Jero Wacik: Sineas Muda dan Tua Harus Saling Membuka Diri

Kamis, 31 Maret 2005 06:33 Penulis: Darmadi Sasongko
Kapanlagi.com - Menteri Negara Kebudayaan dan Pariwisata, Jero Wacik mengimbau kalangan sineas muda dan tua untuk saling membuka diri, tidak terjebak ke dalam jurang pemisah (gap) demi bangkit dan majunya perfilman Indonesia.

"Kehidupan itu seperti sungai, yang di muara ada hubungan dengan yang di hulu. Air di muara berasal dari hulu," kata Menteri dalam sambutannya pada acara peringatan 55 tahun perfilman Indonesia di Gedung Film/ BP2N, Jakarta, Rabu (30/3).

Jero Wacik mengatakan bahwa dari diskusi tentang perfilman nasional yang dihadirinya Selasa malam, ia mendapat kesan kuat adanya jurang pemisah antara sineas tua dan muda.

Sehubungan itu, katanya, pemerintah selaku pembina hanya berharap jurang pemisah itu dapat dihapuskan, sehingga dengan demikian kedua pihak dapat saling membantu dan bekerjasama demi kemajuan perfilman Indonesia.

"Dalam kesempatan ulang tahun ini juga sebaiknya kita sama-sama merenungkan tentang apa yang sudah dilakukan dan akan dilakukan di masa datang," tambahnya.

Kesan adanya gap di antara sineas generasi tua dan muda itu juga tertangkap di tengah acara peringatan ulang tahun bertema 'Filmku Indonesiaku', dimana lebih dari seratus tamu yang hadir umumnya berasal dari era 1970-an dan 1980-an, seperti Slamet Raharjo, Putu Wijaya, Amaroso 'Letkol Soeharto' Katamsi, Rina Hasyim, Nani Wijaya, Ida Kusumah, Yuseno Waas, Nizar Zulmi dan sebagainya.

Sementara insan film "yunior" yang hadir hanyalah aktris bertubuh tambun, Pretty dan aktris "era pertengahan" Ria Irawan.

Putu Wijaya, ketika di minta komentarnya tentang adanya gap di antara sineas tua dan muda, mengatakan bahwa generasi muda memiliki hak dan kebebasan bila ingin membuktikan eksistensinya.

"Yang penting hasil karyanya demi kebangkitan perfilman kita," kata seniman tiga jaman tersebut.

Nani Wijaya mengatakan dirinya mengedepankan sikap profesional. "Kita harus profesional dalam pekerjaan dan pergaulan."

Komentar cukup menarik dilontarkan Pretty, ketika ia dalam aksen bicara ABG mengatakan, "Yang muda-muda kebanyakan jadwal kali. Jadi ga sempat datang bo ..., atau jangan-jangan ga diundang ha...ha...ha. ...Tapi gue berharap jangan ada gep-gepanlah," tambahnya.

Sementara Ria Irawan hanya berujar singkat, "Emang dia (Menegbudpar) orang film?!!"

Acara perigatan 55 tahun film Indonesia diselenggarakan cukup sederhana, hanya ada pidato singkat dari Menteri Jero Wacik dan makan malam bersama. Di pelataran parkir depan gedung dilakukan pemutaran sejumlah film nasional.

(*/dar)


REKOMENDASI
TRENDING