Panduan Lengkap Penulisan Nama Ilmiah yang Benar dalam Karya Tulis
penulisan nama ilmiah yang benar
Kapanlagi.com - Penulisan nama ilmiah yang benar merupakan aspek fundamental dalam karya tulis ilmiah yang tidak boleh diabaikan. Sistem penamaan ini menggunakan binomial nomenklatur yang diciptakan oleh Carolus Linnaeus untuk memberikan identitas universal bagi setiap makhluk hidup.
Kesalahan dalam penulisan nama ilmiah dapat menyebabkan ambiguitas dan ketidaksesuaian dengan standar internasional. Oleh karena itu, pemahaman yang tepat tentang aturan penulisan menjadi kunci utama dalam komunikasi ilmiah yang efektif.
Mengutip dari International Code of Nomenclature for algae, fungi, and plants, sistem binomial nomenklatur telah menjadi standar global yang mengatur penamaan semua organisme hidup. Aturan ini memastikan konsistensi dan universalitas dalam identifikasi spesies di seluruh dunia.
Advertisement
1. Pengertian dan Dasar Binomial Nomenklatur
Binomial nomenklatur adalah sistem penamaan ilmiah yang menggunakan dua kata dalam bahasa Latin atau yang dilatinkan untuk mengidentifikasi setiap spesies makhluk hidup. Sistem ini pertama kali diperkenalkan oleh Carolus Linnaeus pada abad ke-18 melalui karyanya Systema Naturae.
Tujuan utama binomial nomenklatur adalah menyediakan sistem penamaan yang konsisten dan universal bagi semua makhluk hidup. Dengan sistem ini, ilmuwan di seluruh dunia dapat berkomunikasi tanpa terhambat perbedaan bahasa atau istilah lokal yang beragam.
Sistem penamaan terdiri dari dua komponen utama: nama genus yang menunjukkan kelompok atau marga, dan nama spesies yang menunjukkan jenis spesifik dalam genus tersebut. Kombinasi kedua nama ini menciptakan identitas unik untuk setiap organisme.
Pemilihan bahasa Latin oleh Carolus Linnaeus didasarkan pada pertimbangan bahwa bahasa ini merupakan bahasa kuno yang tidak lagi digunakan dalam percakapan sehari-hari. Hal ini memastikan netralitas dan penerimaan universal tanpa menunjukkan keberpihakan pada bahasa tertentu.
2. Aturan Dasar Penulisan Nama Ilmiah
Penulisan nama ilmiah yang benar mengikuti aturan baku yang telah ditetapkan dalam kode internasional. Aturan pertama adalah penggunaan huruf kapital untuk genus, dimana huruf pertama pada nama genus harus ditulis dengan huruf besar, sementara nama spesies sepenuhnya menggunakan huruf kecil.
- Format Huruf Kapital dan Kecil - Nama genus selalu diawali huruf kapital, sedangkan nama spesies menggunakan huruf kecil semua. Contoh: Homo sapiens untuk manusia.
- Penggunaan Huruf Miring - Ketika diketik menggunakan komputer, kedua kata harus ditulis dengan huruf miring (italic). Contoh: Panthera tigris untuk harimau.
- Garis Bawah untuk Tulisan Tangan - Jika ditulis dengan tangan, nama ilmiah diberi garis bawah terpisah untuk genus dan spesies.
- Urutan Penulisan - Nama genus selalu ditempatkan di awal, diikuti nama spesies. Urutan ini tidak boleh dibalik dalam kondisi apapun.
- Bahasa Latin atau Dilatinkan - Semua nama harus menggunakan bahasa Latin atau bahasa lain yang ditulis mengikuti aturan tata bahasa Latin.
Mengutip dari International Code of Zoological Nomenclature, aturan penulisan ini berlaku universal dan harus dipatuhi dalam semua publikasi ilmiah. Konsistensi dalam penerapan aturan ini memastikan komunikasi ilmiah yang efektif di tingkat global.
3. Penulisan Nama Ilmiah dalam Judul Karya Tulis
Penulisan nama ilmiah pada judul karya tulis memiliki aturan khusus yang berbeda dengan penulisan dalam teks biasa. Meskipun judul umumnya ditulis dengan huruf kapital semua, nama ilmiah tetap mengikuti aturan binomial nomenklatur yang telah ditetapkan.
Aturan penulisan nama ilmiah pada judul adalah tetap menggunakan huruf kapital untuk genus dan huruf kecil untuk spesies, bahkan ketika seluruh judul menggunakan format huruf kapital. Nama ilmiah juga harus tetap ditulis dengan huruf miring dan biasanya ditempatkan dalam tanda kurung setelah nama umum organisme.
Contoh penulisan yang benar pada judul: "PENGARUH FAKTOR PRODUKSI TERHADAP PRODUKSI JAGUNG (Zea mays L.) DI DESA SUKAMAJU". Dalam contoh ini, meskipun seluruh judul menggunakan huruf kapital, nama ilmiah jagung tetap ditulis sesuai aturan binomial dengan Zea menggunakan huruf kapital dan mays menggunakan huruf kecil.
Kesalahan yang sering terjadi adalah menuliskan nama ilmiah dengan huruf kapital semua pada judul, seperti ZEA MAYS. Penulisan seperti ini tidak sesuai dengan standar internasional dan harus dihindari dalam karya tulis ilmiah.
4. Penulisan Nama Ilmiah dalam Teks Kalimat
Ketika nama ilmiah dicantumkan dalam teks kalimat, aturan penulisan mengikuti format standar binomial nomenklatur. Nama genus ditulis dengan huruf kapital pada huruf pertama, diikuti nama spesies dengan huruf kecil semua, dan keduanya ditulis dengan huruf miring.
Dalam penulisan berulang, nama genus dapat disingkat menjadi huruf pertama saja setelah penyebutan lengkap pertama kali. Contoh: "Escherichia coli merupakan bakteri yang umum ditemukan di usus manusia. Penelitian menunjukkan bahwa E. coli memiliki peran penting dalam sistem pencernaan."
Untuk nama ilmiah yang terdiri dari tiga kata, kata kedua dan ketiga dapat digabung dengan tanda penghubung atau ditulis terpisah. Contoh: Hibiscus rosa-sinensis atau Hibiscus rosasinensis untuk bunga sepatu.
Jika nama penemu atau deskriptor spesies dicantumkan, nama tersebut ditulis dengan huruf tegak (tidak miring) dan menggunakan huruf kapital. Contoh: Oryza sativa L., dimana "L." merupakan singkatan dari Linnaeus sebagai deskriptor spesies padi.
5. Aturan Khusus dan Pengecualian
Terdapat beberapa aturan khusus dalam penulisan nama ilmiah yang perlu dipahami untuk menghindari kesalahan. Ketika spesies tidak diketahui atau tidak dapat diidentifikasi, digunakan singkatan "sp." untuk tunggal dan "spp." untuk jamak, yang tidak ditulis miring.
Untuk subspesies atau varietas, penulisan mengikuti format trinomial dengan menambahkan kata ketiga setelah nama spesies. Contoh: Panthera tigris tigris untuk harimau Benggala. Semua komponen tetap mengikuti aturan huruf miring dengan genus menggunakan huruf kapital.
Dalam kasus sinonim atau nama yang tidak lagi digunakan, nama alternatif dapat dicantumkan dengan singkatan "syn." yang ditulis dengan huruf tegak. Contoh: Senna alata (syn. Cassia alata).
Untuk hibrida, digunakan tanda perkalian (×) di antara nama genus atau spesies. Contoh: Platanus occidentalis × Platanus orientalis. Tanda perkalian tidak ditulis miring meskipun nama ilmiah di sekitarnya menggunakan huruf miring.
6. Kode Internasional yang Mengatur Penamaan
Sistem penamaan ilmiah diatur oleh beberapa kode internasional yang berbeda sesuai dengan jenis organisme. International Code of Zoological Nomenclature (ICZN) mengatur penamaan hewan, sementara International Code of Nomenclature for algae, fungi, and plants (ICNafp) mengatur penamaan tumbuhan, alga, dan fungi.
Untuk mikroorganisme prokariota seperti bakteri dan archaea, penamaan diatur oleh International Code of Nomenclature of Prokaryotes (ICNP). Setiap kode memiliki aturan spesifik yang disesuaikan dengan karakteristik organisme yang diatur.
Kode-kode ini secara berkala diperbarui untuk menyesuaikan dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Pembaruan dilakukan melalui kongres internasional yang melibatkan para ahli taksonomi dari seluruh dunia.
Mengutip dari Setting Scientific Names at All Taxonomic Ranks in Italics Facilitates Their Quick Recognition in Scientific Papers, standardisasi ini memfasilitasi pengenalan cepat nama ilmiah dalam publikasi ilmiah dan memastikan konsistensi global dalam komunikasi sains.
7. FAQ (Frequently Asked Questions)
Apakah nama ilmiah harus selalu ditulis dengan huruf miring?
Ya, nama ilmiah harus selalu ditulis dengan huruf miring ketika diketik menggunakan komputer. Jika ditulis dengan tangan, nama ilmiah diberi garis bawah. Aturan ini berlaku universal untuk semua jenis organisme.
Bagaimana cara menulis nama ilmiah pada judul yang menggunakan huruf kapital semua?
Meskipun judul menggunakan huruf kapital semua, nama ilmiah tetap mengikuti aturan binomial nomenklatur. Genus ditulis dengan huruf kapital dan spesies dengan huruf kecil, keduanya tetap menggunakan huruf miring.
Apakah boleh menyingkat nama genus dalam penulisan nama ilmiah?
Nama genus boleh disingkat menjadi huruf pertama saja setelah penyebutan lengkap pertama kali dalam teks yang sama. Namun, hindari penyingkatan jika ada kemungkinan kebingungan dengan genus lain yang memiliki huruf awal sama.
Bagaimana cara menulis nama ilmiah untuk spesies yang belum diidentifikasi?
Untuk spesies yang belum diidentifikasi, gunakan singkatan "sp." untuk tunggal atau "spp." untuk jamak setelah nama genus. Singkatan ini tidak ditulis miring. Contoh: Quercus sp.
Apakah nama penemu spesies perlu dicantumkan dalam penulisan nama ilmiah?
Pencantuman nama penemu atau deskriptor tidak wajib dalam penulisan umum, tetapi sering digunakan dalam publikasi ilmiah formal. Nama deskriptor ditulis dengan huruf tegak setelah nama spesies, seperti Homo sapiens L.
Bagaimana aturan penulisan untuk subspesies atau varietas?
Subspesies atau varietas ditulis dengan menambahkan kata ketiga setelah nama spesies, dengan singkatan "subsp." atau "var." di antaranya. Semua komponen tetap menggunakan huruf miring dengan aturan kapitalisasi yang sama.
Apakah ada perbedaan aturan penulisan antara nama ilmiah hewan dan tumbuhan?
Aturan dasar penulisan sama untuk semua organisme, yaitu menggunakan binomial nomenklatur dengan huruf miring. Perbedaan terletak pada kode internasional yang mengatur dan beberapa konvensi khusus dalam pencantuman nama deskriptor.
(kpl/fds)
Advertisement
-
Teen - Fashion Kasual Celana Jeans Ala Anak Skena: Pilihan Straight sampai Baggy yang Wajib Dicoba