Ditipu Travel, Okie Agustina Sempat Terbengkalai di Korea

Rabu, 07 Oktober 2015 11:15 Penulis: Fitrah Ardiyanti
Ditipu Travel, Okie Agustina Sempat Terbengkalai di Korea Okie Agustina/©KapanLagi.com®/Budy Santoso
Kapanlagi.com - Okie Agustina kembali mendatangi Mabes Polri bersama kuasa hukumnya untuk menindaklanjuti kasus penipuan travel yang menimpanya. Kali ini, ia tak sendirian namun ditemani oleh beberapa orang yang juga tertipu oleh sebuah travel agent.

"Tadi sudah menanyakan laporan kemarin. Sudah dilimpahkan ke Polda Banten. Hari ini kita bikin laporan baru dengan korban dan saksi yang lain. Mudah-mudahan dengan laporin ini, Bareskrim bisa menarik laporan dari Polda Banten, bisa lebih cepat," ujar Okie ketika ditemui di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Selasa (6/10).

Nasib nahas ternyata tak hanya dialami olehnya saja. Ada banyak orang yang sudah jadi korban agen tak bertanggung jawab ini. "Ketahuan kita 20 orang dari Jakarta yang kita tahu. Ada juga yang mau lapor tapi di luar kota," ungkapnya.

Okie Agustina kembali ke Mabes Polri menindaklanjuti kasus penipuan yang dialaminya/©KapanLagi.com®/Budy SantosoOkie Agustina kembali ke Mabes Polri menindaklanjuti kasus penipuan yang dialaminya/©KapanLagi.com®/Budy Santoso

Nggak hanya ditipu sekitar Rp 60 juta, Okie Agustina dan putranya, Keisha Alvaro, sempat terlantar di Korea pada Maret silam. "Bulan Maret ditawarin paket murah. Kita sudah sempet jalan ke sana (Korea). Tapi sampai sana, hari ini check-in besok check-out, alasannya sistem error. Sampai mau pulang, ternyata tiket pulang pas diperiksa data kita nggak ada (di maskapai)," cerita ibu tiga orang anak ini.

"Hari itu aku harus pulang karena kerjaan. Karena tiket pulang hanya ada 4, 12 orang terbengkalai di sana. Padahal all in semua ditanggung. Dia janji, gak ada kabar. Aku browsing tahun 2012 (agen travel tersebut) pernah menipu di Bali, akhirnya terkumpul lah korbannya. Makanya kita lapor sama-sama.

Sang penipu ini bakal dijerat dengan dugaan pasal penipuan. Berapa lama hukumannya? "Laporannya, dugaan penipuan pasal 378. Ancaman lima tahun penjara, dan tentang ITE dengan ancaman hukuman enam tahun dan denda Rp 1 miliar. Ditotal kerugian di Cilegon Rp 4,2 M, itu baru di Banten belum yang lain," tandasnya.

(kpl/aal/tch)

Reporter:

Sahal Fadhli


REKOMENDASI
TRENDING