Buka Bisnis Merchandise Slank, Pria Ini Raup Ratusan Juta

Selasa, 15 Maret 2016 18:35 Penulis: Guntur Merdekawan
Buka Bisnis Merchandise Slank, Pria Ini Raup Ratusan Juta Firman Abadi © KapanLagi.com®/Fikri Alfi Rosyadi
Kapanlagi.com - Nama Firman Abadi atau Dibo Piss pasti sudah tak asing lagi di telinga para Slankers (sebutan fans Slank) di Indonesia. Ia adalah sosok ketua Slankers Fans Club Jakarta yang juga mempunyai usaha jualan berbagai macam merchandise grup musik Slank.

Bisnis Firman terbilang sukses. Buktinya, saat ini pria kelahiran Bukit Tinggi, Sumatera Barat itu sudah memiliki tiga kios besar di seberang jalan markas Slank di Potlot, Duren Tiga, Jakarta Selatan.

Sejak tahun 1991, Firman sudah memiliki bisnis kecil-kecilan, yaitu jasa membuat stiker yang dijual kepada anak-anak sekolah di Jakarta. Dengan berjalannya waktu, tepat tahun 1998 pria 44 tahun itu mulai membuat merchandise grup band Slank. Awalnya, ketika Firman menjadi ketua Slankers Jakarta, dia hanya menjual dua lusin baju saja.

"Dibo kreatif itu sudah ada dari tahun 1991. Itu menjual stiker-stiker buat anak sekolah. Terus di tahun 1993 kita udah mulai nyablon, nyablon manual. Nah di tahun 1997 bersama kawan kita, pecinta Slank mempunyai ide buat stiker dan baju Slank, itu kayak ada komunitas. Tahun 98 kumpul-kumpul, akhirnya bikin ini lah (jual baju Slank) dan kita bikin komunitas Slankers di Jakarta. Di tahun 98 kita bikin kios di situ (Potlot) ada rezeki sedikit, kita bikin empat baju, lama kelamaan sampe 12 baju," kisah Firman kepada KapanLagi.com® di bilangan Kalibata, Jakarta Selatan, Senin (14/3).

Gara-gara customer yang makin membludak, ayah tiga anak itu pun makin serius menggeluti bisnisnya. Apalagi, usaha yang dia kerjakan itu sangat didukung oleh para personel Slank; Kaka, Ivanka, BimbimAbdhee, Ridho dan juga dan Bunda Iffet (Ibunda Bimbim). Akhirnya, Fiman pun membuka kios pertamanya di jalan Potlot III, Jakarta Selatan persis di samping markas Slank.

"Yang penting kreatifitasnya dipertanggung jawabkan aja. Buat mereka (Slank) membebaskan kita berkreativitas aja. Mau bikin tas, celana, baju, itu nggak masalah," sambung pria kelahiran 1972 itu.

Salah satu kios dari Firman alias Dibo © KapanLagi.com®/Fikri Alfi RosyadiSalah satu kios dari Firman alias Dibo © KapanLagi.com®/Fikri Alfi Rosyadi

Sejak bertahun-tahun menggeluti dunia bisnis hingga berkembang, kini Firman sudah memiliki kurang lebih 15 orang karyawan. Padahal, sejak pertama kali menjual merchandise Slank, Ia hanya bermodalkan satu lusin kaos Slank saja dan mempekerjakan satu orang karyawan.

"Sekarang ada karyawan 10 sampai 15 orang kerja di sini," ujarnya.

Jika membahas masalah keuntungan, Firman mengaku pendapatannya kini cukup besar. Ia Bahkan bisa meraup ratusan juta rupiah setiap bulannya loh.

"Alhamdullih kita masih bertahan sampai sekarang. Sebagai Slankers, bisa menghidupi keluarga lah," tandasnya.

Selain menjual berbagai macam jenis merchandise Slank, Firman juga membuka jasa bagi Slankers yang ingin membuat baju, gelas, ataupun spanduk dengan keinginan sendiri melalui printing digital.

(kpl/far/gtr)

Reporter:

Fikri Alfi Rosyadi


REKOMENDASI
TRENDING