Cara Mayangsari Jelaskan Pada Anak Makna Sodomi

Kamis, 22 Mei 2014 18:12 Penulis: Dewi Ratna
Cara Mayangsari Jelaskan Pada Anak Makna Sodomi Mayangsari @ KapanLagi.com®
Kapanlagi.com - Indonesia dikejutkan dengan banyaknya pemberitaan pelecehan seksual pada anak. Bahkan banyak yang menyebut bahwa negara kita memasuki darurat pelecehan seksual dan kekerasan pada anak. Orangtua sering kuwalahan ketika memberi penjelasan pelecehan seksual pada anak.

Mayangsari mengalami hal tersebut, dia mencari-cari cara yang tepat untuk menjelaskan kata-kata pelecehan. "Harus dengan bahasa yang dimengerti anak ya. Bukan cuma anak yang harus cerdas, orangtua juga harus cerdas," ujar Mayang ditemui usai membuat klip beberapa waktu lalu.

Mayang mencontohkan bagaimana sulitnya dia menjelaskan makna kata sodomi kepada anak semata wayangnya. Dia juga harus memberi penjelasan yang masuk akal agar anaknya terhindar dari pelecehan seksual. Mayang sangat berhati-hati memilih analogi agar bisa diterima dengan baik oleh anaknya.

"Pulang sekolah anak saya entah dengar dari mana nanya apa itu sodomi. Saya berpikir bagaimana menjelaskan. Lalu saya ajak duduk, saya tanyai kalau di toilet buang air besar keras sakit nggak? Nak itu ada orang jahat masukin ballpoint yang gede ke anus, sakit kan? Makanya saya juga tegaskan tidak ada yang boleh memegang bagian vital anak saya selain saya dan mbaknya," katanya.

Mayang tak hanya sedih mendengar banyaknya cerita pencabulan anak akhir-akhir ini. Dia marah atas tindakan asusila oleh orang dewasa yang seharusnya melindungi anak-anak.

"Saya marah besar, itu tindakan yang biadab. Merusak masa depan anak. Kalau tidak dijelaskan dengan baik dan benar masa depan anak bisa hancur karena pengalaman itu bisa membuat mereka memiliki orientasi seksual yang menyimpang," paparnya.

Di balik kemarahannya, Mayang mengajak semua orangtua untuk introspeksi diri. Dia tidak ingin para orangtua hanya menyalahkan asisten rumah tangga atas hal buruk yang terjadi pada anak mereka.

"Bukan saya tidak menyuarakan hati orang yang jadi korban. Ini warning buat kita semua, ternyata ancaman anak-anak itu gak main-main. Kadang-kadang kita lupa, lalai karena kita percayakan pada baby sitter atau mbaknya. Kalau terjadi sesuatu yang disalahin mbaknya. Ya nggak. Orangtua yang nggak cukup waktu untuk anak," tegasnya.

Mayang bersyukur keputusannya untuk vakum sementara dari panggung hiburan memberikan banyak kesempatan untuk mendampingi pertumbuhan anaknya. Ia punya lebih banyak waktu untuk merawat buah hatinya.

"Pulang dari sekolah, anak saya sudah banyak cerita dan tanya. Dia banyak argue, anak sekarang beda gak kayak dulu. Larangan ya gak bisa cuma dilarang, sekarang mesti jelasin. Kadang-kadang kita sudah hati-hati, udah benar mendidik masih ada celah," paparnya.

(kpl/uji/dew)

Reporter:

Puji Puput


REKOMENDASI
TRENDING