Anang Hermansyah: Kami Ini Jangan Dimusuhi, Tapi Didukung!

Selasa, 14 Oktober 2014 12:55 Penulis: Nadia Adibie
Anang Hermansyah: Kami Ini Jangan Dimusuhi, Tapi Didukung! Anang Hermansyah. / KapanLagi.com®
Kapanlagi.com - Oleh: Daniel Ruben

Dering telepon seluler yang cukup keras membangunkan saya dari tidur sepanjang perjalanan. Kondisi macet luar biasa di hari Jumat memang sudah menjadi tradisi ibu kota Jakarta. Di ujung telepon terdengar suara pria yang akan saya temui di RCTI sekitar pukul 19.00. “Mas, aku sebentar lagi sampai, ini lagi di ojek. Sabar ya.” Tanpa basa-basi saya pun langsung mengiyakan dan menutup telepon. Dalam hati saya bergumam; Anang Hermansyah naik ojek? Separah inikah macetnya Jakarta?

Selang beberapa saat saya pun memasuki gerbang utama RCTI di kawasan Kebon Jeruk, Jakarta Barat. Setelah parkir, saya langsung menuju coffee shop yang ada di lobi gedung marketing RCTI. Hari itu saya memang janjian dengan musisi handal Anang Hermansyah untuk ngobrol sambil ngopi-ngopi santai.

Anang kini memiliki pekerjaan baru mewakili suara rakyat. / KapanLagi.com®Anang kini memiliki pekerjaan baru mewakili suara rakyat. / KapanLagi.com®

“Halo mas, sorry banget aku telat nih. Macetnya luar biasa, aku sampai turun dari mobil dan naik ojek biar cepet,” ujar Anang sambil membayar si ojek.

Pembicaraan pun dimulai. Setelah kurang lebih berbincang selama 15 menit, sudah mulai terbaca oleh saya apa yang ingin disampaikan oleh suami Ashanty ini. Ternyata, Anang ingin mengajak saya berdiskusi soal profesi barunya sebagai anggota DPR. Dengan suara lirih, Anang pun mulai berbicara panjang lebar tentang kondisi yang akan dihadapinya saat menjadi anggota DPR satu periode ke depan.

“Saya seperti mengalami turbulence setelah saya dalami apa yang menjadi tugas pokok seorang wakil rakyat. Dari 250 juta orang, terpilih lah 560 orang untuk menjadi wakil rakyat. Tapi kalau semua masalah 250 juta orang ini dibebankan hanya ke 560 orang, ya nggak bisa lah. Kalau kami dibiarkan sendiri, apa iya sanggup? Ya nggak mungkin, lha wong anggota DPR aja sekarang dimusuhin. Sudah menjadi kewajiban semua warga Negara dalam mendukung kita di DPR kan,” ucap Anang sambil mengerutkan dahi.

Rupanya, Anang sudah mulai memahami betul apa yang menjadi tantangan terberatnya saat terpilih menjadi anggota rumah rakyat di Senayan. Sebagai musisi ia pun memberi contoh apa yang seharusnya didukung oleh semua lapisan masyarakat, dalam kasus pembajakan lagu.

“Gimana kalau semua musisi kita berhenti bikin lagu, terus cuma dengerin lagu-lagu dari luar. Mau? Kenapa dari kalangan akademika, nggak coba bikin konsensus bersama yang intinya menolak pembajakan? Kenapa saya bilang kalangan akademik? Karena merekalah garda terdepan bagi pemerintah untuk memajukan bangsa ini," pungkasnya.

Anang meminta masyarakat mendukung DPR. / KapanLagi.com®Anang meminta masyarakat mendukung DPR. / KapanLagi.com®

Anang mengaku bahwa saat ini dirinya seperti mempunyai 'mainan' baru, saat dirinya harus bertanggung jawab atas masyarakat banyak. Banyak hal yang harus ia pelajari dan pahami. Dirinya berharap, apa yang menjadi keinginannya bahwa masyarakat bisa ikut bersama membangun negara, bisa tersampaikan melalui media-media massa.

“Saya sangat berharap bisa terus berdiskusi dengan rekan-rekan media, selaku pewarta yang dibaca atau ditonton seluruh lapisan masyarakat. Di sinilah saya kira fungsi media benar-benar krusial, bagi kami yang ingin mengajak masyarakat untuk bersama-sama membantu menjalankan law enforcement, demi tercapainya sebuah bangsa yang besar dan maju,” ungkapnya penuh semangat.

Harapan Anang, saat dirinya kini menjabat sebagai wakil rakyat, bisa sepenuhnya menjalankan apa yang menjadi amanat rakyat. “Bahasa kasarnya, kita ini ‘jongos’ nya rakyat kok. Manfaatkanlah kami yang ada di DPR sebagai penyalur aspirasi, jangan dimusuhi. Tapi jangan juga cuma menyampaikan keluhan saja, tapi dukung juga. Karena percuma saja kalau kita di DPR tidak disupport masyarakatnya.  Nggak bisa hanya berekspektasi tinggi sama DPR, tapi nggak ada dukungan. Yuk  kita semua bersama-sama, bareng-bareng memajukan bangsa ini,” ajaknya.

Hampir 2 jam saya dan Anang ngobrol bareng di sudut coffee shop, dan hampir sekitar 10 orang yang melewati bangku kami, meminta foto bareng dengan Anang. Dengan senyum ramah, Anang tetap melayani semua permintaan orang yang mau foto bareng dirinya. Karena, Anang kini adalah seorang ‘jongos’ rakyat. Selamat bekerja Mas Anang!

(kpl/ben/nad)

Reporter:

Ruben Daniel


REKOMENDASI
TRENDING