'HASDUK BERPOLA' Berburu Pemain di Bojonegoro
Poster film 'HASDUK BERPOLA'
Kapanlagi.com - Sutradara film HASDUK BERPOLA, Harris Nizam menyatakan sudah menemukan sejumlah calon pemain dalam proses pemilihan pemain (casting) yang digelar di Sekolah Menengah Terpadu (SMT) di Desa Kalianyar Kecamatan Kapas, Bojonegoro, Sabtu (7/4) dan Minggu (8/04).
"Pada casting hari pertama, saya menemukan 15 nominasi pemain putra dan putri, sedangkan hari ini ada sekitar delapan pemain," katanya di lokasi casting, Minggu. Ia menjelaskan, pada pelaksanaan casting hari pertama, diikuti 157 peserta, baik putra maupun putri dengan usia berkisar 11-12 tahun dan pada hari Minggu diikuti puluhan peserta. Dari peserta yang masuk nominasi tersebut, nantinya dipilih enam peserta putra dan dua peserta putri yang semuanya warga asli Bojonegoro.
Di dalam casting sebelumnya di Surabaya juga sudah ditemukan satu peserta putra dan satu peserta putri sehingga calon pemain dengan usia berkisar 11-12 tahun yang terpilih ada 10 pemain. "Kami juga menggelar casting untuk memilih pemain remaja dengan usia berkisar 16 sampai 21 tahun dengan kebutuhan sebanyak empat pemain," katanya.
Ia mengharapkan, di dalam casting yang sedang berjalan tersebut bisa ditemukan empat pemain yang masih remaja, namun kalau kesulitan akan diambilkan paling tidak dua dari Bojonegoro dan dua dari Jakarta. "Pengumuman calon pemain yang terpilih, kami lakukan melalui 'facebook' film HASDUK BERPOLA. Dan, secepatnya mereka mengikuti 'workshop' untuk pemain tua di Jakarta dan pemain anak-anak dan remaja di Bojonegoro," katanya.
Mengenai waktu yang dibutuhkan, Harris mengatakan, bisa saja hanya dalam sepekan sudah rampung, namun bisa juga sebulan bergantung kondisi dan kemampuan para calon pemain dalam menerima materi. "Saya kira bisa cepat, sebab anak-anak lebih cerdas dalam menerima materi," katanya.
Menurut dia, sesuai skenario cerita, ada 38 karakter pemain yang terlibat dialog dalam film ini, sedangkan kalau jumlah seluruh pemain termasuk figuran bisa mencapai 1.500 pemain. "Kebutuhan figuran ribuan itu, masuk dalam akhir film ketika menyanyikan lagu Indonesia Raya secara bersama," katanya.
Sementara itu, cerita HASDUK BERPOLA ditulis oleh Bagas Dwi Bawono yang setting waktunya mengambil latar pada masa perjuangan merebut kemerdekaan. Tokoh dalam cerita ini adalah Masnun, seorang pejuang kemerdekaan dari Surabaya yang kemudian pindah ke Bojonegoro. Masnun hidup bersama dengan putrinya Rahayu, seorang janda dengan dua anak yakni Budi dan Bening.
Budi, cucu Masnun sangat mencintai kakeknya yang seorang pejuang. Cerita kemudian berkembang, menggambarkan bagaimana Budi mengibarkan bendera Merah Putih di atas Hotel Majapahit yang dahulu bernama Hotel Yamato, sebagai bukti rasa cintanya pada Masnun.
Tokoh Masnun akan diperankan oleh Idris Sardi dan anaknya, Rahayu, diperankan penyanyi Iga Mawarni. Lokasi pengambilan gambar untuk film ini direncanakan 90 persen di Bojonegoro dan 10 persen di Surabaya, yang akan dimulai, pada Mei nanti. Sesuai rencana film tersebut akan ditayangkan serentak di seluruh bioskop di Indonesia pada November.
(Setelah 8 tahun menikah, Raisa dan Hamish Daud resmi cerai.)
(antara/dka)
Advertisement
