Sistem Penjurian Berubah, FFI 2014 Berharap Bisa Kembalikan Pamor

Jum'at, 05 Desember 2014 15:45 Penulis: Wulan Noviarina
Sistem Penjurian Berubah, FFI 2014 Berharap Bisa Kembalikan Pamor @batamtoday
Kapanlagi.com - Ada yang berubah dari sistem penjurian film yang masuk nominasi Festival Film Indonesia (FFI) 2014. Salah satunya adalah, kini film-film yang masuk dinilai oleh para aktris dan aktor.

Menurut Yan Wijaya, Koordinator media untuk FFI 2014 ini, ini adalah salah satu perubahan yang mereka lakukan demi menaikkan pamor FFI. Dan tidak semua aktor dan aktris bisa jadi juri di ajang penghargaan tahunan ini.

"Syarat untuk jadi juri FFI ini adalah harus pernah memenangkan Piala Citra. Acuannya dari Hollywood, Piala Oscar. Di sana, aktor dan aktris yang menjadi juri. Itu yang dilakukan FFI tahun ini. Jurinya ada 100 orang , 85 di antaranya dari kalangan profesional atau yang sudah pernah meraih Piala Citra. Dan 15 dari kalangan budayawan, pengamat film dan wartawan," urai Yan saat ditemui belum lama ini.

Yan menjamin bahwa nama-nama juri yang ditunjuk bukanlah orang sembarangan. Seperti nama Arswendo Atmowiloto yang duduk sebagai juri, yang tentu sudah tidak bisa diragukan lagi kebesaran namanya di Indonesia.

Ia menyadari, bahwa beberapa tahun belakangan ini banyak pihak yang pesimis dan memandang sebelah mata atas akurasi penjurian FFI. Terlebih beberapa tahun lalu sempat terjadi insiden yang kurang menyenangkan, dan akhirnya banyak yang menuding FFI hanya ajang yang bisa dibayar agar bisa menang.

"Setiap festival selalu terjadi keramaian. Ada yang setuju dan ada juga yang tidak. Saya rasa itu wajar. Pada tahun 2007 banyak sineas yang mengembalikan Piala Citra karena tidak setuju dengan penjurian saat itu. Setelah itu banyak yang tidak mau ikut FFI. Tapi tahun ini beda. Semua produser ikut berpartisipasi di FFI," pungkas Yan.

(kpl/hen/phi)

Editor:

Wulan Noviarina


REKOMENDASI
TRENDING