Remaja 15 Tahun Ditangkap Usai Diduga Bobol Bandai Channel Pakai Bantuan ChatGPT, Jutaan Data Terancam Bocor

Remaja 15 Tahun Ditangkap Usai Bobol Bandai Channel Pakai Bantuan ChatGPT (credit: @BandaiChannel)
Kapanlagi.com - Dunia anime Jepang kembali digemparkan dengan kasus peretasan yang melibatkan teknologi kecerdasan buatan atau AI. Seorang pelajar SMA berusia 15 tahun dilaporkan ditangkap oleh Kepolisian Metropolitan Tokyo karena diduga menjadi dalang di balik serangan siber terhadap layanan streaming anime Bandai Channel pada akhir 2025.
Kasus ini langsung menjadi sorotan karena pelaku disebut memanfaatkan ChatGPT untuk membantu membuat program yang digunakan dalam proses akses ilegal ke ribuan akun pengguna. Akibat serangan tersebut, puluhan ribu akun pelanggan terhapus secara paksa dan layanan Bandai Channel sempat berhenti beroperasi selama lebih dari satu bulan.
Meski pihak Bandai Namco Filmworks memastikan tidak ada kata sandi maupun data kartu kredit yang bocor, insiden ini tetap menjadi salah satu kasus keamanan digital terbesar yang pernah dialami platform streaming anime tersebut.
Advertisement
1. Polisi Jepang Tangkap Pelajar 15 Tahun yang Diduga Jadi Dalang Serangan Siber

Menurut laporan kepolisian, pelaku merupakan siswa kelas satu SMA yang berasal dari Kota Tokorozawa, Prefektur Saitama. Saat insiden terjadi pada November 2025, ia masih duduk di bangku kelas tiga SMP. Meski usianya masih sangat muda, penyidik menyebut remaja tersebut sudah memiliki kemampuan pemrograman yang cukup tinggi.
Polisi mengungkap bahwa pelaku menemukan celah keamanan di Bandai Channel setelah menganalisis lalu lintas jaringan platform tersebut. Dari hasil temuannya itu, ia kemudian menyusun metode untuk melakukan akses ilegal ke akun para pengguna secara otomatis.
Dalam pemeriksaan, pelaku mengakui seluruh tuduhan yang diarahkan kepadanya. Ia juga mengatakan bahwa dirinya tidak memiliki dendam terhadap Bandai Channel. Menurut penyidik, remaja tersebut mulai belajar pemrograman secara otodidak sejak duduk di kelas empat sekolah dasar dan memiliki hobi menganalisis sistem jaringan komputer.
(Menyusuri jejak Indonesiadi Balik Produksi Drama Korea.)
2. ChatGPT Diduga Dipakai untuk Membantu Membuat Program Peretasan

Salah satu hal yang membuat kasus ini ramai dibahas adalah keterlibatan teknologi AI. Berdasarkan hasil penyelidikan, pelaku diduga menggunakan ChatGPT untuk membantu menulis program yang mampu mengotomatisasi akses ilegal ke akun para member Bandai Channel.
Program tersebut kemudian dijalankan sehingga mengakibatkan sebanyak 46.812 akun pelanggan dibatalkan secara paksa. Banyak pengguna tiba-tiba kehilangan status keanggotaan mereka tanpa pernah melakukan pembatalan sendiri.
Meski demikian, penting dipahami bahwa ChatGPT bukanlah alat yang secara otomatis melakukan peretasan. Dalam kasus ini, AI diduga hanya dimanfaatkan sebagai alat bantu untuk menyusun kode program, sementara seluruh tindakan ilegal tetap dilakukan oleh pelaku. Kasus ini pun kembali memunculkan diskusi mengenai penyalahgunaan teknologi AI dalam tindak kejahatan siber.
3. Bandai Channel Sempat Lumpuh Lebih dari Sebulan, Jutaan Data Ikut Terdampak

Dampak dari serangan tersebut ternyata sangat besar. Bandai Namco Filmworks memutuskan menghentikan seluruh layanan Bandai Channel pada 6 November 2025, hanya dua hari setelah sistem mendeteksi adanya penghapusan akun anggota secara tidak wajar. Layanan baru kembali dibuka pada 19 Desember 2025 setelah investigasi selesai dilakukan.
Hasil penyelidikan bersama lembaga keamanan independen menunjukkan bahwa hingga 1,366 juta data anggota berpotensi terdampak. Informasi yang mungkin terekspos meliputi alamat email, nama panggilan pengguna, saldo Bandai Namco Coin, hingga metode pembayaran yang dipilih pelanggan.
Meski begitu, perusahaan memastikan bahwa kata sandi login maupun nomor kartu kredit tidak ikut bocor. Mereka juga menegaskan tidak menemukan bukti bahwa data tersebut telah disebarluaskan atau disalahgunakan di internet.
Bandai Namco Filmworks telah menghubungi seluruh pengguna yang terdampak, memberikan pengembalian dana selama masa penghentian layanan, serta meminta pelanggan yang akunnya terhapus untuk melakukan registrasi ulang.
(BCL Bantah Isu Hamil, minta netizen stop berasumsi.)
(kpl/kiy)
Advertisement
D Academy 8
- Fashion SelebritiPotret Seru Soimah di Dangdut Academy 8, Selfie Hingga Joget Bareng















































