Wrath of Man
Action Crime Thriller

Wrath of Man

2021 119 menit R
Rating 7.1/10
Rating 7.8/10
Sutradara
Guy Ritchie
Penulis Skenario
Guy Ritchie Nicolas Boukhrief u00c9ric Besnard Ivan Atkinson Marn Davies
Studio
Metro-Goldwyn-Mayer (MGM) Miramax CAA Media Finance

Wrath of Man, film aksi thriller yang dibintangi Jason Statham bersama Holt McCallany, Jeffrey Donovan, Josh Hartnett, Laz Alonso, Raúl Castillo, DeObia Oparei, Eddie Marsan, dan Scott Eastwood ini menghadirkan kisah balas dendam penuh tensi yang bikin kita susah berkedip. Di tangan sutradara Guy Ritchie, film ini menyajikan cerita yang disusun dalam empat babak dengan gaya non-linear, membawa KLovers menyelam perlahan ke misteri gelap sang tokoh utama.

Cerita dibuka dengan sebuah perampokan brutal terhadap truk uang di Los Angeles. Dua penjaga dan seorang warga sipil tewas di tempat. Insiden ini menjadi pemantik dari rentetan tragedi dan rahasia yang akan terungkap satu per satu.

Lima bulan setelah kejadian itu, seorang pria bernama Patrick Hill masuk sebagai karyawan baru di Fortico Security, perusahaan transportasi uang. Terlihat pendiam dan misterius, Hill yang mendapat julukan “H” oleh rekan-rekannya ini tampak biasa saja pada awalnya. Bahkan, ia hampir gagal dalam tes menembak dan terlihat tidak terlalu menarik di mata teman-temannya seperti Boy Sweat Dave dan Dana Curtis.

Namun, semuanya berubah saat situasi gawat terjadi. Ketika Bullet, rekannya yang ramah, disandera perampok, H secara tiba-tiba memperlihatkan kemampuan menembak yang luar biasa presisi dan mematikan. Dalam hitungan detik, ia melumpuhkan seluruh kawanan perampok dengan efisiensi yang mencengangkan. KLovers pasti langsung sadar kalau H bukan orang sembarangan.

Aksinya membuat FBI curiga. Mereka menaruh perhatian besar karena H bukan hanya terlihat sangat terlatih, tetapi juga tampak seperti seseorang yang punya agenda lain. Meski begitu, atasan mereka, Agent King, meminta mereka berhenti mengutak-atik identitas H. Ada sesuatu yang ditutupi.

Sementara itu, H terus mengamati semua orang di Fortico. Ia memantau, menyelidiki, dan memperhatikan siapa melakukan apa. Rekan-rekannya semakin merasa aneh karena H seolah selalu tahu apa yang akan terjadi. Hingga sebuah percobaan perampokan lagi terjadi dan para kriminal langsung mundur begitu melihat wajah H. Semakin jelas bahwa ada masa lalu kelam yang terus membayangi dirinya.

Babak ini membawa kita kembali ke masa lalu, tepat pada hari perampokan pertama. Ternyata H bukan pria biasa. Ia sebenarnya Mason Hargreaves, seorang kriminal besar yang memimpin sebuah organisasi kejahatan. Di hari itu, H sedang bersama putranya, Dougie. Ia dan kelompoknya sedang bertugas memantau rute truk uang yang akan mereka rampok.

Namun, sebelum kelompok H bergerak, ada kelompok lain yang melakukan perampokan secara brutal. Mereka tidak hanya membunuh penjaga truk, tetapi juga menembak Dougie yang tanpa sengaja melihat mereka. H yang kembali ke lokasi tragedi itu hanya bisa menyaksikan putranya tewas di depan mata.

Setelah sempat kritis dan dirawat di rumah sakit, H membuat keputusan paling kelam: memburu para pembunuh Dougie satu per satu. Agent King diam-diam memberinya daftar tersangka dan membiarkan H bergerak tanpa gangguan hukum, dengan satu syarat: ia harus menghabisi para pelaku sekaligus.

H dan kelompoknya menyapu bersih semua nama yang dicurigai, tetapi hasilnya nihil. Tidak ada dari mereka yang terlibat. Ketika anak buahnya mulai ragu dan takut akan balasan, H berbohong dan mengatakan akan bersembunyi di London. Sebaliknya, ia menghilang dan kembali dengan identitas baru sebagai Patrick Hill, lalu menyusup masuk ke Fortico untuk mencari pelaku yang sebenarnya.

Fakta mengejutkan muncul ketika percobaan perampokan di Chinatown terjadi. Ternyata kelompok yang mencoba merampok adalah kelompok H sendiri, yang masih berusaha menemukan pelaku pembunuhan Dougie. Tetapi mereka mundur ketika mengetahui H kini menyamar sebagai karyawan Fortico.

Bagian ini mengungkap identitas para pelaku sebenarnya. Sekelompok veteran perang Afghanistan bernama Carlos, Sam, Brad, Tom, Jan, dan dipimpin oleh mantan sersan mereka, Jackson Aisley, memutuskan banting setir menjadi perampok.

Awalnya mereka hanya mendapatkan hasil Rp1,8 miliar (USD 110.000), tetapi dengan bantuan penjaga truk yang bekerja sama dengan Jackson, mereka merencanakan perampokan besar terhadap truk Fortico. Inilah perampokan di awal film, tempat Jan—anggota paling sadis—membunuh penjaga, Dougie, dan menembak H.

Saat ditembak, H sempat melihat wajah Jan. Itulah petunjuk pertama yang menuntunnya hingga bisa menyatukan semua potongan puzzle.

Lima bulan kemudian, para veteran itu merencanakan pencurian besar-besaran di markas Fortico, dengan total hampir Rp3 triliun (USD 180 juta) yang disimpan untuk Black Friday. Bullet yang sebelumnya terlihat baik, ternyata adalah kaki tangan Jackson dan mengungkapkan identitas H pada kelompok itu.

Perampokan berlangsung brutal. Banyak karyawan Fortico gugur, termasuk Jackson yang tewas dalam perlawanan kacau. H berhasil melawan balik dan menghabisi para anggota kelompok satu per satu. Tersisa Jan, Jackson, dan Bullet yang berhasil kabur.

Namun keserakahan menghancurkan mereka. Jan membunuh Bullet dan Jackson untuk mengambil seluruh uang rampasan.

Saat ia tiba di apartemennya, Jan menemui kejutan: H sudah melacaknya menggunakan ponsel yang diselipkan ke tas uang. Dalam adegan penuh tensi, H membacakan autopsi Dougie sambil menembaki Jan di bagian tubuh yang sama dengan luka Dougie: hati, paru- paru, limpa, dan jantung. Balas dendamnya tuntas.

H meninggalkan uangnya, menyatakan misinya selesai kepada Agent King, lalu pergi tanpa jejak.

Jason Statham H
Holt McCallany Bullet
Josh Hartnett Boy Sweat Dave
Rocci Boy Williams Hollow Bob
Jeffrey Donovan Jackson
Scott Eastwood Jan
Andy Garcia Agent King
Deobia Oparei Brad
Laz Alonso Carlos
Rau00fal Castillo Sam