Blue Is the Warmest Colour
Drama Romance

Blue Is the Warmest Colour

2013 180 menit NC-17
8.4/10
Rating 7.6/10
Sutradara
Abdellatif Kechiche
Penulis Skenario
Abdellatif Kechiche Ghalya Lacroix Jul Maroh
Studio
Quat'sous Films Wild Bunch France 2 Cinu00e9ma

Blue Is the Warmest Colour menghadirkan perjalanan emosional Adèle (Adèle Exarchopoulos), seorang siswi SMA di Prancis yang sedang berada di fase pencarian jati diri. Hari hari Adèle diisi rutinitas sekolah, pertemanan, dan tekanan sosial yang perlahan membentuk caranya memandang dunia. Ia terlihat seperti remaja pada umumnya, mudah berbaur tetapi sering merasa kosong. Di tengah lingkungan yang menuntut kepastian tentang masa depan, Adèle justru lebih sering bergulat dengan perasaan yang belum bisa ia beri nama. Ketika teman temannya sibuk membicarakan pacar dan rencana hidup, Adèle memilih diam, menyimpan kebingungan yang semakin menumpuk.

Perubahan besar terjadi saat Adèle secara tidak sengaja bertemu Emma (Léa Seydoux), seorang mahasiswi seni dengan rambut biru yang mencolok. Pertemuan singkat di jalan itu meninggalkan kesan mendalam bagi Adèle. Wajah Emma terus terbayang dan memicu perasaan yang belum pernah ia rasakan sebelumnya. Rasa penasaran berubah menjadi ketertarikan yang membuat Adèle mulai mempertanyakan orientasi dan keinginannya sendiri. Ia mencoba menyesuaikan diri dengan lingkungan dengan menjalin hubungan bersama Thomas (Jérémie Laheurte), namun relasi itu terasa hampa dan tidak menjawab kegelisahan batinnya.

Takdir kembali mempertemukan Adèle dan Emma dalam sebuah acara seni. Dari pertemuan itu, kedekatan mulai terbangun secara alami. Percakapan mereka mengalir tentang seni, kehidupan, dan pandangan tentang masa depan. Emma yang lebih dewasa dan percaya diri menjadi sosok yang membuka pintu baru bagi Adèle untuk memahami dirinya sendiri. Di sisi lain, Adèle masih terikat dengan rasa takut akan penilaian sosial. Ia menyadari bahwa mengakui perasaannya bukan perkara mudah, terutama di lingkungan sekolah yang masih memandang perbedaan dengan sinis.

Hubungan Adèle dan Emma berkembang dengan intens. Adèle mulai merasakan kebebasan dan kebahagiaan yang selama ini ia cari. Bersama Emma, ia belajar menerima hasrat dan menegaskan identitasnya sebagai perempuan yang beranjak dewasa. Namun kebahagiaan itu tidak hadir tanpa konsekuensi. Tekanan dari luar semakin terasa ketika teman teman Adèle mengetahui hubungannya. Ia harus menghadapi ejekan, penolakan, dan rasa malu yang membuatnya kembali mempertanyakan pilihannya. Emma berusaha menjadi penopang, tetapi perbedaan latar belakang dan cara pandang hidup perlahan menciptakan jarak di antara mereka.

Seiring waktu, kehidupan mereka bergerak ke arah yang berbeda. Emma semakin tenggelam dalam dunia seni dan lingkaran pertemanan yang lebih intelektual. Sementara itu, Adèle memilih jalur yang lebih sederhana sebagai guru taman kanak kanak. Perbedaan ini memengaruhi dinamika hubungan mereka. Adèle merasa tersisih dan tidak cukup baik, sedangkan Emma menginginkan pasangan yang bisa tumbuh seiring ambisinya. Ketegangan meningkat dan komunikasi menjadi semakin rapuh. Cinta yang dulu terasa hangat mulai berubah menjadi sumber luka.

Konflik mencapai puncaknya ketika kepercayaan di antara mereka runtuh. Adèle harus menghadapi kehilangan yang menyakitkan dan kenyataan bahwa cinta tidak selalu berakhir dengan kebersamaan. Dalam kesendirian, ia mencoba merangkai kembali identitasnya yang sempat hilang. Proses pendewasaan Adèle tidak ditampilkan sebagai perjalanan yang rapi, melainkan penuh kesalahan, penyesalan, dan pembelajaran. Ia tumbuh melalui cinta dan kehilangan, memahami bahwa menemukan diri sendiri sering kali berarti berani melepaskan.

Di akhir kisah, Adèle berdiri sebagai pribadi yang lebih sadar akan siapa dirinya dan apa yang ia butuhkan. Hubungannya dengan Emma menjadi bagian penting dari proses itu, meninggalkan jejak yang tidak mudah dilupakan. Film ini mengajak penonton menyelami dinamika cinta pertama, keberanian untuk jujur pada diri sendiri, dan konsekuensi dari pilihan yang diambil di usia muda. Apakah Adèle benar benar telah menemukan dirinya setelah semua yang ia lalui, atau justru masih menyisakan pertanyaan tentang cinta dan identitas yang belum terjawab?

Penulis Artikel: Anastashia Gabriel

Lu00e9a Seydoux Emma
Adu00e8le Exarchopoulos Adu00e8le
Salim Kechiouche Samir
Auru00e9lien Recoing Pu00e8re Adu00e8le
Catherine Salu00e9e Mu00e8re Adu00e8le
Benjamin Siksou Antoine
Mona Walravens Lise
Alma Jodorowsky Bu00e9atrice
Ju00e9ru00e9mie Laheurte Thomas
Anne Loiret Mu00e8re Emma

Jadwal Film