Ismail Basbeth Kagum Isu Perempuan 'ARINI' Relevan Zaman Now

Sabtu, 03 Maret 2018 15:25 Penulis: Guntur Merdekawan
Ismail Basbeth Kagum Isu Perempuan 'ARINI' Relevan Zaman Now Aura Kasih / Credit: KapanLagi - Bayu Herdianto

Kapanlagi.com - ARINI, MASIH ADA KERETA YANG AKAN LEWAT merupakan drama romansa yang sukses saat beredar tahun 1987 silam. 30 tahun kemudian rumah produksi MAX Pictures bersiap merilis versi remake disutradarai Ismail Basbeth yang sebelumnya lebih populer di kalangan filmmaker indie.

Proses pra produksi hingga pengambilan gambar yang dilakukan di Jogja dan Jerman tergolong serius tapi santai. Mengaku sebelumnya sempat lelah menyutradarai film untuk studio besar, ada alasan krusial mengapa Ismail akhirnya mau ditunjuk sebagai sutradara.

Isu perempuan yang mengakar kuat dalam cerita adaptasi novel Mira W ini dianggap relevan untuk konsumsi masyarakat kekinian. Uniknya, isu tersebut sudah ada sejak tahun 80-an dan masih terjadi sampai sekarang.

"Pas baca skripnya aku merasa belum pernah bikin film kayak gini. Gagasan film ini kan tentang kesempatan kedua. Banyak sekali perempuan di Indonesia selalu diletakkan dalam ruang-ruang tidak ada pilihan dalam hidupnya. Film ini meletakkan perempuan sebagai tokoh sentral dalam memperjuangkan kesempatan kedua, dan mendapatkan kesempatan kedua. Aku merasa ini kuat banget," kata Ismail dalam jumpa pers di Kemang Village, Jakarta Selatan, Kamis (1/3).

Aura Kasih jadi tokoh sentral di 'ARINI' / Credit: KapanLagi - Bayu HerdiantoAura Kasih jadi tokoh sentral di 'ARINI' / Credit: KapanLagi - Bayu Herdianto



Sutradara MENCARI HILAL dan TALAK 3 ini melanjutkan, "Film ini populer 30 tahun lalu, menariknya gagasan yang ada sudah seperti ini. Kita lihat posisi perempuan Indonesia sekarang, kadang untuk menjadi dirinya sendiri diganggu terus menerus oleh society. Kupikir karena bentuknya film romance, ini hal yang bagus untuk menyampaikan gagasan besar tapi disampaikan dengan cara lembut," urai dia.

Bila pada film versi asli dan novelnya bersetting Jakarta, Ismail mengubah ceritanya menjadi bersetting Yogyakarta. Karena di era keterbukaan seperti saat ini, cerita tentang seorang perempuan dan permasalahannya bisa terjadi di kota mana saja.

"Setelah baca ulang skenario, kita ubah lokasinya dari Jakarta menjadi Jogja. Dulu Jakarta mungkin pusat segalanya, sekarang udah nggak. Aku pikir atas keterbukaan itu aku merasa cerita Arini bisa terjadi di mana pun. Karena kami anak Jogja, jadi kami Jogja-in aja," pungkasnya.

ARINI versi remake yang akan rilis 5 April 2018 dibintangi oleh Aura Kasih dan Morgan Oey. Berkisah tentang wanita dewasa bernama Arini yang dikejar-kejar oleh cowok bernama Nick yang usianya jauh lebih muda.

(kpl/abs/gtr)

Reporter:

Adi Abbas Nugroho


REKOMENDASI
TRENDING