Ungkapan Bahasa Jepang Bercanda, Lengkap dengan Jenis-Jenis dan Contohnya

Ungkapan Bahasa Jepang Bercanda, Lengkap dengan Jenis-Jenis dan Contohnya
Bahasa Jepang Bercanda (credit: imdb.com)

Kapanlagi.com - Bahasa Jepang, dengan keunikan dan kompleksitas, menyimpan berbagai cara menarik untuk mengekspresikan humor dan candaan. Dari permainan kata yang cerdik hingga pertunjukan komedi tradisional, bahasa Jepang bercanda dalam budaya Jepang telah mengembangkan beragam bentuk ekspresi jenaka yang mencerminkan nilai-nilai sosial dan estetika.

Dalam artikel ini, Kapanlagi akan menjelajahi dunia humor Jepang, mulai dari ungkapan bahasa Jepang bercanda sehari-hari untuk menunjukkan niat bercanda hingga berbagai jenis bahasa Jepang bercanda yang populer di Negeri Sakura ini. Hingga materi ini cocok untuk seseorang yang tertarik dengan cara-cara unik manusia mengekspresikan humor.

Bagi kalian yang penasaran, yuk simak ungkapan bahasa Jepang bercanda yang menarik tentang sisi ringan dan menghibur dari komunikasi dalam bahasa Jepang. Langsung saja dicek KLovers!

1. Ungkapan Bahasa Jepang Bercanda

Anime Daily Lives of High School Boys (credit: imdb.com)

Dalam bahasa Jepang, ungkapan umum untuk menunjukkan bahwa seseorang sedang bercanda adalah "joudan desu", yang secara harfiah berarti "ini adalah lelucon" atau "saya bercanda". Ungkapan bahasa Jepang bercanda ini terdiri dari kata "joudan" yang berarti lelucon atau gurauan, dan "desu", yang merupakan partikel yang menunjukkan kesopanan.

Biasanya bahasa Jepang bercanda diucapkan dengan nada ringan dan senyuman. Joudan desu digunakan setelah seseorang mengatakan sesuatu yang tidak serius untuk mengklarifikasi bahwa pernyataan sebelumnya hanyalah gurauan. Variasi informal dari ungkapan ini adalah "joudan da yo", sementara "joudan desu yo" untuk penekanan.

Dalam penggunaannya, penting untuk memahami konteks dan hubungan dengan lawan bicara, karena beberapa lelucon mungkin tidak tepat dalam situasi formal atau dengan orang yang baru dikenal. Ungkapan ini sangat berguna untuk menghindari kesalahpahaman dalam komunikasi, terutama ketika terdengar serius namun dimaksudkan sebagai lelucon.

(Setelah 8 tahun menikah, Raisa dan Hamish Daud resmi cerai.)

2. Jenis-Jenis Bercanda dalam Bahasa Jepang

Anime Asobi Asobase (credit: imdb.com)

Setelah mengetahui pengertian dari ungkapan bahasa Jepang bercanda, KLovers juga bisa mengetahui jenis-jenis bahasa Jepang bercanda yang perlu diketahui. Dalam budaya Jepang terdapat beberapa jenis candaan atau humor yang memiliki karakteristik tersendiri.

Pemahaman dan apresiasi terhadap jenis-jenis humor ini dapat bervariasi tergantung pada konteks, usia, dan latar belakang budaya. Beberapa jenis humor mungkin lebih mudah dipahami orang Jepang, terutama yang melibatkan permainan kata atau referensi budaya spesifik.

Berikut adalah beberapa jenis candaan atau ungkapan bahasa Jepang bercanda yang populer dalam bahasa dan budaya Jepang, lengkap dengan contohnya tersebut:

1. Dajare

Permainan kata atau pun yang sering dianggap sebagai lelucon murahan. Dajare biasanya menggunakan kata-kata yang memiliki bunyi mirip namun makna berbeda.

Contohnya: "Futon ga buttonda" (Kasur tertiup terbang)

Permainan kata: "Futon" (kasur) dan "buttonda" (tertiup terbang) yang memiliki bunyi yang mirip.

2. Oogiri

Bentuk komedi improvisasi di mana peserta harus memberikan jawaban lucu atas pertanyaan atau situasi yang diberikan. Biasanya candaan ini sering dilihat dalam acara variety show.

Contohnya: "Apa yang akan dikatakan seorang ninja saat pensiun?"

Jawaban lucu: "Mou kakuremasen" (Aku tidak akan bersembunyi lagi.)

3. Manzai

Pertunjukan komedi yang melibatkan dua orang, biasanya terdiri dari "tsukkomi" (orang waras) dan "boke" (orang konyol). Tsukkomi biasanya mengkritik atau memperbaiki kesalahan boke.

Contohnya:

Boke: "Aku baru saja membeli seekor anjing yang bisa berbicara!"

Tsukkomi: "Mana ada anjing yang bisa berbicara, bodoh!"

Boke: "Sungguh! Dia bilang 'wan wan'!"

Tsukkomi: "Itu gonggongan normal, bukan berbicara!"

4. Rakugo

Rakugo adalah seni bercerita komedi tradisional Jepang yang dilakukan oleh satu orang pencerita. Pencerita duduk di atas panggung dan menceritakan kisah lucu, sering kali dengan dialog antara beberapa karakter yang berbeda.

Contohnya:

Cerita "Jugemu" yang terkenal, di mana seorang anak diberi nama yang sangat panjang dan konyol, menyebabkan berbagai situasi lucu.

5. Gyagu

Jenis lelucon ini adalah lelucon pendek atau gags yang sering digunakan dalam anime, manga, atau acara variety show. Biasanya berupa lelucon visual atau verbal yang singkat dan mengejutkan.

Contohnya:

Karakter anime yang tiba-tiba berubah menjadi chibi (versi kartun yang lebih kecil dan lucu) saat terkejut atau marah.

6. Kurai joudan

Ini adalah humor gelap atau sarkasme, meskipun jenis humor ini tidak terlalu umum dalam budaya Jepang. Meskipun tidak terlalu umum dalam budaya Jepang, jenis humor ini tetap ada.

Contohnya:

"Kono yo no naka de ichiban kakujitsu na no wa, zeikin to shi dake da" (Hal paling pasti di dunia ini hanyalah pajak dan kematian.)

7. Shakai

Jenis lelucon ini adalah satire atau humor yang mengkritisi isu-isu sosial dan politik. Candaan ini sering ditemukan dalam manga atau anime yang membahas tema-tema sosial.

Contohnya:

Manga "Oishinbo" yang sering mengkritik isu-isu sosial dan politik Jepang melalui cerita tentang makanan.

8. Keigo joudan

Sebuah lelucon yang menggunakan bahasa formal (keigo) secara berlebihan untuk efek komedi. Biasanya candaan ini sering digunakan untuk menciptakan situasi yang absurd.

Contohnya:

Menggunakan bahasa sangat formal saat berbicara dengan hewan peliharaan, seperti "Ote wo douzo onegai moushiagemasu" (Saya dengan sangat hormat memohon Anda untuk memberikan tangan Anda.)

9. Shiritori joudan

Sebuah lelucon yang menggunakan permainan kata Shiritori, di mana kata berikutnya harus dimulai dengan suku kata terakhir dari kata sebelumnya. Lelucon bisa dibuat dengan membuat rangkaian kata yang tidak masuk akal atau lucu.

A: Sakura - bunga sakura

B: Rappa - terompet

A: Panda

B: Daikon - lobak Jepang

Itulah beberapa penjelasan ungkapan bahasa Jepang bercanda dan jenis-jenisnya. Memahami humor Jepang membuka pintu baru dalam apresiasi budaya. Selamat mengeksplorasi dan menikmati kekayaan candaan dalam bahasa Jepang!

(Di usia pernikahan 29 tahun, Atalia Praratya gugat cerai Ridwan Kamil.)

Rekomendasi
Trending