[Eksklusif Interview] KID PHENOMENON Sapa Fans Indonesia! Berharap Bisa Tampil di Pestapora
KID PHENOMENON ungkap keinginan tampil di Pestapora (credit: Instagram/@kid_phenomenon)
Kapanlagi.com - Industri musik Jepang kini semakin aktif menembus pasar global, menghadirkan banyak talenta baru dengan konsep yang segar dan berbeda. Salah satu grup yang mulai menarik perhatian adalah KID PHENOMENON from EXILE TRIBE, boy group besutan LDH JAPAN yang membawa identitas unik bertajuk "TOKYO NEO POP".
Grup ini beranggotakan tujuh member yaitu KENSUKE, TSUBASA, KOHAKU, SOMA, SHUNNOSUKE, KOTA, dan RUI yang masing-masing memiliki karakter kuat dan gaya berbeda. Mereka mengusung warna musik yang memadukan berbagai genre seperti J-pop, hip-hop, dan R&B, menciptakan nuansa yang terasa modern sekaligus khas.
Dalam kesempatan interview eksklusif bersama KapanLagi, KID PHENOMENON berbagi cerita tentang perjalanan mereka sejak awal terbentuk, perkembangan musik yang mereka usung, hingga harapan besar untuk bisa tampil langsung di Indonesia, termasuk di festival musik populer seperti Pestapora.
Advertisement
Lanjut ke halaman berikutnya untuk mengenal lebih dalam awal perjalanan dan konsep unik KID PHENOMENON!
1. Tentang member KID PHENOMENON
Halo, bisa kenalkan diri kalian terlebih dahulu? Nama masing-masing member, nickname dan posisi di dalam grup.
KENSUKE: Nama saya Kensuke Sorematsu! Panggilan saya Ken-chan.
Saya adalah leader dari KID PHENOMENON. Saya biasanya membawakan rap, tapi kadang juga menyanyi. Kekuatan utama saya adalah menari!
TSUBASA: Nama saya Tsubasa Endo. Saya sering dipanggil "Tsuchan" atau "Tsuttsu." Saya adalah seorang vokalis di grup ini.
KOHAKU: Saya Kohaku Okao! Panggil saja saya Kobi!
Saya biasanya membawakan rap dan dance (terutama hip-hop), dan saya adalah pembangkit energi di grup ini, meskipun kadang juga jadi perusaknya!
SOMA: Saya Soma Kawaguchi dari KID PHENOMENON. Saya sebenarnya tidak punya panggilan khusus, biasanya orang hanya memanggil saya Soma. Saya sudah lama ingin punya nickname, jadi saat ini saya membuka saran!
SHUNNOSUKE: Saya Shunnosuke Sato, juga dikenal sebagai Shun-chan. Saya penulis lagu!
KOTA: Saya Kota Yamamoto dari KID PHENOMENON. Orang-orang sering memanggil saya COCO. Saya adalah seorang vokalis, dan saya juga menulis lagu serta lirik.
RUI: Saya Rui Suzuki! Orang-orang sering memanggil saya "Ruirui." Saya adalah member termuda di grup ini, jadi dalam dalam sehari-hari saya sering dimanjakan (tertawa). Dalam hal penampilan, saya paling percaya diri dengan dance, dan spesialisasi saya adalah KRUMP. Saya juga berusaha keras secara individu untuk berkontribusi ke grup ini melalui KRUMP.
2. Konsep KID PHENOMENON dan Asal Usul Terbentuknya
Apa makna nama KID PHENOMENON dan kenapa memilih nama ini?
KENSUKE: Nama KID PHENOMENON mencerminkan keinginan kami untuk menciptakan fenomena baru di dunia ini. Kami juga memiliki konsep yang disebut "TOKYO NEO POP", dan kami ingin membagikan culture baru dari Tokyo kepada dunia. Tokyo adalah kota tempat berbagai budaya hidup berdampingan, dan kami menyerap pengaruh-pengaruh tersebut dari kehidupan sehari-hari, lalu menulis ulang dan merakitnya kembali dengan perspektif kami sendiri untuk mengekspresikannya sebagai suatu konsep yang baru. Kami tidak hanya ingin mengikuti tren, kami ingin menciptakan culture baru dan membagikannya ke seluruh dunia.
Bagaimana cerita awal mula boy group ini dibentuk?
TSUBASA: Kami terbentuk melalui proyek audisi terbesar dari LDH, yaitu "iCON Z," yang berlangsung dari tahun 2021 hingga 2022, diikuti sekitar 48.000 peserta. Kami tidak lolos pada chapter pertama, tetapi terpilih pada chapter kedua, dan akhirnya ketujuh dari kami bisa meraih mimpi kami bersama. Perjalanannya tidak mudah, tetapi sekarang kami memiliki mimpi yang lebih besar, untuk menantang dunia, dan kami bekerja keras bersama setiap hari untuk mewujudkannya.
3. Tentang Musik KID PHENOMENON
Bagaimana kalian mendeskripsikan musik dari KID PHENOMENON?
KENSUKE: Kami mendeskripsikan musik KID PHENOMENON sebagai "TOKYO NEO POP." Musik ini terinspirasi dari beragam budaya yang ada di Tokyo, memadukan unsur J-pop, hip-hop, R&B, musik elektronik, serta anime, game, dan berbagai aspek subkultur Jepang lainnya. Setiap member membawa pengaruh yang berbeda, dan dengan menyaringnya melalui perspektif kami sendiri, kami menciptakan suara yang terasa segar sekaligus autentik. Musik kami tidak terikat pada satu genre saja, kami ingin mengekspresikan kebebasan, individualitas, dan energi dari generasi kami.
4. Tentang Lagu "Mirror" yang Segera Rilis
Bisa ceritakan sedikit tentang single "Mirror" yang akan dirilis? Siapa penulisnya? Lagunya tentang apa?
TSUBASA: "Mirror" adalah lagu yang menggambarkan konflik batin yang sering dihadapi banyak anak muda dari generasi kami. Lagu ini merefleksikan jarak antara diri kita yang sebenarnya dan versi ideal diri kita, terutama di era sekarang ketika media sosial membuat kita mudah membandingkan diri dengan orang lain. Lagu ini membawa pesan tentang menerima diri apa adanya dan menemukan keberanian untuk tetap menjadi diri sendiri, bahkan ketika itu tidak mudah.
Secara musikal, lagu ini memiliki nuansa yang mellow dan emosional, sehingga lirik dan vokalnya benar-benar bisa menonjol dan terhubung dengan pendengar pada level yang lebih mendalam. Liriknya ditulis oleh Ameno Donguri, dan lagu ini dikomposisi serta diaransemen oleh Ryunosuke Tateyama.
Ada perbedaan vibe yang terasa dari rilisan-rilisan sebelumnya, di mana sekarang jadi lebih mellow. Bisa jelaskan tentang perubahan ini?
SOMA: Dibandingkan dengan lagu-lagu kami sebelumnya yang penuh energi seperti "Unstoppable" dan "Black Flame," "Mirror" menampilkan sisi kami yang lebih mellow dan emosional. Lagu ini ringan buat didengarkan dan menonjolkan vokal kami, dengan fokus pada ekspresi perasaan batin, sekaligus mendorong para pendengar untuk menerima perasaan mereka dan terus melangkah maju.
5. Target Besar KID PHENOMENON dan Pengalaman Konser di SXSW 2026
Bisa ceritakan tentang pengalaman konser di SXSW 2026?
KOHAKU: Salah satu hal terbesar yang saya sadari adalah bahwa musik dan dance benar-benar melampaui bahasa dan batas negara. Ketika kami tampil di jalanan atau menari secara bebas saat penampilan DJ set, kami bisa berkomunikasi dan merasakan koneksi dengan penonton hanya melalui dance, tanpa perlu kata-kata. Hal itu membuat saya benar-benar merasa senang karena saya menekuni dance.
Saat showcase kami, kami menerima sorakan yang lebih meriah dari yang kami bayangkan. Ada yang enjoy dengan menonton kami, tapi ada juga yang menari sendiri mengikuti musik kami. Saya menyadari bahwa setiap orang punya cara masing-masing untuk menikmati musik. Itu adalah ruang yang sangat indah, di mana individualitas dan kebebasan berekspresi benar-benar dihargai. Saya juga berkesempatan menonton penampilan artis global seperti Jaydon dan Ty Dolla $ign, yang membuat saya merasa sekaligus terinspirasi dan tertantang. Itu adalah pengalaman yang luar biasa. Saya juga sangat ingin bisa tampil di Indonesia dan mendapatkan lebih banyak inspirasi lagi.
SHUNNOSUKE: Semuanya sangat menginspirasi! Setiap hari yang kami habiskan di Austin terasa begitu seru. Dengan bertemu orang-orang baru di kota yang baru serta merasakan langsung musik yang ada di sana, kami benar-benar bisa merasakan budaya Austin, yang dikenal sebagai "Live Music Capital of the World." Saat penampilan live kami, meskipun kami bernyanyi dalam bahasa Jepang, kami tetap merasakan koneksi yang kuat dengan para penonton. Hal itu membuat saya sekali lagi menyadari betapa kuatnya kekuatan musik.
Target besar tahun 2026?
KOHAKU: Karena tahun ini kami sudah melakukan penampilan pertama kami di Amerika Serikat, kami ingin terus menjalankan aktivitas di Jepang sekaligus memperluas jangkauan secara internasional, termasuk ke Indonesia. Kami ingin menanam benih di berbagai belahan dunia agar semakin banyak orang mengenal KID PHENOMENON.
SOMA: Secara pribadi, saya ingin membangun karakter saya sendiri dan menjadi seorang artis dengan karisma serta daya tarik yang kuat. Sebagai grup, tujuan kami adalah memperkenalkan budaya kami, "TOKYO NEO POP," kepada Indonesia, yang memiliki salah satu populasi Gen Z terbesar dan paling berpengaruh di dunia. Saya juga sangat penasaran melihat bagaimana gaya kami akan diterima di tempat yang penuh energi anak muda seperti Indonesia.
6. KID PHENOMENON Berbicara Tentang Indonesia dan Rencana Konser
Apakah ada rencana untuk menggelar konser di Indonesia?
SHUNNOSUKE: Belum, tetapi kami sangat ingin semua orang di Indonesia bisa ikut mengalami penampilan live kami, yang merupakan salah satu kekuatan terbesar kami!
Indonesia memiliki festival-festival luar biasa seperti "Pestapora" dan "Far East Music City," dan kami mendengar bahwa para penonton festival sangat antusias, jadi kami sangat ingin bisa tampil di sana. Saya juga sangat tertarik dengan budaya Indonesia dan ingin mempelajarinya lebih jauh!
RUI: Belum ada yang diputuskan untuk saat ini, tetapi saya sangat ingin pergi ke sana dan menantikan hari ketika kami bisa berkunjung. Artis Jepang seperti YOASOBI dan Fujii Kaze pernah mengadakan konser di Jakarta, dan kami berharap suatu hari nanti bisa melakukan hal yang sama. Kami juga sangat ingin tampil di festival besar di Indonesia seperti "Pestapora" dan "Far East Music City," serta membagikan "TOKYO NEO POP" kami kepada semua orang di sana.
Apakah sebelumnya pernah datang ke Indonesia? Apa yang kalian tahu dari Indonesia?
SOMA: Saya belum pernah ke sana, tetapi mengunjungi berbagai negara adalah salah satu tujuan saya di tahun 2026, dan Indonesia tentu menjadi salah satunya. Saya punya kesan bahwa Indonesia memiliki energi yang luar biasa di kalangan generasi mudanya, dan saya sangat menantikan untuk bisa terhubung melalui musik dan dance, serta merasakan langsung budaya lokal di sana.
RUI: Saya belum pernah ke Indonesia, tetapi saya pasti ingin berkunjung ke sana di masa depan! Saya sangat menyukai musik dari Raisa, yang dikenal sebagai diva di Indonesia, dan saya ingin sekali mendengarkan penampilannya secara langsung serta mendapatkan inspirasi darinya.
Adakah artis Indonesia yang kalian tahu atau pernah temui sebelumnya?
TSUBASA: Saya sering mendengarkan artis dari 88rising seperti Rich Brian dan Warren Hue, dan mereka mempengaruhi selera musik saya. Saya juga baru-baru ini mendengarkan "Alamak" dari Rizky Febian & Adrian Khalif, dan menurut saya itu lagu yang sangat enak didengar dan luar biasa. Jika ada kesempatan, saya ingin sekali bertemu dengan mereka.
KOTA: Saya belum pernah bertemu artis Indonesia, tetapi saya sering mengeksplorasi musik internasional, termasuk skena musik Indonesia. Saya cukup sering mendengarkan artis seperti Rich Brian, NIKI, dan Agnez Mo, dan saya sangat terinspirasi oleh kesuksesan mereka di kancah global. Kualitas sound R&B dan pop mereka juga sangat tinggi, dan saya banyak belajar dari melodi serta groove mereka. Ada banyak elemen yang ingin saya masukkan ke dalam musik kami.
7. Pesan untuk Fans Indonesia
Berikan pesan untuk fans kalian di Indonesia!
KENSUKE: Untuk semua fans kami di Indonesia, terima kasih banyak atas dukungannya!! Kami memang belum pernah tampil di Indonesia, tetapi kami sangat berharap bisa bertemu langsung dengan kalian dan membagikan musik, pesan, serta budaya kami, "TOKYO NEO POP." Kami akan terus membuat berbagai konten yang bisa kalian nikmati, jadi mohon terus dukung kami!
KOTA: Untuk semua fans kami di Indonesia, terima kasih banyak atas dukungannya! Kami memang belum sempat tampil di sana, tetapi kami sangat ingin segera berkunjung. Kami berharap musik kami bisa membawa energi dan emosi untuk kalian. Mohon terus dukung kami!
(Ibunda Zaskia Adya Mecca Alami Serangan Stroke dan dibawa ke UGD.)
(kpl/afd)
Advertisement
D Academy 8
-
Ulang Tahun Selebritis Ulang Tahun Soimah Dirayakan di Panggung Dangdut Academy 8
