The Theory of Everything
Synopsis
Pada tahun 1963, Stephen Hawking adalah mahasiswa pascasarjana astrofisika di University of Cambridge. Di kampus itu, ia mulai menjalin hubungan dengan seorang mahasiswi sastra bernama Jane Hawking (Jane Wilde). Meski dikenal sangat cerdas, teman-teman dan para dosennya khawatir karena Stephen belum juga menentukan topik tesisnya.
Setelah menghadiri kuliah tentang lubang hitam yang disampaikan oleh Roger Penrose bersama pembimbingnya, Dennis Sciama, Stephen mulai berspekulasi bahwa fenomena tersebut mungkin berkaitan dengan asal-usul alam semesta. Dari situlah ia akhirnya menentukan topik penelitiannya.
Namun tak lama kemudian, kondisi fisik Stephen mulai memburuk. Otot-otot tubuhnya melemah sehingga koordinasi geraknya terganggu. Setelah mengalami jatuh yang cukup parah, ia didiagnosis menderita Motor Neuron Disease (MND), penyakit saraf degeneratif progresif yang perlahan akan membuatnya kehilangan kemampuan bergerak, menelan, bahkan bernapas.
Tanpa pengobatan yang tersedia saat itu, dokter memperkirakan Stephen hanya memiliki waktu sekitar dua tahun untuk hidup. Meski begitu, dokter menegaskan bahwa penyakit tersebut tidak akan memengaruhi fungsi otaknya, artinya pikiran dan kecerdasannya akan tetap utuh, meskipun suatu saat ia mungkin tidak lagi mampu mengungkapkannya.
Kabar tersebut membuat Stephen terpuruk dan mengalami depresi berat. Ia menjadi lebih tertutup dan memilih menenggelamkan diri dalam pekerjaannya. Di tengah situasi itu, Jane menyatakan cintanya dan menegaskan bahwa ia akan tetap bersama Stephen meski kondisi kesehatannya terus memburuk.
Keduanya kemudian menikah dan memiliki putra pertama bernama Robert. Ketika kemampuan berjalan Stephen semakin menurun, ia akhirnya mulai menggunakan kursi roda untuk beraktivitas.
Terinspirasi oleh penelitian Penrose tentang singularitas ruang-waktu di pusat lubang hitam, Stephen kemudian mempresentasikan tesis doktoralnya. Ia mengemukakan gagasan bahwa alam semesta mungkin bermula dari sebuah Big Bang yang mirip dengan proses terbentuknya lubang hitam, dan suatu hari bisa berakhir dalam peristiwa Big Crunch.
Setelah keluarga Hawking dikaruniai anak kedua bernama Lucy, Jane mulai merasakan tekanan besar. Ia harus mengurus anak-anak sekaligus merawat Stephen yang kesehatannya terus menurun, sementara ketenaran Stephen sebagai ilmuwan semakin meningkat.
Semua itu membuat Jane harus mengorbankan ambisinya sendiri di dunia akademik. Menyadari beban yang dipikul istrinya, Stephen mengatakan bahwa ia akan memahami jika Jane membutuhkan bantuan dari orang lain.
Pemeran
Jadwal Film
Ek Din
The Bell: Panggilan Untuk Mati
Mortal Kombat II
Fuze
Tears of the Azure Sea
Ek Din
The Devil Wears Prada 2
Michael (2026)
Dilan ITB 1997
The Drama
Para Perasuk
Kupilih Jalur Langit
Ikatan Darah
Dalam Sujudku
The Magic Faraway Tree
Project Hail Mary
Tiba Tiba Setan
Warung Pocong
Ghost in the Cell
Ready or Not 2: Here I Come
Lee Cronin's The Mummy
Ayah, Ini Arahnya ke Mana, Ya?
They Will Kill You
Yohanna
Tumbal Proyek
13 Mei 2026
Semua Akan Baik-Baik Saja
13 Mei 2026
Yang Lain Boleh Hilang Asal Kau Jangan
13 Mei 2026
Top Gun : Maverick ( re-release )
13 Mei 2026
In the Grey
15 Mei 2026
Pati Patni Aur Woh Do
15 Mei 2026
Keluarga Suami Adalah Hama
21 Mei 2026
Gudang Merica
21 Mei 2026
Kamu Harus Mati
21 Mei 2026
Chand Mera Dil
22 Mei 2026
Children of Heaven (2026)
27 Mei 2026
The Furious
29 Mei 2026
Colony (2026)
03 Juni 2026
Nobody Loves Kay
04 Juni 2026
Masters of the Universe (2026)
05 Juni 2026
Air Mata Buaya
07 Juni 2026
Minions & Monsters
30 Juni 2026
402 Rumah Sakit Angker Korea
09 Juli 2026
Badut Gendong
27 Mei 2026
Passenger (2026)
27 Mei 2026