Pengabdi Setan
Drama Horror Mystery

Pengabdi Setan

2017 107 menit Not Rated
7.2/10
Rating 6.5/10
Sutradara
Joko Anwar
Penulis Skenario
Joko Anwar Sisworo Gautama Putra Naryono Prayitno Subagio S. Imam Tantowi
Studio
Rapi Films CJ Entertainment

Cerita Pengabdi Setan berlatar tahun 1981. Rini (Tara Basro) tinggal di pinggiran Jakarta, menempati rumah tua peninggalan neneknya, Rahma Saidah (Elly D. Luthan). Ia hidup bersama sang ibu, Mawarni Suwono (Ayu Laksmi), ayahnya Bahri Suwono (Bront Palarae), serta tiga adik laki-lakinya, Tony (Endy Arfian), Bondi (Nasar Anuz), dan Ian (Muhammad Adhiyat).

Masalah keluarga ini dimulai dari kondisi ekonomi yang kian terpuruk. Mawarni menderita penyakit misterius selama tiga setengah tahun hingga lumpuh total dan hanya bisa berbaring di tempat tidur. Untuk memanggil anggota keluarga, Mawarni harus membunyikan lonceng kecil di samping ranjangnya. Sayangnya, biaya pengobatan mereka sudah benar-benar habis.

Demi bertahan hidup, Rini sampai rela berhenti kuliah. Keluarga juga mencoba mengandalkan royalti Mawarni yang dulu sempat dikenal sebagai penyanyi dengan lagu hits ‘Kelam Malam’. Namun, kariernya sudah lama meredup dan tak lagi menghasilkan uang. Tony bahkan menjual motor dan barang pribadinya demi membantu keluarga. Semua usaha itu tetap gagal. Suatu hari, Rini menemukan ibunya terjatuh di lantai kamar dan meninggal dunia.

Di pemakaman Mawarni, keluarga Rini bertemu seorang Ustaz (Arswendi Nasution) dan putranya, Hendra (Dimas Aditya), yang menunjukkan simpati dan menawarkan bantuan. Setelah pemakaman, Bahri pergi ke kota untuk mencari pekerjaan. Namun, kematian Mawarni justru menjadi awal teror mengerikan. Sosok yang sangat mirip dengan Mawarni mulai menampakkan diri di rumah. Tak lama kemudian, Bondi menemukan nenek mereka tewas tenggelam di sumur belakang rumah.

Di kamar nenek, Rini menemukan sepucuk surat yang ditujukan kepada Budiman Syailendra (Egy Fedly). Rini pun mengantarkan surat itu ke rumah susun tempat Budiman tinggal bersama Hendra. Budiman mengaku sebagai teman lama sang nenek dan mengungkap rahasia masa lalu keluarga Rini. Ia bercerita bahwa nenek Rini dulu menentang pernikahan orang tuanya karena Mawarni adalah seniman dan diyakini tidak bisa memiliki anak. Demi mendapatkan keturunan, Mawarni disebut-sebut mengikuti sebuah sekte pemuja setan.

Sementara itu, Bondi mulai bertingkah aneh sejak menemukan jasad neneknya. Ia terlihat seperti kerasukan dan hampir melukai Ian. Di sisi lain, Ian mengalami teror arwah neneknya yang mengajaknya bermain petak umpet sebelum mencoba menyeretnya. Tony kemudian membaca majalah Maya pemberian Budiman yang membahas tentang pengabdi setan. Dari situ, Tony menduga bahwa Ian akan diambil oleh sekte tersebut saat berusia tujuh tahun, meski Rini masih menolak mempercayainya.

Teror semakin intens. Keluarga Rini memanggil sang Ustaz untuk memeriksa rumah. Mereka disarankan untuk lebih mendekatkan diri kepada Tuhan. Namun malam itu, Rini justru diteror langsung oleh penampakan Mawarni saat sedang salat. Panik, Rini dan adik-adiknya melarikan diri ke rumah Ustaz. Sang Ustaz pun berencana menggelar pengajian di rumah mereka keesokan harinya.

Di sisi lain, Hendra pergi menemui Budiman yang ingin memberinya artikel revisi tentang pengabdi setan. Dalam perjalanan pulang, Hendra mengalami kecelakaan tragis setelah motornya diserempet hingga terlindas truk. Jenazah Hendra dipulangkan ke rumah Ustaz. Rini menemukan artikel yang dibawa Hendra, sementara malam itu ia melihat penampakan Hendra di luar rumah Ustaz. Sang Ustaz ketakutan dan mengaku menyerah karena kematian anaknya akibat ikut campur urusan keluarga Rini.

Bahri akhirnya pulang dan membawa keluarganya kembali ke rumah. Ia terpukul saat mengetahui bahwa ibunya juga meninggal, tenggelam di sumur. Ketegangan memuncak ketika Rini hendak menanyakan rahasia masa lalu orang tuanya. Ian yang sedang buang air kecil di dekat sumur tiba-tiba ditarik arwah neneknya ke dalam sumur. Bahri berhasil menyelamatkan Ian di tengah kekacauan rumah yang dipenuhi fenomena poltergeist.

Malam itu, rumah dikepung para pengabdi setan yang menaburkan biji saga di halaman. Rini, Tony, dan Bahri terjebak di lorong tangga saat Bahri memohon ampun kepada arwah ibu dan istrinya. Situasi berubah ketika Bondi berhasil menyelamatkan Ian dan menghentikan pengaruh neneknya, membuat para pengabdi setan mundur dan rumah kembali tenang.

Keesokan paginya, keluarga Rini bersiap pindah ke rumah susun. Namun mobil penjemput tak kunjung datang hingga malam. Sang Ustaz datang untuk meminta maaf karena tak bisa membantu lebih jauh dan menemani mereka menunggu, bertepatan dengan ulang tahun Ian yang ketujuh tepat tengah malam. Saat tengah malam tiba, Rini teringat artikel Budiman dan menceritakannya pada Tony.

Teror kembali terjadi. Bahri digentayangi Mawarni, sementara Bondi menemukan Ian berbicara dalam bahasa asing meski sebelumnya bisu. Mereka bersembunyi di kamar nenek dan menyadari bahwa mayat-mayat dari pemakaman telah bangkit. Sang Ustaz ditemukan tewas tertusuk, dan Ian berjalan keluar menuju kerumunan mayat hidup bersama Mawarni.

Para mayat hidup mengepung rumah dan masuk melalui pintu dapur. Arwah nenek muncul dan menahan mereka, terungkap bahwa selama ini ia berusaha melindungi cucu-cucunya dengan cara ekstrem, bahkan mencoba membunuh Ian agar tidak diambil sekte. Budiman datang tepat waktu dan membawa keluarga Rini pergi dari rumah tersebut.

Setahun kemudian, keluarga Rini tinggal di rumah susun. Suatu hari, seorang tetangga perempuan (Asmara Abigail) memberi mereka rantang makanan. Setelah kembali ke rumahnya, ia berbincang dengan Batara (Fachri Albar). Terungkap bahwa perempuan itu adalah Darminah, tokoh antagonis utama dari kisah Pengabdi Setan.

Ringkasan Singkat
Setelah ibunya meninggal, Rini dan keluarganya diteror kekuatan gaib di rumah tua mereka. Rahasia sekte pengabdi setan dan masa lalu kelam sang ibu mengancam keselamatan keluarga, terutama Ian yang berusia tujuh tahun.

Tara Basro Rini
Bront Palarae Father
Dimas Aditya Hendra
Endy Arfian Tony
Nasar Annuz Bondi
M. Adhiyat Ian
Arswendy Bening Swara Ustadz
Egy Fedly Budiman
Ayu Laksmi Mother
Elly D. Luthan Grandma

Jadwal Film