Here Comes the Boom
Synopsis
Scott Voss (Kevin James) dikenal sebagai guru biologi di sebuah SMA yang biasa saja dan cenderung kehilangan semangat. Ia mengajar dengan rutinitas tanpa gairah, hanya menjalani hari demi hari tanpa benar benar merasa terhubung dengan murid muridnya. Kondisi sekolah tempatnya bekerja pun tidak lebih baik. Keterbatasan dana membuat pihak sekolah berencana memangkas berbagai kegiatan ekstrakurikuler, termasuk kelas musik yang selama ini menjadi ruang aman bagi banyak siswa. Bagi Scott, rencana itu awalnya terasa seperti masalah administratif biasa, sampai ia melihat dampak emosionalnya secara langsung.
Kelas musik dipimpin oleh Marty Streb (Henry Winkler), guru musik yang penuh dedikasi dan cinta pada murid muridnya. Marty bukan sekadar pengajar, melainkan figur yang menghidupkan kepercayaan diri siswa melalui musik. Ketika Scott mengetahui bahwa kelas musik akan dihapus dan Marty terancam kehilangan pekerjaannya, sesuatu dalam dirinya mulai tergugah. Ia melihat bagaimana para siswa kehilangan harapan, terutama Niko (Bas Rutten), murid yang menemukan makna hidup lewat bermain musik. Dari situ, Scott memutuskan untuk melakukan sesuatu yang tidak pernah terpikirkan sebelumnya.
Scott mendengar tentang dunia Mixed Martial Arts yang menjanjikan hadiah uang besar bagi para petarung, bahkan bagi mereka yang kalah. Dengan tekad yang nekat dan tanpa pengalaman bela diri, ia memutuskan untuk menjadi petarung MMA demi mengumpulkan dana bagi sekolah. Keputusan ini membuat banyak orang menganggapnya gila, termasuk rekan kerjanya, Bella Flores (Salma Hayek), guru sekolah yang cerdas dan kritis. Bella awalnya melihat Scott sebagai pria dewasa yang kekanak kanakan dan tidak realistis, namun perlahan mulai memperhatikan ketulusan niatnya.
Langkah Scott memasuki dunia MMA tidak berjalan mulus. Ia berlatih dengan Marty yang memiliki pengalaman seni bela diri namun sudah lama tidak aktif. Latihan mereka penuh kekacauan, rasa sakit, dan momen lucu, tetapi juga menjadi proses penting bagi Scott untuk menemukan kembali rasa percaya diri. Setiap pukulan dan kekalahan mengajarkannya tentang disiplin, ketahanan, dan arti berjuang bukan hanya untuk diri sendiri.
Pertarungan pertama Scott berakhir dengan kekalahan telak, namun ia tetap mendapatkan bayaran. Video pertarungannya mulai viral, membuatnya dikenal sebagai guru yang nekat dan tidak mau menyerah. Dukungan pun mulai berdatangan, baik dari murid murid, rekan guru, hingga komunitas sekitar. Scott yang dulu acuh kini berubah menjadi sosok inspiratif, membuktikan bahwa keberanian untuk mencoba bisa menular pada orang lain.
Seiring meningkatnya popularitas, tantangan yang dihadapi Scott juga semakin berat. Ia harus menghadapi petarung profesional dengan kemampuan jauh di atasnya. Kondisi fisiknya semakin tertekan, sementara keraguan mulai muncul. Apakah perjuangannya benar benar sepadan dengan risiko yang ia ambil. Di sisi lain, hubungannya dengan Bella berkembang dari saling sindir menjadi saling peduli. Bella melihat sisi Scott yang tulus dan berani berkorban, sementara Scott belajar tentang tanggung jawab dan kedewasaan emosional.
Puncak cerita terjadi saat Scott mendapatkan kesempatan bertarung dalam laga besar yang menentukan nasib kelas musik dan masa depan sekolah. Pertarungan ini bukan hanya soal menang atau kalah, tetapi tentang membuktikan pada dirinya sendiri dan semua orang bahwa satu orang biasa bisa membuat perubahan nyata. Dengan dukungan penuh dari murid murid dan guru, Scott memasuki arena dengan semangat yang berbeda dari sebelumnya.
Di tengah sorak sorai penonton, Scott menghadapi batas kemampuan fisik dan mentalnya. Setiap pukulan terasa seperti ujian atas tekadnya. Ia mungkin bukan petarung terbaik, tetapi ia adalah simbol perjuangan yang lahir dari kepedulian. Ketika pertarungan berakhir, hasilnya membawa dampak besar bagi sekolah dan orang orang di dalamnya, sekaligus mengubah hidup Scott selamanya.
Sejauh mana seseorang mau melangkah demi mempertahankan hal yang dianggap sepele oleh banyak orang, dan apakah keberanian Scott cukup untuk mengalahkan keraguan yang selama ini membelenggunya?
Penulis Artikel: Anastashia Gabriel
Pemeran
Jadwal Film
Bidadari Surga
Penerbangan Terakhir
Penunggu Rumah: Buto Ijo
28 Years Later: The Bone Temple
Unexpected Family
His & Hers
5 Centimeters per Second
The Home
Greenland: Migration
Musuh Dalam Selimut
Malam 3 Yasinan
Suka Duka Tawa
Uang Passolo
Modual Nekad
Dusun Mayit
The Housemaid
Moon the Panda
Patah Hati Yang Kupilih
Janur Ireng: Sewu Dino The Prequel
Comic 8 Revolution: Santet K4bin3t
The SpongeBob Movie: Search for SquarePants
Anaconda (2025)
Timur
Avatar: Fire and Ash
The Carpenter's Son
Alas Roban
Mengejar Restu
Happy Patel: Khatarnak Jasoos
16 Januari 2026
Mercy
16 Januari 2026
Pororo The Movie: Sweet Castle Adventure
16 Januari 2026
Like a Rolling Stone
17 Januari 2026
Cells at Work!
17 Januari 2026
Angry Squad: Civil Servants & Seven Swindlers
17 Januari 2026
Project Hail Mary
20 Januari 2026
MLBB: M7 WATCH PARTY - TIER LEGEND
21 Januari 2026
MLBB: M7 WATCH PARTY - TIER MYTHIC
21 Januari 2026
Back to the Past
21 Januari 2026
Esok Tanpa Ibu
22 Januari 2026
Sengkolo: Petaka Satu Suro
22 Januari 2026
Papa Zola: The Movie
23 Januari 2026
Shelter
28 Januari 2026
Sinners
28 Januari 2026
Kuyank
29 Januari 2026
Kafir: Gerbang Sukma
29 Januari 2026
Kuyank
29 Januari 2026
Tolong Saya! (Duwajuseyo)
29 Januari 2026
Tuhan, Benarkah Kau Mendengarku?
29 Januari 2026
Balas Budi
05 Februari 2026
Ahlan Singapore
05 Februari 2026
Check Out Sekarang, Pay Later (Caper)
05 Februari 2026
Teman Tegar Maira
05 Februari 2026
Sadali
05 Februari 2026
Aiueo Macam Betool Aja
12 Februari 2026
Waru
12 Februari 2026
How to Make a Killing
20 Februari 2026
RAJAH
26 Februari 2026
Titip Bunda di Surga-Mu
26 Februari 2026
Scream 7
27 Februari 2026
Undercard
27 Februari 2026
Peaky Blinders: The Immortal Man
06 Maret 2026
Tunggu Aku Sukses Nanti
18 Maret 2026
Senin Harga Naik
18 Maret 2026
Suzzanna: Santet Dosa di Atas Dosa
18 Maret 2026
Avengers: Doomsday
18 Desember 2026Berita Lainnya
Lewat Film 'SAYAP GARUDA', Sutradara Tarmizi Abka Kampanyekan Stop Bullying