KapanLagi.com - Makin tua makin menggigit. Itulah kesan yang ditonjolkan Morgan Freeman di usianya yang menginjak 72 tahun pada 1 Juni mendatang. Peran-perannya dalam film box office membuatnya dikenal sebagai aktor papan atas yang tidak perlu dipertanyakan lagi aktingnya. Ya, kalau bisa dibilang dia masuk dalam jajaran aktor terbaik sepanjang masa.
Lahir di Memphis, Tennessee,
Morgan berasal dari keluarga biasa, namun ia memiliki banyak pengalaman berharga. Ayahnya, Morgan Sr, adalah seorang pemangkas rambut. Sedangkan ibunya, Mayme Edna, bekerja sebagai tukang bersih-bersih. Selama ibunya masih hidup,
Morgan yang saat itu baru berusia 6 tahun sering menghabiskan waktu dengan hidup secara nomaden. Mereka sering berpindah tempat. Mulai dari Chicago ke Nashville, Tennessee, dan akhirnya menetap di Greenwood, Mississippi.Saat menginjak bangku SMP,
Morgan sebenarnya sudah memperlihatkan bakat aktingnya. Ia sempat memenangkan lomba drama sekolah sebagai aktor terbaik. Lucunya, pemilihan ia sebagai aktor sama sekali tidak direncanakan. Semua itu gara-gara keisengannya mencari perhatian seorang gadis bernama Barbara dengan menarik kursi sehingga Barbara terjatuh. Alhasil ia dihukum dan dijadikan pemain drama sekolah.Penampilannya cukup memukau dan mendapat perhatian banyak orang. Tapi sayang ia belum tertarik di bidang akting.
Morgan remaja terus mengejar cita-citanya menjadi pilot pesawat tempur. Lulus sekolah, ia bergabung dengan Angkatan Udara Amerika. Namun semua tidak seperti harapan
Morgan. Ia 'hanya' dipercaya menjadi mekanik dan teknisi radar. Keterbatasan tugas membuatnya menyerah. Ia pun berlalu ke Hollywood sampai akhirnya menemukan bahwa akting adalah hal yang paling diinginkannya.
Slowly But SurePelan tapi pasti,
Morgan mulai menapaki kejamnya industri ini. Awalnya ia mengambil kelas akting sebagai bekal sebelum akhirnya pindah ke New York di awal tahun 1960-an. Hidupnya masih belum enak. Ia terpaksa bekerja harian sembari mencari audisi untuk peran teater. Kesabaran dan ketekunan pun mulai membuahkan hasil. Sebuah peran di
HELLO DOLLY pada 1968 membawanya mendapatkan peran di sebuah acara humor khusus anak berjudul
THE ELECTRIC COMPANY. Ia bekerja di TV show tersebut mulai 1971 hingga 1976. Sayangnya, kesuksesan yang diraih tidak diiringi dengan kemulusan rumah tangganya. Pernikahannya dengan Jeanette Adair Bradshaw yang dinikahinya sejak 22 Oktober 1979 terpaksa kandas di tahun 1979.Tahun berganti,
Morgan tetap eksis di bidang akting. Pada tahun 1980 ia bersanding dengan
Robert Redford lewat film
BRUBAKER. Pada 16 Juni 1984, ia kembali melangsungkan pernikahan kedua dengan wanita bernama Myrna Colley-Lee. Dan hoala! Pada tahun 1987 ia masuk dalam jajaran nominasi peraih Oscar untuk pertama kalinya sebagai pemeran pembantu atas perannya menjadi seorang germo bernama Fast Black lewat
STREET SMART.
Morgan yang berbunga-bunga meneruskan karirnya. 9 tahun kemudian, tepatnya pada 1989, ia kembali mencicipi panggung Academy Awards. Ia kembali menjadi nominator. Kali ini untuk kategori Aktor Terbaik berkat perannya yang alami di
DRIVING MISS DAISY. Yess!!
Morgan Freeman mulai jadi bintang besar!Film-film besar mulai menghampirinya. Mulai dari
ROBIN HOOD: PRINCE OF THIEVES (1991) dan
UNFORGIVEN (1992), disusul film hitsnya
THE SHAWSHANK REDEMPTION pada 1994 yang mengantarnya meraih tiga nominasi sekaligus untuk merebut Piala Oscar. Tapi sungguh sayang,
Morgan belum beruntung. Ia belum bisa mengoleksi piala tertinggi dalam ajang perfilman dunia tersebut.
Penantian PanjangSelama bekerja,
Morgan benar-benar 'batunya'. Ia tidak masalah hanya mendapatkan peran pembantu - bukannya peran utama seperti yang diidamkan semua artis. Di tahun 1996, ia masih berkarir di film thriller
SEVEN dan
AMISTAD besutan
Steven Spielberg. Tak patah arang,
Morgan tetap berusaha. Beberapa film dibintanginya termasuk
KISS THE GIRLS pada 1997,
HARD RAIN (1998),
DEEP IMPACT (1998), dan sekuel
ALONG COME TO A SPIDER (2001). Akhirnya, ketekunannya membuahkan hasil maksimal. Perannya sebagai Eddie 'Scrap-Iron' Dupris di
MILLION DOLLAR BABY (2004) karya sang maestro
Clint Eastwood, membuatnya terharu saat menerima Oscar pertama kalinya lewat Academy Awards yang dihekat di Kodak Theater, 27 Februari 2005 sebagai Best Supporting Actor.Merasa terpacu dengan Oscar-nya,
Morgan kembali membintangi beberapa film terbaik Hollywood. Suaranya yang berat dan penuh wibawa membuatnya berhasil menambah pundi-pundi keuangannya disertai prestasi luar biasa. Di tahun 2005 saja, ia terpilih menjadi narator dua film besar yakni
WAR OF THE WORLDS dan film dokumenter peraih Oscar,
MARCH OF THE PENGUINS - setelah menolak tawaran
Steven Spielberg menjadi pemeran utama
JURASSIC PARK. Di tahun ini juga ia dipercaya memainkan berbagai karakter seperti di
AN UNFINISHED LIFE,
DANNY THE DOG, dan
EDISON.
'Suara Tuhan'Kuatnya karakter
Morgan dengan suara bassnya, membawanya menjadi 'Tuhan' di film
BRUCE ALMIGHTY dan sekuelnya,
EVAN ALMIGHTY. Film sekuel lain yang sukses dibintanginya adalah
BATMAN BEGINS (2005) dan
THE DARK KNIGHT (2008) sebagai penemu bernama Lucious Fox. Sukses beruntun!
Morgan dipanggil lagi untuk bersanding dengan
Jack Nicholson lewat
THE BUCKET LIST pada 2007, setelah sebelum sukses menjadi mafia di
LUCKY NUMBER SLEVIN (2006).Tapi sungguh sayang, pernikahannya dengan Myrna menghadapi guncangan. Mereka pun kandas pada Desember 2007. Pun begitu, ambisi
Morgan untuk berkiprah tetap ada. Ia main bersama
Angelina Jolie di
WANTED (2008), menjadi pencuri lewat
THICK AS THIEVES (2009), dan kemudian satu tim dengan
Christopher Walken dan
William H Macy untuk film komedi
THE MAIDEN HEIST (2009). Sayang film ini tidak tampil di bioskop dan langsung diproduksi dalam bentuk video lantaran masalah keuangan dengan perusahaan distribusi.
Harapan BaruHingga beberapa tahun kemudian,
Morgan mengakui, sejak lama ia kepingin membuat film yang berkisah tentang
Nelson Mandela. Awalnya ia mencoba menyadur otobiografi Mandela berjudul
LONG WALK TO FREEDOM menjadi naskah film. Sayang naskah itu tak pernah selesai. Hingga akhirnya di tahun 2007,
Morgan mendapatkan hak untuk membuat film dari buku karya John Carlin berjudul
PLAYING THE ENEMY: NELSON MANDELA AND THE GAME THAT MADE A NATION, yang di re-publish pada 2008. Tak ayal,
Clint Eastwood pun turun tangan lagi. Di film yang diberi judul
INVICTUS (2009) itu menghadirkan
Morgan sebagai Mandela bersanding dengan
Matt Damon sebagai kapten tim rugbi bernama Francois Piennar.
Morgan kembali tersenyum puas. Pada tanggal 7 Maret 2010 mendatang, ia didaulat sebagai salah satu nominator Aktor Terbaik lewat Academy Awards ke-82. Perannya sebagai Nelson Mandela yang sudah diidam-idamkannya meraih kesuksesan besar. Lewat
INVICTUS,
Morgan berhak masuk kategori bergengsi tersebut.Biar dianggap telat meraih kesuksesan,
Morgan tak peduli. Baginya sukses itu bukan dari usia. "Sukses datang kalau saatnya sudah datang," ujarnya, "Aku memiliki karir selama 30 tahun. Ya kedengarannya nggak buruk kan? Aku sering berpikir, aku mungkin beruntung aku tidak sesukses itu di awal karir, di tahun 1970-an. Bisa jadi waktu itu aku makin menggila."Akankah pria yang masih dalam taraf penyembuhan tangan gara-gara kecelakaan mobil hebat pda tahun 2009 ini berhasil menambah koleksi Oscarnya?
Let's watch and see.