Christmas Eve in Miller's Point
Synopsis
Christmas Eve in Miller’s Point garapan Tyler Taormina membawa penonton ke malam Natal yang terasa unik dan tidak terikat waktu. Nuansanya campur aduk, visual ala film 1970-an dengan stok gambar agak buram, soundtrack lagu-lagu era 60-an, tapi di saat yang sama para remajanya sudah pakai Samsung flip phone di Amerika pasca krisis pasar saham. Perpaduan masa lalu dan masa kini ini bikin suasana terasa nostalgik sekaligus aneh, seolah-olah ada sesuatu yang indah tapi rapuh, seperti sedang menunggu tragedi yang tak terucap.
Cerita berpusat di Long Island, saat keluarga besar Balsano berkumpul di rumah leluhur mereka untuk merayakan malam Natal. Rumah itu penuh sesak, semua berusaha duduk mengitari satu meja makan besar. Kamera mengikuti obrolan-obrolan kecil di berbagai sudut rumah, lengkap dengan dekorasi kitsch, hidangan meriah, permen mengilap, dan lampu warna-warni yang bikin suasana hangat tapi juga sendu.Ada tanda-tanda bahwa ini mungkin Natal terakhir mereka di rumah tersebut, obrolan soal panti jompo untuk sang nenek yang mulai sering tertidur, sampai papan rumah dijual yang diam- diam tersimpan di garasi.
Namun alih-alih fokus pada drama besar, film ini justru berjalan santai dan mengalir. Titik baliknya muncul saat para remaja keluarga, termasuk karakter yang diperankan Matilda Fleming dan Francesca Scorsese, kabur dari rumah dan berkeliling malam- malam.
Petualangan mereka terasa seperti caper kecil penuh absurditas, bersinggungan dengan dua polisi datar tanpa ekspresi yang diperankan Michael Cera dan Gregg Turkington. Dari kuburan, toko bagel tengah malam, sampai parkiran kosong, cerita anak-anak muda ini berjalan paralel dengan hiruk-pikuk keluarga yang masih berlangsung di rumah.
Dengan gaya deadpan yang mengingatkan pada Roy Andersson, film ini juga dipenuhi momen surealis, anjing keluarga yang mengintip rusa di salju, atau adegan sunyi ketika para remaja berpasangan tanpa kata. Kamera sering memakai sudut pandang anak-anak, siluet balon menari di jendela, pelukan orang dewasa yang terlihat raksasa dari angle rendah, hingga es gantung yang tampak mustahil besarnya.
Menjelang akhir, pembacaan naskah novel Paman Ray tentang all the things in life that never happened [going] past him like footsteps, jadi momen paling menyentuh. Di balik tawa dan kehangatan Natal, film ini sebenarnya bicara soal kehilangan yang pelan-pelan terjadi, tentang kenangan, rumah, dan hidup yang tak sempat dijalani.
Penulis: Della Deswita Maharani
Pemeran
Jadwal Film
Enhypen (Walk the Line Summer Edition)
Setan Alas!
Juara Sejati
Setannya Cuan
Peaky Blinders: The Immortal Man
Good Luck, Have Fun, Don't Die
The Bride
Hoppers
Hamnet
Undercard
Dead Man's Wire
RAJAH
Panda Plan: The Magical Tribe
Twenty One Pilots: More Than We Ever Imagined
Titip Bunda di Surga-Mu
The Last Supper
Lift (2026)
Scream 7
Blades of the Guardians
Marty Supreme
How to Make a Killing
Do Deewane Seher Mein
EPiC: Elvis Presley in Concert
Crime 101
Kokuho
Asrama Putri
GOAT
Antara Mama, Cinta dan Surga
Taneuh Kalaknat
Crime 101
Kokuho
Aiueo Macam Betool Aja
Kiko in the Deep Sea
Rumah Tanpa Cahaya
Jangan Seperti Bapak
Waru
Once We Were Us
The Strangers: Chapter 3
Wuthering Heights
Whistle
5 Centimeters per Second
Stray Kids: The dominATE Experience
Everyday, We
11 Maret 2026
Tunggu Aku Sukses Nanti
18 Maret 2026
Na Willa
18 Maret 2026
Pelangi Di Mars
18 Maret 2026
Senin Harga Naik
18 Maret 2026
Suzzanna: Santet Dosa di Atas Dosa
18 Maret 2026
Aku Harus Mati
02 April 2026
Hoppers
03 April 2026
Ayah, Ini Arahnya ke Mana, Ya?
09 April 2026
Yohanna
09 April 2026
Ghost in the Cell
15 April 2026
Ready or Not 2: Here I Come
15 April 2026
Dalam Sujudku
16 April 2026
Kupilih Jalur Langit
23 April 2026
Children of Heaven (2026)
27 Mei 2026
Avengers: Doomsday
18 Desember 2026Berita Lainnya
Sinopsis Film THE COURIER, Tayang Rabu 4 Maret 2026 Pukul 23.30 WIB
Sinopsis Film THE HITMAN'S BODYGUARD, Tayang Kamis 5 Maret 2026 Pukul 23.30 WIB