Negara Pindahkan Ibu Kota Masih Jadi Wacana, Ini Daftar Negara yang Bersiap Berubah

negara pindah ibu kota/AI Generated
Kapanlagi.com - Negara pindahkan Ibu Kota bukan lagi langkah yang dilakukan oleh satu atau dua negara saja. Dalam beberapa tahun terakhir, sejumlah pemerintahan mulai merancang hingga menjalankan pemindahan pusat administrasi sebagai bagian dari strategi pembangunan jangka panjang. Alasannya beragam, mulai dari kemacetan, kepadatan penduduk, risiko bencana, hingga pemerataan pertumbuhan ekonomi.
Menurut berbagai kajian tentang perencanaan kota dan administrasi publik, pemindahan ibu kota bukan sekadar memindahkan gedung pemerintahan. Langkah tersebut juga berkaitan dengan pembangunan infrastruktur baru, tata ruang yang lebih terencana, serta upaya menciptakan pusat pemerintahan yang lebih efisien dan berkelanjutan.
Meski demikian, tidak semua proyek berjalan mulus. Ada negara yang telah memulai pembangunan kota baru, sementara yang lain masih berada pada tahap kajian, menghadapi kendala anggaran, atau terkendala aspek hukum dan politik. Dilansir dari berbagai sumber, Kamis (30/7), berikut daftar negara yang tengah bersiap mengubah pusat pemerintahannya.
Advertisement
1. Mesir

Mesir menjadi salah satu negara yang paling jauh melangkah dalam proyek pemindahan pusat pemerintahan. Pemerintah secara bertahap memindahkan berbagai fungsi administrasi dari Kairo menuju New Administrative Capital (NAC) yang berada sekitar 45 kilometer di sebelah timur ibu kota lama.
Pembangunan kota baru ini diumumkan pada 2015 sebagai bagian dari upaya mengurangi tekanan terhadap Kairo yang selama puluhan tahun menghadapi kemacetan lalu lintas, pertumbuhan penduduk yang sangat tinggi, serta kepadatan kawasan perkotaan.
Selain dirancang sebagai pusat pemerintahan, New Administrative Capital juga dipersiapkan menjadi kawasan bisnis modern yang dilengkapi infrastruktur digital, kawasan hunian, pusat keuangan, hingga ruang terbuka hijau. Sejumlah kementerian dan lembaga negara telah mulai beroperasi di kawasan tersebut sehingga kota baru ini kini menjadi pusat administrasi utama Mesir.
2. Iran
Iran termasuk negara yang masih berada pada tahap perencanaan. Pemerintah mengusulkan pemindahan ibu kota dari Teheran menuju kawasan Makran di pesisir tenggara negara tersebut.
Gagasan ini muncul karena Teheran menghadapi berbagai tantangan perkotaan yang semakin kompleks. Kota tersebut dikenal memiliki tingkat kemacetan lalu lintas yang tinggi, polusi udara yang serius, kepadatan penduduk yang besar, serta berada di kawasan dengan risiko gempa bumi.
Berbagai media internasional menyebutkan bahwa pemerintah masih melakukan kajian terhadap kelayakan proyek tersebut. Hingga kini belum ada jadwal pasti mengenai pembangunan maupun proses pemindahan pusat pemerintahan sehingga rencana tersebut masih berstatus sebagai wacana jangka panjang.
3. Korea Selatan

Korea Selatan memiliki pendekatan berbeda dibanding negara lain. Pemerintah tidak sepenuhnya memindahkan ibu kota dari Seoul, melainkan menjalankan kebijakan desentralisasi dengan mengembangkan Sejong City sebagai pusat administrasi pemerintahan.
Sejak mulai dikembangkan pada 2012, berbagai kementerian dan lembaga pemerintah dipindahkan ke Sejong. Langkah ini dilakukan untuk mengurangi konsentrasi aktivitas pemerintahan dan pembangunan yang selama bertahun-tahun terpusat di Seoul.
Walaupun demikian, Seoul tetap berstatus sebagai ibu kota resmi karena pertimbangan konstitusi. Sejong saat ini lebih dikenal sebagai ibu kota administratif sekaligus kota pintar (smart city) yang terus dikembangkan melalui penerapan teknologi, transportasi modern, serta perencanaan kota yang berorientasi pada keberlanjutan.
4. Indonesia
Indonesia menjadi salah satu negara yang sedang menjalankan proses pemindahan ibu kota melalui pembangunan Nusantara di Kalimantan Timur.
Kebijakan tersebut diambil untuk menjawab berbagai persoalan yang selama ini dihadapi Jakarta, mulai dari kemacetan kronis, banjir, penurunan muka tanah (land subsidence), hingga tingginya konsentrasi aktivitas ekonomi di Pulau Jawa.
Nusantara dirancang sebagai kota hutan (forest city) yang mengedepankan konsep pembangunan berkelanjutan. Perencanaannya mencakup kawasan hijau, transportasi modern, penggunaan energi yang lebih ramah lingkungan, serta sistem kota berbasis teknologi.
Proses pembangunan dilakukan secara bertahap. Pemerintah juga menjalankan perpindahan fungsi pemerintahan secara bertahap seiring penyelesaian infrastruktur pendukung sehingga transformasi menuju ibu kota baru berlangsung secara berkelanjutan.
5. Sudan Selatan

Sudan Selatan sebenarnya telah lama memiliki rencana memindahkan ibu kota dari Juba menuju Ramciel yang berada di wilayah tengah negara tersebut.
Rencana itu muncul tidak lama setelah Sudan Selatan memperoleh kemerdekaan pada 2011. Lokasi Ramciel dinilai lebih strategis dan diharapkan mampu memperkuat persatuan nasional sekaligus mengurangi beban pembangunan yang selama ini terpusat di Juba.
Namun hingga kini proyek tersebut belum dapat direalisasikan. Keterbatasan anggaran pembangunan, kondisi politik, serta berbagai tantangan lainnya membuat proses pemindahan terus mengalami penundaan. Akibatnya, Juba masih tetap menjadi ibu kota resmi Sudan Selatan sampai sekarang.
Meski demikian, pemerintah masih mempertahankan gagasan tersebut sebagai bagian dari rencana pembangunan nasional apabila kondisi fiskal dan politik memungkinkan di masa mendatang.
6. Guinea Ekuatorial
Guinea Ekuatorial menjadi contoh negara yang membutuhkan waktu panjang untuk merealisasikan pemindahan ibu kota. Selama bertahun-tahun, pemerintah membangun Ciudad de la Paz yang sebelumnya dikenal sebagai Oyala atau Djibloho sebagai pusat pemerintahan baru di daratan utama negara tersebut.
Pembangunan kota ini dilakukan untuk mengurangi ketergantungan pada Malabo yang berada di Pulau Bioko. Selain pertimbangan administratif, lokasi baru dinilai lebih strategis karena berada di wilayah kontinental sehingga memudahkan koordinasi pemerintahan dan mendorong pemerataan pembangunan.
Pada awal 2026, pemerintah akhirnya menetapkan Ciudad de la Paz sebagai ibu kota baru melalui dekret presiden. Meski status ibu kota telah berubah secara resmi, proses pemindahan berbagai institusi pemerintahan masih berlangsung secara bertahap seiring penyelesaian fasilitas dan infrastruktur pendukung.
7. Mongolia

Mongolia
Mongolia juga beberapa kali masuk dalam daftar negara yang mempertimbangkan pemindahan pusat pemerintahan. Selama bertahun-tahun, sejumlah pejabat dan pakar tata kota mengusulkan agar sebagian fungsi administrasi dipindahkan dari Ulaanbaatar ke wilayah lain yang memiliki ruang pengembangan lebih luas.
Usulan tersebut muncul karena Ulaanbaatar menghadapi berbagai persoalan perkotaan. Pertumbuhan penduduk yang pesat menyebabkan kemacetan lalu lintas semakin tinggi, sementara polusi udara pada musim dingin menjadi salah satu yang terburuk di dunia akibat penggunaan bahan bakar padat untuk pemanas rumah.
Meski berbagai gagasan telah dibahas dalam sejumlah forum kebijakan, hingga kini pemerintah Mongolia belum menetapkan lokasi ibu kota baru maupun jadwal pelaksanaannya. Dengan demikian, rencana tersebut masih berada pada tahap wacana dan kajian tanpa keputusan resmi untuk memulai pembangunan kota pemerintahan baru.
8. Pertanyaan Seputar Negara Pindahkan Ibu Kota
1. Mengapa ada negara yang memindahkan ibu kota?
Umumnya untuk mengurangi kepadatan kota lama, meningkatkan pemerataan pembangunan, serta menciptakan pusat pemerintahan yang lebih efisien.
2. Apakah semua negara berhasil memindahkan ibu kota?
Tidak. Sebagian masih dalam tahap perencanaan atau menghadapi kendala anggaran dan politik.
3. Apakah Korea Selatan sudah memindahkan ibu kotanya?
Belum sepenuhnya. Seoul tetap menjadi ibu kota resmi, sedangkan Sejong berfungsi sebagai ibu kota administratif.
4. Mengapa Indonesia membangun Nusantara?
Untuk mengurangi berbagai persoalan Jakarta sekaligus mendorong pemerataan pembangunan nasional.
5. Negara mana yang masih sebatas wacana memindahkan ibu kota?
Iran dan Sudan Selatan termasuk negara yang hingga kini masih berada pada tahap rencana atau belum merealisasikan pemindahan secara penuh.
(kpl/mda)
Advertisement
D Academy 8
- Mantan Pacar SelebritiLesti Kejora & Rizky Billar Undang Rizki-Ridho DA ke Podcast, Momen Akrab Bareng












































