SELEBRITI

Bani Ditemukan Meninggal Dunia, Ifan Seventeen Ikhlas & Masih Trauma

Minggu, 23 Desember 2018 11:35 Penulis: Sora Soraya

Ifan Seventeen © KapanLagi.com®/Agus Apriyanto

Kapanlagi.com - Band Seventeen mengalami sebuah kejadian tak terduga saat manggung di area Pantai Anyer, Banten pada Sabtu (22/12) kemarin. Rupanya saat itu mereka ditunjuk untuk mengisi acara gathering perusahaan PLN di Tanjung Lesung.

Di saat baru saja memulai penampilannya dengan lagu ke-2, panggung yang berdekatan dengan laut mendadak diterjang gelombang pasang. Detik itu juga, panggung langsung roboh dan menyapu bersih orang-orang dan benda-benda yang ada di sekitarnya.

Gara-gara kejadian ini, keluarga besar Seventeen harus dilanda duka. Bukan tanpa alasan, pasalnya Bani sang basis ditemukan meninggal dunia. Begitu pula dengan road manager mereka yang bernama Oki Wijaya.

1. Harapan Ifan

Ifan Seventeen menjadi satu-satunya member Seventeen yang ditemukan selamat setelah sempat dinyatakan hilang. Sementara itu, 2 rekannya yang lain, Herman (gitaris) dan Andi (Drummer) masih belum ditemukan, begitu juga dengan istri Ifan yang bernama Dylan Sahara.

"Kehilangan Bani dan road manager kami, Oki. Andi, Ujang (kru), sama Herman belum diketemukan. Doakan juga semoga Dylan istri saya cepat diketemukan. Alhamdulillah yang lain selain itu sudah diketemukan, walaupun dalam kondisi luka-luka. Kita ikhlas," tutur Ifan melalui press release.

2. Masih Trauma

Meski sudah ikhlas dengan kejadian ini, Ifan ternyata masih trauma. Hal ini secara langsung diungkapkan oleh Yulia Dian, salah seorang perwakilan dari manajemen Seventeen.

"Ifan sendiri masih trauma, masih mencari. Dia ke sana berangkat bersama keluarganya, bukan cuma sama band-nya. Dia sama istrinya, adik kembarnya, adik kembar ya juga bawa anak dan istrinya gitu. Jadi ada adiknya juga," ungkap Yulia saat dihubungi awak media pada Minggu (23/12).

3. Upaya Penyelamatan

Lebih lanjut lagi, Yulia juga ditanya soal upaya penyelamatan di lokasi kejadian. Terungkap jika sebenarnya tim SAR sudah bergerak untuk memberikan bantuan, namun evakuasi sulit dilakukan karena kendala akses dan minimnya transportasi. Karena itulah, pihak manajemen mereka berusaha untuk segera ke sana.

"Dari semalam tim sudah ada yang berangkat ke lokasi cuma kendala belum bisa dijangkau, akses menuju tempat itu sulit dijangkau karena mungkin orang pada panik dari sana dan tertutup akses ke sana karena bencana itu. Jadi direncanakan sekitar sejam lagi tim kita akan sampai di sana karena anak-anak di situ mengalami trauma dengan keadaan," pungkasnya.

(kpl/abs/sry)

Reporter: Adi Abbas Nugroho


REKOMENDASI
TRENDING