INDONESIA

'PENGEJAR ANGIN', Propaganda Positif Untuk SEA Games

Jum'at, 04 November 2011 14:20  | 

Mathias Muchus


'PENGEJAR ANGIN', Propaganda Positif Untuk SEA Games
Film PENGEJAR ANGIN





KapanLagi.com -
Oleh: Puput Puji Lestari

Pemain: Mathias Muchus, Wanda Hamidah, Lukman Sardi, Agus Kuncoro, Qausar Harta Yudana, Siti Helda Meilita.

Sebuah langkah berani Hanung menyetujui pembuatan film yang dibiayai Pemprov Sumsel. Tujuannya dari awal jelas, propaganda untuk daerah Palembang yang hendak menggelar hajat SEA Games. Berangkat dari opini positif dan sinisme, film yang dikerjakan oleh Hestu Saputra ini berhasil membungkus propaganda tanpa melupakan elemen-elemen film.

Di daerah Lahat Sumatera Selatan, tinggal seorang remaja bernama Dapunta (Qausar Harta Yudana) yang sebentar lagi akan lulus SMA dan harus menentukan ke mana masa depannya harus melangkah. Ibu Dapunta (Wanda Hamidah), sebenarnya sangat ingin agar Dapunta yang cerdas, melanjutkan pendidikannya ke jenjang kuliah, tapi masalahnya sang Ayah (Mathias Muchus) menentangnya. Ayahnya menginginkan Dapunta menjadi 'pengejar angin', julukan bagi pelari tercepat di kampung itu, untuk melanjutkan jejaknya sebagai pemimpin dari para Bajing Loncat di kampung mereka.

Bimbang, Dapunta mendapat dukungan dari Bundanya untuk terus kuliah. "Apapun akan kulakukan untuk memenuhi impianmu Nak, walaupun harus menentang ayahmu sekalian," ujar bundanya. Akhirnya, Dapunta memberanikan diri untuk mengatakan kepada ayahnya bahwa ia harus kuliah. Dengan cara apapun.

Pak Damar (Lukman Sardi), guru Dapunta, melihat potensi kecerdasan dan kemampuan berlari Dapunta. Ia mendaftarkan Dapunta pada olimpiade matematika di Jepang dan olimpiade lari tingkat pelajar di Kabupaten. Dapunta mendapat dua kesempatan itu sekaligus, tapi kepala sekolah yang terbentur pada sekolah gratis tidak memiliki uang untuk mendukung prestasi Dapunta.

Terpuruk karena terbentur dana, Dapunta yang selama ini tidak mau menerima uang dari ayahnya, ketahuan bahwa dirinya anak seorang Bajing Loncat. Dapunta dibenci oleh teman sekolahnya yang digerakkan oleh Jusuf, rival sejatinya.

Jusuf yang juga sama cerdas dan berbakat dengan Dapunta, sejak awal memang sudah membenci Dapunta. Ia tidak menyukai kenyataan bahwa ada orang lain di sekolah itu yang mampu menandingi kecerdasannya. Ia pun dengan sekuat tenaga mencoba untuk membuat hidup Dapunta menjadi sulit. Belum lagi, kepala sekolah yang tidak simpatik dan tidak peduli dengan potensi murid-muridnya, ikut membuat mimpi Dapunta semakin penuh dengan rintangan.

Pak Damar yang percaya pada keajaiban tak mau menyerah. Coach Ferdy (Agus Kuncoro), teman lama Pak Damar yang juga seorang pelatih lari nasional dari Jakarta, diminta melihat bakat Dapunta yang sesungguhnya. Pemuda berjuluk 'pengejar angin' ini pun akhirnya menemukan jalan lain menuju mimpinya. Ia bisa berlari, berlari dan berlari demi menggapai mimpinya. Karena bakatnya yang luar biasa, bisa membawa ia ke mana pun yang ia inginkan.

Sebagai film drama, konflik ini mudah diikuti namun cukup membuat penonton berdebar. Pemaparan persoalan yang dihadapi Pemprov Sumsel dan solusi yang ditawarkan membuka sudut pandang keluasan negeri Indonesia yang tidak hanya sekitar Pulau Jawa. Sayangnya, warna gelap terlalu mendominasi terutama saat adegan di hutan. Hanung menyebut itu adalah efek dari kopi master yang kurang sempurna. Music film ini cukup bagus untuk sebuah karya perdana Hestu Saputra. (kpl/uji/nat)

Genre:Drama
Jadwal Tayang:-
Sutradara:Hestu Saputra,
Hanung Bramantyo
Produser:H. Dhoni Ramadhan
Produksi:Putaar Production Bersama Pemprov Sumsel
Durasi:-

Foto - Foto Adegan Film PENGEJAR ANGIN:

PENGEJAR ANGINPENGEJAR ANGIN
PENGEJAR ANGINPENGEJAR ANGIN
PENGEJAR ANGINPENGEJAR ANGIN