Extremely Loud & Incredibly Close
Adventure Drama Mystery

Extremely Loud & Incredibly Close

2012 129 menit PG-13
7.6/10
Rating 6.9/10
Sutradara
Stephen Daldry
Penulis Skenario
Eric Roth Jonathan Safran Foer
Studio
Warner Bros. Scott Rudin Productions Paramount Pictures

Oskar Schell (Thomas Horn) adalah anak laki laki berusia sembilan tahun yang tinggal di New York bersama orang tuanya. Ia cerdas, sangat ingin tahu, dan memiliki cara berpikir yang unik. Oskar menyukai sains, gemar membuat penemuan kecil, dan sering memikirkan hal hal yang tidak terpikirkan oleh anak seusianya. Hubungan Oskar dengan ayahnya, Thomas Schell (Tom Hanks), sangat dekat. Thomas sering mengajak Oskar bermain teka teki dan permainan berburu petunjuk di sekitar kota, seolah dunia adalah tempat penuh misteri yang menunggu untuk dipecahkan bersama.

Kehidupan Oskar berubah drastis ketika tragedi besar menimpa kota New York. Thomas berada di World Trade Center pada hari yang sama ketika serangan terjadi. Oskar, yang saat itu berada di rumah bersama ibunya, Linda Schell (Sandra Bullock), menerima pesan suara terakhir dari ayahnya yang terperangkap di gedung tersebut. Sejak hari itu, dunia Oskar terasa runtuh. Ia tidak hanya kehilangan ayahnya, tetapi juga kehilangan rasa aman dan keteraturan yang selama ini ia kenal.

Setelah kejadian tersebut, Oskar menutup diri dari banyak hal. Ia sulit berkomunikasi dengan ibunya, sering merasa takut dengan keramaian, suara keras, dan berbagai situasi yang mengingatkannya pada trauma. Di tengah kesedihan yang belum pulih, Oskar menemukan sebuah amplop tersembunyi di lemari milik ayahnya. Di dalamnya terdapat sebuah kunci dengan label bertuliskan kata Black. Temuan ini membangkitkan rasa penasaran Oskar. Ia yakin kunci tersebut adalah bagian dari permainan terakhir yang ditinggalkan ayahnya.

Dengan keyakinan itu, Oskar memutuskan untuk mencari gembok yang cocok dengan kunci tersebut. Ia mulai menyusun rencana secara diam diam tanpa sepengetahuan ibunya. Berdasarkan buku telepon kota New York, Oskar menemukan ratusan orang dengan nama belakang Black. Ia percaya bahwa salah satu dari mereka pasti memiliki jawaban. Pencarian ini menjadi cara Oskar menghadapi kehilangan, sekaligus upaya memahami pesan terakhir ayahnya.

Perjalanan Oskar membawanya menjelajahi berbagai sudut kota New York. Ia bertemu dengan banyak orang asing dari latar belakang yang berbeda beda. Setiap pertemuan menghadirkan cerita baru, emosi baru, dan sudut pandang yang memperkaya pengalaman Oskar. Ada yang ramah, ada yang acuh, dan ada pula yang menyimpan luka mereka sendiri. Dari setiap pertemuan, Oskar belajar bahwa kesedihan bukan hanya miliknya seorang.

Dalam perjalanannya, Oskar sering merasa takut dan ragu. Ia membawa tamburin kecil untuk menenangkan diri saat kecemasan datang. Setiap langkah yang ia ambil bukan hal yang mudah bagi seorang anak dengan trauma mendalam. Namun tekadnya untuk menyelesaikan pencarian ini lebih besar dari rasa takutnya. Bagi Oskar, menemukan gembok yang cocok dengan kunci tersebut terasa seperti menemukan kembali ayahnya.

Salah satu pertemuan yang paling berkesan adalah dengan seorang pria tua yang tinggal di sebuah apartemen sepi. Pria tersebut dikenal sebagai The Renter (Max von Sydow). Ia tidak banyak bicara dan berkomunikasi dengan menuliskan kata kata di buku catatan. Meski demikian, kehadirannya memberikan dampak besar bagi Oskar. Mereka berjalan bersama menyusuri kota, berbagi keheningan, dan secara perlahan membangun ikatan yang tidak biasa.

Di sisi lain, hubungan Oskar dengan ibunya juga mengalami dinamika yang kompleks. Linda tampak sibuk, sering menghilang dari rumah, dan terlihat seperti tidak memahami dunia Oskar. Hal ini membuat Oskar merasa semakin sendirian. Ia mengira ibunya tidak benar benar peduli atau tidak mampu mengerti kesedihannya. Padahal, tanpa Oskar sadari, Linda juga berjuang menghadapi kehilangan dengan caranya sendiri.

Seiring pencarian berlangsung, Oskar mulai menyadari bahwa setiap orang yang ia temui juga membawa cerita kehilangan dan harapan. Ada yang kehilangan pasangan, orang tua, atau anak. Kota New York yang ramai ternyata dipenuhi oleh orang orang yang menyimpan duka serupa. Pengalaman ini perlahan mengubah cara Oskar memandang dunia dan dirinya sendiri.

Pencarian kunci tersebut akhirnya membawa Oskar pada sebuah kenyataan yang tidak sepenuhnya sesuai dengan harapannya. Ia menemukan bahwa makna dari perjalanan ini bukan sekadar tentang kunci atau gembok, melainkan tentang proses menghadapi kehilangan. Oskar mulai memahami bahwa ia tidak sendirian, dan bahwa rasa sakit tidak harus dihadapi dengan menutup diri dari orang lain.

Ketika rahasia ibunya terungkap, Oskar dihadapkan pada perasaan campur aduk. Ia merasa dikhianati, namun juga mulai melihat betapa besar usaha ibunya untuk melindunginya. Linda ternyata selalu mengikuti langkah Oskar dari jauh, memastikan keselamatannya selama pencarian berlangsung. Kesadaran ini membuka ruang baru bagi hubungan mereka untuk pulih.

Di akhir perjalanan, Oskar mulai berdamai dengan kenangan ayahnya. Ia belajar bahwa kehilangan tidak berarti melupakan, dan melanjutkan hidup bukan berarti menghapus masa lalu. Dunia memang terasa sangat bising dan menakutkan, namun juga menyimpan kehangatan dan harapan yang bisa ditemukan jika berani melangkah.

Pencarian seorang anak kecil ini menjadi perjalanan emosional tentang duka, cinta, dan keberanian menghadapi kenyataan. Di tengah kota yang penuh luka pasca tragedi, Oskar menemukan cara untuk terus hidup dan membuka hati kembali. Namun apakah semua jawaban yang ia cari benar benar mampu mengisi ruang kosong yang ditinggalkan ayahnya?

Penulis Artikel: Anastashia Gabriel

Thomas Horn Oskar Schell
Tom Hanks Thomas Schell
Sandra Bullock Linda Schell
Max von Sydow The Renter
Zoe Caldwell Oskar's Grandmother
Dennis Hearn Minister
Paul Klementowicz Homeless Man
Julian Tepper Deli Waiter
Caleb Reynolds Schoolboy
John Goodman Stan the Doorman

Jadwal Film