Last Night in Soho
Drama Horror Mystery

Last Night in Soho

2021 116 menit R
Rating 7/10
Rating 7.7/10
Sutradara
Edgar Wright
Penulis Skenario
Edgar Wright Krysty Wilson-Cairns
Studio
Focus Features International (FFI) Film4 Perfect World Pictures

Last Night in Soho hadir sebagai film psikologi horor yang dibintangi Thomasin McKenzie, Anya Taylor-Joy, Matt Smith, Terence Stamp, Rita Tushingham, Michael Ajao, hingga Diana Rigg dan Margaret Nolan dalam penampilan terakhir mereka. KLovers, film garapan Edgar Wright ini membawa kita masuk ke dunia glamor, misterius, dan perlahan berubah mengerikan, lewat sudut pandang seorang mahasiswi desain fashion yang ingin mengejar mimpi di London.

Di permukaan, Last Night in Soho tampak seperti perjalanan nostalgia ke era Swinging Sixties, tetapi semakin jauh kita menyelami ceritanya, semakin terasa betapa kelam dan menyesatkannya masa lalu yang terlihat begitu memesona.

Kisahnya mengikuti Eloise 'Ellie' Turner, remaja polos dari pedesaan dekat Redruth, Cornwall yang terobsesi dengan musik dan fashion tahun 1960-an. Ellie punya bakat besar dalam desain, tapi juga membawa luka emosional sejak kecil karena ibunya, seorang desainer busana, meninggal karena bunuh diri.

Sejak itu, Ellie dibesarkan neneknya dan sesekali melihat penampakan sang ibu lewat pantulan cermin. Pengalaman spiritual inilah yang membuat Ellie kadang tampak rapuh, tapi juga memiliki sensitivitas mendalam terhadap hal-hal di luar batas nalar.

Setibanya di London untuk kuliah di London College of Fashion, Ellie langsung merasa kesulitan beradaptasi. Dinamika perkuliahan yang kompetitif dan kultur 'anak kota' membuat Ellie merasa terasing, terutama karena teman sekamarnya, Jocasta, sangat menyebalkan dan suka merendahkan.

Untungnya, ada John, mahasiswa ramah yang menjadi satu-satunya sosok yang membuat Ellie merasa diterima. Karena tidak tahan tinggal di asrama, Ellie pindah ke sebuah kamar sewaan milik wanita tua bernama Ms. Collins. Rumah itu sederhana tapi memberi ketenangan yang tidak Ellie dapatkan sebelumnya.

Namun ketenangan itu tidak bertahan lama. Di malam pertamanya, Ellie mengalami mimpi super nyata. Ia seolah benar-benar hidup di masa lalu dan berjalan masuk ke era 1960-an.

Di Café de Paris, ia melihat sosok perempuan cantik dan percaya diri bernama Sandie. Sandie datang untuk mengejar mimpinya menjadi penyanyi dan mendekati klub lewat manajer tampan bernama Jack. Ellie tidak hanya menyaksikan Sandie, tetapi seakan-akan berada dalam tubuhnya, mencicipi glamor London tempo dulu dengan warna, musik, dan suasana yang memukau.

Keesokan harinya, Ellie terbangun dengan inspirasi besar. Ia membuat desain gaun terinspirasi Sandie, lalu menyadari ada bekas gigitan cinta di lehernya, seolah ia benar-benar hidup sebagai Sandie dalam mimpi itu. Malam berikutnya, mimpi Ellie berlanjut.

Sandie gagal mendapat kesempatan menyanyi yang ia inginkan, tapi Jack membuka peluang bagi Sandie untuk tampil di klub lain. Ellie semakin tenggelam dalam sosok Sandie, hingga ia mewarnai rambutnya menjadi pirang, mengubah gaya busana, dan bekerja di sebuah pub. Namun perubahan Ellie menarik perhatian lelaki berambut perak yang terus memperhatikannya, tampak mengenali aura Sandie dalam dirinya.

Ketika mimpi Ellie makin sering datang, atmosfernya berubah semakin gelap. Sandie tidak lagi terlihat sebagai bintang yang sedang menanjak, melainkan korban manipulasi. Jack menjadikan Sandie sebagai pekerja seks dan menjajakannya pada para rekan bisnisnya.

Ellie menyaksikan Sandie dipaksa, dilecehkan, dan kehilangan harapannya satu per satu. Ketika terbangun, Ellie mulai melihat sosok-sosok bayangan para pria itu menggantunginya, seakan mendekat dari lorong-lorong London hingga menyusup ke kehidupannya yang nyata.

Suatu malam, Ellie melihat adegan paling menakutkan, Jack tampak membunuh Sandie dengan pisau. Terkejut dan penuh rasa bersalah, Ellie mencoba melaporkan kasus 'pembunuhan lama' itu ke polisi. Namun ceritanya dianggap tak masuk akal, meski satu detektif perempuan memperlihatkan simpati dan kekhawatiran pada kondisi Ellie. Ellie pun bertekad mencari bukti sendiri. Ia mencari artikel lama soal pembunuhan Sandie tetapi malah menemukan berita tentang pria-pria lokal yang hilang tanpa jejak di era yang sama.

Percaya bahwa lelaki berambut perak adalah Jack yang membunuh Sandie, Ellie mengikutinya dan mengonfrontasinya di pub. Lelaki itu menyangkal. Ia lari ke luar tapi justru tertabrak taksi. Barulah identitasnya terungkap, bukan Jack, melainkan Lindsey, petugas intel kepolisian yang pernah mencoba membantu Sandie kabur dari kehidupan prostitusi.

Panicked dan bingung, Ellie kembali ke rumah untuk membereskan barang dan pergi dari London. Di sanalah Ms. Collins mengungkapkan kebenaran yang memutarbalikkan semuanya. Dari cara ia memanggil Ellie sampai komentar tentang kunjungan polisi, perlahan ia mengaku, ia adalah Sandie. Sandie tidak dibunuh Jack. Justru Sandie membunuh Jack setelah ia mengancam hidupnya. Dan bukan hanya Jack, Sandie kemudian membunuh semua pria yang pernah diperjualbelikan kepadanya, lalu menyembunyikan mayat mereka di balik dinding dan lantai rumah. Kesunyian rumah Ms. Collins ternyata dipenuhi arwah-arwah masa lalu.

Ms. Collins kemudian meracuni teh Ellie agar rahasianya tidak terbongkar. Mulailah pengejaran menegangkan di dalam rumah. Ellie menumbangkan asbak, memicu kebakaran, sementara John datang untuk menyelamatkannya namun ditikam Sandie. Dalam halusinasi Ellie, Sandie kembali tampak muda, cantik, tapi juga mematikan. Pengejaran di tangga kaca, tubuh-tubuh hantu yang menjerit meminta Ellie membalaskan dendam mereka, dan kebakaran besar membuat ketegangan mencapai puncak.

Pada akhirnya, Ellie berhasil membuat Ms. Collins berhenti. Ketika Sandie tua mencoba bunuh diri, Ellie menahannya, menyadari bahwa ia adalah korban sekaligus pelaku. Sandie memintanya menyelamatkan John dan menyelamatkan diri sendiri, sementara ia tetap tinggal di rumah yang terbakar bersama masa lalunya.

Beberapa waktu kemudian, Ellie menampilkan koleksi busana tahunannya dengan sukses besar. Nenek dan John hadir untuk mendukung. Ellie melihat ibunya tersenyum dari pantulan cermin. Lalu Sandie muncul dalam bayangan dan mengirimkan ciuman, seolah menjadi bagian dari perjalanan hidup Ellie yang tak terlupakan.

Thomasin McKenzie Eloise
Anya Taylor-Joy Sandie
Matt Smith Jack
Diana Rigg Ms. Collins
Aimee Cassettari Eloise's Mother
Rita Tushingham Peggy
Colin Mace Taxi Driver #1
Michael Ajao John
Synnove Karlsen Jocasta
Jessie Mei Li Lara