Phobia
Drama Horror Mystery

Phobia

2008 112 menit
Rating 6.5/10
Rating 7.2/10
Sutradara
Banjong Pisanthanakun Paween Purijitpanya Yongyoot Thongkongtoon Parkpoom Wongpoom
Penulis Skenario
Banjong Pisanthanakun Paween Purijitpanya Yongyoot Thongkongtoon Parkpoom Wongpoom Eakasit Thairaat Vanridee Pongsittisak Amornthep Sukumanont Witthaya Thongyooyong Aummaraporn Phandintong Sophon Sakdaphisit Chantavit Dhanasevi Mez Tharatorn Ter Chantavit Dhanasevi
Studio
GMM Tai Hub (GTH)

Film horor antologi Thailand Phobia menghadirkan empat kisah teror berbeda yang mengangkat rasa takut paling mendalam manusia, mulai dari kesepian hingga rasa bersalah.

Kesepian

Dalam segmen garapan Youngyooth Thongkonthun, cerita mengikuti Pin, perempuan muda yang harus tinggal sendirian di apartemen karena kakinya patah dan digips. Rasa sepi membuatnya sering berkomunikasi lewat pesan singkat dengan orang asing misterius yang hanya aktif di malam hari. Pria itu mengaku berada di tempat sempit selama 100 hari.

Ketika Pin meminta foto balasan, ia justru menerima fotonya sendiri dengan sosok menyeramkan samar di belakangnya. Setelah menyelidiki, Pin mengetahui bahwa pria tersebut sudah meninggal dan dikuburkan bersama ponselnya agar tetap bisa "berkomunikasi". Teror makin menjadi ketika arwah itu mengatakan akan datang menemuinya. Lampu apartemen padam, dan Pin akhirnya diserang hingga terjatuh dari jendela apartemen. Terungkap bahwa sebelumnya Pin pernah terlibat kecelakaan tragis akibat bunuh diri mantan kekasihnya.

Mantra Mematikan

Segmen karya Paween Purikitpanya berpusat pada Ngid, siswa kutu buku yang dipukuli hingga tewas setelah memergoki teman-temannya memakai narkoba. Sebelum meninggal, ia mengutuk para pelaku dengan jimat mematikan yang berkaitan dengan foto mayat bermata terbuka.

Satu per satu anggota geng mulai meninggal secara misterius. Pink, satu-satunya yang tidak ikut memukul Ngid tetapi membiarkan kejadian itu terjadi, tetap dihantui rasa bersalah. Saat kutukan mendekatinya, Pink memilih mencungkil kedua matanya sendiri agar tak bisa lagi melihat foto kutukan tersebut, menjadi satu-satunya cara untuk bertahan hidup.

Pria di Tengah

Disutradarai Banjong Pisanthanakun, kisah ini mengikuti empat sahabat, Aey, Ter, Shin, dan Phuak yang pergi arung jeram di Chiang Mai. Sebelum tidur, Aey bercanda bahwa siapa pun yang tidur di tengah akan menjadi orang berikutnya yang mati jika dirinya meninggal.

Keesokan harinya, Aey hilang setelah terjatuh ke sungai deras. Ketiga temannya panik dan mulai saling berebut posisi tidur agar tidak berada di tengah. Namun kejadian aneh mulai terjadi ketika Aey tiba-tiba kembali ke tenda. Tak lama kemudian, mereka menemukan fakta mengejutkan, sebenarnya mereka semua sudah tewas tenggelam sejak rakit terbalik, hanya saja belum menyadari kematian mereka sendiri.

Penerbangan 224

Segmen terakhir garapan Parkpoom Wongpoom mengikuti pramugari bernama Pim yang diam-diam berselingkuh dengan Pangeran Albert dari Virnistan. Saat mengawal penerbangan khusus bersama Putri Sophia, istri sang pangeran, tragedi terjadi ketika sang putri meninggal akibat reaksi alergi makanan.

Karena jenazah harus segera dipulangkan, Pim terpaksa menemani mayat Putri Sophia seorang diri di dalam pesawat. Di tengah penerbangan, tubuh sang putri mulai bergerak dari balik kain kafan, membuat Pim diteror ketakutan luar biasa. Saat pesawat mendarat di Inggris, Pim ditemukan tewas di lantai kabin, tepat di bawah jasad Putri Sophia yang masih terbujur kaku.