Iron Sky
Synopsis
Renate Richter (Julia Dietze) tumbuh dan dibesarkan dalam lingkungan yang sama sekali terpisah dari Bumi. Sejak kecil, ia hidup di sebuah pangkalan rahasia di sisi gelap Bulan, tempat sekelompok Nazi yang melarikan diri sejak 1945 membangun peradaban tertutup mereka sendiri. Di sana, sejarah, ideologi, dan cara pandang dunia dibentuk tanpa sentuhan perkembangan zaman di Bumi. Renate diajarkan bahwa misi hidupnya adalah melayani Reich dan suatu hari membantu kebangkitan kekuasaan yang telah lama runtuh.
Tahun 2018, dunia di Bumi sibuk dengan konflik politik, krisis energi, dan perebutan citra kekuasaan global. Amerika Serikat mengirim misi ke Bulan dengan tujuan pencitraan politik, dipimpin oleh James Washington (Christopher Kirby), seorang astronaut kulit hitam yang dipilih untuk menarik simpati publik. Misi tersebut tanpa sengaja menemukan keberadaan pangkalan Nazi yang selama puluhan tahun tersembunyi. Penemuan ini mengubah segalanya, baik bagi Bumi maupun bagi komunitas Bulan yang selama ini bersiap dalam diam.
Bagi Renate, kedatangan James menjadi pengalaman pertama berinteraksi dengan manusia dari Bumi. Ia ditugaskan sebagai penghubung sekaligus penerjemah karena kemampuannya memahami bahasa Inggris. Pertemuan mereka menjadi titik awal konflik batin Renate. Ia mulai menyadari bahwa gambaran tentang dunia luar yang selama ini diajarkan kepadanya tidak sepenuhnya benar. James, yang awalnya hanya menjalankan tugas, perlahan menyadari bahwa dirinya terjebak dalam situasi berbahaya yang jauh melampaui misi simbolis.
Wolfgang Kortzfleisch (Udo Kier), pemimpin militer di pangkalan Bulan, melihat momen ini sebagai kesempatan emas. Dengan sumber daya yang selama ini dikembangkan secara diam diam, ia memerintahkan percepatan rencana invasi ke Bumi. Armada pesawat luar angkasa yang dirancang menyerupai simbol kekuasaan Nazi disiapkan untuk menunjukkan kekuatan mereka kepada dunia. Ideologi lama dibungkus dengan teknologi futuristik, menciptakan ancaman yang terasa absurd sekaligus menakutkan.
Renate berada di tengah konflik tersebut. Di satu sisi, ia telah dididik untuk patuh dan percaya pada misi besar yang diwariskan generasi sebelumnya. Di sisi lain, pengalamannya bersama James membuka cara pandang baru tentang kebebasan, pilihan hidup, dan absurditas kebencian yang diwariskan tanpa pernah dipertanyakan. Ketika Renate dibawa ke Bumi bersama James, ia menyaksikan langsung dunia yang kacau, penuh kepentingan politik, namun juga jauh lebih beragam dan manusiawi dari yang ia bayangkan.
Sementara itu di Bumi, Presiden Amerika Serikat (Stephanie Paul) dan para penasihatnya justru melihat ancaman dari Bulan sebagai peluang politik. Alih alih fokus pada keselamatan umat manusia, mereka sibuk memikirkan keuntungan elektoral, dukungan publik, dan dominasi global. Dunia merespons ancaman luar angkasa dengan cara yang ironis, memperlihatkan bahwa konflik internal manusia tidak kalah berbahaya dibanding invasi dari luar planet.
Ketegangan meningkat ketika armada Bulan mulai menyerang Bumi. Pertempuran luar angkasa terjadi dengan visual yang spektakuler dan satir, menyingkap betapa rapuhnya peradaban modern ketika dihadapkan pada ancaman yang tidak masuk akal. Renate harus mengambil keputusan penting tentang siapa dirinya sebenarnya dan nilai apa yang ingin ia perjuangkan. Ia tidak lagi sekadar produk doktrin, tetapi individu dengan kehendak bebas.
Di tengah kekacauan global, Renate menjadi simbol perubahan. Pilihannya memengaruhi jalannya konflik dan menunjukkan bahwa ideologi yang dibangun di atas kebencian dan nostalgia kekuasaan tidak pernah benar benar kuat. Film ini membawa penonton pada perjalanan penuh sindiran, aksi, dan refleksi tentang sejarah, kekuasaan, dan kecenderungan manusia mengulang kesalahan yang sama dengan wajah berbeda.
Ketika perang antara Bulan dan Bumi mencapai titik krusial, satu pertanyaan besar menggantung di udara tentang apakah umat manusia benar benar belajar dari masa lalu atau justru terus terjebak dalam siklus ambisi dan kehancuran tanpa akhir?
Penulis Artikel: Anastashia Gabriel
Pemeran
Jadwal Film
Bidadari Surga
Penerbangan Terakhir
Penunggu Rumah: Buto Ijo
28 Years Later: The Bone Temple
Unexpected Family
His & Hers
5 Centimeters per Second
The Home
Greenland: Migration
Musuh Dalam Selimut
Malam 3 Yasinan
Suka Duka Tawa
Uang Passolo
Modual Nekad
Dusun Mayit
The Housemaid
Moon the Panda
Patah Hati Yang Kupilih
Janur Ireng: Sewu Dino The Prequel
Comic 8 Revolution: Santet K4bin3t
The SpongeBob Movie: Search for SquarePants
Anaconda (2025)
Timur
Avatar: Fire and Ash
The Carpenter's Son
Alas Roban
Mengejar Restu
Happy Patel: Khatarnak Jasoos
16 Januari 2026
Mercy
16 Januari 2026
Pororo The Movie: Sweet Castle Adventure
16 Januari 2026
Like a Rolling Stone
17 Januari 2026
Cells at Work!
17 Januari 2026
Angry Squad: Civil Servants & Seven Swindlers
17 Januari 2026
Project Hail Mary
20 Januari 2026
MLBB: M7 WATCH PARTY - TIER LEGEND
21 Januari 2026
MLBB: M7 WATCH PARTY - TIER MYTHIC
21 Januari 2026
Back to the Past
21 Januari 2026
Esok Tanpa Ibu
22 Januari 2026
Sengkolo: Petaka Satu Suro
22 Januari 2026
Papa Zola: The Movie
23 Januari 2026
Shelter
28 Januari 2026
Sinners
28 Januari 2026
Kuyank
29 Januari 2026
Kafir: Gerbang Sukma
29 Januari 2026
Kuyank
29 Januari 2026
Tolong Saya! (Duwajuseyo)
29 Januari 2026
Tuhan, Benarkah Kau Mendengarku?
29 Januari 2026
Balas Budi
05 Februari 2026
Ahlan Singapore
05 Februari 2026
Check Out Sekarang, Pay Later (Caper)
05 Februari 2026
Teman Tegar Maira
05 Februari 2026
Sadali
05 Februari 2026
Aiueo Macam Betool Aja
12 Februari 2026
Waru
12 Februari 2026
How to Make a Killing
20 Februari 2026
RAJAH
26 Februari 2026
Titip Bunda di Surga-Mu
26 Februari 2026
Scream 7
27 Februari 2026
Undercard
27 Februari 2026
Peaky Blinders: The Immortal Man
06 Maret 2026
Tunggu Aku Sukses Nanti
18 Maret 2026
Senin Harga Naik
18 Maret 2026
Suzzanna: Santet Dosa di Atas Dosa
18 Maret 2026
Avengers: Doomsday
18 Desember 2026