Joni Indo Tertukar Amplop
Kapanlagi.com - Mantan bandit yang juga aktor dan kini mubaligh, Joni Indo, menyatakan dirinya punya banyak pengalaman menarik dalam profesi barunya tersebut.Satu dari sekian pengalaman tersebut dialaminya ketika pertama kali berceramah di sebuah penjara atas ajakan "Dai Sejuta Umat" Zainuddin MZ pada tujuh tahun lalu."Itu pertama kali saya ceramah sejak menjadi muallaf dan memeluk Islam," kata Joni, saat berceramah pada acara buka puasa bersama Panitia Penyelenggara dan Panitia Pelaksana FFI 2005 di Jakarta, Rabu (12/10).Joni yang pernah terkenal di dunia hitam sebagai otak kelompok pembobol toko emas di era 1970-an dan 1980-an, tetapi kemudian menjadi bintang film, satu di antaranya dengan judul namanya sendiri, menuturkan bahwa ia saat itu sempat bingung hendak berbicara apa, sebelum Zainuddin MZ memberi saran sederhana, "Bilang aja lho adalah bandit yang udah tobat, sekarang ingin ngajak orang lain untuk juga berbuat baik."Usai ceramah, katanya, seorang petugas menghampiri dan memberikan amplop berisi uang transpor. "Saya lalu pura-pura ingin buang air kecil di WC, padahal mau lihat isi amplop yang ternyata uang dua setengah juta rupiah," kata Joni."Saat pulang, Zainuddin bilang, 'Wah, amplopnya tebelan elu Jon, gue cuma Rp250 ribu'," ujar Joni menirukan ucapan Zainuddin MZ, sambil tertawa.Belakangan baru diketahui amplop yang diterima Joni Indo sebenarnya diperuntukkan untuk Zainuddin MZ. "Wah, kapan ada ceramah lagi, Pak," kata Joni, mengenang ucapannya sendiri kepada sang dai sejuta umat waktu itu.Joni Indo diundang berceramah di acara tersebut tampaknya karena ia salah seorang aktor di era kejayaan perfilman Indonesia, yang belakangan "tidur panjang" sejak 12 tahun terakhir.Ketua BP2N (Badan Pembinaan Perfilman Nasional) Johnny Syafruddin, mengatakan FFI 2005 merupakan yang kedua kali digelar sejak festival bergengsi itu kembali diselenggarakan tahun lalu."Kalau dilihat dari jumlah film peserta sekarang, ada peningkatan signifikan, sekitar 300%, dibandingkan tahun lalu," katanya. Dalam ceramahnya, Joni mengatakan, di Indonesia sebenarnya tidak ada penjahat."Sebenarnya tidak ada penjahat, coba kalau pemerintah kasih mereka gaji Rp5 juta sebulan, pasti mereka berhenti jadi penjahat," katanya, disambut gelak tawa hadirin yang kebanyakan insan film dan wartawan.Kini tinggal di Sukabumi bersama isteri keduanya, Vinny Soraya, dan dua anak mereka, Aisyah (7) dan Asyik (6), ia mengatakan dirinya sebagai mubaligh lebih banyak berceramah di berbagai penjara."Di penjara, kalau yang datang dai, mereka udah bosan. Tapi kalau saya, mereka senang karena saya dapat memahami apa yang mereka rasakan. Maklum, saya dulu juga bandit," ujarnya.Mantan aktor yang pernah membuat heboh dengan aksinya yang gagal saat mencoba kabur dari LP Nusa Kambangan itu, juga sempat berseloroh ketika mengatakan dirinya mendapat banyak pelajaran untuk menjadi penceramah dari tiga "lembaga pendidikan", selain rohaniwan yang membimbingnya."Pendidikan militer saya dapat semasa di tahanan Polda. Secapa (sekolah calon perwira) saya peroleh saat di Cipinang, dan sespim (sekolah staf pimpinan) atau Lemhanas (Lembaga Pertahanan Nasional) waktu di Nusa Kambangan," katanya.Setelah melalui dunia hitam, Joni pun menjadi aktor dan membintangi 17 film, sembilan di antaranya sebagai pemeran utama.Ia juga pernah menjadi pedagang batu cincin, keahlian yang diperolehnya semasa di Nusa Kambangan, namun tidak beruntung dan gulung tikar. "Profesi saya banyak, tapi semua setengah-setengah, mulai dari bandit sampai sekarang sebagai ustadz," katanya seraya tertawa lebar.Sebelum menikah dengan Vinny Soraya, Joni pernah berumahtangga dengan wanita lain dan dikaruniai satu anak, namun rumah tangganya itu hanya bertahan 12 tahun.Â
(Setelah 8 tahun menikah, Raisa dan Hamish Daud resmi cerai.)
(*/bun)
Advertisement
-
Teen - Fashion Kasual Celana Jeans Ala Anak Skena: Pilihan Straight sampai Baggy yang Wajib Dicoba
