Now You See Me
Crime Mystery Thriller

Now You See Me

2013 115 menit PG-13
7.9/10
Rating 7.2/10
Sutradara
Louis Leterrier
Penulis Skenario
Ed Solomon Boaz Yakin Edward Ricourt
Studio
Summit Entertainment K/O Paper Products SOIXAN7E QUIN5E

Panggung besar di Las Vegas menjadi titik awal pertemuan empat pesulap dengan gaya dan keahlian yang sangat berbeda. J. Daniel Atlas (Jesse Eisenberg) dikenal sebagai ilusionis karismatik dengan kepercayaan diri tinggi. Merritt McKinney (Woody Harrelson) adalah mentalis yang mampu membaca pikiran dan memanipulasi emosi penonton. Henley Reeves (Isla Fisher) merupakan pesulap wanita yang lihai dalam trik sulap berisiko tinggi. Jack Wilder (Dave Franco) adalah pesulap jalanan yang gesit dan penuh kejutan. Mereka dipertemukan oleh undangan misterius yang membawa ke sebuah apartemen kosong dan meninggalkan petunjuk aneh tentang rencana besar.

Tak lama setelah pertemuan itu, keempatnya tampil bersama dengan nama The Four Horsemen. Pertunjukan perdana mereka langsung menghebohkan publik. Di tengah aksi sulap yang tampak mustahil, mereka melakukan perampokan bank di Paris secara langsung dari atas panggung Las Vegas. Uang hasil rampokan tersebut jatuh ke tangan penonton, membuat aksi mereka viral dan menuai perdebatan. Apakah itu sekadar ilusi atau kejahatan nyata yang dibungkus hiburan.

Aksi ini menarik perhatian Dylan Rhodes (Mark Ruffalo), agen FBI yang ambisius dan keras kepala. Ia bekerja sama dengan Alma Dray (Mélanie Laurent), detektif Interpol yang cerdas dan penuh perhitungan. Keduanya berusaha membuktikan bahwa The Four Horsemen bukan sekadar pesulap, melainkan penjahat yang menggunakan trik sulap sebagai kedok. Namun setiap langkah penyelidikan selalu berakhir buntu. Bukti yang ada tidak pernah cukup kuat untuk menjerat mereka secara hukum.

Di sisi lain, ada Thaddeus Bradley (Morgan Freeman), mantan pesulap yang kini dikenal sebagai pembongkar trik sulap. Ia mengklaim bahwa semua keajaiban hanyalah tipu daya dan teknik. Thaddeus menawarkan bantuannya kepada FBI dengan satu tujuan, membongkar rahasia The Four Horsemen dan membuktikan bahwa mereka adalah penipu. Namun motivasinya tidak sepenuhnya bersih, karena ada masa lalu dan kepentingan pribadi yang ikut bermain.

The Four Horsemen terus melanjutkan pertunjukan mereka ke kota lain. Setiap aksi selalu diiringi kejahatan finansial yang merugikan pihak berkuasa namun menguntungkan orang kecil. Seorang taipan asuransi yang tamak menjadi target berikutnya, dan lagi lagi uang hasil kejahatan dibagikan kepada publik. Popularitas mereka melonjak, menjadikan mereka simbol perlawanan terhadap keserakahan korporasi. Sementara itu, tekanan terhadap Dylan dan Alma semakin besar karena publik justru mendukung para pesulap tersebut.

Hubungan antar anggota The Four Horsemen tidak selalu solid. Di balik kekompakan di atas panggung, ada ego, keraguan, dan rahasia yang mulai muncul. Atlas merasa dirinya pemimpin alami, sementara yang lain mulai mempertanyakan arah permainan ini. Risiko semakin tinggi dan kesalahan sekecil apa pun bisa berakibat fatal. Mereka juga merasa seperti selalu diawasi oleh sosok misterius yang mengendalikan segalanya dari balik layar.

Penyelidikan Dylan membawa pada fakta mengejutkan tentang masa lalu dan jaringan rahasia yang dikenal sebagai The Eye, sebuah komunitas pesulap legendaris yang diyakini hanya mitos. Setiap petunjuk baru justru membuat kasus semakin rumit. Sulit membedakan siapa pemburu dan siapa yang sebenarnya sedang diburu. Realitas dan ilusi terus bertabrakan, membuat semua orang mempertanyakan apa yang benar dan apa yang hanya trik mata.

Menuju pertunjukan pamungkas di New York, ketegangan mencapai puncaknya. Kejar kejaran, pengkhianatan, dan pengungkapan rahasia terjadi hampir bersamaan. Identitas dalang di balik semua rencana mulai terkuak, termasuk peran sebenarnya dari pihak yang selama ini terlihat paling berkuasa. Dalam dunia sulap, perhatian adalah segalanya, dan mereka yang mengendalikan perhatian mampu mengendalikan hasil akhir.

Pertunjukan terakhir bukan sekadar soal uang atau kejahatan, melainkan pembuktian tentang kecerdikan, kepercayaan, dan balas dendam yang dirancang dengan sangat rapi. Saat tirai akhirnya tertutup, publik hanya bisa terpukau melihat betapa mudahnya mereka diarahkan untuk melihat apa yang ingin ditunjukkan. Siapa sebenarnya yang sejak awal memegang kendali atas permainan ilusi ini?

Penulis Artikel: Anastashia Gabriel

Jesse Eisenberg J. Daniel Atlas
Common Evans
Mark Ruffalo Dylan Rhodes
Woody Harrelson Merritt McKinney
Isla Fisher Henley Reeves
Dave Franco Jack Wilder
Mu00e9lanie Laurent Alma Dray
Morgan Freeman Thaddeus Bradley
Michael Caine Arthur Tressler
Michael Kelly Agent Fuller

Jadwal Film