'HASDUK BERPOLA' Sindir Rendahnya Nasionalisme
Diterbitkan
Idris Sardi di Hasduk Berpola @Foto: Acad
Kapanlagi.com -
HASDUK BERPOLA, film arahan sutradara Harris Nizam, menyindir rendahnya nasionalisme pemuda. Ceritanya diangkat dari cerpen karya Bagas Dwi Wibawono dan Kirana Kejora yang pernah dibuat versi film pendek berdurasi 10 menit. Kini HASDUK BERPOLA versi layar lebar menghadirkan kritik lebih tajam.
"Awalnya saya buat film durasi 10 menit. Saya jadikan bersama Kirana menjadi film pendek menjadi 45 menit, dan karena temannya memberikan masukan untuk dijadikan film layar lebar, dan tidak ada kesulitan," jelas Bagas saat ditemui di lokasi syuting di Kota Tua, Jakarta Pusat, Selasa (16/10).
Film ini mengisahkan seorang tentara veteran terkenal di waktu muda. Nama tentara itu Masnun, meskipun sebagai pahlawan namun kisah hidup Masnun sangat memprihatinkan, dan kini kisah perjuangannya dilanjutkan kepada sang cucu.
"Cuma ada ironi bahwa seorang pahlawan tapi hidupnya memprihatinkan, kemudian dia give up dengan berangkat ke Brojonegoro dan tambah hancur,” katanya.
Harris berharap pesan nasionalisme untuk menjaga aset negara yang dimiliki bangsa dan harus dilestarikan. Bagi anak-anak, dia berharap bisa menumbuhkan sifat-sifat nasionalisme, termasuk soal tindak korupsi yang kini sangat mengkhawatirkan.
"Korupsi dan kondisi yang tidak karu-karuan sangat merugikan bangsa sangat dan lewat film ini diharapkan bisa menumbuhkan rasa nasionalisme untuk anak-anak juga ada impactnya," ujarnya.
Dalam film bertema nasionalisme tersebut, Bagas melibatkan maestro biola Idris Sardi sebagai Masnun yang memiliki jiwa kebangsaannya yang patut dicontoh.
(Setelah 8 tahun menikah, Raisa dan Hamish Daud resmi cerai.)
(kpl/amr/uji/dar)
Oleh
Advertisement
More Stories
Advertisement
Advertisement
