki performa kognitif yang lebih buruk. Temuan ini mencerminkan tren keseluruhan di mana mayoritas cenderung mengarah pada kognisi yang lebih baik pada tipe malam."[5]

Begadang yang sehat berbeda dengan kurang tidur kronis. Jika kamu seorang night owl, kuncinya adalah tetap mendapatkan durasi tidur yang cukup, bukan mengorbankan istirahat demi produktivitas semu. Setiap orang punya kronotype unik yang layak dihormati, bukan dipaksakan berubah.

Disclaimer: Artikel ini bersifat edukatif dan bukan pengganti konsultasi dengan psikolog atau tenaga kesehatan mental profesional.

12. FAQ Seputar Begadang dan Kreativitas

Apakah begadang benar-benar membuat seseorang lebih kreatif?

Studi dari Catholic University of the Sacred Heart di Milan membuktikan bahwa individu bertipe malam cenderung lebih kreatif. Profesor Marina Giampietro menjelaskan bahwa lingkungan nokturnal mendorong semangat non-konvensional dan kemampuan menemukan solusi orisinal.[3] Namun, ini berlaku untuk orang yang memang memiliki kronotype malam secara alami, bukan yang memaksakan diri begadang.

Berapa jam tidur ideal untuk night owl agar otak tetap optimal?

Menurut studi Imperial College London yang dipublikasikan di BMJ Public Health, tidur 7-9 jam per malam adalah durasi optimal untuk fungsi otak, terlepas dari kronotype seseorang.[5] Kunci utamanya adalah konsistensi jadwal tidur.

Apakah orang yang bangun pagi kurang cerdas dibandingkan night owl?

Tidak selalu. Dr. Raha West menegaskan bahwa temuan studinya mencerminkan tren umum, bukan berlaku absolut untuk setiap individu. Banyak faktor lain yang memengaruhi kecerdasan seseorang.[5] Kecerdasan seseorang ditentukan oleh banyak variabel, termasuk lingkungan, pendidikan, dan genetik.

Bagaimana cara mengetahui kronotype sendiri?

Cara paling sederhana adalah dengan mengamati diri sendiri: kapan kamu secara alami tidur dan bangun saat akhir pekan? Kapan kamu merasa paling waspada? Kapan tugas mental terasa paling mudah?[15] Untuk hasil lebih akurat, kamu bisa mencoba kuesioner MEQ (Morningness-Eveningness Questionnaire) yang tersedia secara daring.

Daftar Referensi

  1. Wikipedia. Chronotype. Diakses pada 18 Maret 2026, dari https://en.wikipedia.org/wiki/Chronotype
  2. Entrepreneur. Good News From Science: Night Owls Are Smarter and More Creative. Diakses pada 18 Maret 2026, dari https://www.entrepreneur.com/living/good-news-from-science-night-owls-are-smarter-and-more/292961
  3. Giampietro, M. & Cavallera, G.M. (2007). Morning and Evening Types and Creative Thinking. Personality and Individual Differences, 42, 453-463. Dirujuk via Entrepreneur.com dan econtent.hogrefe.com
  4. ZenKind. Why Night Owls Are Often More Creative. Diakses pada 18 Maret 2026, dari https://zenkind.co.uk/why-night-owls-are-often-more-creative/
  5. West, R., et al. (2024). Sleep Duration, Chronotype, Health and Lifestyle Factors Affect Cognition: A UK Biobank Cross-Sectional Study. BMJ Public Health. Diakses pada 18 Maret 2026, dari https://www.imperial.ac.uk/news/254738/being-night-associated-with-mental-sharpness/
  6. Wikipedia. Night Owl. Diakses pada 18 Maret 2026, dari https://en.wikipedia.org/wiki/Night_owl
  7. Tandfonline. Chronotype and Synchrony Effects in Human Cognitive Performance: A Systematic Review. Diakses pada 18 Maret 2026, dari https://www.tandfonline.com/doi/full/10.1080/07420528.2025.2490495
  8. Peninsula Doctor. Night Owls Are Smarter, More Creative & Have Higher IQs. Diakses pada 18 Maret 2026, dari https://www.peninsuladoctor.com/blog/night-owls-are-smarter-more-creative-have-higher-iqs/
  9. ResearchGate. Night Owls: The Lived Experience of Nighttime Learners (Marinas, 2020). Diakses pada 18 Maret 2026, dari https://www.researchgate.net/publication/339903414
  10. NeuroLaunch. Night Owl Psychology: Science Behind Late-Night Personalities. Diakses pada 18 Maret 2026, dari https://neurolaunch.com/night-owls-psychology/
  11. Science (AAAS). Good News for Night Owls. Diakses pada 18 Maret 2026, dari https://www.science.org/content/article/good-news-night-owls
  12. PBS News Weekend. Study Finds Night Owls Have Superior Cognitive Function Compared to Early Risers. Diakses pada 18 Maret 2026, dari https://www.pbs.org/newshour/show/study-finds-night-owls-have-superior-cognitive-function-compared-to-early-risers
  13. Knowledge at Wharton. What's Your Chronotype? How Brain Science Can Boost Performance. Diakses pada 18 Maret 2026, dari https://knowledge.wharton.upenn.edu/article/whats-your-chronotype-how-brain-science-can-boost-performance/
  14. Kühnel, J., et al. (2022). There Is a Time to Be Creative: The Alignment between Chronotype and Time of Day. Academy of Management Journal. Diakses pada 18 Maret 2026, dari https://journals.aom.org/doi/10.5465/amj.2019.0020
  15. Ricker, E. Finding Your Optimal Time of Day for Peak Brain Performance. Diakses pada 18 Maret 2026, dari https://ericker.com/blog/finding-your-optimal-time-of-day.html
  16. Liputan6.com. Penelitian Ungkap Orang yang Suka Begadang adalah Orang Cerdas. Diakses pada 18 Maret 2026, dari https://www.liputan6.com/hot/read/5290723/penelitian-ungkap-orang-yang-suka-begadang-adalah-orang-cerdas

(kpl/fds)

Rekomendasi
Trending