Bikin Film Dokumenter, Marissa Haque Diteror?
Kapanlagi.com - Keinginan artis Marissa Haque untuk membongkar kasus korupsi dilingkungan penyelenggaraan ibadah Haji dan membeberkannya kepada publik. Tampaknya mulai berani dilakukan. Pasalnya, Marissa mulai berani membuktikannya dengan sebuah film dokumenter. Namun, karena film itu, kabarnya Marissa kena teror.
Saat dihubungi melalui telepon rumahnya di nomor 021-7347XXXX, istri dari penyanyi Ikang Fawi ini mengaku, kalau film ternyata bisa menjadi senjata yang lebih ganas ketimbang peluru dan pedang untuk mengungkap sebuah masalah yang pelik. Katanya, film lebih tajam dari pedang dan peluru!
"Film ternyata lebih tajam dari peluru dan pedang untuk mengungkap sebuah kebobrokan korupsi. Makanya, saya lebih baik membuat sebuah film dokumenter yang ingin mengungkap kebobrokan yang selama ini terjadi dari tahun ke tahun di lingkungan Departemen dan ingin membeberkanya kepada publik," paparnya.
Icha sapaan artis ini, mengaku kalau film dokumenter yang dibuat, ketika dirinya menjadi tim pengawas pelaksanaan Haji 2005 dan saat dirinya berangkat beribadah haji bersama sang suami. "Saya sedikit berhasil membuka mata banyak pihak soal banyaknya dugaan korupsi yang melingkari badan pengelola haji Departemen Agama karena film yang saya buat. Saya buat film ini saat saya menjadi tim pengawas dan saat saya melakukan ibadah haji bersama suami," paparnya.
Advertisement
Film hasil garapannya, berharap ingin menjadikan rujukan untuk membongkar kebobrokan. Yang ujung-ujungnnya, tujuh orang yang diduga terlibat kasus korupsi dalam kegiatan penyelenggaraan haji kena masalah. Mereka yang melakukan korupsi dipecat secara tak hormat dan harus menjalani pemeriksaan lebih lanjut.
"Syukur Alhamdullilah, sekitar 30% kasus korupsi di lingkungan penyelenggara Haji Departemen Agama sudah terungkap, lumayan ada faedahnya dari film yang saya garap dan yang melihat kebanyakan mengaku kaget," imbuh Icha mengaku kalau filmnya telah diputar ruang press room di DPR MPR, Jakarta pada hari Rabu (8/6) Siang.
Icha menegaskan bahwa dalam membuat film itu, dirinya tak pernah mencoba mencari-cari kesalahan orang lain. Namun berdasarkan fakta dan pengalaman dirinya selama menjalani ibadah haji ke Tanah Suci bersama Ikang Fawzi beberapa waktu, cukup memberinya ide untuk mengungkap semua itu kedalam sebuah film.
"Ternyata betapa semrawutnya pengelolan ibadah haji dari tahun ke tahun tak ada perbaikan, malah makin parah korupsinya," ungkapnya. Dalam membuat film, Icha hanya menggunakan sebuah kamera DVCam Sony PD 150.
Ditanya tantangannya dalam membuat film dokumenter itu, Icha menjawab diplomatis. "Semua yang dihadapi setiap manusia jika ingin berbuat baik pasti ada resikonya. Nah saya juga demikian. Ada lho seorang kyai yang ngga suka pakai kirim jimat segala. Entah apa maksudnya. Selain itu, saya juga menerima beberapa teror SMS yang isinya kata-kata caci maki dan semua nama hewan kebun binatang keluar. Tapi "Kalau dibilang takut, sebagai manusia normal pasti akan takut. Tapi semuanya saya serahkan sama Allah SWT," jawabnya.
Sejak menjadi anggota DPR fraksi PDI Perjuangan, Icha gencar sekali menyoroti soal kasus perempuan, kasus anak dan termasuk kasus korupsi. Nah yang ingin sekali dibeberkan kepada publik adalah kasus korupsi dilingkungan Departemen Agama yang dianggapkan tiap tahun selalu terjadi dan tak ada pembenahan dalam penyelenggaraan ibadah Haji. Karena itu, Icha ingin memeloporinya.
(Setelah 8 tahun menikah, Raisa dan Hamish Daud resmi cerai.)
(rlk/erl)
Advertisement
-
Teen - Fashion Kasual Celana Jeans Ala Anak Skena: Pilihan Straight sampai Baggy yang Wajib Dicoba
